Kategori: Olahraga

  • Baku Pica Season II Resmi Dibuka, Pemkot Sorong Dorong Lahirnya Petinju Muda Berprestasi

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pemerintah Kota Sorong memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Event Baku Pica Season II yang digelar Salawaku Boxing Sorong. Kegiatan ini dinilai menjadi salah satu wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, minat, serta potensi di bidang olahraga, khususnya cabang olahraga tinju.

    Apresiasi tersebut disampaikan melalui sambutan Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., M.PA., yang dibacakan Asisten III Setda Kota Sorong, Musa Fonataba, S.P., saat menghadiri pembukaan Event Baku Pica Season II by Salawaku Boxing di Caffe Drei Kinder, Kilometer 10, Kota Sorong, Selasa (3/11/2026).

    Dalam sambutan tersebut, Wali Kota menyampaikan penghargaan kepada Salawaku Boxing Sorong beserta seluruh panitia penyelenggara yang telah menginisiasi kegiatan olahraga tersebut sebagai ruang pembinaan dan pengembangan kemampuan generasi muda.

    Menurutnya, Baku Pica Season II tidak sekadar menjadi ajang pertandingan untuk memperebutkan kemenangan, tetapi juga memiliki nilai penting dalam membentuk karakter, mental, kedisiplinan, keberanian, dan semangat sportivitas para atlet.

    “Olahraga tinju mengajarkan kita tentang kerja keras, ketekunan, pengendalian diri, dan kemampuan untuk bangkit menghadapi setiap tantangan. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan dalam membentuk generasi muda Kota Sorong yang tangguh, berprestasi, dan berdaya saing,” demikian pesan Wali Kota dalam sambutan yang dibacakan Musa Fonataba.

    Ia juga berpesan kepada seluruh atlet yang akan bertanding agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

    Para peserta diharapkan bertanding dengan penuh semangat, menghormati lawan, serta mematuhi seluruh ketentuan pertandingan. Sebab, menurut Wali Kota, kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam olahraga, melainkan bagaimana setiap atlet mampu menunjukkan kedisiplinan, menghargai sesama, dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.

    Lebih lanjut, Pemerintah Kota Sorong menegaskan dukungannya terhadap berbagai kegiatan positif yang melibatkan generasi muda. Hal ini mengingat generasi muda merupakan aset sekaligus masa depan daerah yang perlu mendapatkan perhatian melalui pembinaan secara berkelanjutan.

    Wali Kota juga mengingatkan pentingnya mengarahkan potensi anak muda melalui aktivitas produktif agar tidak mudah terjerumus dalam berbagai pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, maupun tindakan kekerasan.

    “Kita menyadari bahwa generasi muda merupakan aset dan masa depan daerah. Oleh karena itu, potensi mereka harus terus dibina dan diarahkan melalui kegiatan yang produktif,” tegasnya dalam sambutan tersebut.Baku Pica Season II Resmi Dibuka, Pemkot Sorong Dorong Lahirnya Petinju Muda Berprestasi

    Melalui penyelenggaraan Baku Pica Season II, Wali Kota berharap akan muncul atlet-atlet tinju berbakat dari Kota Sorong yang mampu mengukir prestasi, bukan hanya di tingkat daerah dan provinsi, tetapi juga nasional hingga internasional.

    Harapan tersebut turut ditujukan kepada Salawaku Boxing agar terus konsisten melakukan pembinaan, memberikan kesempatan kepada talenta-talenta muda, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk memajukan olahraga di Kota Sorong.

    Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta meningkatkan kemajuan dunia olahraga di Kota Sorong.

    Dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Esa, Event Baku Pica Season II by Salawaku Boxing secara resmi dinyatakan dibuka. Pemerintah Kota Sorong berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan sukses.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya generasi muda Kota Sorong yang sehat, disiplin, berkarakter, serta memiliki kemampuan untuk bersaing melalui prestasi olahraga.

  • Papua Idol Band Batal Digelar, Peserta Tak Penuhi Kuota

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Kegiatan Papua Idol Band yang sedianya digelar dalam rangka memperingati Hari Noken Sedunia dengan puncak acara dijadwalkan pada 4 Desember 2026, resmi dibatalkan oleh panitia.

