Tag: Dinas Kesehatan Kota Sorong

  • Posyandu Egad Kairos Diresmikan, Pemkot Sorong Dorong Pelayanan Kesehatan Dekat dengan Masyarakat

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Pemerintah Kota Sorong terus mendorong penguatan pelayanan kesehatan dasar yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat. Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian Posyandu Egad Kairos di Jalan Tanjung Dofior Kilometer 8, Kelurahan Klabulu, Distrik Malaimsimsa, Kota Sorong, Senin (14/9/2026).

    Peresmian Posyandu Egad Kairos dilakukan langsung oleh Wali Kota Sorong Septinus Lobat, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya pelayanan Posyandu bagi masyarakat di wilayah tersebut.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, mengatakan kehadiran Posyandu Egad Kairos merupakan momentum penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang berada paling dekat dengan masyarakat.

    Menurut Jemima, Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat penimbangan balita, tetapi juga menjadi wadah pelayanan sekaligus pemberdayaan masyarakat dalam berbagai aspek kesehatan.

    “Melalui Posyandu, kita dapat melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pemantauan gizi, edukasi kesehatan, serta berbagai upaya promotif dan preventif lainnya,” ujar Jemima.

    Ia berharap Posyandu Egad Kairos dapat memberikan pelayanan yang ramah, mudah dijangkau, berkualitas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Kelurahan Klabulu dan sekitarnya.

    Jemima juga memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini telah mendedikasikan waktu dan tenaga untuk melayani masyarakat. Menurutnya, kader memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam pelaksanaan pelayanan Posyandu.

    “Kepada para kader Posyandu, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi, waktu, dan tenaga yang diberikan untuk melayani masyarakat,” katanya.

    Ia turut mengajak para orang tua untuk aktif membawa anak ke Posyandu agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipantau sejak dini, termasuk pemenuhan kebutuhan gizi serta kesehatan ibu dan anak.

    Di sisi lain, Jemima menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Kota Sorong akan terus berupaya meningkatkan dukungan terhadap Posyandu, termasuk mengupayakan tempat pelayanan yang permanen bagi Posyandu yang hingga kini belum memiliki fasilitas tetap.

    Sementara itu, Wali Kota Sorong Septinus Lobat memberikan apresiasi kepada Yayasan Cipta Egad Kairos yang telah menginisiasi dan mendirikan Posyandu tersebut.

    “Secara khusus, saya menyampaikan penghargaan kepada Yayasan Cipta Egad Kairos yang telah menginisiasi dan mendirikan layanan Posyandu ini. Apa yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kota Sorong,” kata Septinus.

    Ia menegaskan, Posyandu memiliki peran strategis dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Pelayanannya tidak hanya menyasar ibu hamil, bayi dan balita, tetapi juga keluarga, masyarakat, hingga kelompok lanjut usia.

    Septinus juga menekankan pentingnya menjadikan Posyandu sebagai pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat, khususnya terkait pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, tumbuh kembang anak, kesehatan ibu, serta upaya pencegahan penyakit sejak dini.

    “Posyandu tidak hanya sekadar tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga harus menjadi pusat edukasi bagi keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan penyakit sejak dini,” ujarnya.

    Untuk itu, Wali Kota meminta agar Posyandu Egad Kairos dikelola secara baik, profesional, aktif dan berkelanjutan. Ia juga mendorong peningkatan kapasitas kader agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.

    Pemerintah Kota Sorong, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap keberadaan dan pengembangan Posyandu melalui peningkatan kapasitas kader, dukungan sarana dan prasarana, serta penguatan kerja sama lintas sektor.

    Posyandu Egad Kairos Diresmikan, Pemkot Sorong Dorong Pelayanan Kesehatan Dekat dengan Masyarakat
    Foto Bersama Peresmian Posyandu Egad Kairos

    Septinus juga mengajak masyarakat Kelurahan Klabulu untuk memanfaatkan keberadaan Posyandu Egad Kairos secara maksimal. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

    “Kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga, tokoh masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh warga memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” tegasnya.

    Ia menambahkan, pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun Kota Sorong. Karena itu, setiap inisiatif yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat harus didukung dan dirawat secara bersama-sama.

    Menurut Septinus, kehadiran Posyandu Egad Kairos tidak hanya menjadi tambahan fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi simbol semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih sehat.

    “Setiap keluarga harus mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik, setiap ibu mendapatkan perhatian yang layak, dan setiap anak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal,” pungkasnya.

    Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Wali Kota Sorong Septinus Lobat kemudian secara resmi meresmikan Posyandu Egad Kairos, Kelurahan Klabulu, Distrik Malaimsimsa.

