Tag: #Pemerintahkotasorong

  • Maikel Welerubun Pasien Luka Tembak Dirujuk ke RS Prof. Kandouw Manado

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Setelah menjalani perawatan intensif selama 13 hari di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong, Maikel Welerubun, pasien dengan luka tembak, resmi dirujuk ke Rumah Sakit Prof. Kandouw Manado, Minggu (07/09/2025).

    Keputusan rujukan ini diambil setelah tim medis menilai kondisi pasien membutuhkan penanganan lanjutan dengan fasilitas yang lebih lengkap. RS Prof. Kandouw Manado dipilih karena memiliki layanan spesialis yang memadai untuk kasus luka tembak.

    Dalam proses rujukan tersebut, Maikel didampingi tim medis lengkap, terdiri dari seorang dokter bedah, seorang perawat ICU, dan seorang penata anestesi. Pendampingan tenaga medis profesional ini menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi pasien tetap stabil selama perjalanan.

    Selain tim medis, kedua orang tua pasien turut serta mendampingi anak mereka menuju Manado. Perjalanan rujukan dilakukan melalui Bandara Deo Sorong dengan pengaturan yang ketat demi keselamatan pasien.

    Sebelum keberangkatan, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., M.P.A., menyempatkan diri menjenguk pasien di RSUD Sele Be Solu. Kehadiran orang nomor satu di Kota Sorong ini menjadi bentuk dukungan moral kepada keluarga korban.

    Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, S.K.M., M.A.P., Direktur RSUD Sele Be Solu, drg. Susi Petronela Djitmau, MPH, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sorong. Mereka bersama-sama meninjau kesiapan pasien sebelum diberangkatkan.

    Tak hanya meninjau, Wali Kota Sorong juga menyerahkan bantuan kepada pihak keluarga. Ia berharap dukungan tersebut dapat meringankan beban keluarga dalam menghadapi situasi sulit.

    “Kami berharap Maikel segera mendapat penanganan medis yang lebih lengkap di Manado dan bisa pulih kembali,” ujar Wali Kota.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis yang telah bekerja keras selama perawatan di Sorong.

    Adapun seluruh biaya rujukan pasien ke RS Prof. Kandouw ditanggung oleh Gubernur Provinsi Papua Barat Daya bersama Wali Kota Sorong. Kebijakan ini menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.

    Kronologi Singkat

    Maikel Welerubun mengalami luka tembak pada akhir Agustus 2025 lalu di Kota Sorong. Insiden tersebut membuat korban harus segera dilarikan ke RSUD Sele Be Solu untuk mendapat pertolongan pertama.

    Setelah menjalani operasi darurat dan perawatan intensif selama hampir dua minggu, kondisi pasien dinilai membutuhkan tindakan medis lanjutan. Oleh karena itu, tim medis memutuskan untuk merujuknya ke RS Prof. Kandouw Manado agar mendapat fasilitas perawatan yang lebih lengkap.

    (Diskominfo Kota Sorong)

  • Wakil Wali Kota Sorong Hadiri FGD ICP-CD di Jakarta

    Melanesiatimes.com, Jakarta – Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, A.Md., menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) dengan agenda Seminar Nasional (Conference) Integrated City Planning – Concept Design (ICP-CD) for Selected Areas in 10 Strategic Cities.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program National Urban Development Project (NUDP) yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bertempat di Hotel Grand Mahakam Jakarta, Kamis (28/8/2025).

    Kehadiran Wakil Wali Kota Sorong pada forum tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sorong dalam mendorong perencanaan kota yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

    FGD ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk bertukar gagasan, pengalaman, serta strategi pembangunan dengan berbagai pihak terkait, khususnya dalam merancang konsep perencanaan kota strategis di Indonesia.

    Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Sorong menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kementerian PUPR dan penyelenggara forum atas inisiatif yang memberikan ruang bagi daerah untuk merancang masa depan perkotaan secara lebih terarah. Wakil Wali Kota menegaskan bahwa Sorong siap berkolaborasi dan belajar dari berbagai pengalaman kota lain demi memperkuat perencanaan pembangunan wilayahnya.

    “Forum FGD ini sangat penting karena tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga peluang bagi kami untuk memastikan bahwa rencana pembangunan Kota Sorong benar-benar terintegrasi dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Anshar Karim dalam pernyataannya.

    Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sorong berharap hasil pembahasan pada forum tersebut tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan dapat diwujudkan dalam bentuk implementasi nyata di lapangan. Dengan demikian, perencanaan pembangunan dapat memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kota Sorong.

    Lebih jauh, Wakil Wali Kota menekankan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus sejalan dengan prinsip keterpaduan infrastruktur, lingkungan, dan pelayanan publik. Hal ini diharapkan mampu menjadikan Kota Sorong sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru yang mampu menjawab tantangan perkotaan di masa depan.

    Melalui partisipasi aktif di forum nasional ini, Pemerintah Kota Sorong optimistis dapat memperkuat arah pembangunan yang inklusif dan adaptif. “Semoga hasil diskusi hari ini menjadi langkah awal menuju implementasi bersama demi kemajuan Kota Sorong,” tutupnya

  • Wali Kota Sorong Didampingi Kadis Kesehatan Jenguk Korban Bentrok Maikel Welerubun di RS. Sele Be Solu

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., M.PA., didampingi Ketua TP-PKK Kota Sorong, Ny. Jemima Elisabet Windesi, S.K.M., M.A.P., bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menjenguk salah satu korban bentrok bernama Maikel Welerubun di Rumah Sakit Sele Be Solu, Kamis (28/08/2025).

    Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Sorong terhadap masyarakat yang menjadi korban dalam peristiwa bentrokan yang terjadi sehari sebelumnya, Rabu 27 Agustus 2025.

    Maikel diketahui sedang menjalani perawatan intensif akibat terkena tembakan dalam insiden tersebut.

    Dalam kesempatan itu, Wali Kota Sorong memberikan dukungan moril kepada keluarga korban agar tetap kuat menghadapi ujian yang menimpa. Ia juga menyerahkan bantuan untuk meringankan biaya perawatan yang tengah dijalani Maikel di rumah sakit.

    Selain memberikan bantuan, Wali Kota juga menanyakan secara langsung kondisi kesehatan Maikel kepada tim medis. Ia meminta pihak rumah sakit untuk memberikan perawatan terbaik agar korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

    “Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan kepada masyarakat. Kami berharap Maikel bisa segera sembuh dan keluarga tetap diberi kekuatan,” ujar Septinus.

    Sementara itu, keluarga korban menyambut baik kedatangan rombongan Pemerintah Kota Sorong. Mereka mengaku sangat terharu atas perhatian dan kepedulian yang diberikan secara langsung oleh Wali Kota Sorong dan jajaran.

    Keluarga juga menyampaikan ucapan terima kasih disampaikan secara khusus kepada Pemerintah Kota Sorong yang dinilai responsif dalam memberi dukungan.

    Kunjungan ini menjadi komitmen Pemerintah Kota Sorong dalam hal memberikan perhatian terhadap masyarakat, sekaligus dapat memperkuat semangat solidaritas di tengah masyarakat Kota Sorong.

  • Wali Kota Sorong Buka Musrenbang RPJMD 2025–2029, Polsek Sorong Timur Sampaikan Tiga Usulan Strategis

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Wali Kota Sorong, Septinus Lobat secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sorong tahun 2025–2029. Acara ini berlangsung di gedung Lambert Jitmau kota sorong pada Senin (25/08/2025).

    Acara ini menjadi momentum penting dalam menyusun arah pembangunan kota selama lima tahun ke depan.

    Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya Musrenbang sebagai forum partisipatif yang melibatkan semua elemen masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada dukungan dan aspirasi dari aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga lembaga pendidikan dan dunia usaha.

    Kapolsek Sorong Timur, AKP La Ode Zamrin, turut hadir mewakili Kapolres Sorong Kota. Menyampaikan tiga usulan penting terkait kebutuhan keamanan masyarakat. Ia menegaskan bahwa aspek keamanan harus menjadi bagian integral dari perencanaan pembangunan, mengingat kondisi sosial di Sorong yang semakin kompleks.

    Usulan pertama yang disampaikan adalah perbaikan dan penambahan lampu jalan di sejumlah titik rawan di wilayah sorong timur. AKP La Ode mengungkapkan, minimnya penerangan membuat jalanan gelap sehingga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan, termasuk aksi begal yang belakangan kerap meresahkan warga Kota Sorong.

