Tag: ERB

  • BI dan TNI AL Kerahkan Rp10,6 Miliar, Ekspedisi Rupiah Berdaulat Sasar Enam Pulau di Papua

    Melanesiatimes.com, Sorong PBD – Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut kembali memperkuat komitmen menjaga ketersediaan uang Rupiah yang layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

    Dalam ekspedisi yang berlangsung pada 20–28 Oktober 2026 tersebut, Bank Indonesia menyiapkan modal kerja sebesar Rp10,6 miliar untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat di enam pulau sasaran. Kegiatan ini menggunakan KRI Layaran-854 sebagai sarana operasional untuk menjangkau wilayah kepulauan yang sulit diakses melalui jalur darat.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) dan jajaran TNI AL atas dukungan serta kerja sama yang selama ini terjalin dalam mendukung kelancaran distribusi uang Rupiah di berbagai wilayah Indonesia.

    “Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Bapak Kasal dan TNI Angkatan Laut atas sinergi yang telah berjalan dengan baik. Kami berharap kerja sama ini terus diperkuat ke depannya,” ujar Setian dalam sambutannya pada seremoni pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026.

    Menurutnya, distribusi uang Rupiah di Indonesia memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis negara yang terdiri atas ribuan pulau, berbatasan dengan sejumlah negara, serta masih terbatasnya infrastruktur di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil.

    “Dalam pelaksanaan tugas pengedaran uang Rupiah, Bank Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, kami membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya TNI Angkatan Laut yang memiliki armada dan kemampuan operasional untuk menjangkau wilayah dari Sabang sampai Merauke,” jelasnya.

    Setian menuturkan, sinergi antara Bank Indonesia dan TNI AL telah berlangsung sejak 2012. Dalam kurun waktu 2012–2025, kedua institusi telah melaksanakan 150 kali kegiatan layanan kas keliling di wilayah 3T dengan menjangkau 766 pulau.

    Pada 2025, program tersebut berhasil menjangkau 18 provinsi dan 91 pulau di wilayah 3T, dengan realisasi penukaran uang Rupiah mencapai Rp154,4 miliar. Kegiatan ekspedisi juga dilengkapi pelayanan kesehatan bersama tim medis TNI AL, bantuan sosial melalui kerja sama dengan Baznas, serta edukasi bela negara.

    Keberhasilan program ini turut mengantarkan Bank Indonesia meraih penghargaan Currency Initiative dalam ajang 11th Annual Central Banking Awards 2024 di London, Inggris. Penghargaan tersebut diberikan atas upaya BI melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat dalam memastikan masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar.

    Memasuki 2026, pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat diperluas dengan target 19 kegiatan di 19 provinsi dan jangkauan 97 pulau di wilayah 3T. Perluasan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemerataan layanan kas sekaligus memperkuat penggunaan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Khusus untuk wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, modal kerja yang disiapkan mencapai Rp10,6 miliar. Jumlah tersebut meningkat 10,4% dibandingkan modal kerja pada ekspedisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp9,6 miliar.

    “Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, kami ingin memastikan masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terpencil tetap mendapatkan akses terhadap uang Rupiah yang layak edar,” ungkap Setian.

    Ia menjelaskan, enam pulau yang menjadi sasaran ekspedisi kali ini meliputi Kaimana, Namatota, Arguni, Yeliu, Sauwandarek, dan Waisai. Tim yang terlibat terdiri atas Pejuang Rupiah dari Kantor Perwakilan BI Papua Barat, Departemen Pengelolaan Uang, serta sejumlah kantor perwakilan BI lainnya.

    Selain memberikan layanan penukaran uang melalui layanan ritel dan wholesale, ekspedisi ini juga menghadirkan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kondisi fisik uang, menggunakan Rupiah secara bijak, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap mata uang nasional.

    Tidak hanya itu, masyarakat di pulau-pulau yang dikunjungi juga akan mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis melalui kolaborasi dengan TNI AL.

    BI dan TNI AL Kerahkan Rp10,6 Miliar, Ekspedisi Rupiah Berdaulat Sasar Enam Pulau di Papua
    Foto bersama saat melepaskan Rombongan Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke enam pulau di papua

    “Kami juga memberikan edukasi dan sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kami berharap kehadiran ekspedisi ini memberikan manfaat nyata, bukan hanya dari sisi layanan keuangan, tetapi juga bagi kehidupan sosial masyarakat,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Setian turut memohon dukungan Gubernur Papua Barat Daya beserta jajaran pemerintah daerah agar pelaksanaan ekspedisi dapat berjalan lancar, khususnya dalam menjangkau pulau-pulau sasaran di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

    Ia berharap sinergi antara Bank Indonesia, TNI AL, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna mendukung pemerataan layanan keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia.

    Mengusung tema “Jelajah Rupiah untuk Kedaulatan Negeri di Timur Indonesia”, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 diharapkan mampu memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar, memperluas literasi masyarakat tentang Rupiah, dan memperkuat kedaulatan negara hingga ke pulau-pulau terluar.

    Melalui ekspedisi ini, Bank Indonesia bersama TNI AL menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan yang lebih merata sekaligus memastikan Rupiah tetap menjadi simbol kedaulatan ekonomi bangsa di seluruh pelosok Indonesia.

