Tag: KPU Papua Barat Daya

  • KPU Papua Barat Daya Dorong Pemilih Disabilitas Pahami Hak Politik Sejak Bangku Sekolah

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong PBD – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat Daya terus memperkuat pendidikan politik bagi pemilih pemula melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih di SMA Luar Biasa (SMALB) Kota Sorong, Kamis (6/8/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KPU Papua Barat Daya mendorong penyelenggaraan pemilu yang inklusif, sekaligus memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses informasi dan kesempatan yang setara untuk memahami hak serta proses demokrasi.

    Sosialisasi dihadiri Ketua KPU Provinsi Papua Barat Daya, Andarias D. Kambu, bersama jajaran anggota KPU Papua Barat Daya, yakni Jefri O. Kambu selaku Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi (Rendatin), Fatmawati selaku Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM (Sosdiklih, Parmas dan SDM), serta Alexander Duwit selaku Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan.

    Kehadiran jajaran komisioner KPU tersebut tidak sekadar memberikan materi, tetapi juga membuka ruang dialog langsung dengan para siswa yang masuk dalam kategori pemilih pemula. Edukasi diarahkan agar para siswa memahami bahwa keterbatasan fisik maupun sensorik tidak menjadi penghalang untuk menggunakan hak politik sebagai warga negara.

    Dari total 36 siswa SMA yang ada di SMALB tersebut, sebanyak 25 siswa telah berusia 17 tahun ke atas sehingga masuk dalam kategori pemilih pemula. Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan aktif berinteraksi dengan jajaran KPU.

    Dalam sesi sosialisasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai hak pilih, pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, serta tahapan penyelenggaraan pemilu. Para siswa juga diberikan kesempatan menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman terkait aksesibilitas dalam pelaksanaan pemilu.

    Ketua KPU Papua Barat Daya, Andarias D. Kambu, menegaskan bahwa pendidikan pemilih harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

    «“Penyandang disabilitas memiliki hak politik yang sama dengan warga negara lainnya. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan mereka memahami hak pilihnya, berani berpartisipasi, dan dapat menggunakan hak suaranya secara mandiri, bebas, dan bermartabat,” ujar Andarias.»

    Sementara itu, Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Papua Barat Daya, Fatmawati, menekankan bahwa pemilu yang inklusif tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas tempat pemungutan suara (TPS) yang ramah bagi penyandang disabilitas.

    Menurutnya, aspek yang tidak kalah penting adalah memastikan informasi kepemiluan dapat diakses dan dipahami oleh seluruh kelompok pemilih dengan karakteristik dan kebutuhan yang berbeda.

    Antusiasme para siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti diskusi, serta menyampaikan pandangan mengenai pentingnya menggunakan hak suara dalam setiap proses demokrasi.KPU Papua Barat Daya Dorong Pemilih Disabilitas Pahami Hak Politik Sejak Bangku Sekolah

    Pendekatan dialogis yang diterapkan jajaran KPU membuat kegiatan berlangsung komunikatif dan mudah dipahami. Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi KPU untuk mendengar secara langsung kebutuhan pemilih disabilitas, khususnya terkait akses informasi dan pelayanan kepemiluan.

    Melalui kegiatan ini, KPU Papua Barat Daya berharap kesadaran politik serta partisipasi pemilih dari kalangan penyandang disabilitas dapat terus meningkat. Pendidikan pemilih sejak bangku sekolah dinilai penting untuk menumbuhkan budaya demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan berkeadilan.

    KPU Papua Barat Daya menegaskan bahwa demokrasi harus memberikan ruang yang sama bagi seluruh warga negara. Karena itu, tidak boleh ada kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, yang tertinggal dalam memperoleh informasi maupun menggunakan hak politiknya dalam proses demokrasi di Indonesia.

  • KPU Papua Barat Daya Gandeng Kejati Papua Barat, Perkuat Sinergi Hukum Demi Pemilu Berintegritas

    Melanesiatimes.com, Manokwari, PB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat Daya resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kejaksaan Tinggi Papua Barat sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara KPU Republik Indonesia dan Kejaksaan Republik Indonesia terkait pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan.

    Penandatanganan PKS berlangsung di Kantor KPU Provinsi Papua Barat di Manokwari, Selasa (14/7/2026).

    Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua KPU Papua Barat Daya, Andarias Daniel Kambu, bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Basuki Sukardjono, S.H., M.H.

    Kegiatan ini turut dihadiri seluruh anggota KPU Papua Barat Daya, Sekretaris KPU Papua Barat Daya, serta jajaran pejabat struktural di lingkungan Sekretariat KPU Papua Barat Daya. Kehadiran seluruh unsur pimpinan menjadi bukti komitmen dalam memperkuat koordinasi dan kemitraan strategis antara kedua lembaga.

    Sebagai simbol penguatan hubungan kelembagaan, usai penandatanganan perjanjian kerja sama kedua pimpinan saling bertukar plakat. Momen tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sinergi yang berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan tugas masing-masing institusi.

    Ketua KPU Papua Barat Daya, Andarias Daniel Kambu, mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi KPU, khususnya pada aspek hukum dan tata kelola kelembagaan.

    “Melalui PKS ini, KPU Papua Barat Daya dan Kejaksaan Tinggi Papua Barat berkomitmen meningkatkan koordinasi dan kolaborasi melalui pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, pendampingan hukum, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai bentuk kerja sama lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Andarias.

    Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum dalam setiap pelaksanaan tugas KPU sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional dan akuntabel.

    Dengan terjalinnya kerja sama tersebut, KPU Papua Barat Daya optimistis penyelenggaraan pemilu di wilayahnya akan semakin berintegritas, transparan, serta mendapat dukungan hukum yang kuat dalam menjalankan setiap tahapan kepemiluan.

  • Perkuat Silaturahmi di Bulan Suci, KPU PBD Gelar Kajian Ramadhan dan Buka Puasa Bersama

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat Daya menggelar kegiatan Kajian Ramadhan dan buka puasa bersama sebagai upaya mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai toleransi antarpegawai di lingkungan lembaga tersebut. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat KPU Provinsi Papua Barat Daya pada Jumat (13/3/2026).

    Ketua KPU Provinsi Papua Barat Daya, Andarias Daniel Kambu, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap rekan-rekan Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

    Ia menjelaskan, momentum Ramadhan dimanfaatkan oleh keluarga besar KPU Papua Barat Daya untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan kerja.

    “Kegiatan ini kami lakukan karena saat ini kita berada di bulan suci Ramadhan, di mana rekan-rekan kita yang beragama Islam sedang menjalankan ibadah puasa. Sebagai keluarga besar KPU Papua Barat Daya, kami memandang penting untuk meningkatkan kebersamaan dan mempererat silaturahmi di antara kita,” ujar Andarias.

    Menurutnya, kegiatan kajian Ramadhan dan buka puasa bersama ini merupakan inisiatif internal yang diprakarsai oleh jajaran KPU Papua Barat Daya sebagai bagian dari upaya membangun suasana kerja yang harmonis.

    “Program ini diprakarsai oleh KPU Papua Barat Daya sendiri, dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap nilai toleransi antarpegawai di lingkungan Sekretariat KPU Provinsi maupun KPU kabupaten dan kota di Papua Barat Daya,” katanya.

    Andarias menambahkan, kegiatan keagamaan seperti ini penting untuk terus dilaksanakan oleh seluruh pegawai, meskipun KPU memiliki kesibukan dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu.

    “Kegiatan kerohanian seperti ini harus terus dijalankan, baik oleh teman-teman Muslim, Kristen, Hindu, Buddha maupun agama lainnya. Walaupun kita sibuk dengan tugas sebagai penyelenggara pemilu, tetapi penguatan iman sangat penting agar kita tetap teguh dalam menjalankan tugas sesuai aturan,” ungkapnya.

    Perkuat Silaturahmi di Bulan Suci, KPU PBD Gelar Kajian Ramadhan dan Buka Puasa Bersama
    Perkuat Silaturahmi di Bulan Suci KPU Papua Barat Daya Bersama KPU Kabupaten Kota.

    Ia juga menegaskan bahwa dengan iman yang kuat, para penyelenggara pemilu diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai godaan maupun tekanan dalam menjalankan tugas.

    “Kita melaksanakan tugas yang menyangkut kepentingan banyak orang. Karena itu kita bisa saja menghadapi berbagai ujian dan cobaan. Melalui kegiatan seperti ini kita meneguhkan iman agar tetap menjalankan tugas sesuai ketentuan dan tidak mudah dipengaruhi,” tambahnya.

    Dalam kegiatan tersebut, KPU Provinsi Papua Barat Daya juga menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong, KH. Ustadz Abdul Manan Fakaubun, S.Pd, yang memberikan tausiyah kepada para peserta. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga keadilan, toleransi, serta memperkuat persaudaraan antarumat beragama.

