Tag: Prabowo Subianto

  • OTT Mengguncang Kabinet! PS 08 Ingatkan Jangan Ada Lagi yang Khianati Presiden Prabowo

    Melanesiatimes.com – Perhimpunan Solidaritas 08 (PS 08) memberikan apresiasi atas langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer.

    Ketua Umum PS 08, Korneles Galanjinjinay, menilai penetapan tersangka terhadap Immanuel menjadi momen penting bagi KPK untuk mengembalikan kepercayaan publik, setelah belakangan dianggap kehilangan taring dalam pemberantasan korupsi.

    “Ini momentum tepat bagi KPK untuk kembali menunjukkan marwahnya sebagai lembaga anti-rasuah,” ujar Korneles dalam keterangan resmi, Jumat (23/8/2025).

    Korneles, yang juga pernah menjabat Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) periode 2018–2020, menegaskan bahwa para menteri dan pejabat di Kabinet Merah Putih tidak boleh menyalahgunakan amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.

    Menurutnya, jabatan publik adalah tanggung jawab besar yang seharusnya dijalankan untuk kepentingan bangsa, bukan demi memperkaya diri sendiri maupun kelompok.

    “Jangan sampai ada lagi yang berkhianat seperti kasus ini. Amanah dari Presiden harus dijalankan untuk kemaslahatan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

    Lebih lanjut, PS 08 menilai langkah cepat Presiden Prabowo memberhentikan Immanuel sebagai bentuk nyata komitmen dalam perang melawan korupsi. Atas sikap itu, PS 08 menyatakan dukungan penuh terhadap Presiden.

    “Kami bersama rakyat berdiri mendukung Presiden Prabowo dalam upaya menyelamatkan bangsa dari praktik mafia dan koruptor,” pungkas Korneles.

  • Desak Copot Bahlil! Kisruh Data Desa Energi Dinilai Permalukan Pemerintahan Prabowo

    Melanesiatimes.com – Suasana rapat kerja antara Komisi XII DPR RI dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memanas pada Rabu (2/7/2025) di Gedung DPR, Jakarta. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia secara terbuka meluapkan kekesalannya terhadap jajaran di bawahnya dan PLN karena tidak memberikan data terkini terkait jumlah desa yang menjadi target program swasembada energi.

    “Ini enggak tahu Dirjen saya yang enggak benar atau Dirut PLN-nya yang enggak benar,” sindir Bahlil di hadapan anggota dewan, sembari meminta Dirjennya dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo untuk segera menghadap dirinya.

    Pernyataan terbuka itu memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Abdullah Kelrey, Founder Nusa Ina Connection (NIC). Ia menilai sikap Bahlil justru memperlihatkan ketidakharmonisan di tubuh pemerintahan dan mencoreng wibawa Presiden Prabowo Subianto di mata publik maupun dunia internasional.

    “Kalau menterinya saling tuding di depan umum, bagaimana program strategis bisa berjalan? Ini justru mempermalukan Presiden dan menunjukkan birokrasi yang amburadul,” tegas Kelrey, Kamis (3/7/2025).

    Lebih lanjut, Kelrey mendesak Presiden Prabowo untuk segera mengevaluasi posisi Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM. Mereka juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) melakukan audit menyeluruh terhadap anggaran Kementerian ESDM.

    Kelrey menilai lemahnya tata kelola birokrasi di bawah kepemimpinan Bahlil dapat membuka ruang lebar bagi praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

  • FORNUSA Nyatakan Dukungan Penuh kepada Presiden Prabowo untuk Basmi Tambang Ilegal

    Melanesiatimes.com – Forum Rakyat Nusantara (FORNUSA) menyatakan dukungan total terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mengambil langkah tegas menghentikan maraknya tambang ilegal yang merusak lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat di berbagai daerah.

    Ketua Umum FORNUSA, Rusdi Bicara, menyampaikan bahwa tambang ilegal bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, melainkan sebuah bentuk kejahatan struktural yang mengancam ekosistem, merugikan negara, serta menciptakan ketimpangan sosial yang mendalam.

    “Ini bukan sekadar soal hukum, ini soal keadilan ekologis dan moral bangsa. Tambang ilegal telah menyebabkan kerusakan lingkungan, merampas hak masyarakat adat, dan seringkali berujung pada kriminalisasi terhadap para pejuang lingkungan,” ujar Rusdi, Sabtu (21/6/2025).