    Kedua, ia mengusulkan penambahan kamera pengawas atau CCTV di beberapa lokasi strategis. Menurutnya, keberadaan CCTV terbukti efektif membantu kepolisian dalam mengungkap kasus kriminal. “Banyak kasus yang berhasil kami pecahkan berkat petunjuk rekaman CCTV yang terpasang di wilayah Sorong Timur,” jelasnya.

    Selanjutnya, Kapolsek Sorong Timur juga mendorong pembentukan Polsek Sorong Utara. Hal ini dinilai mendesak karena wilayah Sorong Timur yang luas dengan aktivitas masyarakat yang tinggi seringkali membutuhkan respons cepat. Kehadiran Polsek baru di Sorong Utara diharapkan mampu memperkuat pengawasan dan pelayanan keamanan.

    AKP La Ode menegaskan, keamanan yang terjamin akan berdampak langsung pada ketenangan masyarakat dan kelancaran roda pembangunan. “Jika keamanan terkendali, maka masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman, dan pembangunan daerah pun berjalan lebih maksimal,” ujarnya.

    Wali Kota Sorong merespons positif usulan tersebut. Ia menyatakan bahwa pemerintah kota akan menindaklanjuti masukan dari aparat kepolisian dan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk mengkaji realisasinya dalam RPJMD 2025–2029.

    Musrenbang kali ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Sorong, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala kelurahan se-Kota Sorong, pejabat OPD, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Sorong. Kehadiran seluruh unsur tersebut menegaskan pentingnya sinergi dalam merumuskan pembangunan sesuai visi misi Wali Kota Sorong.

    Dengan keterlibatan semua pihak, Musrenbang RPJMD 2025–2029 diharapkan menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif, tidak hanya mengedepankan aspek pembangunan fisik, tetapi juga keamanan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat Kota Sorong.

  • Septinus Lobat: Pelantikan Pimpinan Tinggi Pratama Tidak ada Tendensi Nepotisme

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Wali Kota Sorong Septinus Lobat melantik dan mengambil Sumpah dan Janji Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kota Sorong, sekaligus memberikan memberikan SK Plt kepada 7 kepala Dinas.

    Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Gedung Lambert Jitmau (LJ) Kantor Wali Kota Sorong pada Jumat (22/08/2025).

    Dalam keterangannya saat diwawancarai, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat mengatakan bahwa Setiap pemerintahan ketika sudah dilantik selama enam bulan, harus dilakukan penyegaran pimpinan OPD.

    “Kami  sudah menjabat selama 6 bulan, jadi sudah tentu kita melakukan penyegaran atau roling jabatan, dan tentu penunjukkan ini sudah melalui seleksi,” kata Lobat.

    Dengan adanya Plt Kepala Dinas yang baru, Septinus Lobat berharap kinerja yang nantinya dilakukan lebih baik dari kepala Dinas yang lalu.” Plt Kepala Dinas yang baru semuanya harus inovatif, lincah dan keratif sehingga bisa mewujudkan visi misi kami untuk Kota Sorong bisa lebih maju, bersih, hijau, aman dan sejahtera” pungkasnya.

    Diwaktu yang sama Wakil Wali Kota Sorong, Hi. Anshar Karim berharap usai diambil sumpah dan janji 7 plt kepala dinas, mereka bisa bekerja keras dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang di embannya. “Kami berharap agar Plt yang baru bisa bekerja secara maksimal seluruh progam kerja dalam membantu kepala daerah guna mewujudkan Kota Sorong yang lebih maju,” ungkap Hi. Anshar Karim.

    Berikut 7 nama-nama Pelaksana Tugas (Plt) yang dilantik adalah :

    1. Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Sorong, Amos Kareth.
    2. Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Sorong, Yowel Oktofianus Gifelem.
    3. Plt Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Sorong, Saul Erens Solossa.
    4. Plt Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong, Nelwan Edison Hara.
    5. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat.
    6. Plt Kepala Dinas Sosial Kota Sorong, Muliana.
    7. Plt Kepala Dinas Perikanan Kota Sorong, Sahbudin.