    Keputusan tersebut diambil setelah jumlah peserta yang mendaftar dan mengirimkan video penampilan belum memenuhi kuota minimal yang telah ditetapkan untuk pelaksanaan lomba. Senin (18/9/2026)

    Koordinator Papua Idol Band, Dey Imbiri, mengatakan keputusan pembatalan dilakukan setelah panitia melakukan evaluasi terhadap proses pendaftaran hingga batas waktu yang telah ditentukan.

    Menurut Dey, panitia sebelumnya menetapkan sedikitnya 20 peserta sebagai kuota untuk dapat melaksanakan kegiatan Papua Idol Band.

    Namun, hingga pendaftaran ditutup, jumlah peserta yang mengirimkan video penampilan bahkan belum mencapai 10 peserta.

    “Jumlah peserta yang mendaftar dan memasukkan video tidak sampai pada kuota yang telah ditetapkan panitia. Karena itu, kami memutuskan untuk membatalkan kegiatan ini,” ujar Dey Imbiri.

    Ia menjelaskan, pembatalan juga mempertimbangkan besarnya anggaran yang harus dikeluarkan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Biaya yang dipersiapkan panitia disebut mencapai ratusan juta rupiah.

    Dengan jumlah peserta yang jauh di bawah target, panitia menilai pelaksanaan kegiatan tidak dapat berjalan sebagaimana konsep dan ketentuan yang telah ditetapkan sejak awal.

    Dey menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mendaftar dan mengirimkan video sebagai bagian dari proses seleksi Papua Idol Band.

    Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan antusiasme serta keinginan untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

    “Terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan serta perhatian terhadap Papua Idol Band. Partisipasi yang diberikan sangat berarti bagi kami,” katanya.

    Menurut Dey, rendahnya jumlah peserta menjadi tantangan tersendiri bagi panitia dalam merealisasikan kegiatan yang sejak awal diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda Papua untuk menyalurkan bakat dan kreativitas di bidang musik.

    Meski kegiatan tahun ini dibatalkan, semangat untuk mendorong perkembangan musik band dan membuka ruang bagi talenta-talenta muda Papua tetap menjadi bagian dari tujuan Papua Idol Band.

    Panitia berharap keputusan tersebut dapat dipahami oleh seluruh peserta maupun pihak-pihak yang sebelumnya telah memberikan dukungan terhadap rencana pelaksanaan kegiatan.

    Ke depan, pengalaman dari pelaksanaan proses pendaftaran ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan kegiatan Papua Idol Band agar dapat menghadirkan konsep yang lebih matang dan menjangkau lebih banyak talenta muda Papua.

  • 256 Pasangan Ramaikan Open Tournament Domino Orado 101 Piala Panglima TNI di Sorong

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Sebanyak 256 pasangan ambil bagian dalam Open Tournament Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Yonif 762/VYS, Kota Sorong, pada Sabtu (26/9/2026).

    Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Kegiatan ini juga terhubung dengan agenda nasional Orado yang menggelar turnamen domino secara serentak di 101 titik di Indonesia dengan target pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

    Ketua Panitia Open Tournament Domino Orado 101, Raymond Karubaba, mengatakan Orado secara nasional berperan sebagai support system dalam pelaksanaan turnamen yang memperebutkan Piala Panglima TNI tersebut.

    Menurut Raymond, setiap daerah memiliki target minimal 64 pasangan peserta. Jika dikalikan dengan 101 titik penyelenggaraan, jumlah peserta secara nasional ditargetkan menembus lebih dari 6.400 pasangan.

    “Di Papua Barat Daya sendiri sebanyak 256 pasangan. Di Sulawesi malah hampir seribu pasangan. Secara nasional, untuk memenuhi standar memecahkan rekor MURI itu sudah masuk,” kata Raymond.

    Ia menjelaskan, pencatatan peserta untuk kebutuhan rekor MURI dilakukan dengan ketentuan yang telah ditetapkan secara nasional. Peserta tidak hanya terdaftar sebagai peserta turnamen, tetapi juga harus tercatat sebagai atlet Orado yang dibuktikan melalui kartu tanda anggota atau kartu atlet.