    Dalam pernyataannya, Rusdi menegaskan bahwa dukungan FORNUSA terhadap Presiden Prabowo merupakan bentuk solidaritas rakyat sipil terhadap visi Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan. FORNUSA juga berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengawasan dan edukasi publik terkait bahaya tambang liar.

    Rusdi juga menyerukan agar pesan ini menggema hingga ke akar rumput — menyasar mahasiswa, pemuda, tokoh adat, dan masyarakat umum — untuk bersatu melawan praktik tambang ilegal yang disebutnya sebagai “ancaman masa depan bangsa”.

    “Jika tidak dihentikan sekarang, kita bukan mewariskan kesejahteraan, tapi kehancuran ekologis kepada generasi berikutnya,” katanya.

    Sebagai bentuk komitmen, FORNUSA siap terlibat langsung dalam proses pelaporan aktivitas tambang ilegal, mendorong edukasi masyarakat, serta memperkuat jaringan gerakan sipil untuk menjaga kelestarian alam Nusantara.

    Rusdi optimistis bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang dikenal berani dan tegas, Indonesia memiliki peluang besar untuk memasuki era baru dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan.

    “Gerakan ini harus menjadi gerakan moral dan historis seluruh rakyat Indonesia. Kita selamatkan bumi pertiwi dari keserakahan tambang ilegal,” tutupnya.

  • Dukung Hilirisasi ala Prabowo, PP GPI: Ini Kunci Menuju Indonesia Emas 2045!

    Melanesiatimes.com – Dukungan terhadap program “Asta Cita” Presiden Terpilih Prabowo Subianto makin kencang! Kali ini datang dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), yang menyatakan komitmennya mendukung penuh agenda pembangunan Prabowo, khususnya soal hilirisasi dan pengembangan industri berbasis sumber daya alam.

    “Program ini, yang udah resmi tertuang di Perpres No. 12 Tahun 2025, menurut kita jadi senjata utama menuju Indonesia Emas 2045,” kata Irwan Abd. Hamid, Sekretaris Jenderal PP GPI, Jumat (16/05/2025).

    Irwan yang juga jebolan Magister Hukum STIH IBLAM Jakarta ini menjelaskan, hilirisasi alias proses mengolah bahan mentah jadi produk jadi, itu bukan cuma urusan pabrik—tapi soal masa depan ekonomi bangsa.

    “Bayangin deh, kalau semua bahan tambang kita olah di dalam negeri, bukan cuma nilai tambahnya lebih gede, tapi juga bisa ciptain lapangan kerja dan ningkatin daya saing Indonesia di level global,” tegas Irwan.

    Ia juga menyoroti keberhasilan hilirisasi bijih nikel yang dimulai sejak 2009 lewat UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. “Dulu kita kirim ore ke luar negeri, sekarang bisa diolah sendiri. Itu artinya, Indonesia nggak cuma jadi tukang gali, tapi juga tukang olah!”

    Dan efeknya nyata. Di Maluku Utara, industri nikel menyerap tenaga kerja besar-besaran. Contohnya:

    • Harita Nickel (Pulau Obi): 30.000 pekerja (20 ribu di antaranya karyawan tetap)

    • Sahid Kawasi: Lebih dari 18.000 orang

    • IWIP (Weda Bay): Hingga 2025 udah serap 82.000 tenaga kerja, 80% dari warga lokal

    Irwan juga buka suara soal kampanye hitam dari beberapa LSM asing dan LSM lokal yang didanai pihak luar negeri. Menurutnya, mereka sengaja bikin narasi negatif untuk ganggu program hilirisasi nasional yang sudah mulai nunjukin hasil nyata.

    “Kita harus jadi garda depan jaga sumber daya alam kita. Jangan kasih celah buat pihak-pihak yang punya agenda terselubung ganggu arah pembangunan kita,” tegas Irwan.

    Sebagai anak asli Ternate, Irwan bangga hilirisasi bisa bantu naikin ekonomi Maluku Utara. FYI, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tahun 2024 tembus 13,73%, tertinggi se-Indonesia! Kontribusi utamanya datang dari sektor industri pengolahan yang menyumbang 24,69%. Bandingin sama rata-rata nasional yang cuma 5,03%.

    “Jangan ragu dukung hilirisasi. Ini bukan cuma strategi ekonomi, tapi jalan kita menuju masa depan Indonesia yang mandiri dan maju,” pungkas Irwan.

  • Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wapres ke Open House Idulfitri 2025 di Istana

    Melanesiatimes.com – Presiden RI Prabowo Subianto akan menggelar open house Idulfitri 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 31 Maret 2025. Dalam acara ini, Prabowo turut mengundang mantan Presiden dan Wakil Presiden RI, serta sejumlah tokoh nasional dan pimpinan partai politik.

    Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, menyampaikan bahwa ajang silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemimpin negara, tokoh politik, dan masyarakat.

    “Kami juga mengundang mantan Presiden dan Wakil Presiden,” ujar Yusuf dalam keterangannya pada Minggu, 30 Maret 2025.

    Open House Dimulai Usai Salat Id di Masjid Istiqlal

    Sebelum open house dimulai, Presiden Prabowo akan melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal, Jakarta. Setelah itu, acara silaturahmi di Istana Kepresidenan akan dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

    Open house ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu langsung dengan Presiden. Akses masuk bagi masyarakat umum disediakan melalui gerbang utama Kementerian Sekretariat Negara di Jalan Majapahit, Jakarta Pusat.

    Momen Silaturahmi dan Kebersamaan

    Acara ini diharapkan dapat menghilangkan sekat antara pemimpin dan rakyat serta membangun semangat kekeluargaan di Hari Raya Idulfitri. Selain para pejabat negara dan tokoh nasional, sejumlah duta besar negara sahabat juga dijadwalkan hadir.

    1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025

    Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan ini dilakukan setelah sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Sabtu, 29 Maret 2025.

    Menurut hasil perhitungan astronomi, posisi hilal belum memenuhi kriteria minimum yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

    “Dengan demikian, berdasarkan perhitungan hisab, hilal belum memenuhi kriteria MABIMS, sehingga disepakati bahwa 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025,” ungkap Menteri Nasaruddin.

  • Presiden Prabowo: Tak Ada Tanggal Merah di Kabinet Merah Putih

    Melanesiatimes.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya terhadap transformasi nasional menjelang 100 hari masa kerjanya sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Presiden memaparkan visi kerja keras kabinet Merah Putih demi mewujudkan kesejahteraan rakyat secara nyata.

    Di hadapan media, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi tim kabinetnya yang bekerja dengan penuh semangat dan tanpa kenal lelah. Ia menyoroti etos kerja yang luar biasa dari para menterinya, bahkan mengibaratkan bahwa kalender kerja kabinet Merah Putih seakan tak mengenal hari libur.

    “Yang penting niat kerja keras. Saya sangat bangga karena tim kabinet saya sangat kompak. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, dan bahkan sering saya dengar, di kabinet ini tidak ada tanggal merah,”ujar Prabowo.

    Presiden juga menyoroti langkah konkret jajarannya, termasuk upaya memastikan stabilitas berbagai sektor strategis pada malam pergantian tahun. Para menteri, menurut Presiden, tidak hanya bertugas di kantor tetapi turun langsung ke lapangan untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif.

    “Lihat saja malam tahun baru, para menteri tetap bekerja. Mereka mengawasi langsung di berbagai titik strategis. Hasilnya, BBM tetap terkendali, harga pangan stabil, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, harga tiket pesawat mengalami penurunan,”jelasnya dengan optimis.

    Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa pemerintahannya mampu membawa perubahan signifikan melalui langkah-langkah transformasi yang cepat dan terencana.

    “Saya optimistis. Saya sudah melihat kemampuan nyata tim kami. Pembangunan transformasi ini tidak akan dilakukan setengah hati, kami akan bekerja dengan kecepatan luar biasa,” tegasnya.

    Di akhir pernyataannya, Presiden menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah yang telah bekerja keras demi visi besar pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa semua kebijakan yang diambil bertujuan untuk menghapus kemiskinan, menghilangkan kelaparan, dan meningkatkan penghasilan rakyat.

    “Kadang ada salah pengertian, tapi kita perbaiki. Semua yang kami lakukan bermaksud membawa kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Tujuan kami adalah memastikan rakyat Indonesia hidup lebih makmur,” pungkas Presiden Prabowo.

    Semangat kerja keras tanpa lelah ini menandai awal dari perjalanan panjang transformasi yang diusung Presiden Prabowo Subianto bersama kabinet Merah Putih, membawa harapan baru bagi masa depan Indonesia.

  • Prabowo Subianto: Muhammadiyah Pilar Kebangkitan Bangsa

    Melanesiatimes.com – Presiden Prabowo Subianto hadir dalam pembukaan Sidang Tanwir sekaligus merayakan Milad ke-112 Muhammadiyah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/12/2024). Acara yang berlangsung meriah ini ditandai dengan simbolis permainan alat musik tradisional Sasando oleh Prabowo, bersama sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. Sasando, alat musik khas Pulau Rote, NTT, mencuri perhatian dengan keunikan bentuk dan suara khasnya.

