Kategori: Pemerintahan

  • Dekranasda Kota Sorong Dorong Mama-Mama Papua Kembangkan Produk Pangan Lokal, 100 Peserta Ikuti Pelatihan

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, mengajak mama-mama Papua untuk memanfaatkan potensi pangan lokal menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi. Menurutnya, kreativitas dan keterampilan dalam mengolah sumber daya lokal dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

    Ajakan tersebut disampaikan Jemima saat membuka kegiatan Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal Stik Sukun Mentega serta Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Industri Kecil Pembuatan Abon Ikan yang didukung Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026, Kamis (5/11/2026).

    Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Perindustrian tersebut diikuti 100 peserta. Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan pembuatan Stik Sukun Mentega, sedangkan 50 peserta lainnya mendapatkan pelatihan pengolahan hasil perikanan menjadi abon ikan.

    Dalam sambutannya, Jemima menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sorong, khususnya Dinas Perindustrian, atas inisiatif dan dukungan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kapasitas perempuan Papua dalam mengembangkan usaha produktif.

    “Pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang memberikan pelatihan, tetapi juga tentang memberikan kesempatan, kepercayaan, pengetahuan, dan ruang bagi perempuan untuk berkembang serta mengambil bagian dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” ungkap Jemima.

    Ia menjelaskan, Kota Sorong memiliki potensi sumber daya alam dan pangan lokal yang cukup besar, di antaranya buah sukun dan hasil perikanan. Namun, potensi tersebut perlu dikembangkan lebih jauh agar tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar lebih luas.

    Menurut Jemima, buah sukun dapat dikembangkan menjadi makanan ringan seperti Stik Sukun Mentega yang memiliki cita rasa dan daya tarik tersendiri. Sementara hasil perikanan dapat diolah menjadi abon ikan yang praktis, memiliki nilai jual lebih tinggi, serta daya simpan lebih baik apabila diproses dan dikemas secara benar.

    “Dari buah sukun dapat tercipta usaha makanan ringan. Dari hasil ikan dapat berkembang industri olahan yang bernilai ekonomi. Dan dari tangan-tangan terampil mama-mama Papua, kita dapat membangun kemandirian ekonomi masyarakat Kota Sorong,” ujarnya.

    Jemima juga mengingatkan bahwa pengembangan produk pangan lokal harus memperhatikan aspek kualitas dan keamanan pangan. Produk yang dihasilkan tidak cukup hanya memiliki rasa yang enak dan kemasan menarik, tetapi juga harus memenuhi standar kebersihan, sanitasi, kualitas bahan baku, serta proses pengolahan yang baik.

    Ia menyebutkan, pengembangan pangan lokal sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta ketentuan mengenai penyelenggaraan keamanan pangan. Karena itu, peserta diharapkan memahami bahwa kepercayaan konsumen merupakan bagian penting dalam membangun keberlanjutan sebuah usaha.

    Dalam kesempatan tersebut, Jemima memberikan sejumlah pesan kepada peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, dan memanfaatkan kesempatan belajar dari para instruktur.

    Ia juga meminta peserta tidak hanya berfokus pada keterampilan membuat produk, tetapi mulai memahami cara menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, menjaga kualitas bahan baku, memilih kemasan yang menarik, hingga memperhatikan daya simpan produk.

    “Jangan berhenti hanya pada kemampuan membuat produk. Pelajari juga bagaimana menentukan kualitas bahan baku, menghitung biaya produksi, menetapkan harga jual, menjaga kebersihan, memilih kemasan yang menarik, serta memperhatikan daya simpan produk,” pesannya.

    Lebih lanjut, Jemima mendorong para peserta membangun kerja sama dengan membentuk atau mengembangkan kelompok usaha. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam kegiatan produksi yang lebih terorganisasi dan berkelanjutan.

    Ia turut mengajak mama-mama Papua memanfaatkan perkembangan teknologi dan media digital sebagai sarana pemasaran. Produk lokal yang dihasilkan diharapkan tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu menjangkau konsumen di berbagai wilayah, termasuk di luar Papua Barat Daya.

    “Mama-mama harus percaya pada kemampuan diri sendiri. Jangan pernah merasa bahwa usaha kecil yang dimulai dari rumah tidak memiliki masa depan. Banyak usaha besar berawal dari keterampilan sederhana, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba,” tuturnya.

    Sebagai Ketua Dekranasda Kota Sorong, Jemima berharap pelatihan tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Menurutnya, diperlukan tindak lanjut melalui pendampingan, pembinaan kelompok usaha, peningkatan kualitas produk, pengembangan desain kemasan, serta perluasan akses pemasaran.