    Ia berharap Posyandu Egad Kairos dapat menjadi pusat pelayanan dan edukasi kesehatan yang aktif dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dalam mewujudkan Kota Sorong yang semakin sehat, maju, sejahtera dan bermartabat.

  • Wali Kota Sorong: Anak-anak Doom Harus Disiapkan Menjadi Pemimpin Masa Depan

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pemerintah Kota Sorong terus mendorong peningkatan kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi anak sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi emas Papua. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., M.P.A., saat Pencanangan Bulan Vitamin A yang dirangkaikan dengan kegiatan Posyandu di Posyandu Sukun RK 5, Doom Barat, Senin (10/8/2026).

    Dalam kesempatan itu, Septinus menekankan bahwa anak-anak Pulau Doom merupakan bagian penting dari generasi penerus Kota Sorong. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan, kecukupan gizi, serta tumbuh kembang anak harus dimulai sejak usia dini.

    “Kita semua ini menyiapkan generasi emas Papua, generasi emas Pulau Doom. Kita berharap anak-anak dari Doom ini akan menjadi pemimpin di kota ini di waktu yang akan datang,” kata Septinus.

    Menurutnya, masyarakat perlu memiliki harapan dan mimpi besar terhadap masa depan anak-anak Pulau Doom. Ia meyakini, bukan hal yang mustahil apabila dalam 10, 20 hingga 30 tahun mendatang, muncul pemimpin Kota Sorong yang berasal dari Pulau Doom.

    Untuk mewujudkan harapan tersebut, kata Septinus, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar anak, salah satunya melalui asupan makanan bergizi. Ia mengajak para orang tua memberikan makanan yang memiliki nilai gizi tinggi, seperti ikan segar dan telur, guna mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak.

    Selain persoalan gizi, Septinus turut menyoroti kondisi ketersediaan air di Pulau Doom. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari masyarakat, air yang tersedia di wilayah tersebut memiliki kadar garam cukup tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena air merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

    “Masalah air juga harus menjadi perhatian kita. Kalau air yang digunakan masyarakat memiliki kadar garam yang tinggi, tentu ini perlu kita lihat dan cari solusi bersama,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, S.KM., M.A.P., menjelaskan bahwa pemberian Vitamin A merupakan program kesehatan yang dilaksanakan secara rutin dua kali dalam setahun, yakni setiap Februari dan Agustus.

    Menurut Jemima, Vitamin A memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita.

    Ia menegaskan bahwa keberhasilan program pemberian Vitamin A tidak dapat hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan dan kader Posyandu. Peran pemerintah, masyarakat, dan terutama orang tua sangat dibutuhkan agar seluruh bayi dan balita mendapatkan layanan kesehatan serta asupan gizi yang dibutuhkan.

    “Keberhasilan program ini menjadi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

    Pencanangan Bulan Vitamin A di Posyandu Sukun tersebut turut dihadiri Kepala Distrik Sorong Kepulauan Steven Asmuruf, S.Sos., bersama jajaran, Kepala Dinas Perdagangan Kota Sorong Elisabeth Elsemina Sarah Agaki, S.E., Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sorong Maria Ohoitimur, S.KM., M.Kes., Kepala Puskesmas Sorong Barat Johny Kalasuat, S.KM., M.Kes., Kepala Puskesmas Doom beserta tenaga kesehatan dan kader Posyandu.

    Sejumlah orang tua juga tampak membawa bayi dan balita mereka untuk mendapatkan layanan pemberian Vitamin A sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak.

    Melalui momentum Pencanangan Bulan Vitamin A, Pemerintah Kota Sorong berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, masyarakat, dan keluarga semakin diperkuat. Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan anak-anak di Kota Sorong, termasuk di Pulau Doom, tumbuh sehat, cerdas, berkualitas, dan mampu menjadi generasi penerus Papua di masa depan. (***)

  • Dinkes Kota Sorong Bentuk Tim Audit Investigasi, Dugaan Lambatnya Penanganan Pasien Anak di RS Maleo Hingga Meninggal

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dinas Kesehatan Kota Sorong membentuk tim audit investigasi untuk mengusut kasus meninggalnya seorang anak berusia sekitar empat tahun yang viral di media sosial Facebook. Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar video yang menuding adanya keterlambatan penanganan medis di Rumah Sakit Maleo Kota Sorong.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, memberikan penjelasan kepada awak media di Kantor Dinas Kesehatan Kota Sorong, pada Senin sore (13/7/2026).

    Ia mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan seluruh data dan kronologi penanganan pasien sebelum menyampaikan kesimpulan kepada masyarakat.

    “Anak ini telah mendapat beberapa penanganan atau layanan di beberapa fasilitas kesehatan, baik yang ada di Kota Sorong maupun Kabupaten Sorong. Penanganan terhadap anak yang dipublikasikan ini sebenarnya sudah terjadi sekitar satu bulan lalu. Oleh sebab itu, kami belum bisa memberikan informasi secara detail karena masih membutuhkan data dari seluruh fasilitas kesehatan yang menangani pasien sejak awal hingga meninggal dunia,” ujar Jemima.

    Menurutnya, Dinas Kesehatan akan membentuk tim investigasi dan akan melakukan investigasi secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak agar hasil yang diperoleh objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

    “Untuk memberikan informasi yang jelas kepada seluruh masyarakat Kota Sorong terkait kasus ini, kami akan melakukan investigasi mendalam terhadap seluruh fasilitas kesehatan yang menangani anak tersebut sejak satu bulan lalu hingga meninggal dunia. Dengan begitu, kami akan memperoleh data yang lengkap sehingga dapat diketahui secara pasti apakah terdapat unsur kelalaian atau tidak,” katanya.

    Jemima menjelaskan, tim audit investigasi ini berasal dari Dinas Kesehatan, tetapi juga melibatkan dokter spesialis anak, tenaga medis dari fasilitas kesehatan yang menangani pasien, akademisi, hingga tim hukum.

    “Tim investigasi akan terdiri dari Dinas Kesehatan, dokter spesialis anak, dokter dari fasilitas kesehatan yang menangani pasien, akademisi, dan tim hukum. Hasil investigasi nantinya akan kami laporkan kepada Wali Kota Sorong dan juga kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” jelasnya.

    Selain melakukan investigasi, Dinas Kesehatan juga mengingatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan agar tetap memberikan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan mengoptimalkan sistem rujukan apabila terdapat keterbatasan layanan di rumah sakit.

    “Kami mengimbau seluruh rumah sakit agar melayani pasien dengan baik, melayani dengan hati, dan sesuai standar operasional prosedur. Apabila fasilitas kesehatan tidak mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pasien, maka sistem rujukan harus dijalankan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap,” tegas Jemima.

    Ia memperkirakan proses audit membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu karena melibatkan banyak data dari berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan laboratorium.

    “Berikan kami waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Proses audit tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena kami harus mengumpulkan seluruh data yang diperlukan dari berbagai fasilitas kesehatan,” pungkasnya.

    Sementara itu, media ini juga telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Rumah Sakit Maleo. Namun, Direktur Rumah Sakit Maleo tidak berada di tempat saat hendak ditemui.

    Salah seorang perawat rumah sakit menyampaikan bahwa pihak rumah sakit bersama Dinas Kesehatan Kota Sorong saat ini sedang melakukan investigasi mendalam terkait kasus tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, hasil investigasi resmi masih menunggu penyampaian dari tim audit yang dibentuk Dinas Kesehatan Kota Sorong.

  • Jemima Lobat Luncurkan Buku Peran PKK, Tegaskan Peran Perempuan Bangun Kesehatan Keluarga

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sorong yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Windesi Lobat, meluncurkan sebuah buku berjudul Peran PKK dalam Membangun Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Kota Sorong.

    Kegiatan ini berlangsung di kantor Wali Kota Sorong gedung Lambert Jitmau pada Sabtu (28/02/2026).

    Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-26 Kota Sorong sekaligus refleksi atas satu tahun perjalanan kepemimpinan Wali Kota Sorong yang didampingi oleh Tim Penggerak PKK dalam berbagai program pembangunan.

    Dalam keterangannya, Jemima menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan bentuk komitmen PKK dalam mendukung program strategis Pemerintah Kota Sorong, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

    “Hari ini bertepatan dengan perayaan HUT Kota Sorong ke-26. Saya selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sorong, dalam mendampingi Bapak Wali Kota selama satu tahun menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, menuangkan ide, gagasan, dan komitmen kami dalam sebuah buku,” ujar Jemima.

    Ia menuturkan, seluruh program dan kegiatan PKK yang telah dijalankan selama ini dituangkan secara sistematis agar dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

    “Apa yang telah kami buat, apa yang menjadi ide dan gagasan, itulah yang kami wujudkan dalam komitmen untuk mendukung program-program strategis Pemerintah Kota Sorong, dan semuanya saya tuangkan dalam buku yang hari ini kami luncurkan,” katanya.

    Jemima Lobat Luncurkan Buku Peran PKK, Tegaskan Peran Perempuan Bangun Kesehatan Keluarga
    Jemima Elisabeth Windesi Lobat Luncurkan Buku dengan Judul “Peran PKK, Tegaskan Peran Perempuan Bangun Kesehatan Keluarga”

    Jemima berharap buku tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata, terutama bagi perempuan dan ibu-ibu yang memegang peran penting dalam keluarga.

    “Perempuan memegang peran utama di setiap keluarga, bagaimana dia memimpin, mengasuh anak-anaknya agar tumbuh sehat, aman, dan berkualitas. Saya berharap buku ini menjadi referensi dan bermanfaat bagi pemerintah, masyarakat, dan terutama para ibu,” jelasnya.

    Ia juga menegaskan bahwa buku tersebut tidak diperjualbelikan, melainkan disumbangkan secara gratis kepada masyarakat Kota Sorong.

    “Buku ini tidak saya perjualbelikan, tetapi saya sumbangkan untuk masyarakat Kota Sorong. Untuk sementara, buku ini bisa didapatkan langsung di Kantor PKK Kota Sorong,” ungkap Jemima.

    Menurutnya, buku tersebut nantinya juga akan diserahkan ke Perpustakaan Daerah agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

    “Di perpustakaan daerah memang belum ada, tetapi ke depan kami akan masukkan ke sana. Untuk sementara, kami fokus menyumbangkannya kepada masyarakat Kota Sorong,” tambahnya.

    Dalam rangka HUT ke-26 Kota Sorong, PKK mencetak sebanyak 500 eksemplar buku yang akan didistribusikan kepada pemerintah dan masyarakat.

    “Dalam rangka HUT ini kami mencetak 500 buku, dan semuanya kami sumbangkan. Terutama kepada kader-kader PKK dan kader posyandu yang ada di wilayah Kota Sorong,” tutup Jemima.

  • Pemkot Sorong Melalui Dinas Kesehatan Salurkan Bantuan Transportasi Kepada 806 Kader Posyandu

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong -Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Pembagian Bantuan Transportasi bagi Kader Posyandu se-Kota Sorong. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pengabdian, serta dihadiri Wali Kota Sorong, Wakil Wali Kota Sorong, jajaran pimpinan OPD, Ketua TPP Posyandu Kota Sorong, kepala puskesmas, serta ratusan kader Posyandu.

    Kegiatan Posyandu Prima Antropometri, serta bantuan transportasi bagi kader ini berlangsung di Gedung Lambert Jitmau Kota Sorong pada Senin (15/12/2025).

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, dalam sambutannya menegaskan bahwa Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat. Menurutnya, penguatan Posyandu sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dalam transformasi layanan primer.

    “Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pelayanan publik terintegrasi di tingkat kelurahan dan kampung,” ujar Jemima Elisabeth Lobat.

    Kegiatan ini berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, pemerintah daerah diwajibkan memberikan dukungan berupa insentif, termasuk bantuan transportasi bagi kader, guna meningkatkan motivasi dan kualitas pelayanan Posyandu.

    Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Sorong menyalurkan bantuan penunjang Posyandu berupa Posyandu Prima, alat antropometri, serta bantuan transportasi bagi kader sebesar Rp.1.200.000/orang setiap tahun.

    Pemkot Sorong Melalui Dinas Kesehatan Salurkan Bantuan Transportasi Kepada 806 Kader Posyandu
    Penyerahan Alkes dan Uang Transportasi Kepada Posyandu dan Kader Posyandu oleh Wakil Wali Kota, Kadis Kesehatan dan Asisten II Kota Sorong

    Tercatat sebanyak 111 Posyandu aktif di Kota Sorong dengan jumlah kader penerima bantuan transportasi mencapai 806 orang.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” kata Jemima.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Sorong, Hi. Anshar Karim, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam melayani masyarakat di berbagai bidang, khususnya kesehatan dan pemberdayaan keluarga.

    “Peran kader sangat strategis sebagai ujung tombak pemerintah di tengah masyarakat, dan bantuan transportasi ini merupakan bentuk perhatian serta komitmen pemerintah daerah,” ujar Hi. Anshar Karim.

    Ia menambahkan, tugas kader tidaklah ringan karena menuntut pengorbanan waktu, tenaga, serta biaya, terutama dalam mobilitas dari rumah ke rumah maupun ke lokasi pelayanan kesehatan.

    “Saya berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, tepat guna, dan tepat sasaran, sehingga dapat menunjang aktivitas pelayanan kepada masyarakat secara optimal,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Pemerintah Kota Sorong berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas kader melalui berbagai program dan kebijakan, seiring keyakinan bahwa pembangunan yang berhasil berawal dari penguatan peran masyarakat di tingkat paling dasar.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi penguatan semangat pengabdian para kader menjelang akhir tahun serta menyongsong perayaan Natal dan Tahun Baru, dengan harapan Posyandu di Kota Sorong semakin solid, berkualitas, dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

  • Dialog Publik Yayasan Akar Semesta Papua, Jemima Lobat: Pelayanan Kesehatan Gratis Sudah Siap Diakses Masyarakat

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat hadiri Dialog publik yang digelar oleh Yayasan Akar Semesta Papua dengan tema “Transformasi Pelayanan Kesehatan Gratis Menuju Kota Sorong yang Sejahtera. Dialog Publik ini berlangsung di Aula Lantai tiga Kampus Unamin Sorong, pada Kamis (11/12/2025).

    Hadir dalam kegiatan ini Direktur Rumah Sakit Sle Be Solu, DPRK Kota Sorong Fraksi Otsus dan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya serta mahasiswa Unamin Sorong.

    Forum dialog menjadi ruang bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menyampaikan perkembangan terkait pelaksanaan layanan kesehatan gratis di Kota Sorong. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas akses layanan dasar bagi seluruh masyarakat.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menegaskan bahwa layanan kesehatan gratis telah dijalankan sesuai arahan pemerintah pusat. “Pelayanan kesehatan gratis ini sudah berjalan di seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan pemerintah. Kami memastikan masyarakat bisa mendapatkan layanan tanpa biaya sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya.

    Pelayanan gratis ini mencakup fasilitas di tingkat primer maupun rujukan. Saat ini Kota Sorong memiliki tujuh rumah sakit, termasuk RS. Selebe Solo sebagai rumah sakit pemerintah yang menjadi rujukan utama dalam program layanan kesehatan gratis.

    Selain itu, pemerintah juga mengoperasikan sepuluh puskesmas di setiap distrik serta 34 puskesmas pembantu yang tersebar di wilayah Kota Sorong. Jaringan fasilitas tersebut menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Jemima Elisabeth Lobat menjelaskan bahwa dukungan pendanaan untuk layanan kesehatan gratis berasal dari APBD yang disalurkan melalui pemerintah provinsi dan kota. “Kami juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sebagai mitra resmi, sehingga pembiayaan layanan dapat dijamin dan berkesinambungan,” kata Jemima.

    Meski program telah berjalan efektif, pemerintah mengakui masih ada masyarakat yang belum mengetahui keberadaan layanan gratis ini. Minimnya informasi menjadi tantangan dalam memastikan seluruh warga memahami hak mereka dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

    Melalui dialog tersebut, para peserta terutama mahasiswa didorong untuk turut membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. “Mereka diharapkan menjadi jembatan komunikasi agar program kesehatan gratis dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” ucapnya.

    Selain itu Ketua Panitia Faisal Ishak Warwey menegaskan dalam laporannya bahwa, “dialog publik ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan sektor kesehatan demi mewujudkan Kota Sorong yang lebih sehat dan sejahtera,” ungkap Faisal

    Ia berharap dengan adanya dialog publik ini masyarakat bisa mengetahui layanan gratis yang di programkan oleh pemerintah pusat hingga daerah melalui BPJS.

    “Kami berharap dengan adanya dialog ini masyarakat dapat memahami tentang Kesehatan gratis sehingga tidak ragu untuk menggunakan BPJS dalam berobat,” tambahnya.

    Selain itu Direktur Rumah Sakit Sele Be Solu, drg. Susi Petronela Djitmau, MPH menyampaikan ada beberapa Kategori masalah yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan yakni:

    1. Tindakan Kosmetik & Estetika: Operasi plastik, perawatan pemutih kulit, pemasangan kawat gigi (behel) untuk penampilan, bukan medis.
    2. Penyakit Akibat Perilaku Sendiri: Cedera dari percobaan bunuh diri, luka akibat penganiayaan diri sendiri, atau masalah kesehatan akibat konsumsi alkohol/narkoba.
    3. Kejahatan & Kecelakaan Tertentu: Penyakit/cedera akibat tindak pidana (penganiayaan, kekerasan seksual) atau kecelakaan kerja/lalu lintas (ditanggung program lain).
    4. Layanan Non-Medis/Eksperimental: Pengobatan alternatif/tradisional yang belum terbukti efektif, tindakan medis eksperimental, atau alat kesehatan rumah tangga.
    5. Masalah Reproduksi: Pengobatan mandul (infertilitas) atau program bayi tabung.
    6. Pelayanan di Luar Sistem BPJS: Layanan di luar negeri atau fasilitas non-rekanan tanpa rujukan yang sah, kecuali kondisi darurat.
    7. Kondisi Khusus: Penyakit yang sudah ada sebelum pendaftaran (pre-existing condition) tergantung evaluasi medis, atau perawatan khusus anggota TNI/Polri.

    Ia berharap agar semua masyarakat bisa memahami dan mengetahui kategori yang tidak bisa di tanggung oleh BPJS Kesehatan.

  • Dari Jalan Sehat hingga Pemeriksaan Gratis, HKN ke-61 di Sorong Sarat Edukasi Kesehatan

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025 di Kota Sorong berlangsung meriah. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobnat, S.K.M., MAP, menegaskan bahwa HKN bukan sekadar perayaan, melainkan momentum penting bagi seluruh tenaga kesehatan untuk memperkuat pola hidup sehat dan mempererat kerja sama lintas sektor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Hal itu disampaikannya pada kegiatan jalan sehat bersama yang digelar Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jumat (7/11/2025), dalam rangka menyambut HKN ke-61. Ratusan peserta mengikuti kegiatan yang dimulai dari depan Ramayana Mall dan berakhir di Lapangan Landscape Kantor Wali Kota Sorong.

    Acara dilanjutkan dengan senam bersama, penarikan door prize, serta pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) bagi ASN dan masyarakat di lingkungan Pemerintah Kota Sorong. Kegiatan ini menjadi wujud nyata ajakan untuk menerapkan gaya hidup sehat dan aktif.

    Dalam sambutannya, Jemima menjelaskan bahwa tema HKN tahun ini, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, menegaskan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

    “Selain menjalankan tugas melayani masyarakat, tenaga kesehatan juga harus menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat. Karena itu, kami mengadakan kegiatan seperti futsal putri, jalan sehat, dan senam bersama agar seluruh tenaga kesehatan bisa meneladankan gaya hidup sehat,” ujarnya.

    Ia menambahkan, panitia HKN juga telah melaksanakan berbagai lomba untuk memeriahkan peringatan tersebut. Di antaranya pertandingan futsal putri yang diikuti 16 hingga 18 tim dari rumah sakit pemerintah dan swasta, puskesmas, klinik, serta OPD. Selain itu, ada juga lomba posyandu, kader teladan, dan tenaga kesehatan teladan.

    “Kegiatan ini kami lakukan untuk membangun persatuan, kebersamaan, dan silaturahmi antar tenaga kesehatan, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

    Jemima juga menekankan bahwa HKN harus dimaknai sebagai ajang refleksi untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan di Kota Sorong. Ia mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk terus berkomunikasi dan menyelesaikan persoalan dengan baik.

    “Kalau ada hal-hal yang kurang pas, mari kita bicarakan dengan baik. Jangan sampai persoalan internal menghambat pelayanan kepada masyarakat, karena kita hadir untuk melayani,” tegasnya.

    Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Sorong, Jermias Gembenop, S.Sos., M.H, memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan atas terselenggaranya rangkaian kegiatan HKN ke-61. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sorong mendukung penuh seluruh program kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    “Visi Wali Kota Sorong adalah menyehatkan seluruh masyarakat. Dinas Kesehatan memiliki peran besar dalam mewujudkan visi tersebut, bukan hanya melalui peningkatan layanan, tetapi juga melalui promosi dan edukasi perilaku hidup sehat,” ujar Jermias

    Jeremias menambahkan, pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas dan kesejahteraan bagi tenaga kesehatan di semua lini, mulai dari bidan, mantri, hingga petugas lapangan. Dengan demikian, pelayanan dapat dilakukan secara profesional dan proporsional.

    “Kesehatan adalah barometer kualitas pembangunan manusia. Jika kesehatan menurun, maka kualitas manusia juga ikut menurun. Karena itu, sektor kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas utama yang mendapat perhatian besar dari pemerintah,” jelasnya.

    Menurut Jeremias, kolaborasi menjadi kunci dalam membangun masyarakat sehat. Ia mengajak seluruh jajaran kesehatan untuk bekerja secara sinergis sesuai peran masing-masing. “Ada bagian manajemen, ada pengatur, dan ada pelaksana. Semua harus saling terhubung dan berkolaborasi agar tujuan bersama tercapai,” tutup Gembenop.

    Ketua Panitia pelaksana yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jenny Isir, SKM, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ASN dan masyarakat. Pemeriksaan mencakup jantung, kolesterol, asam urat, gula darah, status gizi, kesehatan jiwa, kesehatan wajah, malaria, dan HIV/AIDS.

    Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis lengkap yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dokter jantung, perawat, bidan, petugas gizi, analis, petugas skrining jiwa, serta apoteker. Peserta jalan sehat berasal dari berbagai kalangan, termasuk pimpinan OPD, rumah sakit, puskesmas, klinik, perguruan tinggi kesehatan, organisasi profesi, tenaga kesehatan, dan kader.

    Untuk menambah semangat peserta, panitia juga menyediakan door prize menarik, seperti kulkas Polytron, sepeda, TV Aqua 50 inci, mesin cuci, oven listrik, smartwatch, dan berbagai hadiah menarik lainnya. Puncak perayaan HKN ke-61 di Kota Sorong dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 12 November 2025.

  • Peringatan HKN ke-61 di Sorong Warnai Jalan Sehat, Senam, dan Pemeriksaan Gratis

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kota Sorong berlangsung semarak dan penuh antusiasme. Kegiatan yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), Forkopimda, dan masyarakat ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan menjaga kebugaran tubuh.

    Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, S.K.M., MAP., mengajak seluruh ASN dan masyarakat menjadikan peringatan HKN sebagai dorongan memperkuat gaya hidup sehat. Ia menekankan bahwa langkah sederhana seperti berolahraga teratur dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dapat menjadi awal dari perubahan besar menuju masyarakat yang lebih sehat.

    Ajakan tersebut disampaikannya seusai mengikuti kegiatan jalan sehat, senam bersama, dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di Lapangan Landscape dan Lobi Kantor Wali Kota Sorong, Jumat (7/11/2025).

    Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang hadir dan ikut berperan aktif dalam kegiatan tersebut.

    Peringatan HKN ke-61 kali ini diawali dengan jalan sehat bersama dari Ramayana Mall menuju Lapangan Landscape Kantor Wali Kota Sorong. Ratusan peserta tampak bersemangat mengikuti kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan senam bersama, penarikan door prize, serta pemeriksaan kesehatan gratis yang terbuka bagi semua kalangan.

    Menurut Jemima, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis itu menyediakan beragam layanan, mulai dari anamnesa, skrining gizi, pemeriksaan laboratorium, hingga konsultasi dengan dokter umum dan spesialis. “Selain itu, juga tersedia pemeriksaan kesehatan jiwa, jantung dengan EKG, serta pelayanan apotek bagi peserta yang membutuhkan pengobatan lanjutan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kegiatan pelayanan kesehatan tersebut tidak hanya melibatkan Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas, tetapi juga mendapatkan dukungan penuh dari rumah sakit swasta serta Karantina Bandara. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan dini.

    “Semua ini kami lakukan untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi ASN, Forkopimda, dan masyarakat yang hadir. Kami ingin menegaskan bahwa hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri dan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari,” tegas Jemima.

    Dari data yang dihimpun Dinas Kominfo Kota Sorong, selain kegiatan jalan sehat dan senam bersama, Panitia HKN ke-61 juga telah melaksanakan berbagai lomba dan kegiatan hiburan. Beberapa di antaranya adalah futsal putri, lomba fashion show, dan tari kreasi yang digelar di Gedung Lambert Jitmau pada Kamis (6/11/2025).

    Beragam kegiatan tersebut menjadi bentuk kreativitas dan kebersamaan dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional, dengan mengedepankan semangat persatuan dan kesehatan jasmani. Antusiasme peserta juga menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat semakin meningkat.

    Sebelumnya, saat menyampaikan sambutan di Lapangan Landscape seusai senam bersama, Jemima menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan membangun silaturahmi antar tenaga kesehatan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

    Dengan semangat HKN ke-61 yang mengusung tema “Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju”, Dinas Kesehatan Kota Sorong berharap agar masyarakat terus menanamkan budaya hidup sehat dan menjaga pola hidup aktif. Momentum ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju Kota Sorong yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

  • Dinkes Kota Sorong Gelar Beragam Lomba Semarakkan Hari Kesehatan Nasional ke-61

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sorong menyelenggarakan berbagai lomba dan kegiatan yang melibatkan seluruh jajaran tenaga kesehatan serta masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarinstansi di bidang kesehatan.

    Kegiatan lomba futsal putri ini berlangsung di mega futsal kilometer 8 kota Sorong Papua Barat Daya pada Jumat (24/10/2025).

    Perayaan hari kesehatan nasional tahun ini mengusung tema “Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Emas 2045”, yang menekankan pentingnya perubahan sistem kesehatan menuju masyarakat yang lebih sehat, tangguh, dan produktif. Tema tersebut juga menjadi refleksi atas komitmen bersama untuk menyiapkan generasi emas Indonesia melalui peningkatan kualitas kesehatan.

    Beragam kegiatan menarik turut digelar dalam peringatan HKN kali ini. Di antaranya lomba futsal putri, fashion show, kreasi buah, hingga senam kreasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Selain itu, di tingkat puskesmas juga dilaksanakan lomba posyandu terbaik, kader terbaik, tenaga kesehatan teladan, serta pemberian penghargaan kepada para pensiunan yang telah mengabdikan diri di dunia kesehatan.

    Kegiatan fashion show menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Lomba ini dirancang dengan konsep yang unik karena setiap peserta menampilkan busana yang dipadukan dengan unsur tema nasional “Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Emas 2045”. Kreativitas dan pesan edukatif menjadi nilai utama dalam penilaian.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, saat membuka pertandingan futsal putri menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar tenaga kesehatan dan masyarakat.

    “Lomba futsal putri ini diikuti oleh 10 puskesmas, perwakilan rumah sakit, sekolah kesehatan, dan berbagai organisasi kesehatan lainnya,” ungkap Jemima

    Ia menambahkan, jumlah peserta turnamen futsal putri sementara mencapai 16 klub dan masih terbuka kemungkinan untuk bertambah. Hal ini menunjukkan tingginya semangat dan partisipasi dari berbagai pihak dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HKN ke-61.

