Kategori: Edukasi

Panduan – Kategori khusus memberikan informasi dan tips harian kepada anda semua.

  • Collaboration JMSI dan DEMA IAIN Sorong Hijaukan Kembali Bukit Malanu, Wagub Ahmad Nausrau Apresiasi Gerakan Mahasiswa

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong PBD – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan ditunjukkan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pengurus Daerah Papua Barat Daya bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong melalui Gerakan Penghijauan bertajuk Green Collaboration. Aksi penanaman pohon ini menjadi langkah nyata untuk memulihkan kawasan hutan yang sebelumnya terdampak kebakaran sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua Barat Daya.

    Kegiatan yang mengusung semangat Sumpah Pemuda tersebut berlangsung di Bukit Wisata Rohani, Malanu Kampung, Kota Sorong, tepatnya di kawasan bekas kebakaran hutan, Sabtu (1/11/2026). Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turut ambil bagian dalam gerakan lingkungan tersebut.

    Peserta kegiatan terdiri atas perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah kampus, organisasi Cipayung, Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA), serta elemen mahasiswa lainnya. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, H. Ahmad Nausrau, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Julian Kelly Kambu, Kepala Dinas Kehutanan Jhon Way, dan Kepala Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Sorong, Corina Mansawan.

    Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis oleh Wakil Gubernur Ahmad Nausrau kepada perwakilan mahasiswa, masyarakat setempat, dan jurnalis yang terlibat dalam gerakan penghijauan tersebut.

    Dalam sambutannya, Ahmad Nausrau menyampaikan apresiasi kepada JMSI Papua Barat Daya, DEMA IAIN Sorong, serta komunitas mahasiswa pecinta alam yang telah mengambil bagian dalam upaya pemulihan lingkungan. Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi hutan yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.

    Ia menilai, kegiatan penghijauan tidak sekadar menjadi agenda seremonial penanaman pohon, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam. Terlebih, kondisi musim kemarau panjang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

    “Gerakan seperti ini harus terus dilakukan dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Mari kita jaga alam dan kelestarian lingkungan agar manfaatnya kembali kepada kita. Hutan Papua merupakan salah satu paru-paru dunia yang harus kita jaga bersama,” pesan Nausrau.

    Lebih lanjut, Wagub menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan investasi ekologis untuk masa depan. Ia berharap bibit yang ditanam saat ini dapat tumbuh dengan baik sehingga dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun mendatang kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran dapat kembali hijau dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

    Menurutnya, keberhasilan menjaga kelestarian alam tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, agar memiliki kepedulian dan tanggung jawab dalam menjaga kawasan hutan.

    Karena itu, Nausrau mengajak masyarakat untuk tidak hanya berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon, tetapi juga ikut menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam agar dapat tumbuh serta memberikan manfaat jangka panjang.

    Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah JMSI Papua Barat Daya, Aris Balubun, mengatakan bahwa Green Collaboration merupakan wujud kepedulian insan pers bersama mahasiswa terhadap persoalan lingkungan, khususnya kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah kawasan di Papua Barat Daya.

    Collaboration JMSI dan DEMA IAIN Sorong Hijaukan Kembali Bukit Malanu, Wagub Ahmad Nausrau Apresiasi Gerakan Mahasiswa
    Penyerahan bibit pohon dari Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau kepada Ketua JMSI Papua Barat Daya, Aris Balubun

    Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi kawasan hutan di wilayah Sorong yang mengalami kerusakan akibat kebakaran beberapa waktu lalu. Melalui kegiatan ini, JMSI ingin mendorong keterlibatan generasi muda dalam aksi nyata pemulihan lingkungan.

    “Inilah bentuk kepedulian kami, JMSI bersama DEMA IAIN Sorong dan mahasiswa di Papua Barat Daya untuk menghijaukan kembali hutan yang sudah terbakar beberapa waktu lalu,” ujar Aris.

    Balubun berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai satu agenda penanaman pohon, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi kemahasiswaan, masyarakat, serta berbagai komunitas lingkungan.

    Ia juga mengharapkan dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar semangat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dapat terus diperkuat dan diperluas ke kawasan lainnya di Papua Barat Daya.

    Di kesempatan yang sama, Ketua Umum DEMA IAIN Sorong, Maharani Tyas Utami, menyebut kegiatan Green Collaboration sebagai salah satu bentuk kontribusi konkret mahasiswa dalam membangun daerah. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menyampaikan kritik dan aspirasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi melalui tindakan nyata.

    Collaboration JMSI dan DEMA IAIN Sorong Hijaukan Kembali Bukit Malanu, Wagub Ahmad Nausrau Apresiasi Gerakan Mahasiswa
    Penanaman Pohon di lakukan oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya. 

    Maharani menjelaskan, momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan bentuk kepedulian terhadap bangsa dan daerah melalui berbagai cara. Jika di sejumlah daerah, termasuk ibu kota negara, mahasiswa menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi damai, mahasiswa di Papua Barat Daya memilih menghadirkan gerakan penghijauan.

    “Berbeda dengan kami di Papua Barat Daya, kami melaksanakan kegiatan nyata dengan berkolaborasi bersama JMSI sebagai organisasi konstituen Dewan Pers untuk melakukan penanaman pohon di bekas lokasi kebakaran,” jelas Maharani.

