Kategori: Internasional

  • Wakili Indonesia, Kafilah Papua Barat Daya Dilepas Menuju MTQ Internasional Malaysia

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya secara resmi melepas dua peserta yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional Antar Bangsa Dunia Melayu  yang akan berlangsung di Malaysia. Sabtu (28/02/2026)

    Kegiatan pelepasan tersebut dilaksanakan oleh Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat Daya, Drs. George Japsenang, M.Si.

    Dalam sambutannya, George Japsenang menyampaikan apresiasi tinggi dari pemerintah provinsi terhadap keikutsertaan kafilah Papua Barat Daya dalam ajang MTQ bertaraf internasional tersebut. Menurutnya, keikutsertaan ini bukan hanya membawa nama daerah, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia Islam.

    “Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena bukan hanya mewakili provinsi, tetapi juga membawa nama Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional,” ujar George Japsenang.

    Ia berharap dua ustaz dan ustazah yang diutus dapat tampil maksimal, tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga mampu berdakwah dan memperkenalkan nilai-nilai keislaman serta budaya daerah Papua Barat Daya selama berada di luar negeri.

    “Kami berharap setelah kembali nanti, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat dibagikan serta diterapkan kepada generasi berikutnya di Papua Barat Daya,” katanya.

    MTQ Internasional Antar Bangsa Dunia Melayu Dunia Islam ini dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 9 Maret 2026 di Melaka, Malaysia. Ajang tersebut diikuti oleh 23 negara yang tergabung dalam komunitas Dunia Melayu Dunia Islam.

    Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Papua Barat Daya, Rustam Rumatiga, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya atas dukungan yang diberikan dalam pembinaan pemuda dan remaja masjid.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya atas support yang telah diberikan kepada BKPRMI, khususnya dalam mendukung kegiatan pembinaan pemuda dan remaja,” ujar Rustam.

    Rustam menegaskan bahwa keikutsertaan kafilah Papua Barat Daya dalam ajang MTQ internasional ini bukan sekadar mengikuti kompetisi, melainkan membawa misi besar untuk mengharumkan nama daerah dan bangsa di mata dunia.

    “Ini bukan hanya soal lomba, tetapi misi membawa nama baik Papua Barat Daya dan Indonesia di kancah internasional,” katanya.

    Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan panitia, hingga saat ini sebanyak 20 negara telah hadir dan melakukan registrasi, sementara tiga negara lainnya masih dalam tahap finalisasi, sehingga total peserta mencapai 23 negara.

    Rustam mengakui bahwa dukungan yang diterima masih memiliki keterbatasan, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat BKPRMI untuk terus mendorong kader-kader muda agar berani tampil dan berperan di tingkat nasional maupun internasional.

    Sebagai informasi, dua peserta yang diutus mewakili Papua Barat Daya dalam ajang ini adalah Ustazah Adi Irma untuk kategori putri dan Ustaz Dhani untuk kategori putra. Keduanya diharapkan dapat memberikan penampilan terbaik serta mengharumkan nama Papua Barat Daya dan Indonesia di ajang MTQ Internasional Dunia Melayu Dunia Islam tersebut.

    Rustam juga mengajak seluruh masyarakat Papua Barat Daya untuk turut mendoakan agar para peserta diberikan kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik selama mengikuti kompetisi di Malaysia.

  • 15 Tahun Mengabdi Bangun Harapan Anak Papua, Mei Heumasse Dapat Perhatian Presiden RI

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong -Perjuangan panjang Mei Heumasse selama 15 tahun sebagai pendidik anak usia dini telah membawa perubahan besar bagi sebuah sekolah kecil di kawasan Pelabuhan Rakyat Kota Sorong. Rabu (10/12/2025).

    Sebagai Kepala PAUD Pelangi Sukacita 2, ia setiap hari menghadapi keterbatasan fasilitas, namun tidak pernah berhenti memberikan pendampingan terbaik bagi anak-anak asli Papua.

    Dalam kesehariannya, Mei selalu mengedepankan metode pembelajaran kreatif yang memadukan demonstrasi fisik, visual, dan permainan edukatif. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi menyenangkan dan memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang.

