Tag: Jalan

  • Proyek Jalan Teminabuan–Konda Rp7,9 Miliar Disorot, Komisi III DPRP PBD Ingatkan Risiko SiLPA

    Melanesiatimes.com, SorSel PBD — Pelaksanaan pembangunan ruas jalan Teminabuan–Konda yang dibiayai melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 menjadi perhatian serius Komisi III DPR Papua Barat Daya. Pasalnya, proyek dengan alokasi anggaran Rp7,9 miliar dan panjang efektif sekitar 8 kilometer tersebut dinilai belum menunjukkan perkembangan fisik yang signifikan saat dilakukan peninjauan lapangan.

    Ketua Komisi III DPRP Papua Barat Daya, Max Hehanussa, bersama Wakil Ketua II DPRP Papua Barat Daya, Fredy Marlissa, dan sejumlah anggota komisi turun langsung ke Kabupaten Sorong Selatan, pada Kamis (8/10/2026).

    Kunjungan ini dilakukan guna melihat perkembangan pekerjaan sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur daerah.

    Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya DPRP memastikan program pembangunan yang menggunakan anggaran daerah dapat direalisasikan sesuai perencanaan, terutama proyek yang memiliki peran penting bagi konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

    Max Hehanussa menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi pelaksanaan proyek yang telah masuk dalam program APBD Perubahan 2026. Menurutnya, pengawasan di lapangan diperlukan agar setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

    “Kami hadir di sini untuk melihat langsung perkembangan fisik pekerjaan yang dianggarkan dalam APBD Perubahan, khususnya ruas jalan Teminabuan–Konda dengan panjang efektif sekitar 8 kilometer dan anggaran Rp7,9 miliar,” ujar Max.

    Ia mengungkapkan, proses pelelangan proyek tersebut telah berjalan. Namun, hasil pemantauan menunjukkan bahwa perkembangan pekerjaan fisik belum terlihat secara berarti. Kondisi ini dinilai perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi melalui perangkat daerah teknis yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek.

    Menurut Max, percepatan pelaksanaan pekerjaan menjadi hal penting mengingat waktu yang tersedia semakin terbatas. Jika realisasi anggaran tidak berjalan sesuai target, terdapat risiko anggaran tidak terserap secara optimal dan menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) pada 2027.

    “Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah provinsi. Pengawasan dari Komisi III DPR Papua Barat Daya akan kami lakukan secara melekat agar pelaksanaan pekerjaan benar-benar berjalan sesuai target,” tegasnya.

    Komisi III menilai, keterlambatan pelaksanaan proyek infrastruktur tidak hanya berpotensi memengaruhi penyerapan anggaran, tetapi juga dapat menunda manfaat pembangunan yang seharusnya segera dirasakan masyarakat.

    Karena itu, pemerintah provinsi dan organisasi perangkat daerah terkait diharapkan mengambil langkah konkret untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan efektif, tanpa mengabaikan kualitas konstruksi maupun ketentuan yang berlaku.

    Sementara itu, Wakil Ketua II DPRP Papua Barat Daya, Fredy Marlissa, menyoroti pentingnya ruas jalan Teminabuan–Konda bagi masyarakat Sorong Selatan, khususnya dalam menunjang distribusi hasil perkebunan dan hasil laut dari kawasan pesisir.

    Proyek Jalan Teminabuan–Konda Rp7,9 Miliar Disorot, Komisi III DPRP PBD Ingatkan Risiko SiLPA
    Kunjungan Kerja Komisi III DPRP Papua Barat Daya di Sorong Selatan

    Menurut Fredy, akses jalan yang memadai akan membantu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung kegiatan ekonomi warga. Oleh sebab itu, pembangunan ruas tersebut perlu diselesaikan sesuai jadwal yang direncanakan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Barat Daya.

    “Kami berharap jalan ini bisa difungsikan sesuai harapan masyarakat. Akses tersebut sangat penting untuk mendistribusikan hasil kebun maupun hasil laut dari wilayah pesisir,” ungkap Fredy.