    Menurut Presiden Mahasiswa SEMA-DEMA IAIN Sorong tersebut, aksi ini mengandung pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan, bukan sebatas imbauan. Kawasan hutan yang pernah terbakar membutuhkan perhatian bersama agar kerusakannya tidak semakin meluas.

    Ia berharap keterlibatan mahasiswa dalam gerakan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan, termasuk melakukan penghijauan dan merawat kawasan hutan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

    Gerakan Green Collaboration JMSI Papua Barat Daya bersama DEMA IAIN Sorong ini juga mendapat dukungan ratusan bibit pohon dari Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Daya. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap keterlibatan organisasi masyarakat dan mahasiswa dalam upaya pemulihan kawasan hutan.

    Melalui kolaborasi ini, JMSI dan DEMA IAIN Sorong berharap Bukit Wisata Rohani Malanu Kampung dapat kembali menghijau dan menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat Sumpah Pemuda pun diwujudkan melalui aksi nyata demi keberlanjutan alam Papua Barat Daya bagi generasi mendatang.

  • SMK Negeri 1 Sorong Jadi Lokasi Pertama BRUS Kemenag Kota Sorong

    SORONG — Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kota Sorong untuk pertama kalinya dilaksanakan di SMK Negeri 1 Sorong. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan remaja usia sekolah melalui penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan.

    Sumarni, ASN Kantor Kementerian Agama Kota Sorong, menyampaikan bahwa BRUS sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kota Sorong. Namun, pelaksanaan kali ini menjadi yang pertama di SMK Negeri 1 Sorong.

    “Untuk kegiatan BRUS ini, sebelumnya sudah pernah dilaksanakan di empat sekolah di Kota Sorong, yaitu SMA Averos Kota Sorong, MAN Kota Sorong, SMAN 1 Kota Sorong, dan SMAN 3 Sorong. Dan untuk tahun ini, pertama kalinya kegiatan BRUS dilaksanakan di SMK Negeri 1 Sorong,” ujar Sumarni.

    Pelaksanaan BRUS di SMK Negeri 1 Sorong diikuti para siswa dan diisi dengan penyampaian materi serta pembinaan yang berkaitan dengan kehidupan remaja dan nilai-nilai keagamaan.

    Kepala SMK Negeri 1 Sorong, A.H.P. Ompusunggu, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan BRUS di sekolahnya.

    “Patut kita syukuri, hari ini kita mendapat kunjungan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sorong beserta jajaran. Kami tentu merasa senang dan berterima kasih karena sudah datang mengunjungi kami di SMK Negeri 1 Sorong,” ujar Ompusunggu.

    Ia menilai BRUS menjadi kegiatan yang penting bagi para siswa karena pembinaan remaja tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui penguatan karakter dan pemahaman keagamaan.

    “Kami melihat kegiatan seperti ini sangat baik untuk anak-anak. Mereka bukan hanya perlu mendapatkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga perlu dibekali dengan nilai-nilai kehidupan, pembinaan karakter, dan pemahaman keagamaan,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sorong, Muhudar Wailegi, mengingatkan para siswa mengenai pentingnya menjaga salat dalam kehidupan sehari-hari.

    “Anak-anak harus menjaga salat. Jangan sampai karena kesibukan sekolah, bermain, atau kegiatan lainnya, salat ditinggalkan. Salat itu sangat penting dalam kehidupan kita dan menjadi salah satu kunci menuju surga,” ujar Muhudar.

    Muhudar kemudian membuka secara resmi kegiatan BRUS yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kota Sorong di SMK Negeri 1 Sorong.

  • Perpustakaan Terapung Satpolairud Hadirkan Ruang Belajar bagi Anak Pesisir di Pulau Raam

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Kapal patroli milik Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Sorong Kota berubah menjadi ruang belajar bagi puluhan anak pesisir di Pulau Raam, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Selasa (6/10/2026) sore.

    Melalui program Perpustakaan Terapung, kapal KP. Pulau Raam XVII-2003 tidak hanya digunakan untuk menjalankan tugas patroli, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir.

    Sekitar 65 anak usia dini hingga pelajar mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Kegiatan berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WIT dengan suasana belajar yang santai dan menyenangkan.

    Kegiatan diawali dengan patroli sambang menggunakan KP. Pulau Raam XVII-2003. Dalam kegiatan tersebut, personel Satpolairud menyapa anak-anak yang sedang bermain di sekitar pantai dan kemudian mengajak mereka mengikuti kegiatan belajar di atas kapal.

    Sesampainya di atas kapal, anak-anak diajak membaca dan berhitung melalui metode sederhana yang disesuaikan dengan usia mereka. Interaksi yang berlangsung secara santai membuat peserta terlihat antusias mengikuti setiap materi yang diberikan.

    Tidak hanya berkaitan dengan kemampuan dasar membaca dan berhitung, personel Satpolairud juga memberikan edukasi mengenai lingkungan laut yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Pulau Raam.

    Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai jenis biota laut serta jenis-jenis ikan yang dilindungi. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh peserta.

    Edukasi tersebut sekaligus diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap kelestarian lingkungan laut sejak usia dini. Mereka diajak memahami bahwa laut bukan hanya menjadi sumber kehidupan, tetapi juga harus dijaga bersama.

    “Kami ingin anak-anak di wilayah pesisir tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan dengan cara yang menyenangkan. Selain membaca dan berhitung, mereka juga kami ajak mengenal serta menjaga kekayaan laut yang ada di sekitar mereka,” ujar personel Satpolairud di sela kegiatan.

    Program Perpustakaan Terapung diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif ruang belajar bagi anak-anak pesisir sekaligus mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca dan rasa ingin tahu.

    Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi personel Satpolairud untuk membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir Kota Sorong.

    Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada peserta, personel Satpolairud turut membagikan makanan ringan kepada seluruh anak yang mengikuti kegiatan.

    Melalui kegiatan ini, Satpolairud Polresta Sorong Kota menunjukkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan.

    Kehadiran aparat juga diarahkan untuk memberikan edukasi, mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong tumbuhnya semangat belajar dan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda pesisir.

    Kegiatan Perpustakaan Terapung di Pulau Raam berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar hingga selesai.

  • TEP UB Edukasi Siswa SMAN 4 Kabupaten Sorong, Dorong Pemanfaatan Sampah Organik Jadi Kompos

    Melanesiatimes.com, Klamono Kabupaten Sorong – Upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dilakukan Tim 1 Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya (TEP UB) melalui edukasi pengelolaan sampah organik bersama siswa SMAN 4 Kabupaten Sorong di Klamono. Rabu (23/9/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan materi tentang lingkungan, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan kompos dengan memanfaatkan berbagai bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran pertanian dan lingkungan yang dilaksanakan TEP UB untuk memperkenalkan pemanfaatan sumber daya organik sekaligus mendorong siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan.

    Klamono sendiri memiliki berbagai potensi bahan organik yang dapat dimanfaatkan, mulai dari daun kering, rumput, sisa tanaman, sisa bahan pangan hingga kotoran hewan. Namun, berbagai bahan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan karena masih terbatasnya pengetahuan mengenai cara pengolahannya.

    Melalui kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman bahwa sampah organik tidak selalu harus dibuang. Dengan proses pengolahan yang tepat, bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos yang berguna untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah.

    Setelah mendapatkan penjelasan, siswa kemudian terlibat langsung dalam praktik pembuatan kompos. Mereka menyiapkan wadah, mengumpulkan bahan organik, mencacah material agar lebih mudah terurai, kemudian mencampurkannya dengan bahan pendukung seperti molase dan EM4 sesuai metode yang digunakan dalam praktik.

    Suasana pembelajaran pun berlangsung interaktif. Siswa terlihat terlibat dalam setiap tahapan, mulai dari menyiapkan bahan hingga proses pencampuran. Praktik tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai bagaimana sampah organik dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.

    Guru Prakarya dan Biologi SMAN 4 Kabupaten Sorong, Olvie, menyambut positif kehadiran Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya di sekolahnya.

    “Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya sangat bermanfaat dan penting bagi SMAN 4 Kabupaten Sorong, khususnya bagi siswa. Ilmu yang didapat bisa berguna untuk sekarang maupun setelah mereka lulus nanti, terlebih dalam pembuatan kompos,” ujar Olvie.

    Menurutnya, kegiatan praktik seperti ini memberikan pengalaman tambahan bagi siswa karena mereka dapat memperoleh pengetahuan sekaligus melihat penerapannya secara langsung.

    “Semoga pada praktik-praktik berikutnya bisa diperlihatkan inovasi baru kembali kepada kami,” harapnya.

    Bagi Tim 1 TEP UB, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan pemanfaatan potensi lingkungan kepada generasi muda. Bahan organik yang selama ini dipandang sebagai limbah sebenarnya masih dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan cara yang tepat.

    Praktik pembuatan kompos juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai siklus sederhana pengelolaan bahan organik. Material yang berasal dari lingkungan dapat diolah kembali dan hasilnya dimanfaatkan untuk mendukung kesuburan tanah serta pertumbuhan tanaman.

    Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan praktik semata. Pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

    Melalui kegiatan sederhana ini, TEP UB mendorong siswa untuk mulai melihat persoalan sampah dari sudut pandang berbeda. Sampah organik bukan semata-mata sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat menjadi sumber daya apabila dikelola dengan baik.

    Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Dari sekolah, siswa diajak membangun kebiasaan mengelola sampah sekaligus memanfaatkan potensi alam secara lebih bijak.

    Dengan pengetahuan dan praktik yang dilakukan sejak dini, diharapkan tumbuh kesadaran generasi muda untuk menjaga lingkungan serta mengembangkan berbagai inovasi sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Klamono.

  • Road Show HUT ke-21 LPS Tuntas di Palopo, 580 Warga Diperiksa dan 175 Donorkan Darah

    Melanesiatimes.com, Palopo — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat kepeduliannya terhadap masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. Rangkaian road show pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah yang digelar Kantor Perwakilan LPS III resmi ditutup di Kota Palopo, Selasa (22/9/2026).

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program LPS Peduli yang menyasar masyarakat di lima kabupaten/kota. Sejak 18 September 2026, tim Kantor Perwakilan LPS III bergerak dari Parepare, Pinrang, Enrekang, Luwu, hingga Kota Palopo sebagai lokasi terakhir pelaksanaan kegiatan.

    Di setiap daerah, masyarakat diberikan kesempatan memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis sekaligus berpartisipasi dalam aksi donor darah. Pelaksanaan kegiatan melibatkan tenaga kesehatan serta Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai bentuk kolaborasi dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

    Penutupan rangkaian kegiatan di Kota Palopo berlangsung di Pelataran Ruang Pola Kantor Wali Kota Palopo. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan LPS III Fuad Zaen, Staf Ahli Wali Kota Palopo Bidang Kesejahteraan Rakyat Drs. M. Taufiq Gurrachman, M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo Irsan Anugrah, S.KM., M.M., serta Ketua PMI Kota Palopo Drs. H. Haidir Basir, M.M.

    Kepala Kantor Perwakilan LPS III Fuad Zaen mengatakan, memasuki usia ke-21, LPS berupaya semakin mendekatkan diri dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.

    “Di usia ke-21 ini, LPS berupaya untuk terus hadir secara lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah,” ujar Fuad.

    Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT LPS, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian lembaga terhadap masyarakat di wilayah kerja Kantor Perwakilan LPS III.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi wujud kepedulian LPS terhadap masyarakat di wilayah kerja kami,” katanya.

    Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Tercatat sebanyak 580 orang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara 175 orang turut berpartisipasi dalam aksi donor darah.

    Kegiatan sosial tersebut sekaligus menjadi momentum bagi LPS untuk memperkenalkan peran dan tanggung jawab lembaga kepada masyarakat. Selama lebih dari dua dekade, LPS menjalankan fungsi utama dalam menjamin simpanan nasabah pada bank serta turut berperan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

    Sejalan dengan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), LPS juga mendapat mandat baru sebagai penyelenggara Program Penjaminan Polis yang akan mulai dilaksanakan pada 2028.

    Melalui rangkaian HUT ke-21 tersebut, LPS menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pelaksanaan tugas kelembagaan, tetapi juga lewat berbagai kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.

    Rangkaian LPS Peduli di lima kabupaten/kota pun menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan LPS dengan masyarakat sekaligus membangun pemahaman mengenai pentingnya peran LPS dalam menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan Indonesia. (***)

  • PERISBA Bank Papua Rayakan HUT ke-22 dengan Aksi Donor Darah

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Perhimpunan Istri Bank Papua (PERISBA) Bank Papua memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 dengan menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Kegiatan tersebut berlangsung di Area Bank Papua, Senin (14/9/2026).

    Aksi kemanusiaan itu dihadiri Pimpinan Bank Papua KCU Sorong, Ketua dan jajaran PERISBA Bank Papua, para ketua organisasi wanita, serta peserta donor darah.

    Penasehat PERISBA Bank Papua, Jemima Elisabeth Lobat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan donor darah yang dinilai memiliki makna penting bagi kemanusiaan.

    “Atas nama TP-PKK Kota Sorong, saya menyampaikan selamat ulang tahun ke-22 kepada PERISBA Bank Papua. Semoga PERISBA semakin profesional, semakin tangguh dalam berkarya, semakin solid dalam kebersamaan, dan semakin besar kontribusinya bagi keluarga, masyarakat, dan pembangunan di Tanah Papua,” ujar Jemima.

    Ia mengatakan, peringatan HUT ke-22 PERISBA yang mengusung tema “22 Tahun PERISBA, Profesional dan Tangguh Dalam Berkarya” memiliki makna yang mendalam. Menurutnya, profesionalisme tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas, tetapi juga menyangkut ketulusan, integritas, kepedulian, dan kehadiran untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

    “Profesional bukan hanya tentang kemampuan dalam menjalankan tugas, tetapi juga tentang ketulusan, integritas, kepedulian dan kehadiran kita untuk memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.

    Jemima menilai, aksi donor darah menjadi salah satu bentuk nyata penerapan nilai kepedulian tersebut. Sebab, darah yang disumbangkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk pasien yang menjalani pengobatan, ibu yang sedang melahirkan, korban kecelakaan, maupun mereka yang tengah berjuang mempertahankan hidup.

    “Donor darah bukan hanya tentang memberikan darah. Donor darah adalah memberikan kesempatan hidup, memberikan harapan, dan menjadi bentuk nyata kasih kepada sesama,” tuturnya.

    Menurutnya, seseorang tidak harus mengenal penerima darah untuk dapat memberikan pertolongan. Setiap tetes darah yang disumbangkan merupakan bentuk kemanusiaan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh orang lain.

    “Kita memberi tanpa harus mengetahui siapa yang menerima. Kita menolong tanpa harus menunggu balasan. Kita berbagi karena kita sama-sama manusia,” ucap Jemima.

    Memasuki usia ke-22, ia berharap PERISBA Bank Papua tidak hanya semakin kuat sebagai organisasi, tetapi juga mampu meningkatkan peran dalam membangun kepedulian sosial dan kemanusiaan di Tanah Papua, khususnya di Kota Sorong.

    Jemima menilai perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat. Dari peran perempuan, kata dia, tumbuh kasih sayang, generasi, serta berbagai gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi banyak orang.

    “Karena itu, saya melihat PERISBA bukan hanya sebagai organisasi pendamping keluarga Bank Papua, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang dapat memberikan warna positif bagi masyarakat Papua,” katanya.PERISBA Bank Papua Rayakan HUT ke-22 dengan Aksi Donor Darah

    Ia mengajak PERISBA untuk terus menjadi organisasi yang profesional dalam berkarya, tangguh menghadapi berbagai tantangan, namun tetap mengedepankan kepedulian dan nilai-nilai kemanusiaan.

    “Satu kegiatan dapat menginspirasi orang lain. Satu kepedulian dapat menguatkan seseorang. Satu tetes darah dapat menyelamatkan satu kehidupan,” ujarnya.

    Jemima juga berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara PERISBA, Bank Papua, TP-PKK, organisasi wanita, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat Kota Sorong dalam menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

    Ia menegaskan, semangat “profesional dan tangguh dalam berkarya” hendaknya tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

    “Semoga PERISBA semakin dewasa, semakin solid, semakin profesional, semakin tangguh, dan semakin banyak menebarkan manfaat. Semoga setiap tetes darah yang disumbangkan hari ini menjadi tetes kasih, tetes harapan, dan tetes kehidupan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkasnya.

  • Panen Padi SP-2 Mariat Jadi Bukti Kolaborasi TNI dan Akademisi Unamin Perkuat Ketahanan Pangan

    Melanesiatimes.com, Kabupaten Sorong – Hamparan sawah di SP-2, Kelurahan Mariai, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, kembali memasuki masa panen. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (9/9/2026) tersebut menjadi gambaran nyata sinergi antara akademisi, TNI, dan masyarakat dalam mendorong penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Sorong.

    Panen padi tersebut merupakan hasil pengembangan lahan pertanian yang dilakukan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 806 Inyomusi bersama akademisi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin). Akademisi Unamin, Dr. Ajang Maruapey, SP., MP., yang akrab disapa Pak Amar, turut turun langsung ke lahan untuk melihat sekaligus mendampingi proses panen.

    Menurut Maruapey, ketahanan pangan tidak cukup hanya dibicarakan melalui angka produksi maupun konsep yang berhenti di ruang akademik. Pengetahuan pertanian, penelitian, inovasi, dan praktik di lapangan harus berjalan secara beriringan agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

    “Ketahanan pangan bukan sekadar angka atau wacana di atas kertas. Setiap bulir beras yang kita panen hari ini adalah penyambung hidup dan pondasi masa depan kita bersama,” ujar Maruapey.

    Ia menilai keterlibatan akademisi di lapangan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pangan lokal yang berbasis riset sekaligus menyesuaikan dengan kondisi nyata masyarakat. Karena itu, ia berharap kolaborasi bersama TNI dapat terus dikembangkan, termasuk dengan memberikan ruang kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan pertanian di Kabupaten Sorong.

    “Harapan kami, kolaborasi ini terus berlanjut sehingga Kabupaten Sorong dapat menjadi salah satu lumbung pangan andalan di Tanah Papua,” katanya.

    Dari unsur TNI, Letnan Dua Inf. Andi Haeruddin Yakup mengatakan panen kali ini memiliki arti tersendiri. Pasalnya, pada musim kemarau sebelumnya, lahan tersebut sempat mengalami kegagalan panen.

    Menurut Andi, hasil panen kali ini menjadi buah dari ketekunan dan semangat personel yang tetap bekerja meskipun sebelumnya menghadapi berbagai kendala.

    “Musim kemarau lalu kita sempat gagal panen. Namun semangat tidak luntur. Berkat antusiasme dan kerja keras seluruh personel, alhamdulillah hasil kali ini sangat lumayan,” ujar Andi.

    Panen dilakukan secara bertahap. Sebagian lahan telah selesai dipanen, sementara sejumlah bagian lainnya masih dalam proses pengerjaan dengan dukungan personel lapangan serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan lahan pertanian tersebut.

    Andi juga mengapresiasi keterlibatan Dr. Ajang Maruapey dari Unamin Sorong yang dinilai aktif mengunjungi lokasi pertanian dan berdiskusi langsung dengan personel di lapangan.

    “Kami berterima kasih kepada Pak Amar dari Unamin Sorong yang sering datang dan melihat langsung kegiatan kami. Ke depan, kami berharap beliau bersama mahasiswa bisa bergabung lebih jauh untuk membangun ketahanan pangan di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Sorong,” katanya.

    Sementara itu, Serda Muhammad Wahid selaku koordinator lapangan mengatakan, kegiatan pertanian tersebut tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi padi. Lahan pertanian juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda.

    Menurut Wahid, sejumlah siswa SMP Cinta Kasih serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Muhammadiyah Sorong dan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Aimas, telah dilibatkan untuk mengenal kegiatan pertanian secara langsung.

    “Kami tidak hanya menjadi koordinator, tetapi juga bekerja langsung di lahan. Adik-adik siswa dan mahasiswa kami ajak mengenal cara bertani serta memahami pentingnya ketahanan pangan sejak dini,” ujar Wahid.

    Ia menilai pengalaman berada langsung di sawah dan menyaksikan proses produksi pangan dapat memberikan pemahaman berbeda kepada para pelajar dan mahasiswa. Pertanian, kata Wahid, bukan sekadar aktivitas mengolah lahan, tetapi merupakan bagian penting dari keberlangsungan hidup masyarakat.

    Panen padi di SP-2 Mariat tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ketika pengetahuan akademik bertemu dengan kerja lapangan, dukungan TNI, serta keterlibatan generasi muda, lahan pertanian yang sebelumnya mengalami kegagalan panen dapat kembali menghasilkan.

    Dari SP-2 Mariat, upaya memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Sorong pun dibangun dari langkah yang sederhana namun penting, yakni menanam, merawat, memanen, dan memastikan hasil pertanian memberikan manfaat bagi masyarakat.

  • Semarak HUT ke-81, RRI Sorong Libatkan Anak-anak SD dalam Lomba Mewarnai

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI), RRI Sorong menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan keluarga besar RRI maupun masyarakat luas. Salah satunya melalui lomba mewarnai yang diikuti anak-anak sekolah dasar di Kota Sorong.

    Kegiatan lomba mewarnai tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RRI sekaligus menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan bakat, dan melatih imajinasi mereka. Kegiatan ini berlangsung di Kantor RRI Sorong, Sabtu (5/9/2026).

    Kegiatan tersebut turut dihadiri istri Gubernur Papua Barat Daya, Orpa Susana Kambu, yang memberikan dukungan sebagai sponsor dalam pelaksanaan lomba. Dalam kesempatan tersebut, Orpa Susana Kambu juga menyerahkan hadiah secara langsung kepada para pemenang juara I, II dan III.

    Kepala RRI Sorong, Djery Moriolkosu, S.PT., mengatakan rangkaian kegiatan HUT ke-81 RRI dirancang tidak hanya untuk dinikmati oleh insan angkasawan dan angkasawati maupun keluarga besar RRI, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

    “Euforianya adalah kami melakukan hal-hal yang sederhana, tetapi sarat bermakna. Sehingga euforia HUT ke-81 itu bukan hanya dinikmati oleh kalangan insan angkasawan dan angkasawati serta keluarga, tetapi secara menyeluruh oleh masyarakat dan publik yang ada di Kota Sorong,” kata Djery.

    Menurutnya, lomba mewarnai merupakan salah satu kegiatan eksternal yang memiliki nilai edukatif. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diberikan kesempatan untuk melatih kreativitas, imajinasi, sekaligus mengekspresikan diri melalui karya.

    “Mereka melakukan ekspresi, mengembangkan bakat yang ada pada diri mereka dan imajinasi mereka dilatih, sehingga mereka menjadi penerus yang hebat yang bisa kita andalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, sekolah, lingkungan kerja maupun untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

    Djery menjelaskan, kegiatan tersebut juga terlaksana berkat dukungan sejumlah pihak, termasuk sponsor yang turut memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan lomba ini.

    Selain lomba mewarnai, RRI Sorong sebelumnya telah menggelar sejumlah kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Di antaranya Gerakan Pangan Murah yang berkolaborasi dengan BULOG serta pemeriksaan kesehatan gratis melalui kerja sama dengan pihak kesehatan di Kota Sorong.

    “Kami juga telah melakukan kegiatan untuk masyarakat luas, seperti Gerakan Pangan Murah yang merupakan kolaborasi antara RRI dengan BULOG, kemudian pemeriksaan kesehatan gratis bersama pihak kesehatan di Kota Sorong,” jelasnya.

    Di lingkungan internal, RRI Sorong juga melibatkan keluarga besar RRI, termasuk para pensiunan yang berada di wilayah Kota Sorong. Berbagai perlombaan internal turut digelar, seperti gaple, lomba motor slow dan paduan suara dalam skala internal.

    Tidak hanya perlombaan, para pegawai juga diajak untuk kembali menumbuhkan kecintaan terhadap lembaga melalui penghayatan terhadap Tri Prasetya RRI.

    “Mereka diajak untuk bagaimana mencintai RRI dengan menghafal Tri Prasetya RRI itu. Harapannya, semangat tersebut selalu berkobar dalam diri mereka dan memacu pegawai untuk bekerja lebih semangat,” ungkap Djery.Semarak HUT ke-81, RRI Sorong Libatkan Anak-anak SD dalam Lomba Mewarnai

    Ia menambahkan, berbagai kegiatan sederhana yang digelar tersebut diharapkan mampu membangun rasa percaya diri sekaligus memperkuat kecintaan pegawai terhadap RRI sebagai lembaga penyiaran publik.

    Sementara itu, berdasarkan keputusan Dewan Juri Lomba Mewarnai dalam rangka HUT ke-81 RRI, ditetapkan para pemenang berdasarkan sejumlah kriteria penilaian, yakni kerapian, kreativitas, komposisi warna, kesesuaian dengan tema dan keindahan hasil karya.

    Juara pertama diraih Vania Gracia Ladjeba dari SD YPPK Willibrodus II Sorong. Juara kedua diraih Gibran Alvarendra Pasangka dari Shine Primary School Sorong, sedangkan juara ketiga diraih Muhammad Fatih Ali Salim dari SD Al-Izza Sorong.

    Untuk kategori juara harapan, Harapan I diraih Twinkle Indira Klasmian dari SD YPPK Willibrodus II Sorong. Harapan II diraih Nazam Azmi Bustami dari SD IT Mutiara Insan Sorong, dan Harapan III diraih Deanda Shanum Permatasari dari SD Al-Jihad Sorong.