    Meski hidup sederhana, tekad Mei untuk memajukan pendidikan sangat kuat. Berbagai penghargaan yang ia terima selama bertahun-tahun menjadi bukti nyata bahwa dedikasinya bukan sekadar menjalankan profesi, melainkan panggilan hati.

    “Selama anak-anak masih bisa tersenyum saat belajar, saya akan terus mengajar,” ujarnya suatu ketika.

    Perjuangan itu akhirnya mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat. Pada 10 Desember 2025, Presiden Prabowo Subianto melalui tim perwakilannya menyalurkan bantuan fasilitas pendidikan bagi PAUD Pelangi Sukacita 2.

    15 Tahun Mengabdi Bangun Harapan Anak Papua, Mei Heumasse Dapat Perhatian Presiden RI
    Mei Heumasse Guru PAUD Pelangi 2

    Bantuan yang diberikan meliputi laptop, perangkat infokus, seragam anak-anak PAUD, serta bantuan honor dedikasi dan berkat Natal untuk empat guru yang selama ini bekerja secara sukarela tanpa menerima imbalan dari Juni hingga Desember 2025.

    Bantuan ini menjadi penyemangat baru bagi para pendidik yang telah lama berjuang tanpa keluhan.

    Dalam sambutannya, Mei menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap guru honorer, baik di sekolah negeri maupun swasta, yang masih sering diabaikan. “Kami di sini bekerja karena panggilan hati, namun kami juga berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan guru honorer dan sekolah-sekolah di wilayah terpencil,” kata Mei

    Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan.

    Menurutnya, kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini, terutama bagi anak-anak Papua, merupakan langkah penting untuk membangun masa depan yang lebih baik.

    Kisah ketulusan Mei turut menggerakkan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan lanjutan. Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya mengambil langkah nyata dengan membangun gedung baru PAUD yang akan berdiri di atas laut, menyesuaikan karakter wilayah pesisir tempat sekolah tersebut berada.

    Perjalanan inspiratif Mei Heumasse menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya persoalan bangunan atau fasilitas, tetapi keberanian mempertahankan harapan. Dari sudut Pelabuhan Rakyat Kota Sorong, semangatnya kini menjadi cahaya perubahan bagi masa depan anak-anak Papua.

  • Salah Satu Mahasiswa Asing Asal Sudan Ikuti Program Perkuliahan di Unamin untuk Kenali Kearifan Lokal Papua

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong, Papua Barat Daya – Program pertukaran mahasiswa internasional kembali digelar di Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) dengan tujuan memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Papua kepada mahasiswa luar negeri. Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran lintas budaya yang mempererat hubungan persahabatan antarbangsa.

    Pembukaan kegiatan ini berlangsung di Vega Hotel Kota Sorong Papua Barat Daya pada Senin (10/11/2025).

    Selama dua minggu pelaksanaan, para mahasiswa asing diajak untuk memahami lebih dalam kehidupan masyarakat Papua melalui berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

    Salah satu Mahasiswa asal Sudan, Muhammad Adam Musa, mengungkapkan rasa senangnya bisa belajar di Indonesia, khususnya di Sorong. Ia menilai masyarakat Papua sangat ramah dan terbuka terhadap keberagaman budaya. “Saya sangat senang berada di sini, semua orang menerima kami dengan baik. Saya banyak belajar tentang budaya dan kehidupan masyarakat Papua,” ungkapnya.

    Menurutnya, pengalaman ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya toleransi dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, terutama di wilayah timur. Ia juga menilai bahwa pendidikan di Indonesia cukup maju dan terbuka bagi mahasiswa asing.

    Kegiatan pertukaran ini diisi dengan berbagai agenda menarik, mulai dari pembelajaran Bahasa Indonesia, pengenalan budaya lokal, hingga pelatihan seni dan musik tradisional. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap kegiatan yang disiapkan oleh panitia kampus.

     

    Salah satu kegiatan yang paling diminati adalah sesi belajar memasak makanan khas Papua, seperti papeda dan ikan kuah kuning. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa asing belajar langsung dari masyarakat lokal tentang cara memasak dan filosofi di balik setiap hidangan.

     

    Selain memperkenalkan budaya, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat hubungan internasional antara Unamin Sorong dengan universitas mitra dari berbagai negara. Pihak kampus berharap program ini dapat menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan dan penelitian.

