Tag: Pariwisata Raja Ampat

  • Suasan Haru Selimuti Reses Perdana Muamar Kadafi di Kampung Sapokren

    Melanesiatimes.com, Waisai – Anggota DPRK Raja Ampat, Muamar Kadafi menyerap berbagai aspirasi masyarakat di Kampung Sapokren, Distrik Waigeo Selatan, Kabupaten Raja Ampat pada, jumat,11 april 2025.

     

    Agenda Reses Perdana itu berlangsung di enam lokasi, yakni Kampung Saonek, Bianci, Manyaifun, Gag, Arborek dan Sapokren.

     

    Dalam pertemuan tersebut isue sektoral yang banyak disampaikan masyarakat berkaitan dengan kesehatan, pendidikan serta fasilitas penunjang pariwisata bagi masyarakat Kampung Sapokren.

    Suasana Saat Reses Kesatu Muamar Kadafi

    Meski hanya mengantongi 2 suara pada saat pemilihan legislatif kemarin, hal ini tidak menurunkan semangat Kadafi untuk menyerap aspirasi masyarakat Sapokren sekaliagus mewakafkan diri sebagai pelayan masyarakat.

     

    Bahkan pada saat penyampaian aspirasi ada suasana sukacita dan paling berkesan yang disampaikan oleh salah satu Pendeta saat melakukan pelayanan Umat di Sapokren.

     

    “Saya tidak bicara soal budaya dan sebagainya, tetapi soal fasilitas, yang tadi mama dong su bilang itu. Bagaimana dong mo pi sekolah dong harus numpang, dong sampai disana orang sudah selesai sekolah,” diktutip dari pernyataan Pendeta pada Jumat 11 april 2025.

    Seorang Pendeta Saat Menyampaikan Aspirasi dengan Tangis Bahagia

    Ditambahkan Pendeta, berkaitan dengan ekonomi produktif masyarakat Sapokren, ia menyarankan agar Pasar tradisional tidak berpindah lokusnya. Menurut dia, jika pasar berpindah ke Snonbukor, maka perlu ada perhatian khusus dari DPRD kepada masyarakat Papua pada khusunya.

     

    ” Jika pasar berpindah ke Snonbukor, maka DPRD perlu Melihat tempat yang layak bagi Mama-mama Papua khususnya warga Sapokren yang geluti bidang perdagangan,” imbuhnya.

    Ketua Bapemperda Muamar Kadafi, Saat memberi Santunan Bantuan Kepada Panitia Gereja

    Tidak hanya itu, Kadafi bahkan memberi bantuan anggaran kepada Panitia Gereja di Kampung Saporkren. Bantuan tersebut dimaksudkan untuk membantu Panitia dalam melengkapi sejumlah kekurangan yang ada pada rumah ibadah setempat.

  • Speedboat Milik Terimakasih Homestay Terbakar, 5 WNA Dilarikan ke RSUD Raja Ampat

    Melanesiatimes.com – Berbagai rentetan peristiwa kecelakaan belakang masif terjadi di wilayah kawasan pariwisata Raja Ampat. Selain insiden kecelakaan, kejadian pidana lainya juga kerap terjadi di kawasan pariwisata Raja Ampat. Pada tahun 2022 silam, terjadi pelecehan seksual terhadap turis asing perempuan di Arborek.

    Tak hanya itu, peristiwa pidana lainya seperti pemalakan juga terjadi di pulau Piaynemo, hingga Meninggalnya Kile, WNA asal Amerika daerah kawasan pariwisata di Pulau Manswar. Dari rentetan peristiwa yang terjadi, pariwisata Raja Ampat dikawatirkan dapat menjadi momok yang menakutkan untuk dikunjungi.

    Pada hari Rabu 19 Februari 2025 insiden kebakaran Speed Boat kembali terjadi di atas perairan Raja Ampat, tepatnya di Holgam, kawasan pariwisata di Pulau Manswar. Dalam insiden itu, sebanyak 5 Warga Negara Asing (WNA) mengalami luka bakar serius dan terpaksa dilarikan di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) untuk mendapat perawatan lebih intens.

    Kebakaran diduga terjadi korsleting di bagian mesin Speed Boat yang digunakan. Hal ini kemudian memicu kebakaran tak terhindari. 5 korban tersebut diketahui merupakan wisatawan yang menginap di 2 Homestay yang berbeda. Namun saat melakukan aktivitas pariwisata, 5 WNA tersebut menumpangi 1 Speed Boat, yang belakangan diketahui milik Terimakasih Homestay.

    “5 wisatawan menginap di dua homestay yang berbeda, namun pada saat insiden tersebut, mereka berada dalam satu Speedboat yang sama, milik Terimakasih Homestay,” ujar salah satu karyawan Homestay yang enggan namanya dipublish.

    Sebagai informasi tambahan, sejak berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait dan pihak berwenang terkait kronologi kejadian. Upaya pencarian keterangan coba dilakukan oleh Wartawan Malanesiatimes.Com, namum upaya tersebut dihalau oleh salah satu oknum keamanan RSUD Raja Ampat. (Red/Ino)

  • WNA Asal Amerika Meninggal Dunia di RSUD Raja Ampat

    Raja Ampat, Melanesiatimes.com – Kile Linette Casey (52) Warga Negara Asing asal Amerika ini ditemukan tewas di perairan Wisata Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.

    Diinformasikan Korban datang ke Indonesia bersama suami dan dua orang rekannya, tertanggal 15 Februari Kile (korban) tiba di lokasi wisata.

    Adapun kronologis kejadian :

    Diperkirakan pukul 09.00 WIT Julio Tabolong guite Raja Ampat keluar diving dari home stay bersama 3 orang tamu WNA Jhon (Suami Korban), David dan Christina, dimana Kile (korban) tidak ikut dan tinggal di penginapan.

    Pukul 14:30 WIT, Julio Tabolong dihubungi dari pihak home stay bahwa Kile (korban) dalam keadaan pingsan dipasir pinggir pantai samping penginapannya.

    Pukul 14:45 WIT, Julio Tabolong bersama rombongan WNA kembali ke Home Stay  selanjutnya bersama – sama pihak home stay membawa korban ke Puskesmas Yenbekwan Distrik Meosmansar.

    Pukul 15:30 WIT, Setelah dilakukan penanganan pertama oleh pihak Puskesmas korban sempat sadarkan diri dan pihak Puskesmas menyarankan agar Kile (korban) dirujuk ke RSUD Kabupaten Raja Ampat.

    Pukul 17:03 WIT, Kile (korban) di bawah/rujuk ke RSUD Raja Ampat menggunakan Speedboat homstay.

    Pukul 18:30 WIT, Kile ( korban) tiba di RSUD Raja Ampat dan sempat di lakukan penanganan di UGD namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Rumah Sakit.

    Pukul 20:51 WIT, Kile (korban MD) dari RSUD Raja Ampat di bawa ke Pelabuhan Falaya Logbon.

    Pukul 21:20 WIT Kile (korban MD) bertolak dari Falaya menuju Kota Sorong menggunakan speed milik D’Coral Resort, dimana dari keterangan Jhon (suami korban MD) direncanakan jenazah Kile akan dikremasi di Sorong dan dikirim ke negaranya korban meninggal dunia disebabkan oleh penyakit gula dan menderita Epilepsi. (Red/Ino)