Tag: Buddhayana

  • Jadi Pembuka Buddhayana Run 5K Tahun 2026, KBI Kota Sorong Gaungkan Toleransi dan Kebersamaan

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong PBD – Kota Sorong mencatat sejarah sebagai daerah pertama yang menggelar Buddhayana Run 5K 2026, sebuah ajang olahraga nasional yang diselenggarakan serentak oleh Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) di delapan kota di Indonesia pada Minggu (12/7/2026).

    Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Buddhayana Run 5k tahun 2026 dan Kota Sorong merupakan kota pembuka kegiatan ini sebelum ditutup di kota Surabaya.

    Ketua Wihara Buddha Jayanti sekaligus Pengawas Keluarga Buddhayana Indonesia Kota Sorong, Bhiksu Bhadra Bhakti, mengatakan terpilihnya Kota Sorong sebagai tuan rumah pembukaan merupakan sebuah kehormatan. Menurutnya, meski banyak kota lain yang ingin menjadi penyelenggara, Sorong dipercaya menjadi lokasi pertama pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.

    “Ini merupakan pertama kalinya Buddhayana Run digelar di Kota Sorong. Ada 8 kota yang melaksanakan kegiatan ini secara nasional, dan Sorong dipercaya menjadi kota pertama sebagai pembuka. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami,” ujar Bhiksu Bhadra Bhakti.

    Ia menjelaskan, Wihara Buddha Jayanti berada di bawah naungan Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI). Meskipun di wilayah Papua terdapat sejumlah wihara dengan fasilitas yang lebih besar, Kota Sorong tetap dipercaya menjadi tuan rumah pembukaan Buddhayana Run 5K Tahun 2026.Jadi Pembuka Buddhayana Run 5K Tahun 2026, KBI Kota Sorong Gaungkan Toleransi dan Kebersamaan

    Lebih lanjut, Bhiksu Bhadra Bhakti menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kota Sorong.

    “Kami tidak membeda-bedakan suku maupun agama. Melalui Buddhayana Run ini kami ingin menyampaikan pesan penting tentang menjaga toleransi dan kebersamaan. Sorong memiliki banyak suku, adat, dan agama, sehingga kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat persatuan masyarakat,” katanya.

    Ia berharap Buddhayana Run dapat menjadi agenda yang terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi Kota Sorong.

    “Saya berharap kegiatan ini dapat menjaga persatuan masyarakat sekaligus memperkenalkan Kota Sorong kepada keluarga besar Buddhayana Indonesia maupun masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Buddhayana Run 5K tahun 2026 Kota Sorong, Darto Djoanda, menjelaskan bahwa Run 5K ini terdiri dari beberapa kategori, yaitu lomba lari 5 kilometer untuk anak-anak putra dan putri, kategori dewasa putra dan putri, serta lomba busana terbaik. Dari setiap kategori dipilih tiga peserta tercepat, sementara kategori busana memberikan penghargaan bagi peserta dengan penampilan paling menarik.

    Usai penyerahan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan senam zumba bersama, pengundian doorprize, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi para peserta.

    Tidak hanya menghadirkan kegiatan olahraga dan hiburan, panitia juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membuka berbagai stan kuliner di area Wihara Buddha Jayanti. Kehadiran UMKM diharapkan mampu mendukung perputaran ekonomi lokal sekaligus memberikan kemudahan bagi peserta dan pengunjung untuk menikmati aneka makanan dan minuman selama kegiatan berlangsung.

    Darto Djoanda turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan memeriahkan Buddhayana Run sejak pagi hari.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sejak pukul 06.00 WIT hingga selesai. Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan Buddhayana Run dapat menjadi agenda yang semakin besar pada tahun-tahun mendatang,” tutupnya.

  • Buddhayana Run 2026 Hadir di Sorong, 500 Peserta Siap Ramaikan Fun Run Bertema “Stronger in Diversity”

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Kota Sorong menjadi daerah pertama di Indonesia yang menggelar Buddhayana Run 2026, sebuah ajang lari santai yang diselenggarakan oleh Keluarga Buddhayana Indonesia. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara berskala nasional yang digelar serentak di delapan kota dan akan resmi dimulai pada Minggu, 12 Juli 2026. Sa

    Ketua Panitia Buddhayana Run Kota Sorong, Darto Tjoanda, mengatakan Sorong mendapat kehormatan sebagai kota pembuka dalam rangkaian kegiatan nasional tersebut. Setelah Sorong, kegiatan akan berlanjut ke Batam, Jambi, Pangkalpinang, Tangerang, Medan, Palembang, dan ditutup di Surabaya pada 30 Agustus 2026 yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta.

    “Ini merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan secara serentak di delapan kota. Kebetulan Sorong mendapat urutan pertama sebagai tuan rumah pembuka, sedangkan penutupannya akan berlangsung di Surabaya pada 30 Agustus 2026,” ujar Darto.

    Ia menjelaskan, antusiasme masyarakat terhadap Buddhayana Run sangat tinggi. Namun, keterbatasan lokasi penyelenggaraan membuat panitia membatasi jumlah peserta hanya sebanyak 500 orang, dan seluruh kuota tersebut telah terisi penuh.

    “Minat masyarakat sebenarnya sangat besar, tetapi karena kapasitas lokasi tidak memungkinkan, kami hanya membuka kuota maksimal 500 peserta dan semuanya sudah penuh,” katanya.

    Buddhayana Run di Kota Sorong mengusung konsep fun run sejauh 5 kilometer. Rute dimulai dari Wihara Buddha Jayanti, kemudian melewati Jalan Ahmad Yani, berputar di Lampu Merah Maranatha, dilanjutkan hingga kawasan Masjid Al Jihad sebelum kembali finis di titik awal.

    Selain kegiatan lari santai, panitia juga menyiapkan berbagai hiburan bagi peserta dan masyarakat. Setelah fun run selesai, acara akan dilanjutkan dengan senam zumba bersama, pembagian hadiah bagi para pemenang, serta pengundian doorprize yang didukung oleh berbagai sponsor.

    “Setelah fun run selesai, peserta akan mengikuti senam zumba bersama. Kemudian kami akan membagikan hadiah kepada para pemenang dan mengundi berbagai doorprize yang telah disiapkan sponsor,” jelasnya.

    Darto menambahkan, penyelenggaraan Buddhayana Run tidak hanya bertujuan mengajak masyarakat hidup sehat melalui olahraga, tetapi juga memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman sesuai tema yang diusung tahun ini, yakni Stronger in Diversity.

    “Harapan kami melalui kegiatan ini adalah membangun kebersamaan. Sesuai moto Buddhayana Run, yaitu ‘Stronger in Diversity’, kekuatan itu dibangun melalui persatuan dalam keberagaman,” ungkapnya.

    Menurut Darto, Buddhayana Run merupakan agenda tahunan Keluarga Buddhayana Indonesia dan tahun 2026 menjadi penyelenggaraan yang kedua. Meski demikian, pelaksanaan di Kota Sorong pada tahun-tahun mendatang masih menunggu keputusan dari panitia pusat.

    “Ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua dan rencananya akan menjadi agenda tahunan. Namun, apakah Sorong kembali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah, semuanya masih menunggu keputusan dari pusat,” pungkasnya.