     

    Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa peserta yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi kampus terhadap promosi budaya Papua di kancah global.

     

    Melalui program pertukaran ini, Unamin Sorong berkomitmen menjadi wadah yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjembatani persaudaraan lintas negara melalui pemahaman budaya dan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

     

  • Dubes Uni Emirat Arab Jajaki Kerjasama Bilateral dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pertemuan penting antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) digelar di Marina Star Resto, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Minggu (2/11/2025).

    Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerjasama bilateral yang diharapkan dapat mendorong pembangunan di berbagai sektor strategis di provinsi termuda Indonesia itu.

    Hadir dalam pertemuan tersebut Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, Sekretaris Daerah Yakob Kareth, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Suardi, serta Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Sekretariat Daerah Atika Rafika.

    Turut hadir pula perwakilan dari sejumlah OPD, di antaranya Kepala Dinas Kominfo Irma Riyani Soelaiman dan perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Irman Murafer. Kehadiran para pejabat ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam membangun kemitraan strategis dengan negara sahabat.

    Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian upaya diplomasi ekonomi antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Kerjasama ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan di wilayah timur Indonesia.

    Duta Besar Uni Emirat Arab, H.E. Abdullah Salem AlDhaheri, yang juga menjabat sebagai Duta Besar UEA untuk Republik Indonesia, Timor-Leste, serta ASEAN, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk komitmen UEA untuk memperluas jalinan kerjasama.

    “Tujuan kami datang ke Papua Barat Daya adalah untuk membangun hubungan bilateral yang kuat dengan Indonesia, khususnya provinsi ini,” ujar Dubes Abdullah Salem AlDhaheri dalam pertemuan tersebut.

    Ia menjelaskan bahwa kunjungan kali ini merupakan tahap penjajakan awal untuk melihat sektor-sektor potensial yang dapat dikerjasamakan antara UEA dan Papua Barat Daya. Menurutnya, wilayah ini memiliki banyak potensi yang layak dikembangkan bersama.

    Dubes Abdullah juga menuturkan pengalamannya ketika tiba di Papua Barat Daya. Ia melihat banyak wisatawan mancanegara yang datang ke wilayah ini, dan hal itu menandakan sektor pariwisata memiliki prospek cerah untuk dikembangkan melalui investasi bersama.

    Selain sektor pariwisata, ia menyebut bahwa UEA selama ini telah menjalin kerjasama strategis dengan Indonesia di berbagai sektor seperti pertanian, pelabuhan, dan infrastruktur lainnya sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

    Pada tahun 2019, nilai neraca perdagangan antara Indonesia dan UEA mencapai 1,9 miliar dolar Amerika Serikat. Kini, pihaknya berambisi untuk meningkatkan nilai tersebut hingga mencapai 5 miliar dolar dalam waktu dekat.

    “Untuk tahap awal, kami ingin meninjau langsung potensi yang dimiliki Papua Barat Daya. Setelah itu, kami dapat melangkah pada pembahasan teknis untuk menyusun kesepakatan kerjasama,” lanjut Dubes Abdullah.

    Ia juga menyebut beberapa proyek investasi UEA yang telah berjalan sukses di Indonesia, seperti di Sumatera, Aceh, dan Surakarta. Proyek-proyek tersebut meliputi sektor infrastruktur, jalan, pelabuhan, serta bidang pendidikan melalui lembaga Alif Education yang kini memiliki lebih dari 600 siswa.

    Melalui pengalaman tersebut, pihaknya berharap dapat membawa model investasi serupa ke Papua Barat Daya. “Kami berharap pemerintah daerah dapat menerima tawaran kerjasama ini untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pengembangan sektor mineral di wilayah ini,” tambahnya.

    Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyambut positif kunjungan dan tawaran kerjasama dari Pemerintah Uni Emirat Arab. Ia menilai hal ini merupakan momentum penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah.

    Gubernur Elisa menyampaikan apresiasi atas perhatian Dubes Abdulla terhadap potensi Papua Barat Daya. Ia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah sektor yang siap untuk dijalin kerjasama, terutama pariwisata, pertanian, dan perikanan.