    “Semua yang mengikuti open turnamen ini sudah ter-cover sebagai atlet Orado. Ini juga bagian dari pra-simulasi menuju Pra-PON dan PON 2028,” ujarnya.

    Raymond mengatakan Orado saat ini terus membangun sistem organisasi secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga pengurus cabang di kabupaten dan kota. Struktur tersebut disiapkan untuk mendukung pengembangan olahraga domino secara berkelanjutan.

    Ia berharap domino atau gaplek yang selama ini lebih dikenal sebagai permainan masyarakat di warung kopi, pangkalan ojek maupun tempat berkumpul, dapat berkembang menjadi olahraga yang memiliki wadah dan pembinaan lebih formal.

    “Domino atau gaplek ini permainan rakyat di pangkalan ojek, di warung kopi. Tapi ini naik kelas. Kita berharap dengan event-event dan sosialisasi oleh Orado, permainan ini bukan sekadar permainan pinggiran, tetapi mulai dibawa ke ruang formal,” katanya.

    Menurut Raymond, Orado telah ditetapkan sebagai salah satu cabang olahraga yang diakui KONI pada Juli 2026. Karakter olahraga domino dinilai memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi karena lebih mengandalkan kemampuan berpikir, konsentrasi dan kerja sama.

    “Siapa saja bisa. Tidak butuh status atau latihan fisik yang terlalu berat, tetapi dengan daya pikir dan kerja sama yang baik, semua bisa menjadi atlet,” ujarnya.

    Pengembangan Orado, lanjut Raymond, juga diarahkan untuk menjangkau lingkungan pendidikan. Organisasi tersebut tengah mendorong agar domino dapat diperkenalkan di sekolah dan perguruan tinggi, termasuk menjadi salah satu pilihan kegiatan ekstrakurikuler.

    Ia berharap kehadiran Orado di Papua Barat Daya dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyalurkan energi pada kegiatan yang positif dan produktif.

    “Kita berharap kegiatan ini bisa menarik perhatian kaum muda. Kegiatan-kegiatan negatif bisa berkurang dan perhatian mereka bisa dialihkan ke kegiatan yang lebih positif,” tuturnya.

    Raymond juga berharap olahraga domino dapat berkembang hingga tingkat kelurahan, distrik, lingkungan masyarakat, bahkan menjadi bagian dari aktivitas komunitas di berbagai tempat. Menurutnya, olahraga tersebut dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat.

    “Biar ini bisa jadi perekat juga. Dengan TNI kita sudah sepakat bahwa ke depan kita akan jalan bersama. Babinsa juga terlibat proaktif, supaya tidak ada sekat dan masyarakat bisa lebih dekat,” katanya.

    Dari sisi jumlah peserta, Papua Barat Daya disebut menjadi salah satu daerah dengan jumlah peserta cukup besar dalam pelaksanaan turnamen nasional tersebut. Raymond menyebut wilayah Indonesia Timur menempatkan Papua Barat Daya di posisi kedua, sementara Sulawesi menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak dengan hampir 1.000 pasangan.

    Sementara itu, Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Nehemia Urim Perdana mengapresiasi kerja sama jajaran Orado Papua Barat Daya dalam menyukseskan turnamen tersebut. Ia menilai kegiatan dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak.

    “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Orado dan segenap pengurus Orado Provinsi Papua Barat Daya. Ini merupakan kerja keras kita bersama sehingga kegiatan pagi hari ini bisa berjalan,” ujar Nehemia.

    Ia menyebut persiapan turnamen telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Kompetisi dibuka pada Sabtu dan dijadwalkan berlangsung hingga Minggu.

    Nehemia juga mengapresiasi perkembangan Orado yang tergolong cepat meski organisasi tersebut baru terbentuk pada 2026. Menurutnya, pelaksanaan turnamen dengan jumlah peserta yang besar menunjukkan adanya antusiasme masyarakat terhadap olahraga domino.