  • Jaga Kedaulatan Rupiah hingga Pulau Terluar, Gubernur PBD Lepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengapresiasi komitmen Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut dalam menjaga ketersediaan uang Rupiah yang layak edar sekaligus memperluas pelayanan bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

    Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Papua Barat Daya melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, dalam acara pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Gedung Serbaguna Frans Kaisiepo, Kodaeral Papua Barat Daya, Selasa (20/10/2026).

    Ekspedisi yang berlangsung selama delapan hari, mulai 20 hingga 28 Oktober 2026, ini akan menjangkau sejumlah wilayah kepulauan di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan masyarakat di daerah yang memiliki tantangan geografis tetap memperoleh akses terhadap uang Rupiah dengan jumlah cukup, pecahan sesuai kebutuhan, dan kondisi layak edar.

    Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Yusdi Lamatenggo, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyampaikan penghargaan kepada Bank Indonesia atas konsistensinya dalam menjaga ketersediaan Rupiah hingga ke wilayah kepulauan.

    “Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia atas komitmennya dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup dan layak edar hingga menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah yang memiliki tantangan geografis,” demikian petikan sambutan Gubernur.

    Penghargaan juga diberikan kepada TNI Angkatan Laut atas dukungan, pengamanan, dan kerja sama yang memungkinkan pelayanan negara menjangkau masyarakat di wilayah 3T.

    Gubernur menegaskan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat bukan sekadar kegiatan pendistribusian dan penukaran uang, melainkan juga bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan mata uang sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

    “Rupiah adalah alat pembayaran yang sah, tetapi juga simbol kedaulatan, identitas bangsa, dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kehadiran Rupiah yang layak edar hingga pulau-pulau terluar memiliki arti strategis bagi persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya dalam sambutan tersebut.

    Usai kegiatan di Gedung Serbaguna Frans Kaisiepo, Gubernur Papua Barat Daya bersama rombongan melanjutkan agenda menuju pelabuhan untuk melepas secara langsung Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 yang akan bertugas menjangkau sejumlah wilayah kepulauan.

    Adapun daerah yang menjadi tujuan ekspedisi meliputi Waisai, Sauwandarek, Kaimana, Pulau Namatota, Pulau Arguni, dan Yeliu. Selama pelaksanaan misi tersebut, tim akan memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah tujuan, khususnya terkait penukaran uang Rupiah dan edukasi tentang pentingnya menjaga kedaulatan mata uang nasional.

    Pelepasan tim ekspedisi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan keuangan agar masyarakat di daerah terpencil dan kepulauan dapat memperoleh uang Rupiah yang layak edar. Kehadiran tim juga diharapkan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai peran Rupiah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

    Jaga Kedaulatan Rupiah hingga Pulau Terluar, Gubernur PBD Lepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026
    Kepala Dinas Pariwisata PBD, Yusdi Lamatenggo, Mewakili Gubernur Papua Barat Daya Memberikan Sambutan dalam acara Ekspedisi Rupiah Berdaulat.

    Tak Hanya Penukaran Uang, Ekspedisi Juga Dukung Pencegahan Stunting

    Selain pelayanan keuangan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 juga mendapat apresiasi karena turut mendukung pelayanan kesehatan dan upaya pencegahan stunting bagi masyarakat di wilayah kepulauan Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

    “Perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya ibu, anak, dan keluarga, merupakan bagian penting dari pembangunan manusia dan peningkatan kualitas hidup. Dukungan serta kolaborasi lintas sektor seperti ini menunjukkan bahwa kehadiran negara di wilayah 3T tidak hanya berkaitan dengan layanan ekonomi, tetapi juga kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat,” demikian disampaikan dalam sambutan Gubernur.

    Ia berharap dukungan pelayanan kesehatan dan pencegahan stunting dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, menjaga kesehatan keluarga, serta memantau tumbuh kembang anak sejak dini.

    Menurutnya, sinergi antara Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

    “Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mendukung penuh kegiatan ini dan berharap sinergi antara Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat,” tegasnya dalam sambutan tersebut.

    Gubernur juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai Rupiah dengan mengenali ciri keasliannya, merawat uang dengan baik, dan menggunakan Rupiah dalam transaksi di seluruh wilayah NKRI. Selain itu, dukungan terhadap edukasi kesehatan dan pencegahan stunting dinilai penting untuk mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.

    Kepada seluruh anggota Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur berpesan agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kesehatan, memperkuat koordinasi, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

    “Saya berpesan agar seluruh anggota tim senantiasa mengutamakan keselamatan, menjaga kesehatan, memperkuat koordinasi, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta semangat pengabdian,” demikian pesan Gubernur.

    Ia berharap seluruh rangkaian ekspedisi pada 20–28 Oktober 2026 dapat berjalan lancar dan aman serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah 3T.

    Menutup sambutannya, Gubernur kembali menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut atas sinergi dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan Papua Barat dan Papua Barat Daya.

    Kerja sama tersebut diharapkan terus berlanjut guna memperluas pemerataan pelayanan publik, meningkatkan akses keuangan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.