    “Papua Barat Daya memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Namun untuk sektor minyak bumi dan mineral, kewenangannya berada di pemerintah pusat,” ujar Elisa Kambu.

    Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memberikan dukungan penuh terhadap setiap langkah yang memperkuat hubungan bilateral ini, terutama jika pertemuan lanjutan menghasilkan kesepakatan konkret.

    “Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi dapat berkelanjutan hingga terwujud dalam bentuk kerjasama nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat Papua Barat Daya,” tutur Gubernur Elisa.

    Dengan adanya pertemuan tersebut, diharapkan Papua Barat Daya dapat menjadi salah satu pintu gerbang investasi Timur Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Uni Emirat Arab di masa mendatang.

     

  • JMSI dan ACJA Tandatangani MoU, Bangun “Rumah Wartawan Tiongkok–Indonesia” untuk Perkuat Kolaborasi Media

    Melanesiatimes.com, Jakarta — Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dan Asosiasi Wartawan Seluruh Tiongkok (All China Journalists Association/ACJA) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk meningkatkan saling pengertian, pertukaran, dan kerja sama di antara para profesional media kedua negara.

    MoU tersebut ditandatangani Sekretaris Eksekutif ACJA Wu Xu dan Ketua Umum JMSI Teguh Santosa di gedung VOI Media Jalan Tanah Abang III, Jakarta, hari Selasa, 28 Oktober 2025.

    “ACJA dan JMSI sepakat untuk memperkuat komunikasi dan pertukaran, dan bersama-sama mempromosikan pembangunan “Rumah Wartawan Tiongkok-Indonesia” melalui kegiatan seperti pertukaran personel, seminar berita, dan pertemuan budaya,” ujar Ketua Umum JMSI Teguh Santosa.

    Dia mengatakan, hubungan baik kedua organisasi telah berlangsung sejak lama, sejak Belt and Road Journalist Network (BRJN) didirikan pada tahun 2017 di Beijing di mana Teguh Santosa hadir dan berpartisipasi aktif dalam pertemuan itu.

    “Pendirian wadah ini sejalan dengan slogan kerja JMSI bahwa wartawan profesional bekerja di perusahaan pers yang profesional,” sambungnya.

    Sementara Sekretaris Eksekutif ACJA Wu Xu menggarisbawahi arti penting kerja sama masyarakat pers kedua negara dalam kerangka yang lebih besar, yakni hubungan baik Tiongkok dan Indonesia di berbagai bidang sejalan dengan Belt and Road Initiative yang dikembangkan Presiden Xi Jinping.

    JMSI dan ACJA Tandatangani MoU, Bangun “Rumah Wartawan Tiongkok–Indonesia” untuk Perkuat Kolaborasi Media
    Prosesi Penandatanganan MoU Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dan Asosiasi Wartawan Seluruh Tiongkok (All China Journalists Association/ACJA)

    Dia menambahkan, “Rumah Wartawan Tiongkok-Indonesia” akan mengorganisir dan mengirimkan delegasi wartawan untuk kunjungan timbal balik. Selain itu, menyelenggarakan kegiatan pelaporan bersama yang berfokus pada tema Belt and Road Initiative.

    “Rumah Wartawan Tiongkok-Indonesia” juga mendorong pengorganisasian dan partisipasi dalam kegiatan pelatihan wartawan serta mendukung pertukaran dan kerja sama antar sekolah jurnalistik di kedua negara.

    Dalam acara penandatanganan MoU ini hadir pengurus JMSI, Ketua Harian Ari Rahman, Ketua Hubungan Antar Lembaga Wayan Sudane, Ketua Dewan Pakar, Hendry Ch Bangun, Utusan Khusus Luar Negeri Yophiandi Kurniawan, dan Wakil Sekjen Sambri.

    Sementara dari ACJA,  selain Sekretaris Eksekutif ACJA Wu Xu, juga hadir Wakil Direktur Internasional ACJA Wang Lin, Sekretaris Asosiasi Wartawan Provinsi Shaanxi Fu Hangzhen, Direktur Eksekutif Asosiasi Wartawan Provinsi Chongqing Ni Ning, Direktur Pelaksana China Daily Wang Shanshan, serta Pemimpin Redaksi VOI Iqbal Irsyad beserta jajaran redaksi.