    “Orado ini organisasi baru yang dibentuk tahun 2026. Ini merupakan hal yang luar biasa. Baru dibentuk tetapi bisa memecahkan rekor MURI,” katanya.

    Ia menambahkan, hubungan TNI dan Orado dibangun dalam semangat saling mendukung. Orado turut berkontribusi dalam kegiatan Piala Panglima TNI dan peringatan HUT ke-81 TNI, sementara TNI memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga domino.

    “Yang pasti kita TNI dan Orado ini saling support. Orado sudah men-support TNI dalam rangka Piala Panglima TNI dan HUT TNI ke-81. Kami pun dari TNI sangat support kepada Orado karena mottonya sangat bagus, yaitu ‘memintarkan Indonesia’,” ujarnya.

    Selain menjadi ajang kompetisi, Nehemia berharap turnamen domino dapat menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat sekaligus membuka peluang pemberdayaan UMKM dan penjaringan calon atlet yang berpotensi dikembangkan menuju kompetisi tingkat nasional.

    “Selain kita berekreasi, memintarkan otak, membuat otak kita bekerja, kita juga bisa mendapatkan bibit-bibit calon atlet yang bisa kita ikutkan untuk pertandingan ke depannya seperti PON 2028,” pungkasnya.

  • Papua Idol Band 2026 Digelar Sambut Hari Noken Sedunia, Total Hadiah Rp265 Juta

    Melanesiatimes.com, Aimas Kabupaten Sorong PBD — Menyongsong peringatan Hari Noken Sedunia 2026, Direktorat Bimbingan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Papua Barat Daya (PBD) akan menggelar Papua Idol Band 2026.

    Kegiatan yang mengusung tema “Satukan Ragam, Irama, dan Budaya Papua” tersebut menjadi bagian dari semangat memperingati Hari Noken Sedunia yang diperingati setiap 4 Desember.

    Melalui Papua Idol Band 2026, Ditbinmas Polda PBD berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui seni, budaya, dan musik Papua. Ajang ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan, persatuan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan budaya Papua.

    Tidak sekadar kompetisi musik, Papua Idol Band 2026 juga dirancang sebagai ruang kreatif bagi para musisi untuk menunjukkan kemampuan dan melahirkan karya yang mengangkat identitas, kehidupan, serta keindahan alam Papua.

    Dalam kompetisi tersebut, peserta akan membawakan sejumlah lagu wajib, di antaranya “Wayawindawe”, “Kawarine”, dan “Jorejam” karya Rio Grime.

    Selain lagu wajib, peserta juga diberikan kesempatan membawakan lagu pilihan bebas, seperti “Di Bawah Tiang Bendera”, “Kali Kemiri”, “Kau Aku dan Dia”, maupun karya ciptaan sendiri yang mengangkat tema keindahan alam Papua.

    Pendaftaran peserta Papua Idol Band 2026 dibuka mulai 25 Agustus hingga 25 September 2026. Para peserta akan memperebutkan hadiah dengan total nilai mencapai Rp265 juta.

    Rinciannya, Juara I akan mendapatkan hadiah Rp100 juta, Juara II Rp75 juta, Juara III Rp50 juta, Juara Harapan I Rp25 juta, dan Juara Harapan II sebesar Rp15 juta.

    Ditbinmas Polda PBD mengajak komunitas musik, kelompok band, musisi, serta seluruh masyarakat Papua untuk ikut ambil bagian dan menyukseskan kegiatan tersebut.

    Dengan semangat “Noken, Menyatukan Kita; Musik, Menginspirasi Dunia”, Papua Idol Band 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang adu kreativitas, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

    Melalui musik, para generasi muda diharapkan dapat terus berkarya dan memperkenalkan kekayaan seni serta budaya Papua kepada masyarakat yang lebih luas.

    Papua Idol Band 2026 sekaligus menjadi pesan bahwa musik dapat menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan keberagaman dalam satu semangat kebersamaan.

    Ditbinmas Polda PBD mengajak seluruh generasi muda Papua untuk berkarya, berprestasi, sekaligus bersama-sama menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Papua.

  • Lomba Catur HUT ke-81 RI di Kota Sorong Jadi Ajang Jaring Talenta Nasional

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Sorong menggelar Turnamen Catur di Hangout Cafe, Kota Sorong, Senin (17/8/2026).

    Turnamen dibuka secara resmi oleh Ketua Percasi Kota Sorong, Sahbudin yang akrab disapa Raja Bima, dengan simbolis menggerakkan pion pertama sebagai tanda dimulainya pertandingan.

    Sahbudin mengatakan, kejuaraan ini bukan sekadar memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjadi ajang pencarian bibit-bibit pecatur berbakat yang akan dipersiapkan menuju berbagai kejuaraan tingkat nasional.

    “Peserta kami batasi karena kapasitas ruangan terbatas, namun antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sekitar 100 orang hadir dan mengikuti kompetisi ini,” ujarnya.

    Ia mengungkapkan, Percasi Kota Sorong akan kembali menggelar turnamen pada September 2026 dengan membuka kategori pelajar SMP dan SMA. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari seleksi atlet yang akan mewakili Papua Barat Daya pada Kejuaraan Nasional di Jawa Barat.

    Selain kategori pelajar, Percasi juga menargetkan mengirim sedikitnya lima pecatur terbaik untuk berlaga pada turnamen nasional Oktober mendatang sebagai hasil pembinaan berkelanjutan.

    Sahbudin juga menyampaikan harapannya agar Kota Sorong dapat menjadi tuan rumah kejuaraan catur tingkat nasional. Menurutnya, kota ini memiliki fasilitas hotel dan sarana pendukung yang memadai untuk menyelenggarakan event berskala besar.

    “Kalau Jawa bisa, mengapa Papua tidak? Kota Sorong siap menjadi tuan rumah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor perhotelan, kuliner, dan kerajinan khas Papua,” tegasnya.

    Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan uang pembinaan bagi juara 1 hingga juara 5.

  • Tokoh Muda Maluku Dukung Rinoldy Rumfeka Pimpin ASPROV Papua Barat Daya

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Tokoh muda Maluku yang juga Anggota DPRK Kota Sorong, Mohammad Saman Bugis, menyatakan dukungan penuh kepada Rinoldy Rumfeka untuk maju sebagai kandidat Ketua Asosiasi Provinsi (ASPROV) PSSI Papua Barat Daya.

    Dukungan tersebut disampaikan Saman Bugis saat ditemui di kediamannya, Kompleks Melati Raya, Kilometer 9, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (16/8/2026).

    Saman Bugis menilai Papua Barat Daya membutuhkan sosok yang memiliki kemampuan, pengalaman, serta jaringan yang kuat untuk mengelola dan mengembangkan sepak bola di tingkat provinsi.

    “Sebagai figur pemuda Maluku sekaligus anggota DPRK Kota Sorong, saya melihat belum ada sosok yang benar-benar mampu mengurus dan mengembangkan asosiasi sepak bola provinsi di Papua Barat Daya. Karena itu, saya secara pribadi mendukung penuh Saudara Rinoldy Rumfeka untuk menjadi pemimpin sepak bola Papua Barat Daya,” ujarnya.

    Menurut Saman Bugis, dukungan tersebut diberikan bukan tanpa alasan. Ia menilai Rinoldy memiliki rekam jejak dalam pengelolaan dan pembinaan sepak bola, salah satunya sebagai manajer tim Putra Doom.

    Selain pengalaman tersebut, Rinoldy juga dinilai memiliki keahlian, akses, dan jaringan yang kuat dengan lingkungan PSSI. Bahkan, Saman Bugis mengaku pernah bersama Rinoldy berdiskusi dengan pihak PSSI terkait perkembangan sepak bola di Papua Barat Daya.

    “Kami pun turut serta mengikuti beliau dan pernah berdiskusi dengan pihak PSSI. Harapannya, beliau dapat memimpin atau menjadi Ketua ASPROV Papua Barat Daya,” katanya.

    Saman Bugis menambahkan, kepedulian Rinoldy terhadap perkembangan sepak bola usia muda di Kota Sorong menjadi salah satu alasan kuat dirinya memberikan dukungan.

    Menurutnya, berbagai aktivitas sepak bola yang terus berlangsung, termasuk Turnamen Kepulauan Cup dan Rufei Cup, menjadi bukti perhatian Rinoldy terhadap pembinaan talenta-talenta muda, khususnya di Kota Sorong.

    “Selama ini aktivitas sepak bola terus berlangsung. Pulau Dom Cup juga sedang berjalan. Beliau sangat peduli terhadap talenta muda di Kota Sorong, khususnya cabang olahraga sepak bola. Karena itu, saya pribadi mendukung penuh Saudara Rinoldy Rumfeka,” ungkapnya.

    Ia menilai pengalaman Rinoldy dalam membina pemain muda menjadi modal penting untuk membawa pembinaan sepak bola Papua Barat Daya ke level yang lebih tinggi.

    Saman Bugis menyebut, Rinoldy telah berhasil membina sejumlah atlet muda sepak bola hingga mampu tampil di kompetisi tingkat nasional, termasuk Liga 3.

    “Beliau telah berhasil membina atlet-atlet muda sepak bola hingga merumput di kancah nasional, yakni Liga 3. Sehingga, menurut saya, beliau layak memimpin dan membina atlet-atlet sepak bola di tingkat provinsi,” tutupnya.

  • HUT RI ke-81, Darefan Hotel Gelar Beragam Lomba Seru Libatkan Staf dan Tim Media

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Darefan Hotel menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan staf hotel serta tim media. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di halaman Darefan Hotel, pada Sabtu (15/8/2026).

    Staf Keuangan Darefan Hotel, Tina, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan dan kebersamaan antarstaf.

    “Pihak Darefan melaksanakan kompetisi dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81 sekaligus menjaga hubungan baik antarstaf. Dalam kegiatan ini juga ada persaingan, bukan hanya antar-karyawan, tetapi kami turut melibatkan teman-teman dari tim media,” ujar Tina.

    Sejumlah perlombaan tradisional digelar untuk menambah semarak perayaan. Di antaranya lomba tarik tambang, makan kerupuk, joget balon, serta lari karung.

    Menurut Tina, keterlibatan tim media dalam perlombaan menjadi salah satu hal menarik karena menciptakan suasana yang lebih akrab dan penuh kekeluargaan antara pihak hotel dengan mitra media.

    Selain memeriahkan HUT RI, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan Darefan Hotel yang kini memasuki usia keempat. Tina menyebut, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi pihak manajemen untuk terus melakukan evaluasi dan menyiapkan berbagai rencana pengembangan hotel ke depan.

    “Di usia yang keempat ini tentu ada sasaran dan target ke depan. Kami ingin memajukan Darefan Hotel secara lebih optimal agar semakin berjaya. Ada banyak hal yang sudah kami rancang,” katanya.

    Ia menambahkan, salah satu agenda pengembangan yang tengah dipersiapkan adalah perluasan struktur hotel. Namun, rencana tersebut masih dalam proses sehingga membutuhkan waktu untuk direalisasikan.

    “Termasuk perluasan struktur yang sudah kami agendakan. Saat ini masih dalam proses, sehingga memang membutuhkan waktu,” pungkasnya.

    Melalui kegiatan tersebut, Darefan Hotel tidak hanya menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang penuh keceriaan, tetapi juga memperkuat kekompakan internal serta hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk insan media.

  • Terbatas! Semarak Kemerdekaan HUT RI ke-81, Percasi Kota Sorong Gelar Ajang Catur

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Sorong akan menggelar ajang pertandingan catur bertajuk “Semarak Kemerdekaan”. Sabtu (15/8/2026).

    Ketua Percasi Kota Sorong, Sahbudin yang akrab disapa Raja Bima mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat yang memiliki hobi dan bakat di bidang olahraga catur.

    “Dalam rangka memeriahkan Semarak Kemerdekaan, Percasi Kota Sorong mengadakan pertandingan catur. Kami mengajak seluruh pencinta catur untuk ikut berpartisipasi,” ujar Raja Bima

    Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026, pukul 15.00 WIT, bertempat di Hangout Cafe, Jalan Sungai Maruni Km 10, Kota Sorong. Sementara proses registrasi peserta dimulai pukul 14.00 WIT sekaligus pencabutan nomor undian.

    Panitia membatasi jumlah peserta hanya 50 orang. Kendati demikian, pertandingan ini terbuka untuk semua kalangan tanpa batas usia, sehingga masyarakat dari berbagai kelompok usia memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan bersaing menjadi juara.

    “Tidak ada batas usia. Semua bisa ikut dan semua bisa menjadi juara,” katanya

    Untuk mengikuti pertandingan, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp50.000. Setiap peserta juga akan mendapatkan bonus voucher belanja di Hangout Cafe senilai Rp25.000.

    Panitia telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp2.050.000 bagi lima pemenang. Juara pertama akan menerima hadiah Rp750.000, juara kedua Rp500.000, juara ketiga Rp400.000, juara keempat Rp250.000, dan juara kelima Rp150.000.

    Pertandingan akan menggunakan sistem Swiss sebanyak tujuh babak dengan durasi permainan 10 menit. Sistem tersebut diharapkan membuat pertandingan berlangsung kompetitif sekaligus menarik untuk disaksikan.

    Percasi Kota Sorong mengajak masyarakat, khususnya para penghobi catur, untuk segera mendaftarkan diri karena kuota peserta sangat terbatas.

    Pendaftaran dapat dilakukan melalui Ibor di nomor 0821-8960-1011 atau Astro di nomor 0821-9976-8989.

    “Bagi yang hobi catur, segera mendaftar karena peserta dibatasi hanya 50 orang. Mari kita meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui olahraga catur,” pungkas Raja Bima

  • Turnamen Voli Makin Semarak, Alimuddin Kolatlena Apresiasi Antusiasme Tim dari Berbagai Daerah

    Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah – Turnamen bola voli yang digelar di Lapangan Duta Nusa Ina, Kabupaten Maluku Tengah, resmi berakhir pada Sabtu (8/8/2026).

    Ajang tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat serta tim-tim bola voli dari berbagai daerah.

    Ketua PBVSI Provinsi Maluku, Alimuddin Kolatlena, yang hadir dalam acara penutupan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga turnamen dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan sukses.

    “Kita harus berterima kasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya turnamen ini,” kata Kolatlena dalam sambutannya pada acara penutupan.

    Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh atlet yang telah menunjukkan kemampuan terbaik sepanjang kompetisi. Menurutnya, penampilan para atlet tidak hanya menghadirkan persaingan yang menarik, tetapi juga menjadi hiburan bagi masyarakat Kota Masohi dan sekitarnya.

    “Terlebih untuk para atlet yang telah mempersembahkan penampilan terbaik dan luar biasa bagi masyarakat Kota Masohi dan sekitarnya,” ujarnya.Turnamen Voli Makin Semarak, Alimuddin Kolatlena Apresiasi Antusiasme Tim dari Berbagai Daerah

    Kolatlena menilai, keikutsertaan tim-tim dari berbagai daerah dalam sejumlah turnamen menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan olahraga bola voli di Maluku terus mengalami perkembangan.

    Menurutnya, semakin banyaknya turnamen yang digelar, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, memberikan ruang yang lebih luas bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus meningkatkan kualitas permainan.

    “Bukan hanya di sini (Maluku Tengah), tetapi besok di Ambon juga akan dibuka Turnamen Wali Kota Cup. Saya sudah melihat ada lebih dari 20 tim putra maupun putri yang sudah mendaftar. Jelas ini merupakan antusiasme yang tinggi dari seluruh pecinta voli di Maluku,” ungkapnya.

    Ia berharap tingginya minat masyarakat dan atlet terhadap olahraga bola voli dapat terus dipertahankan. Dengan demikian, pembinaan olahraga di Maluku semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet yang berprestasi, baik di tingkat regional maupun nasional.

    Pada kesempatan tersebut, Kolatlena juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh tim yang berhasil meraih juara. Sementara bagi tim yang belum berhasil menjadi juara, ia meminta agar tidak berkecil hati dan terus meningkatkan kemampuan.

    “Selamat bagi yang meraih juara. Untuk tim yang belum juara, terus asah kemampuan dan kita akan bertemu di ajang berikutnya,” tuturnya memberikan semangat.

    Acara penutupan turnamen tersebut turut dihadiri perwakilan PBVSI Kabupaten Maluku Tengah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku Tengah, Brigif 27/Nusa Ina, KONI Maluku Tengah, serta para official tim putra dan putri yang tampil pada partai puncak. (HUAT)

  • Turnamen Kepulauan Cup II Tahun 2026 Resmi Bergulir, Dua Pemain Putra Doom Siap Merumput di Liga 3 Nasional

    Melanesiatimes.com, Pulau Doom – Turnamen Kepulauan Cup II Tahun 2026 resmi bergulir, pertandingan ini berlangsung di Lapangan Merdeka, Pulau Doom, Kota Sorong Papua Barat Daya, pada Selasa (4/8/2026).

    Kompetisi yang diikuti 25 tim dari wilayah kepulauan di Papua Barat Daya serta tim dari Kota dan Kabupaten Sorong ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit muda berbakat yang diharapkan mampu menembus kompetisi sepak bola nasional.

    Anggota DPR Kota Sorong yang juga menjadi sponsor turnamen, Rinoldi Rumfeka, menegaskan bahwa tujuan penyelenggaraan Kepulauan Cup II tidak hanya sebatas kompetisi, tetapi menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan mereka di bidang sepak bola.

    “Kami menghadirkan wadah positif untuk menjaring potensi-potensi terbaik di bidang sepak bola agar mereka dapat berkembang dan memiliki kesempatan berkarier di masa depan,” ujar Rinoldi.Turnamen Kepulauan Cup II 2026 Jadi Ajang Lahirkan Talenta Sepak Bola Papua Barat Daya, Dua Pemain Putra Doom Siap Merumput di Liga 3 Nasional

    Menurutnya, sebagai aktivis kepemudaan dan pecinta sepak bola di Kota Sorong, pembinaan atlet muda harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Ia mengaku telah memiliki pengalaman mengantarkan sejumlah pemain muda berbakat mengikuti trial hingga bergabung dengan klub yang berlaga di Liga 3, Liga 2, bahkan Liga 1 Indonesia.

    “Dengan semangat yang sama, saya kembali menghadirkan wadah seperti Kepulauan Cup II dan sebelumnya Roofway Cup I Tahun 2026. Saya berharap dari dua event ini lahir pemain-pemain potensial yang bisa kita orbitkan untuk berkarier di kancah sepak bola nasional,” katanya.

    Rinoldi juga mengungkapkan kabar menggembirakan bahwa dalam waktu dekat dua pemain muda asal Papua Barat Daya akan diberangkatkan untuk bergabung dengan salah satu tim peserta Liga 3 Nasional atas permintaan dari klub tersebut.

    “Dalam beberapa waktu ke depan ada dua pemain muda yang siap kami kirim ke tim Gresik United Liga 3 Nasional. Mereka adalah putra daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang,” ungkapnya.

    Dua pemain Joshua Murafer dan Martin Yarolo. Keduanya diharapkan mampu menunjukkan kualitas terbaik sekaligus membuka jalan bagi talenta-talenta muda Papua Barat Daya lainnya untuk menembus kompetisi sepak bola nasional.Turnamen Kepulauan Cup II 2026 Jadi Ajang Lahirkan Talenta Sepak Bola Papua Barat Daya, Dua Pemain Putra Doom Siap Merumput di Liga 3 Nasional

    Lebih lanjut, Rinoldi berharap Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pembinaan sepak bola usia muda agar menjadi program prioritas daerah.

    “Saya berharap pengembangan sepak bola mendapat fokus utama dari Pemerintah Kota Sorong melalui Dispora, sehingga setiap aktivitas pembinaan menjadi agenda penting. Papua Barat Daya tidak hanya dikenal sebagai pusat bisnis, tetapi juga mampu memiliki tim yang bersaing di liga nasional,” tutupnya.