    Adapun nama-nama 14 Pejabat Kepala Dinas yang dilantik sebagai berikut:

    1. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Sorong. STEFANUS JITMAU, SE
    2. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Sorong. ANDREAS ADII, ST
    3. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong. NURHAYATI MARASABESSY
    4. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran. RIDWAN IRIBARAM, S.Ag., MM
    5. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sorong. DANIEL JITMAU, S.E
    6. Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Ir. ESAU ISIR, ST
    7. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Sorong. HENDRIKUS MOMOT, SE
    8. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Sorong. HERLIN D SASABONE, S.T., MM
    9. Asisten Administrasi Perekonomian dan Sekretariat Daerah Kota Sorong. TAMRIN TAJUDDIN, S.T., MM
    10. Kepala Dinas Perhubungan Kota Sorong. PAUL LAZARUS YAWAN,S. Sos
    11. Asisten Adinistrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Sorong. HANOK JOHOSUA TALLA,S.Sos., MM
    12. Kepala Dinas Pariwisata Kota Sorong. RECKY NAW, SE
    13. Kepala Dinas Kearsipan Kota Sorong. AMUS JITMAU, S.IP., M.Si
    14. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kota Sorong. ONESIMUS ASSEM,S.Sos

    Dalam pelantikan Pelaksana Tugas (Plt) tersebut ada tercatut nama Ketua TP-PKK Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, S.K.M., M.A.P, sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong yang juga selaku Ibu kepala Daerah.

     

    Septinus Lobat: Pelantikan Pimpinan Tinggi Pratama Tidak ada Tendensi Nepotisme
    Plt. Kadis Kesehatan Kota Sorong (Jemima Elisabeth Lobat)

    Hal ini membuat dugaan terjadi nepotisme dalam pemerintahan Losari namun hal itu dibantah langsung oleh Wali Kota Sorong Septinus Lobat.”Pelantikan Jemima Elisabeth sudah melalui tahap kajian dan seleksi serta telah memenuhi syarat. Jadi tidak diragukan lagi,” tegas Lobat, lanjutnya karena ia memiliki kemampuan dan pernah menjadi Plt Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sorong, maka layak dilantik sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong,” tambahnya.

    Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, dalam menepis dugaan nepotisme di khalayak masyarakat ia menyampaikan bahwa,”jabatan saya yang lama adalah Plt Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sorong, maka saya juga memiliki kemampuan sebagai Pimpinan berdasarkan job fit, maka saya dipercayakan oleh bapak Wali Kota sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, ” kata Jemima.

    Dengan jabatan yang baru Jemima berjanji akan menjalankan seluruh program kesehatan yang berpihak kepada masyarakat,” Saya akan bekerja keras membantu bapak Wali Kota dalam mewujudkan visi misinya terutama persoalan stunting dan gizi buruk terhadap Ibu dan anak,” tandasnya.

    Dalam penempatan jabatan ini Jemima yakin hal ini bukanlah nepotisme, melainkan ia sendiri sudah memenuhi syarat dan ketentuan untuk menduduki eselon dua sesuai dengan mekanisme.

    Jemima berharap dalam penyegaran jabatan ini, bisa menjadi roda penggerak dalam mendukung program kerja pemerintah Kota Sorong dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dan maju.

  • Pemerintah Kota Sorong Gelar Upacara Peringatan HUT ke-80 RI dengan Meriah dan Penuh Khidmat

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pemerintah Kota Sorong menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia yang berlangsung meriah dan sarat makna di lapangan kantor Walikota Sorong pada Minggu (17/08/2025).

    Upacara berlangsung meriah dan khidmat, diwarnai semangat kebangsaan dan partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan.

    Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., M.P.A., bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Wakil Wali Kota H. Anshar Karim, A.Md., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan BUMN-BUMD, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para pemimpin daerah itu menambah khidmat jalannya peringatan kemerdekaan.

    Tugas sebagai komandan upacara dipercayakan kepada Lettu Inf Yusri Sunir, dengan cadangan Lettu Inf Ferdi Lukas Winokan, sementara Kapten Arm Edys Joko Winarno didapuk sebagai perwira upacara. Kehadiran aparat TNI dengan disiplin tinggi menjadi penopang suksesnya pelaksanaan upacara.

    Momen paling ditunggu terjadi saat 40 anggota Paskibraka Kota Sorong, yang terdiri dari 20 putra dan 20 putri perwakilan 11 SMA/SMK, berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan sempurna. Tepuk tangan meriah peserta upacara bergema saat bendera merah putih berkibar gagah, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilantunkan paduan suara.

    Prosesi semakin khidmat dengan kehadiran Pasukan 45 dari Batalyon Infanteri 762/Vira Yudha Sakti yang tampil gagah mengiringi jalannya upacara.

    Dalam amanatnya, Wali Kota Septinus menegaskan bahwa peringatan HUT RI harus dijadikan energi baru untuk mempercepat pembangunan di Kota Sorong. “Di usia yang ke-80 ini, kita perlu terus mengisi kemerdekaan dengan mempercepat pembangunan di Kota Sorong. Itu yang pertama,” tegasnya di hadapan peserta upacara.

    Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh unsur Forkopimda yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan peringatan HUT RI. “Yang kedua, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan Forkopimda atas dukungan serta partisipasinya, sehingga hari ini kita bisa merayakan HUT Republik Indonesia yang ke-80. Momentum ini sangat berharga untuk mendorong kita bergiat melaksanakan pembangunan di Kota Sorong,” ujarnya.

    Upacara HUT RI di Kota Sorong tahun ini tidak hanya berfokus pada prosesi kenegaraan, tetapi juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial. BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada empat keluarga pekerja rentan di Kota Sorong. Penyerahan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan perlindungan sosial bagi masyarakat.

    Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari banyaknya peserta upacara yang hadir. Ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum, mengikuti upacara dengan penuh semangat. Tak sedikit yang tampil dengan busana bernuansa merah putih, menambah semarak suasana peringatan kemerdekaan.

    Rangkaian upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh tokoh agama yang memohon keberkahan bagi bangsa dan negara, khususnya Kota Sorong. Usai doa, paduan suara kembali membawakan lagu kebangsaan yang membuat suasana semakin khidmat dan penuh rasa haru.

    Wali Kota Septinus berharap peringatan HUT RI ke-80 ini menjadi momentum bersama untuk memperkuat persatuan dan memperkokoh semangat kebangsaan. “Peringatan HUT ke-80 RI di Kota Sorong ini menjadi momentum bersama untuk meneguhkan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kota Sorong ke arah yang lebih maju,” pungkasnya.

  • Harmoni Dalam Perbedaan: FKUB Gelar Pentas Seni Lintas Agama dan Deklarasi Damai

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Sorong menyelenggarakan Pentas Seni Lintas Agama sekaligus Deklarasi Damai sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Acara berlangsung meriah di Gedung LJ pada Selasa, 12 Agustus 2025.

    Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., MAP., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran aktif tokoh masyarakat dari FKUB dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. “Peran serta kalian sangat dibutuhkan dalam mengarahkan masyarakat menuju kedamaian,” ujarnya.

    Mengusung tema damai, Wali Kota menegaskan agar masyarakat tidak lagi terjebak dalam permasalahan yang bisa menghilangkan nyawa. “Jika ada masalah, silakan dibawa ke Kantor Walikota. Mari kita tinggalkan tradisi buruk,” tegasnya, menyoroti pentingnya penyelesaian masalah secara damai.

    Deklarasi damai yang dibacakan menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Wali Kota berharap momen ini bisa mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan pentingnya hidup berdampingan dalam kedamaian.

    Selamat atas penyelenggaraan acara, Wali Kota juga mengapresiasi pentas seni yang menampilkan beragam pertunjukan. Tak hanya sekadar hiburan, acara ini menjadi wadah untuk meningkatkan toleransi antarumat beragama.

    Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni yang memukau, termasuk tari-tarian, penampilan solo, dan paduan suara. Suasana semakin meriah dengan penandatanganan deklarasi damai yang dihadiri oleh para tokoh dan masyarakat.

    Hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Sorong, Kapolresta Kota Sorong, Sekda Kota Sorong, perwakilan Dandim 1802/Sorong, serta tamu undangan lainnya, menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di wilayah ini.

    Acara ini bukan hanya jadi ajang ekspresi seni, tetapi juga menjadi wadah refleksi bersama untuk memperkuat komitmen terhadap perdamaian dan harmoni di Kota Sorong.

    Melalui acara ini, FKUB diharapkan dapat terus berperan aktif dalam menciptakan atmosfer damai dan saling menghormati, sehingga meminimalisir konflik dan membangun keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.

  • Coffee Morning Pertama DPRK Kota Sorong dan Pemerintah Kota Sorong: Langkah Awal Membangun Sinergi

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dalam sebuah momen bersejarah, DPRK Kota Sorong menggelar acara Coffee Morning bersama dengan Pemerintah Kota Sorong. Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dan membangun hubungan yang lebih baik antara legislatif dan eksekutif di daerah ini.

    Hadir juga dalam Coffee Morning ini Forkopimda Kota Sorong. Giat ini digelar di halaman kantor DPRK Kota Sorong pada Sabtu (28/06/2025).

    Walikota Sorong, Septinus Lobat, mengungkapkan rasa syukurnya atas pertemuan ini. “Ini adalah pertemuan pertama kita sejak dilantik, dan saya sangat berharap ini dapat menjadi momentum untuk kolaborasi yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

    Sekretaris Dewan (Sekwan) Syarah Konjol menambahkan, acara Coffee Morning ini menjadi sejarah tersendiri sejak berdirinya DPR pada tahun 2001. “Baru kali ini kita mengadakan Coffee Morning antara legislatif dan eksekutif, dan ini merupakan langkah yang sangat positif,” ungkapnya.

    Dalam pertemuan tersebut, baik pihak DPRK maupun Pemerintah Kota Sorong saling memberikan masukan dan ide-ide konstruktif untuk pengembangan kota. Diskusi tersebut mencakup berbagai topik penting dan rencana kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sorong.Coffee Morning Pertama DPRK Kota Sorong dan Pemerintah Kota Sorong: Langkah Awal Membangun Sinergi

    Syarah Konjol juga menyampaikan rencana kedepan untuk mengadakan Coffee Morning secara reguler dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, adat, dan tokoh agama. “Kami ingin mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Sorong yang lebih baik,” jelasnya.

    Inisiatif ini diusulkan oleh Wakil Ketua II DPR, Ricky Taneri, dan disambut baik oleh Syarah sebagai Sekwan. “Ini adalah langkah awal yang sangat baik, dan kami berharap ke depannya lebih banyak lagi forum seperti ini agar semua elemen dapat berkontribusi,” ttambah Konjol

    Acara ini bukan hanya sekadar pertemuan informal, tetapi juga merupakan sarana untuk mendengarkan dan memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat. “Dengan berkolaborasi, kita bisa menemukan solusi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sorong,” ujar Walikota Lobat.

    Melalui Coffee Morning ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih baik antara DPRK dan Pemerintah Kota Sorong. Komunikasi yang terbuka akan memudahkan kedua belah pihak dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa kedua pihak berkomitmen untuk bekerjasama dalam berbagai program pembangunan. Dengan adanya sinergi yang kuat, diharapkan Kota Sorong dapat berkembang lebih cepat dan lebih baik.

    “Langkah-langkah kecil seperti ini dapat memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat. Mari kita jalani bersama,” tutup Syarah Konjol.

    Dalam acara Coffee Morning yang digelar oleh DPRK Kota Sorong dan Pemerintah Kota Sorong, suasana semakin hangat dengan sajian makanan lokal khas daerah.

    Sajian ini bukan hanya menambah kenikmatan acara, tetapi juga menjadi simbol dari keberagaman budaya yang ada di Kota Sorong. Makanan lokal tersebut menjadi daya tarik tersendiri, menghadirkan momen keakraban yang menguatkan silaturahmi antara legislatif dan eksekutif.

  • Wakil Walikota Sorong Hi. Anshar Karim Donasikan Rp200 Juta untuk Pembangunan Masjid Raya Al-Akbar Kota Sorong

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dalam rangka merayakan hari besar Islam, Wakil Walikota Sorong, Hi. Anshar Karim, secara pribadi menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan sumbangan sebesar Rp200 juta untuk pembangunan Masjid Raya Al-Akbar Kota Sorong. Jumat (27/06/2025).

    Sumbangan ini disampaikan langsung oleh Wakil Walikota Sorong, Hi. Anshar Karim, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sarana ibadah di daerah.

    Melalui kontribusi ini, Pemerintah Kota Sorong berharap dapat mempercepat proses pembangunan masjid yang menjadi pusat kegiatan umat Islam di Kota Sorong. “Kami ingin masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pendidikan bagi masyarakat,” ungkap Anshar Karim saat menyerahkan bantuan.

    Pembangunan Masjid Raya Al-Akbar diharapkan dapat menjadi simbol kebangkitan spirit keagamaan dan persatuan di kalangan umat Islam. “Dengan adanya masjid ini, kita semua diharapkan dapat bersatu dalam kebajikan dan memperkuat ukhwah Islamiyah,” tambah Anshar.

    Sumbangan tersebut disambut baik oleh pengurus masjid dan masyarakat sekitar. Ketua panitia Rahman pembangunan Masjid Raya Al-Akbar menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah. “Ini adalah dukungan yang luar biasa, dan kami akan memanfaatkan dana ini sebaik mungkin untuk menyelesaikan pembangunan masjid,” ujar Rahman

    Selain sumbangan uang, Pemerintah Kota Sorong juga berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang berkaitan dengan peningkatan religiusitas masyarakat. Anshar Karim menekankan pentingnya membangun tempat ibadah yang layak sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan spiritual masyarakat.

    Perayaan 1 Muharam ini juga dijadikan momentum bagi seluruh masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Dengan adanya masjid yang representatif, diharapkan akan menumbuhkan rasa nyaman bagi jamaah saat beribadah.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berkontribusi dalam pembangunan masjid. “Mari bersama-sama kita gotong royong demi tempat ibadah kita yang lebih baik,” ajaknya.

    Pembangunan Masjid Raya Al-Akbar di Kota Sorong tidak hanya akan bermanfaat bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi landmark baru yang dapat mendorong perkembangan sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.

  • Wakil Walikota Sorong Tunjuk Empat Pejabat Plt untuk Percepat Program Strategis

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong  – Pemerintah Kota Sorong kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat birokrasi dan mempercepat program pembangunan daerah dengan meroling empat kepala dinas pada Kamis (19/6/2025).

    Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) kepada empat pejabat baru yang akan menempati posisi strategis di lingkungan Pemkot Sorong.

    Acara penyerahan SK berlangsung di Ruang Anggrek lantai 2 Kantor Wali Kota Sorong yang dihadiri oleh Plt Sekretaris Daerah Kota Sorong, Kepala BKPSDM beserta staf, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan. Suasana berlangsung khidmat, namun sarat dengan semangat optimisme untuk membawa perubahan signifikan di jajaran pemerintahan kota Sorong.

    Hi. Anshar Karim menegaskan bahwa penunjukan para Plt ini bukan hanya untuk mengisi kekosongan jabatan, melainkan bagian dari strategi percepatan pelaksanaan program-program prioritas. Fokus utama saat ini adalah pada sektor kebersihan kota yang dinilai masih belum optimal.

    “Kami melihat masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama soal kebersihan. Ini adalah keluhan utama masyarakat. Dengan adanya pejabat baru, saya ingin ada gebrakan nyata,” ujar Anshar dalam sambutannya.

    Secara khusus, Anshar menyoroti penunjukan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan yang berasal dari luar lingkungan Pemkot Sorong. Menurutnya, langkah ini diambil untuk mengatasi stagnasi yang sudah terlalu lama menghambat progres di sektor tersebut.

    “Penunjukan dari luar ini adalah upaya penyegaran. Kami butuh figur yang mampu berpikir di luar kebiasaan lama dan langsung mengeksekusi perubahan. Kalau pihak ketiga yang mengelola kebersihan masih tidak maksimal, kita akan evaluasi dan cari mitra baru yang lebih kapabel,” tegasnya.

    Selain Dinas Kebersihan, posisi Plt juga diberikan untuk tiga institusi lainnya, yakni Dinas Perindustrian, Dinas Pendidikan, dan Kepala SMP Negeri 7 Kota Sorong. Keempat pejabat tersebut diharapkan segera beradaptasi dan menyusun langkah kerja nyata dalam waktu singkat.

    Mereka yang menerima SK Plt adalah Eduard Jitmau, SE (Plt Kepala Dinas Perindustrian), Yuliana Kirihio, S.AN., MM (Plt Kepala Dinas Pendidikan), Dr. Ahmad Yani, S.Pi., M.Si (Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan), serta Djufri Ramba, S.Pd (Plt Kepala SMP Negeri 7 Kota Sorong).

    Wakil Walikota juga menitipkan pesan penting kepada seluruh pejabat Plt agar bekerja dengan integritas dan penuh tanggung jawab. Ia menekankan bahwa jabatan ini bukan sekadar administratif, melainkan kepercayaan yang harus dijawab dengan prestasi dan dedikasi.

    Penyerahan SK ini menjadi penanda dimulainya babak baru dalam reformasi pelayanan publik di Kota Sorong. Harapannya, melalui pembenahan manajemen birokrasi, kualitas hidup masyarakat dapat meningkat seiring dengan terwujudnya kota yang bersih, teratur, dan lebih maju.