    Sebelum penandatanganan MoU, JMSI dan ACJA berkunjung ke Radio Republik Indonesia (RRI) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

    Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, dalam sambutannya mengatakan bahwa tantangan utama yang mendorong kolaborasi antara media Indonesia dan Tiongkok adalah masalah disinformasi, misinformasi, dan hoaks.

    Hendrasmo memandang penanganan informasi yang masif ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu-dua entitas, melainkan melibatkan banyak pihak.

    “Intinya kita saling berkolaborasi untuk verifikasi berita,” katanya.

    Adapun Teguh mengatakan, kunjungan ke RRI juga dilakukan karena kehadiran ACJA bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang merupakan salab satu tonggak penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

    “RRI adalah alat perjuangan kemerdekaan yang tumbuh sebagai faktor penting dalam pembangunan kebangsaan Indonesia,” ujar Teguh lagi.

    Dia mengatakan, di tengah tantangan yang dihadapi di era digital dan disrupsi, RRI dapat menyesuaikan diri dan terus berkembang sebagai salah satu sumber informasi arus utama.

  • MAN Kota Sorong Raih Medali Emas di Ajang Makerobot Challenge 2025 di Malaysia

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sorong. Dua siswanya berhasil meraih medali emas dalam ajang internasional “Makerobot Challenge 2025 yang diselenggarakan di Universitas Tun Hussein Onn Malaysia, Johor Bahru, pada 23–24 Oktober 2025”

    Kepala MAN Kota Sorong, Mustahid, S.Pd., M.A., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian luar biasa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti bahwa siswa madrasah juga mampu bersaing di tingkat ASEAN dalam bidang teknologi dan robotika.

    “Alhamdulillah, siswa MAN Kota Sorong meraih medali emas dalam ajang Makerobot di Malaysia. Ini adalah prestasi yang sangat menggembirakan dan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi di bidang lainnya,” ujar Mustahid.

    Dalam kompetisi bergengsi tersebut, dua siswa MAN Kota Sorong, Syakira Nuraini Syifa dan Muh. Fajar Al-Ghifari, berhasil mengharumkan nama sekolah dan Indonesia dengan meraih berbagai kategori juara. Mereka bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.

    Untuk tingkat sekolah menengah, tim MAN Kota Sorong berhasil meraih Juara 1 kategori Robot Soccer, Juara 2 dan 4 kategori Robot Tracker, serta Juara 5 kategori Battle Robot. Capaian ini menempatkan MAN Kota Sorong sebagai salah satu sekolah dengan perolehan prestasi terbaik dalam kompetisi tersebut.

    Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan dan dedikasi para pelatih serta guru pembimbing. Selama masa persiapan, para siswa dilatih secara intensif oleh Bapak Iis Firdiansyah dari Kampong Robot Jakarta, yang berpengalaman dalam pelatihan robotika tingkat nasional maupun internasional.

    Selain itu, selama proses pelatihan hingga kompetisi berlangsung, para siswa didampingi oleh guru TIK MAN Kota Sorong, Bapak Akmal Fathur Rozak beserta tim. Pendampingan tersebut memberikan dukungan teknis dan moral yang sangat berarti bagi para peserta.

    Menurut Akmal Fathur Rozak, proses menuju kompetisi internasional ini tidaklah mudah. Para siswa harus melalui tahap seleksi ketat, pelatihan intensif, hingga uji coba berulang agar robot yang dibuat berfungsi optimal sesuai kategori lomba yang diikuti.

    “Anak-anak bekerja keras, bahkan hingga larut malam, untuk memastikan robot mereka dapat berjalan sempurna. Hasil ini adalah buah dari ketekunan dan kerja sama tim yang solid,” ungkap Akmal.

    Prestasi di ajang Makerobot Challenge 2025 ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Papua Barat Daya untuk terus berkarya dan berinovasi di bidang sains dan teknologi. Kompetisi semacam ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter disiplin, kreatif, dan pantang menyerah.

