Tag: Distrik Waibar Kep

  • Yoris PADRA : Menolak Keras Aktivitas Eksploitasi dan Eksplorasi Tambang di Manyaifuin dan Batan Pelei

    Melanesiatimes.com, Waisai – Kehadiran tambang di raja ampat gencar diperbincangkan. Baru-baru ini sejumlah penolakan bermunculan dari beberapa tokoh muda dan Asosiasi serta masyarakat adat Kawei selaku pemilik Hak Ulayat pulau Batan Pelei dan Manyaifuin. Rabu (12/3/25)

     

    Pulau Batan Pelei dan Manyaifuin juga merupakan salah satu titik aktivitas eksploitasi tambang bakal diizinkan.

     

    Menyikapi hal ini Wakil Ketua Perkumpulan Penyelam Professional Raja Ampat (PADRA), Yoris Sauyai, mengatakan bahwa, tambang selain merusak hutan dan mengancam pemukiman warga tentu pariwisata laut dan darat menjadi korban utama dibalik aktivitas tambang tersebut.

     

    “keanekaragaman hayati lautnya yang menakjubkan menjadikan Raja Ampat sebagai salah satu tujuan utama bagi para penyelam dan pecinta, kini keindahannya bakal tercermar limbah tambang dan beberapa spesies laut yang mendunia nyaris tinggal nama,” pungkasnya

    Yoris Sauyai saat diwawancarai

     

    Menurut Yoris isue penambangan ini sangat meresakan, kehidupan warga disana sudah bergantung pada laut Raja Ampat yang eksotis dan luar biasa

     

    Lanjut Sauyai menyampaikan, kurang lebih dari 75% spesies karang dunia yang dapat ditemukan di perairan Raja Ampat, Manyaifuin dan Batan Pelei juga merupakan rumah bagi ekosistem laut yang sangat kaya.

    Spesies Karang Yang di Jelajahi Yoris (Sumber Foto Yoris Sauyai)

    “Raja Ampat mendunia dengan Pariwisata, tambang mestinya menjadi solusi terakhir, pariwisatanya kini terancam dengan kehadiran tambang yang digadang-gadangkan beroperasi di Manyaifuin dan Batan Pelei,” ungkapnya

     

    Wakil Ketua Perkumpulan Penyelam Professional Raja Ampat (PADRA) itu bilang, dengan cara apapun akan ditempuh mediasi hingga gelar parlemen jalanan pun akan dilakukan pihaknya dan Kawan-kawan

     

    “Apapun itu kami sebagai pelaku wisata menolak segala macam eksplorasi dan eksploitasi tambang bila perlu mengusut tuntas oknum-oknum Korporat yang berlindung di balik kepentingan tambang ini,” tegas Yoris Sauyai

  • Boikot Tambang Manyaifuin Asosiasi Persatuan Pelaku Wisata Raja Ampat Kampanye Baliho Penolakan

    Melanesiatimes.com, Waisai – Penolakan keras terhadap aktivitas tambang di kampung Manyaifuin, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kab Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya masih terus bergulir.

     

    Adapun beberapa faktor pendukung menjadi alasan utama penolakan aktivitas penambangan seperti terancamnya pemukiman warga, dampak langsung pada lingkungan pariwisata dan kondisi daerah yang tidak layak dijadikan sebagai tempat eksplorasi.

     

    Pantauan media ini, pada 11 maret 2025, pukul 22.00 WIT. Kurang lebih ada 4 (empat) Asosiasi Pariwisata dengan nama Koalisi Persatuan Pelaku Wisata Raja Ampat, juga turut andil mengkampanyekan baliho penolakan.

    Sisi Kiri Pelabuhan Kota Waisai

    Pemasangan baliho dimulai dari pintu masuk utama pelabuhan kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat dengan tulisan sebagai berikut :

     

    “MENOLAK KERAS AKTIVITAS TAMBANG DI RAJA AMPAT, KARENA AKAN MERUSAK PARIWISATA RAJA AMPAT DAN AKAN MENINGGALKAN AIR MATA BAGI ANAK CUCU KITA”

    Sisi Kanan Pelabuhan Kota Waisai

    4 (empat) organisasi tersebut yakni Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Professional Association Of Diver Raja Ampat (PADRA), Asosiasi Speedboat Raja Ampat (ASRA), Perkumpulan Penggerak Usaha dan Penghidupan Masyarakat Raja Ampat (PERJAMPAT).