    Ia juga meminta kontraktor pelaksana memanfaatkan kondisi cuaca yang relatif mendukung untuk mempercepat pekerjaan. Langkah tersebut dinilai penting agar proses pembangunan tidak semakin terkendala apabila terjadi perubahan cuaca.

    Dengan waktu pelaksanaan yang tersisa sekitar tiga bulan, Fredy berharap seluruh pihak terkait dapat bekerja maksimal sehingga proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Melalui kunjungan kerja ini, Komisi III DPRP Papua Barat Daya menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan pembangunan infrastruktur di daerah. Pengawasan tersebut diarahkan untuk mendorong ketepatan waktu, efektivitas penggunaan anggaran, serta memastikan pembangunan jalan Teminabuan–Konda mampu meningkatkan aksesibilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Sorong Selatan.

  • Jelang Natal, Komisi III DPRP PBD Dorong Percepatan Pembangunan Jalan Wayer–Waigo

    Melanesiatimes.com, Sorong Selatan, PBD — Percepatan pembangunan ruas jalan Wayer–Waigo menjadi perhatian Komisi III DPR Papua Barat Daya. Infrastruktur yang menghubungkan Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Sorong Selatan tersebut diharapkan dapat diselesaikan sesuai target pada Desember 2026, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat menjelang perayaan Natal.

    Harapan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRP Papua Barat Daya, Max Hehanussa, saat melakukan kunjungan kerja bersama Wakil Ketua II DPRP Papua Barat Daya, Fredy Marlissa, dan sejumlah anggota Komisi III, Rabu (7/10/2026).

    Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur, transportasi, pelabuhan, dan perhubungan di Kabupaten Sorong Selatan.

    Max menegaskan, ruas jalan Wayer–Waigo memiliki peran strategis bagi masyarakat karena menjadi salah satu jalur penting yang menghubungkan dua kabupaten. Kondisi akses jalan yang memadai dinilai sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas warga, memperlancar distribusi barang, serta mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.

    Menurutnya, pembangunan jalan tersebut juga menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini mengharapkan peningkatan kualitas akses transportasi di wilayah tersebut.

    “Kami berterima kasih karena pemerintah provinsi sudah mengambil langkah, sehingga melalui APBD ini pekerjaan jalan tersebut bisa dilaksanakan. Kami berharap pada Desember nanti pekerjaan sudah selesai,” ujar Max.

    Ia menjelaskan, berdasarkan informasi pada papan proyek, masa pelaksanaan pekerjaan direncanakan selama tiga bulan. Spesifikasi konstruksi yang disampaikan dalam peninjauan meliputi lapisan beton semen setebal 20 sentimeter dan lapisan RS setebal 5 sentimeter.

    Max berharap pekerjaan tersebut tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Dengan demikian, jalan yang dibangun dapat digunakan secara optimal dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

    Di sisi lain, Wakil Ketua II DPRP Papua Barat Daya, Fredy Marlissa, mengingatkan kontraktor pelaksana agar tidak menyia-nyiakan kondisi cuaca yang mendukung. Menurutnya, percepatan pekerjaan perlu dilakukan agar target penyelesaian yang telah direncanakan dapat tercapai.

    “Kami berharap kontraktor yang melaksanakan pekerjaan ini bisa memanfaatkan kondisi cuaca saat ini untuk mencapai target sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” kata Fredy.

    Ia menilai, penyelesaian pembangunan sebelum Natal akan membantu kelancaran aktivitas masyarakat, terutama warga yang melakukan perjalanan maupun kegiatan ekonomi antara Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Sorong Selatan.

    Karena itu, Fredy berharap seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah hingga kontraktor pelaksana, dapat menjalankan tanggung jawab masing-masing secara maksimal.

    Komisi III DPRP Papua Barat Daya memastikan pengawasan terhadap pembangunan tersebut menjadi bagian penting dari upaya mendorong pemerataan infrastruktur di daerah. Penyelesaian jalan Wayer–Waigo diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarkabupaten sekaligus membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah Papua Barat Daya.

    Dengan target penyelesaian pada Desember 2026, masyarakat kini menantikan realisasi pembangunan tersebut agar akses transportasi yang lebih baik dapat segera dinikmati, khususnya menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat pada perayaan Natal.