    Kepala MAN Kota Sorong menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan pembinaan dan pengembangan bakat siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. “Kami berharap prestasi ini menjadi langkah awal menuju generasi madrasah yang unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi untuk Indonesia Emas 2045,” tutup Mustahid

  • Satgas Indo RDB 39-F Monusco peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Republik Demokratik Kongo

    Melanesiatimes.com, Bunia, Republik Demokratik Kongo — Satgas Indo RDB 39-F MONUSCO menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Garuda Camp, Bunia, pada Jumat (05/09/202).

    Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus sarana mempererat silaturahmi antar prajurit di daerah penugasan.

    Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan tausiyah agama. Dalam ceramahnya, penceramah menekankan pentingnya meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai prajurit TNI maupun pribadi muslim yang beriman.

    Komandan Satgas Indo RDB 39-F MONUSCO, Kolonel Inf Imir Faishal, S.Sos., M.I.Pol., dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk memperkuat iman dan mental spiritual para prajurit.

    Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan dalam setiap aspek kehidupan, terutama bagi prajurit yang tengah mengemban misi perdamaian dunia. “Maulid Nabi ini menjadi pengingat bagi kita semua agar terus ikhlas, profesional, dan bersemangat dalam menjalankan tugas di tanah misi,” ujar Kolonel Imir.

    Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan meski digelar secara sederhana. Seluruh prajurit Satgas yang beragama Islam mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias dan rasa syukur.

    Selain sebagai sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan bagi personel Satgas. Nilai kebersamaan dianggap penting dalam menjaga soliditas dan kekompakan pasukan yang bertugas jauh dari tanah air.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga diharapkan dapat memperkuat semangat pengabdian prajurit TNI dalam menjaga perdamaian dunia. Hal ini sejalan dengan misi yang diemban Satgas Indo RDB 39-F MONUSCO di Republik Demokratik Kongo.

    Dengan semangat keikhlasan dan profesionalisme, seluruh prajurit berkomitmen untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas. Kehadiran nilai-nilai spiritual diyakini mampu menjadi sumber kekuatan moral bagi pasukan di daerah operasi.

    Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan prajurit, kelancaran misi perdamaian, serta kedamaian bagi seluruh masyarakat Republik Demokratik Kongo.

  • COMMANDER OF INDO RDB 39-F MONUSCO INAUGURATES THE USE OF ARMOUR URAL CARGO

    Melanesiatimes.com, Bunia, Democratic Republic of the Congo — Commander of INDO RDB 39-F Monusco, Colonel Inf Imir Faishal, S.Sos., M.I.Pol., officially inaugurated the use of the Armour Ural Cargo on Monday, 1 September 2025. The event marked a significant step in strengthening the operational capabilities of the Indonesian peacekeeping contingent under MONUSCO.

    The Armour Ural Cargo is a modified version of the standard Ural Cargo Truck, which has been transformed into an armoured logistic vehicle. The initiative was pioneered and developed by Major Inf M Deri Saputra, Commander of the Support Company of Indo RDB 39-F Monusco. His leadership and team’s innovation turned a conventional truck into a combat-ready asset.

    The modification process included the addition of protective armoured plating, reinforced vehicle structure, and adaptations designed to meet the operational needs in conflict-prone environments. These enhancements allow the vehicle to provide much better protection for both personnel and logistical supplies during troop movements.

    Colonel Imir Faishal highlighted that the innovation reflects the adaptability and creativity of Indonesian soldiers serving in MONUSCO. “This Armour Ural Cargo is not only a product of ingenuity but also a demonstration of our soldiers’ commitment to improving safety and mission effectiveness,” he stated.

    The Commander further emphasized that innovation in the field is crucial for peacekeepers. Facing complex security challenges in the Democratic Republic of the Congo, peacekeeping troops must always be prepared with the right tools to ensure both operational success and the protection of their personnel.

    The inauguration of the Armour Ural Cargo also signifies the Indonesian contingent’s contribution to enhancing the overall capabilities of MONUSCO. As one of the largest troop-contributing countries, Indonesia continues to strengthen its role through practical and effective solutions on the ground.

    According to Major Deri Saputra, the development of the vehicle was driven by the real needs observed in the field. “We wanted to ensure that our logistic convoys could operate with greater confidence and security, especially when moving through vulnerable routes,” he explained.

    The presence of the Armour Ural Cargo is expected to directly impact the effectiveness of troop operations. By reducing the risk to logistic convoys, soldiers can focus more on their peacekeeping duties without being hindered by concerns over safety during transportation missions.