    “Bulan Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang bagaimana kita memperbaiki akhlak, memperkuat keimanan, dan menjaga hubungan baik dengan sesama,” ujar Abdul Manan dalam tausiyahnya.

    Ia juga mengingatkan pentingnya sikap adil dan bijaksana dalam menyikapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

    “Keadilan harus menjadi pegangan dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika kita menyampaikan pendapat, termasuk dalam berdemonstrasi, harus dilakukan dengan cara yang baik, tidak merusak, dan tetap menghargai hak orang lain,” tegasnya.

    Selain itu, ia mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman yang ada di Papua Barat Daya.

    “Kita hidup di tengah masyarakat yang beragam suku, agama, dan budaya. Karena itu toleransi harus terus dijaga, agar persatuan dan kedamaian di daerah ini tetap terpelihara,” pesannya.

    Kegiatan kajian Ramadhan dan buka puasa bersama tersebut dihadiri perwakilan empat KPU kabupaten, yakni KPU Maybrat, KPU Sorong Selatan, KPU Kabupaten Sorong, dan KPU Tambrauw. Sementara dua KPU lainnya, yakni KPU Raja Ampat dan KPU Kota Sorong, tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut.

    Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan kerja antarpenyelenggara pemilu di wilayah Papua Barat Daya.

  • KPU Papua Barat Daya Lakukan Santunan dan Doa Bersama untuk Anak Yatim Pasca Pemilu

    Melanesiatimes.com – Setelah pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat provinsi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Barat Daya melaksanakan kegiatan santunan dan doa bersama untuk anak-anak yatim di dua panti asuhan.

    Acara yang penuh kehangatan ini diadakan di Panti Asuhan Suhan Putra Papua Muslim Aimas Unit 2 dan Panti Asuhan Sinar Kasih, kedua lokasi berada di Kabupaten Sorong pada Jumat (13/12/2024).

    Kegiatan ini berlangsung serentak di seluruh Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan solidaritas antar sesama dan memperlihatkan kepedulian terhadap generasi bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan ungkapan rasa syukur atas selesai dan lancarnya pelaksanaan Pemilihan Umum untuk gubernur dan wakil gubernur Papua Barat Daya serta pemilihan bupati, wakil bupati, walikota, dan wakil walikota di seluruh kabupaten se-Papua Barat Daya.

    KPU Provinsi Papua Barat Daya
    KPU Papua Barat Daya, Memberikan Santunan ke anak Yatim Piatu

    Giat ini dihadiri oleh Ketua dan seluruh anggota KPU Papua Barat Daya serta staf. Dalam sambutannya, Ketua KPU Papua Barat Daya, Andarias Daniel Kambu,  menekankan pentingnya memberikan perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan, khususnya di masa-masa pemulihan pasca pemilihan umum. “Kegiatan ini bukan hanya bentuk syukur, tetapi juga wujud kepedulian kita terhadap masa depan anak-anak yatim di daerah ini,” tuturnya.

    Selama acara, anak-anak di panti asuhan diberi santunan berupa bingkisan dan kebutuhan sehari-hari. Suasana penuh haru dan kebahagiaan terlihat dari senyuman anak-anak yang menerima bantuan tersebut. Para anggota KPU juga meluangkan waktu untuk berbincang dan berdoa bersama para penghuni panti asuhan, menjadikan momen ini semakin khusus.

    “Saya merasa bahagia bisa bertemu dan berbagi bersama mereka. Semoga kegiatan ini dapat memberikan semangat dan harapan baru bagi anak-anak,” ujar Ketua KPU Papua Barat Daya.

    Kegiatan ini juga mendapatkan respons positif dari masyarakat sekitar. Banyak warga yang merasakan dampak positif dari inisiatif KPU tersebut, yang tidak hanya berkutat pada tugas penyelenggaraan pemilu, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi.

    Dengan pelaksanaan kegiatan ini, KPU Papua Barat Daya berharap dapat menginspirasi lembaga lain untuk melakukan hal serupa, sehingga rasa kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh dan memperkuat jalinan sosial dalam masyarakat.

    Saat ini, KPU Papua Barat Daya berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan santunan dan doa bersama ini menjadi salah satu bentuk nyata dari tanggung jawab sosial mereka sebagai penyelenggara pemilihan, yang tidak hanya fokus pada aspek administrasi tetapi juga kemanusiaan.

    Ke depannya, KPU Papua Barat Daya berencana untuk melanjutkan berbagai program sosial lainnya guna memfasilitasi bantuan dan dukungan kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.