    Ia juga menekankan pentingnya mendorong produk hasil pelatihan agar secara bertahap memenuhi persyaratan perizinan usaha dan keamanan pangan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diperlukan agar produk memiliki kepercayaan konsumen dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    Dekranasda Kota Sorong Dorong Mama-Mama Papua Kembangkan Produk Pangan Lokal, 100 Peserta Ikuti Pelatihan
    Penyematan tanda peserta dan penyerahan alat dapur kepada peserta

    Dekranasda Kota Sorong, lanjutnya, berkomitmen mendukung kreativitas, inovasi, dan pengembangan produk lokal agar hasil karya masyarakat, khususnya mama-mama Papua, dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah yang memiliki identitas dan daya saing.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang ditandai pemukulan tifa secara bersama-sama. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya pelatihan sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta serta penyerahan bantuan peralatan secara simbolis kepada perwakilan peserta. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran sekaligus menjadi dukungan awal bagi peserta dalam mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.

    Menutup sambutannya, Jemima menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk para narasumber dan instruktur yang akan membagikan pengetahuan serta keterampilan kepada peserta.

    Ia berharap 100 peserta yang mengikuti pelatihan dapat menjadikan kesempatan tersebut sebagai titik awal untuk membangun usaha mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

    “Keberhasilan pelatihan ini bukan hanya diukur dari berapa banyak peserta yang hadir atau berapa banyak produk yang berhasil dibuat hari ini, tetapi dari seberapa jauh keterampilan tersebut diterapkan dan memberikan perubahan nyata bagi kehidupan keluarga dan masyarakat,” pungkas Jemima.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Sorong bersama Dekranasda diharapkan mampu mendorong lahirnya pelaku usaha baru dari kalangan mama-mama Papua sekaligus memperkuat pemanfaatan potensi pangan lokal sebagai salah satu kekuatan ekonomi masyarakat di Kota Sorong.

  • Malam Puncak HUT Kota Masohi, Bupati Zulkarnain Kobarkan Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong

    Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah – Malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Masohi ke-69 berlangsung meriah. Dalam momentum penuh kebahagiaan tersebut, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong sebagai fondasi membangun Kota Masohi ke arah yang lebih baik.

    Dalam sambutannya, Bupati Zulkarnain menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada sejumlah tamu kehormatan yang hadir, di antaranya Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath bersama istri, serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, DR. Tabrani.

    “atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Wakil Gubernur Maluku bersama Ibu, serta seluruh tamu undangan yang telah hadir dan turut merayakan kebahagiaan bersama masyarakat Kota Masohi di malam ini,” kata Zulkarnain.

    Kegiatan yang dipusatkan di pelataran Pelabuhan Feri Amahai sejak sore sudah dipadati warga yang datang dari berbagai tempat, Selasa (03/11/2026).

    Tidak hanya masyarakat Kota Masohi, warga dari berbagai wilayah di sekitar ibu kota Kabupaten Maluku Tengah itu juga turut hadir untuk menyaksikan kemeriahan malam puncak perayaan.

    Pada kesempatan itu, Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan rangkaian kegiatan HUT ke-69 Kota Masohi, termasuk malam apresiasi.

    Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan hingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

    Kepada seluruh masyarakat, Zulkarnain menyampaikan ucapan selamat atas bertambahnya usia Kota Masohi.

    “kepada seluruh masyarakat Kota Masohi, di mana pun berada, saya mengucapkan Dirgahayu ke-69 Kota Masohi,” ucapnya.

    Menurutnya, perayaan HUT Kota Masohi bukan sekadar seremoni untuk memperingati pertambahan usia sebuah kota, tetapi juga menjadi momentum untuk merayakan kebersamaan, mempererat persaudaraan, serta mengenang perjalanan dan berbagai kenangan yang telah dibangun bersama.

    “malam ini, kita tidak hanya merayakan bertambahnya usia, tetapi juga merayakan kebersamaan, persaudaraan, dan kenangan yang telah kita bangun bersama,” ujarnya.

    Zulkarnain menegaskan, Kota Masohi merupakan kota yang tumbuh dan berkembang dari semangat gotong royong. Kota yang menjadi rumah bagi semua orang, sekaligus tempat masyarakat merajut harapan dan menyimpan begitu banyak kenangan.

    “kota kecil, sejuta kenangan, yang selalu membuat kita rindu untuk kembali,” ungkapnya.

    Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati malam puncak perayaan bersama keluarga dengan penuh sukacita, sekaligus menyaksikan penampilan para artis yang telah disiapkan untuk menghibur masyarakat.

    “mari kita nikmati malam ini bersama keluarga dengan penampilan artis-artis terbaik,” ajaknya.

    Malam puncak HUT ke-69 Kota Masohi diharapkan tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat rasa memiliki, solidaritas, dan semangat gotong royong dalam membangun Kota Masohi sebagai rumah bersama seluruh masyarakat Maluku Tengah. (HUAT)

  • Pemkot Sorong Bantah Abaikan Pengusaha OAP, James Burung Ungkap Bukti Keterlibatan dalam Proyek Pemerintah

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pemerintah Kota Sorong akhirnya angkat bicara menanggapi pernyataan Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Provinsi Papua Barat Daya, Thomas Baru, terkait aspirasi pengusaha Orang Asli Papua (OAP) yang menilai pemerintah belum memberikan perhatian maksimal terhadap keterlibatan pengusaha lokal dalam pembangunan daerah.

    Melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Sorong, James Burung, Wali Kota Sorong Septinus Lobat memberikan klarifikasi sekaligus meluruskan sejumlah pernyataan yang dinilai tidak menggambarkan kondisi sebenarnya terkait keberpihakan pemerintah terhadap pengusaha OAP.

    Dalam keterangan pers, Selasa (3/11/2026), James menegaskan bahwa tudingan Pemerintah Kota Sorong tidak memperhatikan pengusaha OAP maupun mengabaikan implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua merupakan anggapan yang tidak berdasar.

    Ia menjelaskan, berdasarkan data resmi dari Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025, sejumlah pengusaha OAP telah memperoleh paket pekerjaan di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Pendidikan, Cipta Karya, Bina Marga serta sejumlah OPD teknis lainnya.

    Sementara itu, pada APBD Tahun Anggaran 2026, pemerintah daerah belum dapat mengakomodasi paket pekerjaan bagi pengusaha OAP sebagaimana tahun sebelumnya. Kondisi tersebut, menurut James, tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak terhadap pelaksanaan berbagai program pemerintah.

    James juga mencontohkan keterlibatan pengusaha muda OAP dalam pengembangan teknologi informasi di lingkungan Pemerintah Kota Sorong. Salah satunya melalui PT Kasuari yang dipimpin Daniel Sedik, yang dipercaya mengelola layanan teknologi informasi di Dinas Kominfo Kota Sorong.

    “Sebagai contoh konkret, di Dinas Kominfo Kota Sorong sendiri, pengelolaan tata layanan teknologi informasi dipercayakan kepada pengusaha anak muda OAP, pimpinan PT Kasuari, Daniel Sedik, yang menjadi pionir terdepan dalam pengembangan IT milik Pemkot Sorong. Ini bukti nyata bahwa komitmen pemberdayaan itu ada dan berjalan,” ungkap James.

    Ia menambahkan, dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Septinus Lobat bersama Wakil Wali Kota H. Anshar Karim, pemerintah menghadapi tantangan berupa efisiensi dan keterbatasan anggaran. Karena itu, dibutuhkan waktu serta tahapan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan dan aspirasi masyarakat, termasuk para pengusaha OAP.

    James menegaskan, pemerintah tidak menutup ruang bagi pengusaha asli Papua untuk terlibat dalam pembangunan. Namun, seluruh proses harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, ketentuan administrasi, serta mekanisme pengadaan barang dan jasa yang berlaku.

    “Karena itu, kami mengimbau dan berharap kepada seluruh pihak untuk tetap profesional sesuai dengan peran masing-masing, serta tidak terjebak dalam pola pikir pragmatis. Mari kita sama-sama mendukung program kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam pembangunan Kota Sorong secara objektif dan konstruktif,” jelasnya.

    Lebih lanjut, James berharap Gapensi dapat mengambil peran aktif dalam melakukan penataan dan pembinaan terhadap pengusaha OAP berdasarkan wilayah domisili dan cakupan kewenangan masing-masing. Pengusaha yang berdomisili di Kabupaten Sorong diharapkan dapat diakomodasi sesuai peluang di wilayah tersebut, demikian pula pengusaha yang berada di Kota Sorong maupun tingkat Provinsi Papua Barat Daya.

    Menurutnya, hal serupa juga perlu menjadi perhatian KAPP Papua Barat Daya agar organisasi tersebut dapat berkontribusi dalam membangun tata kelola dan pendataan pengusaha OAP secara lebih terarah.

    Selain persoalan pemerataan kesempatan usaha, James turut mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi bagi seluruh pengusaha maupun organisasi yang menaungi mereka. Hal ini dinilai semakin penting karena proses administrasi dan berbagai tahapan pelayanan pemerintah saat ini telah menggunakan sistem digital.

    “Semua sekarang sudah by system. Ini mohon juga menjadi perhatian teman-teman, baik di Gapensi maupun KAPP PBD,” harapnya.

    Pemerintah Kota Sorong berharap polemik mengenai keterlibatan pengusaha OAP dapat disikapi secara proporsional melalui komunikasi dan koordinasi antarlembaga. Dengan demikian, aspirasi pengusaha asli Papua tetap mendapat ruang, sementara pelaksanaan pembangunan daerah berjalan sesuai aturan, kemampuan anggaran, dan prinsip transparansi.

  • Kelly Kambu dan Jhon Way Kompak Dorong Penghijauan, Targetkan Hutan PBD Kembali Hijau

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong PBD – Gerakan penghijauan melalui aksi nyata penanaman pohon yang diinisiasi Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia Provinsi Papua Barat Daya (Pengda JMSI PBD) bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong mendapat dukungan dari berbagai pihak.

    Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berencana memperluas gerakan tersebut dengan menyiapkan ribuan bibit pohon untuk memulihkan kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

    Aksi bertajuk Green Collaboration tersebut berlangsung di Bukit Wisata Rohani, kompleks Malanu Kampung, Kota Sorong, pada Minggu (1/11/2026).

    Kegiatan yang dipusatkan di kawasan terdampak kebakaran itu melibatkan berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, organisasi pecinta alam, pemerintah daerah hingga komunitas masyarakat.

    Kegiatan penghijauan ini turut dihadiri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA), serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah.

    Dua pejabat Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang hadir sekaligus terlibat langsung dalam penanaman pohon yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, dan Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat Daya, Jhon Way.

    Dalam kesempatan tersebut, Julian Kelly Kambu menegaskan bahwa pemulihan lingkungan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

    Kelly Kambu dan Jhon Way Kompak Dorong Penghijauan, Targetkan Hutan PBD Kembali Hijau

    Menurutnya, gerakan penghijauan menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan yang terdampak kebakaran, sekaligus mengantisipasi ancaman banjir dan menjaga kualitas udara di tengah pesatnya pembangunan daerah.

    “Gerakan ini kecil, tetapi dampaknya besar. Kita bertindak lokal, berpikir global. Kota Sorong sebagai ibu kota provinsi terus berkembang sehingga mitigasi lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” ujar Kelly Kambu saat mengikuti penanaman pohon.

    Ia menjelaskan, kawasan yang mengalami kebakaran harus segera diselamatkan dan ditata kembali agar fungsi lingkungan dapat pulih. Selain sebagai kawasan konservasi, wilayah tersebut juga memiliki potensi dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau sekaligus destinasi wisata yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk rekreasi.

    Dukungan terhadap gerakan JMSI dan DEMA IAIN Sorong bahkan akan ditindaklanjuti dengan program penghijauan berikutnya. Julian mengungkapkan, DLH Papua Barat Daya berencana menyiapkan sekitar 1.000 bibit pohon mahoni untuk mendukung aksi penanaman lanjutan.

    Untuk merealisasikan rencana tersebut, DLH akan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Papua Barat Daya guna memperkuat penyediaan bibit, termasuk mendorong pengembangan pembibitan secara berkelanjutan.

    Julian menyebutkan, kebutuhan bibit pohon ke depan diperkirakan mencapai ratusan ribu. Hal ini mengingat kawasan yang terdampak kebakaran tidak hanya berada di Kota Sorong, tetapi juga tersebar di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Sorong Selatan, Maybrat, Tambrauw, Raja Ampat, dan Kabupaten Sorong.

    Karena itu, ia mengajak mahasiswa, perguruan tinggi, Pramuka, komunitas lingkungan, serta masyarakat setempat untuk mengambil bagian dalam gerakan pemulihan lingkungan, termasuk berkontribusi menyiapkan bibit pohon yang nantinya dapat digunakan dalam kegiatan penghijauan.

    “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat lokal, untuk menyiapkan bibit dan memulihkan kawasan yang terbakar,” tandasnya.

    Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sorong itu berharap, gerakan penghijauan yang dimulai melalui kolaborasi JMSI dan DEMA IAIN Sorong dapat terus berlanjut hingga 2027 dengan jangkauan wilayah yang lebih luas.

    Menurutnya, langkah pencegahan dan pemulihan lingkungan harus dilakukan sejak dini agar kerusakan alam tidak semakin meluas dan memberikan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat.

    “Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita harus bergerak bersama untuk menjaga lingkungan dan memastikan pembangunan berjalan seiring dengan kelestarian alam,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Daya, Jhon Way, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam aksi penghijauan tersebut. Ia menilai, gerakan penanaman pohon harus terus dilakukan secara konsisten agar kawasan hutan yang mengalami kerusakan dapat kembali hijau dan berfungsi sebagaimana mestinya.

    Penanaman Pohon dilakukan oleh dua kepala Dinas, Julian Kelly Kambu bersama Jhony Way
    Penanaman Pohon dilakukan oleh dua kepala Dinas, Julian Kelly Kambu bersama Jhony Way

    Menurut Jhon, keberadaan pepohonan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk menyerap karbon dan menghasilkan lingkungan yang lebih sehat.

    “Kita tanam pohon hari ini, dapat menghasilkan hutan yang asri, hijau dan tidak terbakar lagi,” ucap Jhon Way.

    Mantan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Papua Barat Daya itu juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan serta membiasakan diri membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

    Jhon berharap, kegiatan penghijauan tidak berhenti sebatas seremoni penanaman, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan terhadap bibit yang telah ditanam sehingga dapat tumbuh dengan baik.

    Melalui kolaborasi JMSI PBD dan DEMA IAIN Sorong bersama pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat, aksi Green Collaboration diharapkan menjadi momentum membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan Karhutla di Papua Barat Daya.

  • Pemkab Malteng Buka Peluang Gelar Kejuaraan Karate Nasional di Masohi

    Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Pemkab Malteng) menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) dalam mengembangkan olahraga karate sekaligus mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat daerah maupun nasional.

    Komitmen tersebut disampaikan langsung Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, usai menghadiri pembukaan Karate Open Tournament 2026 yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Masohi, Minggu (1/11/2026).

    Zulkarnain mengapresiasi inisiatif dan semangat organisasi olahraga yang terus berupaya mengembangkan potensi atlet lokal. Menurutnya, kemajuan olahraga di daerah membutuhkan dukungan pemerintah serta kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

    “Pemerintah daerah menyambut baik dan juga pemerintah daerah berterima kasih banyak atas semangat dari teman-teman organisasi olahraga yang ada. Insyaallah kami akan berkolaborasi untuk bagaimana menjaga, membina, bahkan melahirkan atlet-atlet terbaik yang ada di Maluku Tengah,” ungkap Zulkarnain saat diwawancarai awak media.

    Ia menegaskan, dukungan pemerintah daerah tidak boleh hanya berorientasi pada penyelenggaraan kompetisi. Lebih dari itu, diperlukan pembinaan atlet secara berkesinambungan agar potensi generasi muda dapat berkembang dan menghasilkan prestasi nyata.

    “Kami berkomitmen untuk bareng-bareng dengan semua teman-teman organisasi olahraga untuk bagaimana kita hadirkan prestasi-prestasi terbaik untuk generasi Maluku Tengah, termasuk cabang olahraga karate,” tegasnya.

    Terkait peluang Kabupaten Maluku Tengah menjadi tuan rumah kejuaraan karate berskala nasional, Zulkarnain memberikan sinyal positif. Ia menyatakan pemerintah daerah terbuka untuk mendukung rencana tersebut apabila menjadi bagian dari inisiatif FORKI.

    “Jika teman-teman FORKI berkeinginan demikian, tentu kita akan sangat menyambut itu,” ujarnya.

    Pernyataan Bupati tersebut sekaligus menjadi respons positif terhadap pandangan Ketua Harian Pengprov FORKI yang sebelumnya menilai Maluku Tengah memiliki potensi besar untuk menyelenggarakan kejuaraan karate terbuka bertaraf nasional.Pemkab Malteng Buka Peluang Gelar Kejuaraan Karate Nasional di Masohi

    Menurut Zulkarnain, penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga di Maluku Tengah memiliki arti penting bagi peningkatan kualitas atlet. Melalui kompetisi, para atlet muda dapat memperoleh pengalaman bertanding, mengukur kemampuan, sekaligus meningkatkan mental dan daya saing.

    “Karena kita butuh sebanyak-banyaknya event di Maluku Tengah demi bisa terus mengembangkan bibit-bibit terbaik dalam olahraga karate,” katanya.

    Ia berharap, sinergi antara pemerintah daerah, FORKI, dan seluruh organisasi olahraga dapat terus diperkuat sehingga pembinaan atlet di Maluku Tengah berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

    Dukungan tersebut juga diharapkan membuka peluang bagi Masohi menjadi salah satu pusat penyelenggaraan kejuaraan karate, sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan dan mengukir prestasi.

    Dengan demikian, pengembangan olahraga karate tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi cabang olahraga, tetapi menjadi gerakan bersama dalam membangun prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Maluku Tengah di tingkat nasional.

  • Wakil Wali Kota Sorong Tekankan Profesionalisme ASN Melalui Manajemen Berbasis Talenta

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, A.Md., menegaskan pentingnya profesionalisme, disiplin, dan peningkatan kualitas kinerja aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik yang berkualitas.

    Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan tentang Manajemen ASN Berbasis Talenta, Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta Peningkatan Nilai DMS dan Indeks Kualitas Data di lingkungan Pemerintah Kota Sorong, yang berlangsung di Hotel Rilich Panorama, Kota Sorong, Rabu (28/10/2026).

    Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sorong itu dihadiri seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta sejumlah staf dari masing-masing perangkat daerah terkait.

    Dalam sambutannya, Anshar Karim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan komitmen ASN dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawab secara profesional.

    Menurutnya, ASN memiliki peran strategis dalam menjalankan roda pemerintahan sekaligus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kompetensi, kedisiplinan, dan kinerja aparatur harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

    Ia juga menekankan pentingnya penerapan manajemen ASN berbasis talenta sebagai upaya menempatkan pegawai sesuai kompetensi, kualifikasi, potensi, dan kinerja yang dimiliki.

    Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan karier aparatur secara objektif, memperkuat evaluasi kinerja, serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan kepegawaian yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan organisasi.

    Selain aspek pengembangan talenta, Wakil Wali Kota turut mengingatkan seluruh perangkat daerah agar meningkatkan perhatian terhadap pemutakhiran dan penginputan data kepegawaian secara berkala.

    Ia meminta setiap ketidaksesuaian data segera ditindaklanjuti sesuai pedoman dan ketentuan yang berlaku. Akurasi data kepegawaian, menurutnya, menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pengambilan keputusan serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

    Anshar menegaskan, sosialisasi peraturan perundang-undangan tidak boleh berhenti pada pemahaman terhadap regulasi semata, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

    Karena itu, para pimpinan OPD diharapkan mampu menjadi teladan dalam penerapan disiplin, membangun budaya kerja yang produktif, serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas di lingkungan kerja masing-masing.Wakil Wali Kota Sorong Tekankan Profesionalisme ASN Melalui Manajemen Berbasis Talenta

    Ia juga meminta agar seluruh materi dan hasil sosialisasi ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret, evaluasi secara berkala, serta koordinasi yang baik antarpemangku kepentingan.

    Menurutnya, sinergi antarperangkat daerah diperlukan agar penerapan kebijakan manajemen ASN dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Sorong.

    Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Sorong diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan ASN yang semakin profesional, efektif, dan akuntabel, sekaligus mendorong aparatur untuk terus meningkatkan integritas, kompetensi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan kebutuhan pelayanan publik.

    Dengan demikian, penerapan manajemen ASN berbasis talenta, penegakan disiplin, dan peningkatan kualitas data kepegawaian diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik serta pelayanan publik yang semakin optimal bagi masyarakat Kota Sorong.

  • DP3A Kota Sorong Perkuat Sinergi Lintas Lembaga untuk Lindungi Perempuan dari Kekerasan

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Sorong terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan bagi perempuan melalui kegiatan Penguatan dan Pengembangan Lembaga Penyedia Layanan Perlindungan Perempuan Kewenangan Kabupaten/Kota.

    Kegiatan yang berlangsung di Ayla Hotel, Kota Sorong, Rabu (28/10/2026), ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas lembaga penyedia layanan dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan serta memberikan pendampingan bagi mereka yang membutuhkan perlindungan.

    Penguatan kelembagaan dinilai penting untuk memastikan perempuan yang mengalami kekerasan maupun menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan khusus dapat memperoleh pelayanan yang tepat, terpadu, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Sorong, Musa Fonataba, S.P., Kanit PPA Satreskrim Polresta Sorong, Ipda Eka Tri Lestari Abusama, serta Hakim Pengadilan Negeri Sorong, Maizal Arthur Hehanussa, S.H. Ketiganya hadir sebagai narasumber bersama para tamu undangan.

    Kehadiran unsur pemerintah daerah, kepolisian, dan lembaga peradilan menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing lembaga dalam memberikan perlindungan kepada perempuan.

    Melalui kegiatan ini, DP3A Kota Sorong berharap koordinasi dan sinergi antarlembaga semakin kuat, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pendampingan, serta penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan.

    Dengan kerja sama yang lebih terarah, penanganan setiap kasus diharapkan dapat dilakukan secara terpadu, sehingga perempuan yang membutuhkan perlindungan memperoleh layanan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

  • PTMSI Malteng Siapkan Program Pingpong Go To School, Bidik Atlet Muda Berprestasi

    Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Maluku Tengah mulai menyiapkan langkah pembenahan dan penguatan pembinaan atlet setelah mengevaluasi pelaksanaan turnamen tenis meja yang baru saja digelar di Masohi.

    Salah satu hal yang menjadi perhatian pengurus adalah minimnya jumlah peserta yang mengikuti turnamen tersebut. Kondisi ini mendorong PTMSI Malteng untuk mencari terobosan baru guna meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet tenis meja potensial di daerah.

    Ketua PTMSI Maluku Tengah, Musriadin Labahawa, menegaskan bahwa pihaknya akan menyiapkan program pembinaan yang lebih terarah agar olahraga tenis meja semakin berkembang dan diminati masyarakat, terutama kalangan generasi muda.

    “Salah satu yang akan kami dorong yakni program Pingpong Go To School,” ungkap Musriadin yang akrab disapa Bang Mus saat diwawancarai awak media seusai penutupan turnamen, Rabu (28/10/2026).

    Menurutnya, program Pingpong Go To School dirancang untuk memperkenalkan olahraga tenis meja secara lebih luas di lingkungan sekolah. Melalui program tersebut, siswa yang memiliki bakat dan minat diharapkan mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya hingga menjadi atlet berprestasi.

    Sebagai langkah awal, PTMSI Maluku Tengah berencana membangun koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Maluku Tengah untuk mendapatkan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

    “Insyaallah, dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan Dispora dan Dikbud Malteng agar sama-sama mendukung program ini,” tambah Bang Mus yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Maluku Tengah.

    Di sisi lain, Bang Mus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan turnamen tenis meja tersebut. Ia mengakui, kegiatan itu masih berlangsung di tengah berbagai keterbatasan, tetapi tetap dapat terlaksana dengan baik.

    “Kita bersyukur, walau dengan keterbatasan, kegiatan masih bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

    Menanggapi dominasi atlet dari luar Maluku Tengah dalam daftar juara turnamen, khususnya atlet asal Kota Ambon, Musriadin menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang terukur, latihan berkelanjutan, serta pengalaman bertanding di berbagai tingkatan kompetisi.

    Menurutnya, prestasi seorang atlet tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan proses panjang, kedisiplinan dalam berlatih, serta kesempatan mengikuti berbagai turnamen untuk mengasah kemampuan dan membangun mental bertanding.

    “Latihan yang kontinu itu pasti akan memberikan hasil yang maksimal. Sebab, atlet tidak akan mungkin muncul dan lahir dari sesuatu yang instan. Mereka selalu berproses, mengikuti turnamen di setiap level, di setiap daerah. Itu yang menjadi modal mental bertanding sekaligus memotivasi mereka untuk berlatih lagi dengan semangat,” jelasnya.

    Ia menilai pengalaman berkompetisi menjadi salah satu faktor penting yang membedakan perkembangan atlet. Semakin banyak kesempatan bertanding, semakin besar pula peluang atlet untuk meningkatkan kemampuan teknis, mengukur kekuatan lawan, serta membangun kepercayaan diri ketika menghadapi kompetisi.

    Karena itu, PTMSI Maluku Tengah memandang pembinaan yang berkesinambungan perlu menjadi perhatian bersama. Tidak hanya mengandalkan turnamen sebagai ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat latihan rutin dan memperluas kesempatan bagi atlet untuk mengikuti pertandingan di berbagai daerah.PTMSI Malteng Siapkan Program Pingpong Go To School, Bidik Atlet Muda Berprestasi

    Pola pembinaan sejak usia dini juga dinilai penting untuk menciptakan regenerasi atlet yang berkelanjutan. Sekolah dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menjaring bibit-bibit potensial yang selama ini belum mendapatkan ruang pembinaan secara maksimal.

    Melalui program Pingpong Go To School, PTMSI Malteng berharap olahraga tenis meja semakin dikenal di kalangan pelajar dan mampu menarik minat generasi muda untuk terlibat aktif. Dukungan pemerintah daerah, sekolah, serta pihak terkait diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program tersebut.

    Evaluasi pascaturnamen ini pun diharapkan menjadi momentum bagi PTMSI Maluku Tengah untuk meningkatkan jumlah peserta pada kompetisi mendatang, memperkuat sistem pembinaan, serta mendorong lahirnya atlet lokal yang mampu bersaing dengan atlet dari kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Maluku.

    Dengan pembinaan yang terarah, latihan yang konsisten, dan kompetisi yang berkelanjutan, PTMSI Maluku Tengah optimistis pengembangan tenis meja di daerah dapat berjalan lebih baik sekaligus membuka jalan bagi atlet-atlet muda untuk meraih prestasi di tingkat regional maupun nasional. (HUAT)

  • Dari Bumi Pamahanunusa, Bupati Zulkarnain Gaungkan Semangat Hari Sumpah Pemuda

    Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah – Semangat persatuan, perjuangan, dan pengabdian generasi muda kembali digaungkan dari Bumi Pamahanunusa dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026.

    Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, memimpin langsung upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung di lapangan upacara Kantor Bupati Maluku Tengah, Rabu (28/10/2026) pagi.

    Dalam upacara tersebut, Zulkarnain bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, di hadapan seluruh peserta upacara.

    Dalam sambutan itu, ditegaskan bahwa pemuda Indonesia memiliki tekad besar untuk mewujudkan Indonesia yang maju. Namun, kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan gedung-gedung tinggi, perkembangan teknologi, ataupun kekayaan yang melimpah.

    Lebih dari itu, kemajuan sejati ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, kekuatan karakter, kecintaan terhadap tanah air, ketangguhan menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap sesama.

    “ Kemajuan sejati dimulai dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” demikian petikan sambutan Menpora yang dibacakan Bupati Zulkarnain.

    Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Pemuda tidak hanya dituntut memiliki keberanian untuk memimpin, tetapi juga kerendahan hati untuk melayani dan mengabdi kepada masyarakat.

    Melalui sambutan tersebut, Menpora juga mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk menjadi generasi yang teguh dalam membela kepentingan bangsa sekaligus memiliki kepedulian sosial dengan membantu sesama.

    “Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia,” tegasnya.

    Selain itu, seluruh elemen bangsa diharapkan dapat bersinergi membangun generasi muda yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, serta memiliki empati dalam kehidupan bermasyarakat.

    Dari Bumi Pamahanunusa, Bupati Zulkarnain Gaungkan Semangat Hari Sumpah Pemuda
    Foto bersama Bupati Zulkarnain dengan Forkopimda Kabupaten Maluku Tengah usai upacara Sumpah Pemuda 

    Semangat kepemudaan, menurut pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, karya yang bermanfaat, dan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara.

    “Masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui, masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian pesan Menpora.

    Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai-nilai persatuan, semangat kebangsaan, dan tanggung jawab generasi muda dalam meneruskan cita-cita perjuangan bangsa.