    In addition to strengthening troop safety, the vehicle also symbolizes the spirit of independence and initiative among Indonesian peacekeepers. By creating solutions within the mission area, they demonstrate readiness to adapt and respond to challenges swiftly.

    With the inauguration of this innovation, the Indonesian peacekeepers reaffirm their commitment to supporting MONUSCO’s mandate in maintaining peace and stability in the Democratic Republic of the Congo. The Armour Ural Cargo now stands as a tangible example of creativity and dedication, serving both as a protective shield and a symbol of Indonesian contribution to global peace.

     

    Komandan Indo RDB 39-F Monusco resmikan penggunaan Armour Ural Cargo

    Melanesiatimes.com, Bunia, Republik Demokratik Kongo — Komandan INDO RDB 39-F Monusco, Kolonel Inf Imir Faishal, S.Sos., M.I.Pol., secara resmi meresmikan penggunaan Armour Ural Cargo pada Senin, 1 September 2025. Peresmian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemampuan operasional kontingen Garuda di bawah misi perdamaian MONUSCO.

    Armour Ural Cargo merupakan hasil modifikasi dari kendaraan Ural Cargo Truck standar yang diubah menjadi kendaraan logistik lapis baja. Inisiatif ini dipelopori dan dikembangkan oleh Mayor Inf M Deri Saputra, selaku Komandan Kompi Bantuan INDO RDB 39-F Monusco. Di bawah kepemimpinannya, tim berhasil mengubah truk konvensional menjadi aset siap tempur.

    Proses modifikasi meliputi penambahan lapisan baja pelindung, penguatan struktur kendaraan, serta penyesuaian lain yang disesuaikan dengan kebutuhan operasi di wilayah rawan konflik. Dengan penguatan tersebut, kendaraan ini mampu memberikan perlindungan lebih baik bagi personel maupun logistik yang diangkut selama pergerakan pasukan.

    Kolonel Imir Faishal menegaskan bahwa inovasi ini mencerminkan daya adaptasi dan kreativitas prajurit Indonesia dalam misi perdamaian. “Armour Ural Cargo ini bukan hanya wujud dari inovasi, tetapi juga bukti komitmen prajurit kita dalam meningkatkan keselamatan dan efektivitas misi,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Komandan menekankan bahwa inovasi di medan operasi sangat penting bagi pasukan perdamaian. Menghadapi tantangan keamanan yang kompleks di Republik Demokratik Kongo, prajurit harus selalu siap dengan peralatan yang tepat demi memastikan keberhasilan operasi dan perlindungan terhadap personel.

    Peresmian Armour Ural Cargo juga menandai kontribusi nyata kontingen Indonesia dalam meningkatkan kapasitas operasional MONUSCO secara keseluruhan. Sebagai salah satu negara penyumbang pasukan terbesar, Indonesia terus memperkuat perannya melalui solusi praktis dan efektif di lapangan.

    Menurut Mayor Deri Saputra, pengembangan kendaraan ini didorong oleh kebutuhan nyata yang ditemui di lapangan. “Kami ingin memastikan bahwa konvoi logistik dapat bergerak dengan rasa aman dan percaya diri, terutama saat melewati jalur-jalur yang rawan,” jelasnya.

    Kehadiran Armour Ural Cargo diperkirakan akan berdampak langsung terhadap efektivitas operasi pasukan. Dengan menekan risiko terhadap konvoi logistik, prajurit dapat lebih fokus menjalankan tugas menjaga perdamaian tanpa terbebani oleh kekhawatiran keselamatan saat pergeseran pasukan.

    Selain memperkuat aspek keselamatan, kendaraan ini juga menjadi simbol kemandirian dan inisiatif prajurit Indonesia. Melalui solusi yang diciptakan langsung di daerah misi, mereka menunjukkan kesiapan untuk beradaptasi dan merespons tantangan secara cepat.

    Dengan diresmikannya inovasi ini, prajurit Garuda kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung mandat MONUSCO dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Republik Demokratik Kongo. Armour Ural Cargo kini hadir sebagai bukti nyata kreativitas dan dedikasi, sekaligus simbol kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia.