Tag: Hari

  • Bank Maluku Malut Kucurkan CSR Rp100 Juta di HUT Masohi ke-69, Dua Rumah Warga Jadi Sasaran Bedah Rumah

    Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah – Momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Masohi ke-69 tidak hanya diwarnai kemeriahan hiburan dan pertunjukan seni budaya, tetapi juga diisi dengan aksi kepedulian sosial. Bank Maluku Maluku Utara (Maluku Malut) Cabang Masohi menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp100 juta kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk mendukung program bedah rumah bagi masyarakat.

    Penyerahan bantuan tersebut berlangsung pada malam puncak perayaan HUT Kota Masohi ke-69 yang dipusatkan di kawasan Pelabuhan Feri Amahai, Masohi, Selasa (3/11/2026). Acara berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan budaya serta konser musik yang menghadirkan penyanyi Fresly Nikijuluw.

    Kehadiran Bank Maluku Malut dalam momentum tersebut menjadi wujud nyata dukungan sektor perbankan terhadap pembangunan daerah, terutama dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

    Kepala Bank Maluku Malut Cabang Masohi, Rahman Hamsidi, mengatakan bahwa pihaknya memiliki komitmen untuk terus membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Maluku Tengah.

    “Bank Maluku Malut Cabang Masohi sebagai mitra dari Pemda sangat mendukung pembangunan di Maluku Tengah. Nah, tahun ini kami memberikan CSR untuk kegiatan bedah rumah,” ungkap Rahman.

    Ia menjelaskan, bantuan CSR sebesar Rp100 juta tersebut secara khusus dialokasikan untuk membiayai program bedah rumah bagi dua keluarga penerima manfaat. Masing-masing rumah mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp50 juta.

    “Untuk yang diserahkan pada acara puncak HUT Kota Masohi, kami berikan seratus juta, diperuntukkan untuk dua rumah dengan rincian masing-masing rumah Rp50 juta,” jelasnya.

    Menurut Rahman, bantuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus bentuk kontribusi nyata dunia perbankan dalam mendukung pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

    Ia menilai, sinergi antara pemerintah dan lembaga perbankan sangat diperlukan agar berbagai program pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

    “Kalau dari Bank Maluku Malut sendiri ini kan sebagai mitra Pemda, berharap bantuan dari Bank Maluku Malut itu dapat menyejahterakan masyarakat dan membantu pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah,” ujarnya.

    Lebih jauh, Rahman berharap program bedah rumah tersebut dapat memberikan perubahan positif bagi kehidupan keluarga penerima manfaat. Sebab, hunian yang layak merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang turut menentukan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

    “Terutama pada persoalan kualitas hidup masyarakat yang bisa menjadi lebih baik dengan bantuan CSR yang diberikan serta menunjang perekonomian keluarga,” harapnya.

    Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memperluas jangkauan program peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang masih membutuhkan tempat tinggal layak dan aman.

    Melalui penyaluran CSR ini, Bank Maluku Malut Cabang Masohi kembali menegaskan peran dunia perbankan sebagai mitra pembangunan daerah. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

    Di tengah perayaan HUT Kota Masohi ke-69, bantuan Rp100 juta tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian yang diharapkan membawa manfaat nyata bagi dua keluarga penerima program bedah rumah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Maluku Tengah. (HUAT)

  • HUT ke-75 Humas Polri, Polda Papua Barat Daya Gelar Donor Darah Bersama Insan Pers

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Humas Polri, Polda Papua Barat Daya menggelar aksi donor darah yang melibatkan jajaran kepolisian dan insan pers di Mapolda Papua Barat Daya, Jumat (30/10/2026). Kegiatan bertema “Humas Menjaga Reputasi Polri” tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan media.

    Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Humas Polri yang diarahkan tidak hanya pada penguatan komunikasi publik, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan transfusi darah.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Hengkelare, menjelaskan bahwa peringatan HUT Humas Polri juga diisi dengan kegiatan edukasi kepada pelajar tingkat SMP dan SMA.

    Dalam kegiatan tersebut, Bidhumas Polda Papua Barat Daya memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, judi online, penipuan digital, serta pentingnya literasi media agar generasi muda lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

    Jenny mengatakan, edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat, terutama kalangan pelajar, agar mampu mengenali informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

    “Humas Polri berperan sebagai garda terdepan dalam menyebarkan informasi publik dan kinerja kepolisian kepada masyarakat,” ujar Jenny kepada awak media.

    Ia menambahkan, Bidhumas Polda Papua Barat Daya terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan media massa, pemerintah daerah, serta unsur TNI-Polri untuk memperluas penyebaran informasi positif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

    Sementara itu, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Papua Barat Daya, Aris Balubun, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan donor darah yang melibatkan anggota kepolisian dan insan pers.

    Menurut Pemimpin Redaksi Koreri.com tersebut, donor darah merupakan kegiatan sosial yang memiliki manfaat nyata karena darah yang disumbangkan dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi dalam kondisi medis tertentu.

    “Kami dari insan pers menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Donor darah bukan hanya tentang membantu sesama, tetapi juga menjadi wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Setetes darah yang kita sumbangkan bisa sangat berarti bagi keselamatan nyawa orang lain,” ungkap Aris.

    Ia menilai, keterlibatan insan pers dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan kemitraan antara Polri dan media dapat dibangun melalui berbagai kegiatan positif, tidak hanya sebatas tugas jurnalistik dan penyampaian informasi kepada publik.

    Aris berharap, kegiatan donor darah dapat menjadi agenda sosial yang dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semangat kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terus tumbuh di lingkungan kepolisian maupun insan pers.

    “Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan dalam momentum HUT Humas Polri, tetapi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Semoga melalui kegiatan ini, semangat berbagi, kepedulian sosial, dan sinergi antara Polri dengan insan pers semakin kuat,” tutupnya.

    Peringatan HUT ke-75 Humas Polri ini menjadi momentum untuk memperkuat peran kehumasan dalam membangun komunikasi yang terbuka, informatif, dan konstruktif dengan masyarakat.

    Melalui kegiatan sosial seperti donor darah, Polda Papua Barat Daya menunjukkan bahwa upaya membangun kepercayaan publik juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.

  • Hari Santri Nasional 2026, BKPRMI dan Salimah Serukan Pesantren Aman dari Kekerasan

    Melanesiatimes.com, Jakarta – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran pondok pesantren sebagai pusat pendidikan akhlak, pembentukan karakter, dan penjagaan nilai-nilai moral generasi muda. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital, pesantren didorong meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk perundungan (bullying), kekerasan fisik, dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berasrama.

    Ketua Umum DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), H. Nanang Mubarok, S.H.I., M.Sos., menegaskan bahwa pesantren dan masjid harus menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, serta menjunjung tinggi nilai-nilai adab.

    Menurutnya, tidak boleh ada pembiaran terhadap segala bentuk kekerasan yang dapat mengancam keselamatan, martabat, dan masa depan para santri.

    “Santri adalah aset terbesar peradaban bangsa. Hari Santri ini harus menjadi ikhtiar kolektif kita untuk memastikan lingkungan pesantren benar-benar aman, bersih, dan beradab. Tidak boleh ada ruang kompromi maupun sikap menutup mata terhadap bibit perundungan, kekerasan, apalagi perilaku seksual menyimpang di asrama. Menjaga santri berarti menjaga kesucian fitrah umat dan masa depan kepemimpinan Indonesia,” tegas Nanang di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

    Ia menekankan, upaya perlindungan santri membutuhkan komitmen bersama dari pengelola pesantren, tenaga pendidik, orang tua, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

    Sementara itu, Ketua Kajian PP Salimah sekaligus pegiat Gerakan Indonesia Berfitrah (GIF), Diana, menyoroti pentingnya langkah pencegahan yang sistematis dan keberanian mengungkap persoalan kekerasan di lingkungan asrama.

    Menurut Diana, pengawasan yang lemah, relasi senioritas yang tidak terkendali, serta minimnya saluran pengaduan dapat membuat kasus kekerasan sulit terungkap. Karena itu, pesantren dan orang tua perlu membangun mekanisme perlindungan yang konkret dan mudah diakses para santri.

    “Langkah pertama penyelamatan generasi adalah keberanian mengakui realitas dan menghentikan sikap penyangkalan. Data menunjukkan bahwa bahaya nyata kerap mengintai di balik celah minimnya pengawasan tata ruang dan relasi senioritas yang tak terkontrol. Pesantren dan orang tua harus bergandengan tangan membangun sistem mitigasi yang konkret—mulai dari audit tata ruang fisik kamar santri, penyaringan rekam jejak mental pembina, hingga membangun kanal pengaduan yang aman bagi santri,” ujar Diana.

    Ia juga mengingatkan bahwa keberanian melaporkan tindakan yang melanggar batasan tubuh dan kehormatan merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan sesama santri, bukan tindakan yang harus dipandang sebagai bentuk ketidaksetiaan terhadap lingkungan pesantren.

    Sebagai langkah nyata, Gerakan Indonesia Berfitrah bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan dan pemerhati pendidikan mendorong penerapan standar keamanan asrama. Usulan tersebut meliputi penataan tempat tidur, pengurangan area yang tidak terpantau, penerapan prosedur sanitasi yang aman, serta pembekalan kemampuan deteksi dini bagi musyrif dan guru asrama.

    Penguatan pengawasan juga perlu disertai mekanisme pengaduan yang aman, perlindungan terhadap korban, serta penanganan laporan secara profesional. Dengan demikian, setiap dugaan kekerasan dapat ditindaklanjuti tanpa intimidasi maupun upaya menutupi kejadian.

    Menyambut Hari Santri Nasional 2026, GIF bersama BKPRMI dan PP Salimah mengajak pimpinan pondok pesantren, para asatidz, komite sekolah, serta wali santri di seluruh Indonesia memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat.

    Ajakan tersebut diwujudkan melalui penerapan protokol kewaspadaan asrama, pembenahan tata ruang, edukasi perlindungan diri, serta kampanye publik melalui media sosial dengan tagar

    #HariSantriBerfitrah, #PesantrenAmanAdabTerjaga, #GenerasiBerfitrah, dan #TolakKekerasanAsrama.

    Selain kampanye edukasi, Gerakan Indonesia Berfitrah juga membuka saluran komunikasi untuk menerima pengaduan dan bertukar informasi mengenai dugaan perundungan, kekerasan, serta persoalan perilaku seksual di institusi pendidikan.

    Melalui gerakan ini, seluruh pihak diharapkan semakin aktif membangun budaya saling menjaga, menghormati martabat setiap santri, dan memastikan pesantren menjadi tempat belajar yang aman, beradab, serta mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.