Tag: Ekonomi

  • Produk Kampung Maybrat Bidik Pasar Internasional, Kacang Sangrai dan Keripik Keladi Tampil di TEI 2026

    Melanesiatimes.com, Maybrat PBD – Potensi ekonomi kampung di Kabupaten Maybrat mulai mendapat ruang lebih luas untuk dikenal pasar. Dua produk olahan pangan lokal, Kacang Sangrai dan Keripik Keladi, dibawa dalam ajang perdagangan internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai upaya memperkenalkan produk unggulan desa sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Jumat (16/10/2026).

    Keikutsertaan kedua produk tersebut menjadi bagian dari upaya Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kabupaten Maybrat dalam mendorong usaha masyarakat desa agar berkembang, memiliki nilai tambah, dan mampu bersaing di tengah peluang pasar yang semakin terbuka.

    Dua produk itu berasal dari Distrik Ayamaru Tengah, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya. Kacang Sangrai merupakan produk unggulan BUM Desa Kaka Tua Semu, sedangkan Keripik Keladi diproduksi oleh BUM Desa Mandiri Men.

    Partisipasi kedua badan usaha milik desa (BUM Desa) tersebut difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha produktif masyarakat di wilayah pelaksanaan Program TEKAD.

    Koordinator Program TEKAD Kabupaten Maybrat, Yansen Frasawi, menyampaikan bahwa keikutsertaan kedua BUM Desa tersebut merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan produk unggulan kampung kepada masyarakat yang lebih luas.

    Menurut Yansen, Kacang Sangrai dan Keripik Keladi memperlihatkan bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Kesempatan mengikuti pameran internasional diharapkan dapat mendorong pelaku usaha desa semakin percaya diri dalam mengembangkan produk dan memperluas jangkauan pemasaran.

    “Keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia menjadi kesempatan bagi produk unggulan desa di Kabupaten Maybrat untuk lebih dikenal dan membuka peluang pasar yang lebih luas,” ujar Yansen.

    Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk membangun hubungan bisnis, mengenalkan keunggulan produk, serta menjajaki peluang kerja sama dengan calon pembeli dan mitra usaha.

    “Produk lokal memiliki potensi untuk berkembang apabila didukung peningkatan kualitas, kemasan yang menarik, serta strategi pemasaran yang tepat,” katanya.

    Dalam kegiatan tersebut, BUM Desa Mandiri Men diwakili oleh direkturnya, Sonita Naa. Kehadirannya diharapkan dapat memperluas promosi produk, membangun jejaring usaha, menjalin kemitraan dengan calon pembeli, sekaligus memperoleh informasi mengenai kebutuhan dan perkembangan pasar.

    Selain promosi, kesiapan produk menjadi faktor penting untuk memperluas pemasaran. Berdasarkan informasi Program TEKAD, kedua produk tersebut telah memiliki izin usaha dan izin edar. Kelengkapan legalitas ini menjadi modal untuk mendukung pemasaran sesuai ketentuan yang berlaku dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

    Produk Kampung Maybrat Bidik Pasar Internasional, Kacang Sangrai dan Keripik Keladi Tampil di TEI 2026
    Produk unggulan Maybrat, Kacang Sangrai dan Keripik Keladi tembus Pasar Dunia

    Trade Expo Indonesia merupakan pameran dagang internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Ajang ini menjadi sarana untuk mempromosikan produk Indonesia, mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis, serta membuka peluang perluasan pasar, termasuk perdagangan ekspor.

    Bagi Kabupaten Maybrat, partisipasi ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan Kacang Sangrai dan Keripik Keladi, tetapi juga membuka jalan bagi produk-produk desa lainnya untuk mendapatkan kesempatan serupa.

    “Harapan kami, produk unggulan kampung dapat terus berkembang, memiliki daya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pendapatan masyarakat serta penguatan ekonomi desa,” tutur Yansen.

    Ke depan, peningkatan kapasitas produksi, standardisasi mutu, perbaikan kemasan, promosi, dan penguatan jaringan distribusi perlu terus dilakukan agar usaha yang dibangun masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.

    Melalui Program TEKAD, Kabupaten Maybrat terus mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal agar produk kampung tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga berpeluang menjangkau pasar regional, nasional, hingga internasional.

  • Dukung Hilirisasi ala Prabowo, PP GPI: Ini Kunci Menuju Indonesia Emas 2045!

    Melanesiatimes.com – Dukungan terhadap program “Asta Cita” Presiden Terpilih Prabowo Subianto makin kencang! Kali ini datang dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), yang menyatakan komitmennya mendukung penuh agenda pembangunan Prabowo, khususnya soal hilirisasi dan pengembangan industri berbasis sumber daya alam.

    “Program ini, yang udah resmi tertuang di Perpres No. 12 Tahun 2025, menurut kita jadi senjata utama menuju Indonesia Emas 2045,” kata Irwan Abd. Hamid, Sekretaris Jenderal PP GPI, Jumat (16/05/2025).

    Irwan yang juga jebolan Magister Hukum STIH IBLAM Jakarta ini menjelaskan, hilirisasi alias proses mengolah bahan mentah jadi produk jadi, itu bukan cuma urusan pabrik—tapi soal masa depan ekonomi bangsa.

    “Bayangin deh, kalau semua bahan tambang kita olah di dalam negeri, bukan cuma nilai tambahnya lebih gede, tapi juga bisa ciptain lapangan kerja dan ningkatin daya saing Indonesia di level global,” tegas Irwan.

    Ia juga menyoroti keberhasilan hilirisasi bijih nikel yang dimulai sejak 2009 lewat UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. “Dulu kita kirim ore ke luar negeri, sekarang bisa diolah sendiri. Itu artinya, Indonesia nggak cuma jadi tukang gali, tapi juga tukang olah!”

    Dan efeknya nyata. Di Maluku Utara, industri nikel menyerap tenaga kerja besar-besaran. Contohnya:

    • Harita Nickel (Pulau Obi): 30.000 pekerja (20 ribu di antaranya karyawan tetap)

    • Sahid Kawasi: Lebih dari 18.000 orang

    • IWIP (Weda Bay): Hingga 2025 udah serap 82.000 tenaga kerja, 80% dari warga lokal

    Irwan juga buka suara soal kampanye hitam dari beberapa LSM asing dan LSM lokal yang didanai pihak luar negeri. Menurutnya, mereka sengaja bikin narasi negatif untuk ganggu program hilirisasi nasional yang sudah mulai nunjukin hasil nyata.

    “Kita harus jadi garda depan jaga sumber daya alam kita. Jangan kasih celah buat pihak-pihak yang punya agenda terselubung ganggu arah pembangunan kita,” tegas Irwan.

    Sebagai anak asli Ternate, Irwan bangga hilirisasi bisa bantu naikin ekonomi Maluku Utara. FYI, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tahun 2024 tembus 13,73%, tertinggi se-Indonesia! Kontribusi utamanya datang dari sektor industri pengolahan yang menyumbang 24,69%. Bandingin sama rata-rata nasional yang cuma 5,03%.

    “Jangan ragu dukung hilirisasi. Ini bukan cuma strategi ekonomi, tapi jalan kita menuju masa depan Indonesia yang mandiri dan maju,” pungkas Irwan.