    Jemima juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan kolaborasi lintas sektor. “Harapannya, melalui kegiatan ini kita terus membangun silaturahmi dan memperkuat sinergi antarinstansi agar pelayanan kesehatan di Kota Sorong semakin baik,” ujarnya.

    Selain menjadi ajang hiburan, rangkaian lomba ini juga dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menerapkan gaya hidup sehat. Dinas Kesehatan berharap kegiatan ini mampu menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kesehatan, baik secara individu maupun komunal.

    Peringatan Hari Kesehatan Nasional di Kota Sorong tahun ini pun menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung transformasi kesehatan menuju Indonesia Emas 2045. Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, seluruh elemen di bidang kesehatan diharapkan terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

    Melalui semangat HKN ke-61, Dinas Kesehatan Kota Sorong mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan pola hidup sehat sebagai gaya hidup sehari-hari. Dengan demikian, cita-cita menuju Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera pada tahun 2045 dapat terwujud.

  • Fasilitas Rusak, Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Sorong

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Salah satu warga Kota Sorong mengeluhkan kondisi fasilitas pelayanan di Puskesmas Sorong yang dinilai jauh dari kata layak. Warga terpaksa mendapat pelayanan kesehatan di luar ruangan akibat kerusakan fasilitas, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan terutama saat hujan. Rabu (24/09/2025).

    Bewar, warga Distrik Sorong, menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Sorong dalam hal ini Dinas Kesehatan.

    Menurutnya, pelayanan kesehatan masyarakat yang seharusnya menjadi garda terdepan justru terkesan diabaikan. “Kita mau buat Surat Keterangan Kesehatan, petugasnya bilang tidak bisa karena lampu mati. Air menembus plafon, petugas takut menyalakan komputer karena khawatir kena setrum,” ungkapnya.

    Ia menilai, Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan memiliki peran penting tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga edukasi, informasi, serta pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Selain itu, Puskesmas juga bertugas melakukan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi mutu pelayanan kesehatan. “Fasilitas seperti ini tidak mencerminkan fungsi Puskesmas yang sebenarnya,” tegas Bewar.

    Lebih jauh, Bewar menyoroti kepemimpinan di Puskesmas Sorong yang menurutnya perlu dievaluasi. “Gambar suatu kantor atau lembaga itu mencerminkan kepemimpinan orang di dalamnya, termasuk pimpinan. Pemerintah Kota Sorong harus mengevaluasi pimpinan Puskesmas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya,” ujarnya.

    Ia berharap Dinas Kesehatan Kota Sorong tidak tinggal diam menghadapi persoalan ini. Menurutnya, masalah fasilitas yang rusak dan pelayanan yang tidak layak berdampak langsung pada hak masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang baik dan aman.

    Ketika dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Sorong, Agustina Naa, menolak memberikan keterangan. Saat ditemui wartawan, Agustina justru bersikap emosional dan meminta jurnalis meninggalkan area Puskesmas. “Bapak dan Ibu ini siapa? Tidak boleh liput di sini, jangan tanya saya,” ujarnya dengan nada tegas.

    Pantauan media di lokasi menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan terpaksa dilakukan di teras Puskesmas. Kondisi ini membuat warga harus berdesakan, terutama saat hujan, sehingga menambah ketidaknyamanan dan risiko bagi pasien maupun tenaga medis.

    Kerusakan fasilitas Puskesmas terlihat jelas. Plafon bangunan tampak roboh, diduga akibat konstruksi yang tidak kuat. Material baja ringan dan tripleks yang digunakan tidak mampu menahan derasnya air hujan, menyebabkan air merembes ke hampir seluruh ruangan dan memutus aliran listrik.

    Ruang pertemuan yang berhadapan langsung dengan ruangan Kepala Puskesmas juga mengalami kerusakan parah. Air membanjiri hampir seluruh bagian ruangan, namun kondisi tersebut tampak tidak mendapatkan perhatian serius dari pihak pengelola Puskesmas.

    Informasi yang diperoleh menyebutkan kerusakan fasilitas ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga kini, belum terlihat upaya perbaikan berarti yang dilakukan pihak Puskesmas maupun pemerintah setempat.

    Warga berharap Pemerintah Kota Sorong segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki fasilitas Puskesmas Sorong. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan kepemimpinan Puskesmas dinilai mendesak, demi memastikan pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan aman.

    Pantauan media ini juga menemukan bahwa, aturan yang diterapkan sangat meresahkan masyarakat, pasalnya setiap warga yang masuk dalam ruang pelayanan harus membuka sepatu, hal ini membuat warga resah terkait aturan tersebut.