    Selain enam pemenang utama dan harapan, panitia juga menetapkan enam juara favorit dalam lomba tersebut.

    Djery mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya RRI untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menjadikan momentum HUT ke-81 sebagai ruang untuk memperkuat semangat pengabdian lembaga.

    Puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 RRI akan dilaksanakan pada 11 September 2026 melalui penyulutan obor yang dilakukan secara serempak oleh seluruh satuan kerja RRI di wilayah Nusantara.

  • Lebih dari 100 Warga Padati FGD Patriot UB, Agroforestri Jadi Harapan Ekonomi Klawosom

    Melanesiatimes.com, Kabupaten Sorong – Antusiasme masyarakat di Kampung Persiapan Klawosom, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, terhadap pengembangan sektor pertanian dan kehutanan terlihat begitu tinggi. Lebih dari 100 warga memadati halaman kediaman Yafet Smi, selaku tuan tanah setempat, pada Minggu (23/8/2026), untuk mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Tim Ekspedisi Patriot 4 (TEP) Universitas Brawijaya (UB).

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIT tersebut mengangkat tema “Penguatan dan Pendampingan Agroforestri Intensif Kelompok Tani untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun, Sorong”. Jumlah peserta yang hadir bahkan melampaui prediksi awal panitia.

    FGD dipimpin Ketua Tim Patriot UB, Syamsul Arifin, S.P., M.Si., bersama anggota tim, yakni Chintia Milanda, S.P., Firli Dwi Nur Cahyani, S.Hut., Nopi Sopiandi, S.P., Muhammad Harun Rasyid Al Habsyi, S.Hut., dan Anggit Nur Wicaksono, S.Hut.

    Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan besarnya harapan warga terhadap program pendampingan yang dinilai dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan pertanian sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi Klamono-Segun.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Distrik Klamono, Oktofianus Kolin, S.Pd.K., M.M., bersama Kepala Kampung Wariyau dan Kepala Kampung Mlais. Sejumlah tuan tanah dan tokoh masyarakat Klawosom, Bhabinkamtibmas, serta Penyuluh Pendamping Lapangan bidang pertanian dan peternakan juga hadir dalam kegiatan tersebut.

    Kehadiran lintas pemangku kepentingan ini memperlihatkan bahwa penguatan agroforestri di kawasan Klamono-Segun tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi telah berkembang menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat adat, aparat keamanan, tenaga penyuluh, dan kelompok tani.

    Dalam FGD tersebut, Tim Patriot Agroforestri UB memberikan dua materi utama. Materi pertama mengenai “Pengenalan Sistem Agroforestri” disampaikan Anggit Nur Wicaksono, S.Hut. Ia menjelaskan konsep dasar agroforestri serta manfaat penerapannya dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

    Sementara itu, materi kedua mengenai “Rumah Persemaian Tangguh Iklim” disampaikan Firli Dwi Nur Cahyani, S.Hut. Konsep tersebut diperkenalkan sebagai salah satu inovasi untuk mendukung penyediaan bibit unggul yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim sekaligus memperkuat kemandirian kelompok tani.

    Antusiasme peserta semakin terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Warga secara aktif menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penerapan sistem agroforestri di lahan masing-masing, termasuk peluang pengembangan tanaman dan pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

    Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi, tetapi juga siap terlibat secara langsung dalam pengembangan program agroforestri di wilayah mereka.

    Tim Patriot Agroforestri UB berharap program pendampingan ini dapat memperkuat kapasitas kelompok tani, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan transmigrasi Klamono-Segun.

    “Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian program TEP 2026 di Klamono dan Segun. Kami berharap pendampingan yang dilakukan dapat memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat,” demikian semangat yang dibawa dalam pelaksanaan program tersebut.

    FGD di Klawosom menjadi salah satu tonggak penting dalam rangkaian program Ekspedisi Patriot 4 Universitas Brawijaya di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan riset, inovasi, dan pengabdian yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). (***)

  • 28 OMS Papua Barat Daya Didorong Jago Bercerita, Perkuat Pesan Konservasi Pesisir dan Laut

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Upaya menjaga pesisir dan laut Papua Barat Daya tidak cukup hanya dilakukan di lapangan. Cerita, pengalaman, serta dampak dari kerja-kerja konservasi juga perlu disampaikan kepada publik melalui dokumentasi dan komunikasi yang kuat. Senin (23/8/2026).

    Kemampuan mengubah pengalaman di lapangan menjadi cerita visual dan tulisan yang menarik menjadi kebutuhan penting bagi organisasi masyarakat sipil (OMS). Hal ini diperlukan untuk memperkuat advokasi, memperluas dukungan publik, sekaligus menunjukkan dampak nyata dari berbagai upaya konservasi.

    Kebutuhan tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan penguatan kapasitas komunikasi bagi OMS di Papua Barat Daya. Sebanyak 28 perwakilan OMS yang bergerak di bidang pesisir dan laut mengikuti pelatihan videografi, fotografi, serta penulisan siaran pers yang diselenggarakan Dinamika Alam Nusantara (DIANTARA) bekerja sama dengan Starling Resources pada 19–21 Agustus 2026 di Pendopo Yayasan Satu Harapan, Sorong.