    Dalam pidatonya, Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada Muhammadiyah sebagai organisasi yang berkontribusi besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Ia menyebut tokoh-tokoh nasional yang pernah menjadi bagian dari Muhammadiyah, seperti Presiden pertama Soekarno, Presiden kedua Soeharto, hingga Panglima Besar Jenderal Soedirman.

    “Muhammadiyah bukan hanya organisasi kemasyarakatan dan dakwah, tetapi juga tonggak pendidikan dan kesehatan di Indonesia,” ujar Prabowo di hadapan ribuan peserta yang memadati lokasi acara.

    Prabowo menekankan, kontribusi Muhammadiyah dalam membangun bangsa sangat signifikan, terutama melalui pendidikan yang melahirkan kader-kader berkualitas yang kini tersebar di berbagai sektor, termasuk pemerintahan. Ia menyebutkan beberapa tokoh Muhammadiyah yang saat ini menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih yang dipimpinnya.

    Peran Strategis Muhammadiyah dalam Kebangkitan Bangsa
    Menurut Prabowo, sektor pendidikan dan kesehatan adalah fondasi utama kebangkitan bangsa. Muhammadiyah, katanya, telah memberikan kontribusi nyata dengan menanamkan semangat cinta Tanah Air, patriotisme, dan nilai-nilai kepemimpinan yang kuat.

    “Muhammadiyah tidak hanya berdakwah, tetapi juga menjadi motor penggerak untuk mencetak pemimpin-pemimpin hebat bagi bangsa ini. Saya berterima kasih kepada seluruh tokoh Muhammadiyah yang terus berjuang bersama demi rakyat dan negara,” tambahnya.

    Prabowo menutup sambutannya dengan pesan penuh semangat kepada warga Muhammadiyah agar terus melanjutkan kontribusi positif bagi Indonesia. “Berbaktilah kepada bangsa, rakyat, dan umat. Lanjutkan apa yang sudah dirintis dan teruslah menjadi pelopor kebaikan,” pungkasnya.

    Acara ini menjadi momen penting dalam perjalanan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, sekaligus mempertegas perannya dalam membangun bangsa dari generasi ke generasi.

  • Presiden Prabowo: Inovasi Pengendalian Inflasi Indonesia Jadi Sorotan Dunia

    Melanesiatimes.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi besar terhadap inovasi mekanisme pengendalian inflasi yang dinilai mampu memperkuat tata kelola ekonomi nasional. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2024 yang digelar di Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (9/12/2024), Presiden menegaskan pentingnya melanjutkan langkah strategis tersebut.

    “Saya minta mekanisme ini dilanjutkan. Mendagri, teruskan ini. Saya juga berterima kasih kepada seluruh pihak, baik lintas kementerian maupun pemerintah daerah. Suatu saat, mekanisme ini bisa menjadi studi kasus yang akan dipelajari banyak negara,” ujar Presiden.

    Swasembada Pangan, Kunci Stabilitas Ekonomi

    Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi fondasi utama pengendalian inflasi di masa depan. Ia mengajak pemerintah daerah untuk mewujudkan swasembada pangan hingga tingkat kabupaten dan kecamatan, memanfaatkan kearifan lokal sebagai strategi besar bangsa.

    “Kuncinya adalah swasembada. Setiap desa harus memiliki lumbung pangan. Inilah strategi besar kita dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” katanya.

    Pujian untuk Daerah dan Capaian Nasional

    Dalam pidatonya, Presiden memuji inisiatif beberapa daerah, seperti Provinsi Sumatra Selatan, yang sudah memulai gerakan tanam serentak. Langkah ini, menurutnya, menjadi contoh nyata kontribusi daerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

    Presiden juga mengapresiasi capaian inflasi nasional yang berhasil ditekan hingga di bawah 3 persen meskipun situasi global masih diliputi ketidakpastian.

    “Dengan inflasi di bawah 3 persen, kita patut bersyukur. Ini adalah capaian besar di tengah tantangan global yang kompleks,” ungkap Presiden.

    Mengingatkan Pentingnya Persatuan di Tengah Tantangan Global

    Selain membahas pengendalian inflasi, Presiden mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan bangsa. Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang besar, kaya, dan kuat, sehingga kerap menjadi target upaya perpecahan.

    “Swasembada pangan, energi, dan inovasi seperti ini adalah kunci menjaga stabilitas nasional. Jangan mudah terpancing provokasi yang bisa merusak persatuan kita,” tegasnya.

    Optimisme di Tengah Tantangan

    Presiden Prabowo menutup pidatonya dengan penuh optimisme, mengajak seluruh pihak untuk melanjutkan inovasi dan tanggung jawab dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

    “Teruskan apa yang sudah baik. Kita buktikan bahwa dengan pendekatan tanggap dan penuh tanggung jawab, Indonesia mampu menghadapi segala tantangan,” tutup Presiden.

    Dengan strategi besar yang berfokus pada swasembada pangan dan inovasi pengendalian inflasi, Presiden Prabowo optimis Indonesia akan menjadi contoh keberhasilan di kancah internasional.

  • Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan di Qasr Al Watn, Abu Dhabi

    Melanesiatimes.com – Presiden Prabowo Subianto mendapatkan sambutan kenegaraan yang megah saat tiba di Qasr Al Watn, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Sabtu (23/11/2024). Kedatangan rombongan Presiden Prabowo disambut dengan tradisi khas Arab yang penuh kehormatan, termasuk iringan pasukan berkuda dan berunta, alunan musik tradisional, hingga dentuman 21 tembakan meriam.

    Sesampainya di pintu utama Qasr Al Watn, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Keduanya berjabat tangan hangat sebelum melangkah bersama melewati barisan anak-anak yang membawa bunga sebagai simbol persahabatan antara kedua negara.

    Setelah itu, lagu kebangsaan Indonesia dan UEA berkumandang dengan megah. Presiden Prabowo dan Presiden MBZ berdiri tegap di antara bendera kedua negara, sementara pasukan angkatan bersenjata UEA dari tiga matra berbaris rapi di depan mereka.

    Sesi penyambutan dilanjutkan dengan laporan dari komandan upacara serta inspeksi pasukan. Kedua pemimpin negara kemudian memperkenalkan delegasi masing-masing sebelum memulai pertemuan bilateral.

    Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan MBZ menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) yang mencakup berbagai sektor strategis, seperti industri dan teknologi canggih, energi, kesehatan, kebudayaan, pariwisata, pertambangan, infrastruktur, hingga pembaruan pemerintahan.

    Sebagai penutup upacara kenegaraan, Presiden MBZ menggelar jamuan santap siang untuk menjamu Presiden Prabowo dan rombongan delegasi Indonesia.

    Sejumlah tokoh penting turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan ini, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Dubes RI untuk UEA Husin Bagis, serta Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

    Kunjungan ini menandai semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia-UEA, yang diharapkan membawa manfaat strategis bagi kedua negara.

  • Prabowo Subianto Hadiri Peluncuran Aliansi Global Melawan Kelaparan dan Kemiskinan di G20 Brasil

    Melanesiatimes.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan komitmen Indonesia dalam isu global dengan menghadiri peluncuran Global Alliance against Hunger and Poverty pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Rio de Janeiro, Brasil, Senin, 18 November 2024. Acara yang berlangsung di Museum of Modern Art (MAM) ini diprakarsai oleh Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, yang mengajak dunia bersatu untuk menghadapi ancaman kelaparan dan kemiskinan secara bersama-sama.

    Presiden Prabowo terlihat berada di antara Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dan Presiden Argentina, Javier Milei, menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam tatanan global. Dalam pidato pembukaannya, Presiden Lula menyoroti fakta mencengangkan: meskipun dunia memproduksi hampir 6 miliar ton makanan setiap tahun, sekitar 733 juta orang masih kekurangan gizi pada 2024.

    “Kelaparan adalah manifestasi biologis dari ketidakadilan sosial,” ungkap Presiden Lula, mengutip pemikiran ilmuwan Brasil, Josué de Castro.

    Aliansi global ini, lanjut Lula, bertujuan untuk menciptakan rekomendasi kebijakan internasional yang efektif, membangun dukungan pendanaan berkelanjutan, dan memperkuat kolaborasi global. Sejauh ini, aliansi tersebut telah mendapat dukungan dari 81 negara, 26 organisasi internasional, 9 lembaga keuangan, serta berbagai yayasan dan organisasi non-pemerintah.

    “Meskipun lahir dari G20, tujuan aliansi ini adalah mencakup seluruh dunia,” tegas Lula.

    Peluncuran Global Alliance against Hunger and Poverty menjadi salah satu momen penting dalam KTT G20 kali ini. Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan peran aktif Indonesia dalam menciptakan dunia yang lebih inklusif dan adil. Dengan langkah ini, Indonesia menunjukkan komitmen nyata untuk menjawab tantangan global demi kesejahteraan bersama.