    Dari Bumi Pamahanunusa, semangat tersebut diharapkan mampu menginspirasi pemuda Maluku Tengah untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengambil bagian aktif dalam pembangunan daerah demi mewujudkan Maluku Tengah Bangkit.

    Upacara tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Tengah, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan TNI dan Polri, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. (HUAT)

  • Pemkab Malteng Apresiasi 15 Pemuda Berprestasi di Hari Sumpah Pemuda, Ini Daftar Lengkapnya

    Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah memberikan apresiasi kepada 15 pemuda berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah melalui berbagai bidang, mulai dari olahraga, seni dan keagamaan, hingga akademik, kewirausahaan, serta kepemudaan.

    Apresiasi tersebut diberikan dalam rangkaian upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang berlangsung di Kota Masohi, pada Rabu (28/10/2026).

    Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap kontribusi, kerja keras, dan prestasi generasi muda Maluku Tengah yang telah menunjukkan kemampuan serta daya saing di berbagai ajang, baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.

    Selain sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian yang diraih, apresiasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pemuda lainnya untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kreativitas, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

    Adapun 15 pemuda berprestasi yang menerima apresiasi berupa piagam penghargaan dan sejumlah uang pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah adalah sebagai berikut:

    1. Distevano Jovandro Tutupari, Meraih Juara I kategori junior pada Kejuaraan Tinju Nasional tahun 2025 di Palu
    2. Chalik Rizaldy Tipaheuw, Meraih Juara I pertandingan tenis meja Bupati Cup tingkat pelajar tahun 2025.
    3. Damianus Marthin Dopeng, Meraih Juara I Kumite kelas +84 kilogram putra pada Kejuaraan Karate Piala Kepala Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah tahun 2026.
    4. Putri Kalidupa, Meraih Juara III Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Maluku dalam ajang LDI Pusprenas tahun 2026.
    5. Ria Tomagola, Meraih Juara II Pekan Olahraga Provinsi Maluku (Popmal) dan Juara III Pra-PON cabang olahraga Muaythai saat mewakili Provinsi Maluku.
    6. Shalsa Nuraida Latuconsina, Menerima apresiasi atas partisipasinya dalam Kejuaraan Karate Piala Kepala Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah tahun 2026.
    7. Zahra Izzah Alkatiri, Meraih Juara II cabang Tilawah pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Maluku tahun 2026 saat mewakili Kabupaten Maluku Tengah.
    8. Keisya Eka Putri Radi, Menerima apresiasi atas keikutsertaannya mewakili Kabupaten Maluku Tengah dalam ajang Lomba Debat Indonesia tingkat Provinsi Maluku tahun 2026.
    9. Sorray Tanate, Mendapat penghargaan sebagai pemerhati olahraga, khususnya pada cabang olahraga bola voli di Kabupaten Maluku Tengah.
    10. Dwi Syahrani, Meraih prestasi sebagai mahasiswa Universitas Darussalam Ambon (Unidar) dalam program bantuan dana wirausaha LLDikti Wilayah XII tahun 2026 melalui inovasi kuliner bertajuk “Dimsum Mantul: Inovasi Kuliner Dimsum Berbasis Cita Rasa Lokal”.
    11. Muhammad Rizki Ode, Meraih Juara I kategori pelari putra 10 kilometer pada ajang Saparua Berlari Maluku Berprestasi yang digelar dalam rangka menyongsong HUT ke-69 Kota Masohi di Kecamatan Saparua.
    12. Mey Latuperissa, Meraih Juara I kategori pelari putri 10 kilometer pada ajang Saparua Berlari Maluku Berprestasi dalam rangka menyongsong HUT ke-69 Kota Masohi di Kecamatan Saparua.
    13. Jerian Tamalla, Terpilih sebagai peserta terbaik dalam penataran pelatih Muaythai tingkat Provinsi Maluku.
    14. Sahadila, Meraih Juara I Lomba Debat Hukum tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kopertis Wilayah Maluku/Maluku Utara.
    15. Nisa Saraswati Sopalatu, Menjadi finalis yang mewakili Kabupaten Maluku Tengah dalam ajang Putri Lentera Muslimah Indonesia tingkat nasional tahun 2026.

    Pemberian apresiasi kepada 15 pemuda tersebut menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan daerah.Pemkab Malteng Apresiasi 15 Pemuda Berprestasi di Hari Sumpah Pemuda, Ini Daftar Lengkapnya

    Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, saat memberikan langsung apresiasi tersebut menyampaikan bahwa prestasi yang diraih diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Maluku Tengah.

    Ia menambahkan, momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat persatuan, kerja keras, kreativitas, dan daya juang pemuda merupakan modal penting dalam mewujudkan Maluku Tengah yang semakin maju dan berdaya saing.

    “Prestasi yang diraih diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Maluku Tengah,” ucap Zulkarnain. (HUAT)