    Bagi organisasi yang bekerja langsung bersama masyarakat, dokumentasi bukan sekadar menjadi arsip kegiatan. Foto, video, dan tulisan dapat menjadi sarana untuk memperlihatkan proses, menyampaikan pembelajaran, mengangkat suara masyarakat, serta menunjukkan perubahan yang lahir dari berbagai upaya pengelolaan pesisir dan laut.

    Di tengah semakin luasnya penggunaan media sosial, website, video, dan media massa, tantangan OMS kini bukan lagi sekadar memiliki saluran komunikasi. Tantangan utamanya adalah bagaimana menghasilkan konten yang memiliki nilai cerita, menarik secara visual, serta memenuhi standar publikasi.

    Dalam dokumentasi visual, sejumlah tantangan yang masih sering ditemukan antara lain objek utama yang kurang jelas, komposisi dan framing yang belum tepat, minimnya variasi footage, hingga kurangnya kemampuan menangkap momen penting.

    Persoalan serupa juga ditemukan dalam penyusunan siaran pers, khususnya dalam mengolah fakta dan informasi lapangan menjadi narasi yang ringkas, relevan, dan menarik.

    Direktur DIANTARA, Rens Lawarrissa, mengatakan penguatan kapasitas komunikasi penting untuk memastikan kerja-kerja konservasi OMS dapat diketahui masyarakat secara lebih luas.

    “Kerja-kerja di lapangan sebenarnya memiliki banyak cerita penting. Sayangnya, cerita tersebut belum terkelola untuk dapat disampaikan lebih luas sebagai pembelajaran maupun alat advokasi. Karena itu, kami ingin peserta tidak hanya belajar mengambil foto atau video, tetapi juga memahami bagaimana membangun cerita dari apa yang mereka temukan di lapangan,” ujar Rens.

    Senada, konsultan Starling Resources, Junita Manuputty, menilai kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dalam memperbesar dampak kerja OMS.

    “Kemampuan mendokumentasikan, mengolah, dan menyampaikan pengalaman dari lapangan secara sederhana dan menarik dapat membantu organisasi memperluas jangkauan pesan, memperkuat advokasi, serta membangun dukungan yang lebih luas terhadap isu-isu pesisir dan laut,” kata Junita.

    Menurutnya, penguatan kapasitas komunikasi juga penting agar pengetahuan dan praktik baik yang telah dilakukan OMS tidak berhenti sebagai dokumentasi internal, tetapi dapat menjadi pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat, mitra, maupun publik.

    Sementara itu, Kepala BLUD UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat, Hasan Makassar, yang mengutus perwakilan BLUD sebagai peserta, menilai kemampuan dokumentasi merupakan keterampilan penting dalam pengelolaan kawasan konservasi.

    “Bagi kami, pendokumentasian informasi dan cerita merupakan bagian penting dari pengelolaan kawasan konservasi. Pengolahan informasi dalam bentuk foto, video, dan cerita merupakan salah satu rekaman untuk evaluasi, bahkan menjadi alat edukasi bagi masyarakat, mitra, dan publik luas,” ungkap Hasan.

    Hal senada disampaikan Koordinator Program Yayasan Bumi Papua Lestari (YBPL), Hofni Wabia. Ia mengaku kegiatan tersebut memberikan perspektif baru mengenai fungsi dokumentasi bagi organisasi.

    “Dari sini kami belajar bahwa dokumentasi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan visi organisasi, memperluas jangkauan pesan, dan menunjukkan dampak dari kerja yang kami lakukan,” tutur Hofni.

    Selama kegiatan, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga melakukan praktik fotografi dan videografi. Materi yang diberikan meliputi komposisi, framing, camera movement, audio, visual storytelling, penyusunan sequence, hingga editing dasar menggunakan perangkat mobile.

    Peserta juga dibekali kemampuan mengolah informasi dari lapangan menjadi siaran pers berdasarkan fakta dan data sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan publikasi.

    Melalui peningkatan kapasitas tersebut, OMS diharapkan mampu memperkuat suara masyarakat, memperluas pembelajaran dari lapangan, serta membangun dukungan publik yang lebih luas terhadap upaya menjaga pesisir dan laut Papua Barat Daya.

    Tentang DIANTARA

    Dinamika Alam Nusantara (DIANTARA) merupakan organisasi yang berfokus pada pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di Papua Barat Daya. DIANTARA berupaya memperkuat pengetahuan, kesadaran, dan perilaku peduli lingkungan melalui pengembangan modul pembelajaran, bahan ajar, media edukasi, pelatihan fasilitator, serta pendampingan program pendidikan lingkungan di sekolah dan masyarakat.

    Tim DIANTARA memiliki pengalaman melaksanakan program PLH di Sorong, Tambrauw, Raja Ampat, Fakfak, dan Kaimana dengan pendekatan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kearifan lokal, serta konteks ekologis Papua.

    Ke depan, DIANTARA diarahkan untuk berkembang sebagai organisasi rujukan dan pusat pengembangan PLH di Papua yang berkomitmen melahirkan edukator dan fasilitator lingkungan yang kompeten sekaligus mendukung lahirnya generasi penjaga alam Papua.