Tag: Raja Ampat Selatan

  • Pandangan Akhir Fraksi, HNI Dorong Percepatan DOB Raja Ampat Selatan

    Melanesiantimes.com, Waisai – Pleno V Paripurna Kesatu Masa Sidang Pertama Agenda Mendengarkan Pandangan Akhir Fraksi-fraksi Dewan Serta Penetapan dan Pengesahan Dokumen LKPJ Bupati Raja Ampat Tahun 2024.

    Dalam agenda itu Ketua Fraksi HNI, Muamar Kadafi, S.Sos menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Raja Ampat Selatan.

    Dia menyebutkan pemekaran merupakan suatu langkah strategis yang ditempuh untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas pemerintahan baik dalam rangka pelayanan, pemberdayaan dan pembangunan menuju terwujudnya suatu tatanan kehidupan masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera, adil dan Makmur.

    Pada hakikatnya, pemekaran Daerah Otonomi Baru lebih ditekankan kepada aspek pendekatkan pelayanan pemerintahan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Fraksi Nurani Indonesia merekomendasikan kepada Pemkab Raja Ampat agar cepat mendorong percepatan Pemekaran Raja Ampat Selatan dan DOB yang akan diusulkan agar Provinsi Kepulauan Raja Ampat (Kepra) tercapai,” tegas Kadafi, pada Kamis 12 juni 2025 di Kantor Sekretariat DPRK Kabupaten Raja Ampat.

    Dalam pandangan akhir fraksi HNI, berisi sejumlah rekomendasi kepada pemda selain percepatan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Raja Ampat Selatan. Ketua Fraksi HNI Muamar Kadafi, S.Sos menyampaikan dihadapan Bupati dan OPD agar segera mengevaluasi pergantian Direktur umum RSUD Raja Ampat dan Meminta dengan tegas Dinas Pendidikan Raja Ampat supaya memperhatikan hak para tenaga guru.

  • Gencar Dukungan Pemekaran RAS, Tim Konsolidasi Gelar Audensi Bersama Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat di Teras Aspirasi

    Melanesiatimes.com, Waisai – Dukungan Gubernur Elisa Kambu dalam mendorong percepatan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Papua Barat Daya, hingga muncul dua nama DOB yang layak berdasarkan aspek sosial, politik, budaya, serta jangkauan wilayah dan UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang mengatur tentang pemekaran dan gabungan daerah.

    Pemekaran DOB ini di sambut meriah oleh 90% masyarakat di Misool Raya, upaya konsolidasi, pembentukan tim, hingga rapat-rapat akbar terus dilakukan para tokoh-tokoh sentral dari kawasan bagian selatan Kabupaten Raja Ampat.

    Gerakan ini dibuktikan dengan beberapa tokoh berpengaruh di Kabupaten Raja Ampat yang tergabung dalam Tim Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Raja Ampat Selatan gelar audiensi dengan Pemerintah Daerah (Pemda).

    Pertemuan para tokoh dengan Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam dan Drs Mansyur Syahdan, dihadiri perwakilan tokoh pemuda dan masyarakat dari 6 Distrik yaitu Distrik Misool Timur, Distrik Misool Selatan, Distrik Misool Barat, Distrik Misool Utara, Distrik Kepulauan Sembilan dan Distrik Kofiau.

    Agenda akbar itu berlangsung di kantor Bupati Kabupaten Raja Ampat tepatnya di gedung bagian Kesektariatan Daerah lantai II. Senin (26/5/2025).

    Audiensi ini merupakan langkah perjuangan hingga kesiapan masyarakat Misool Raya yang benar-benar merindukan hadirnya Derah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Raja Ampat Selatan.

    Wellem Mambrasar, mantan Ketua KNPI dan Ex Sekretaris KPU Raja Ampat Kala itu, kepada Melanesiatimes.com mengatakan dari audiens tadi beberapa pesan yang disampaikan Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat.

    “Tadi ada beberapa penyampaian dari Pak Bupati dan Wakil Bupati, tentunya pesan ini yang nantinya kita akan bahas bersama pada pertemuan akbar Masyarakat Misool Raya di Sorong tanggal 31 Mey 2025,” ucap Wellem Mambrasar usai audiens dengan Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat.

    Mambrasar menjelaskan meskipun moratorium belum kembali di buka oleh pemerintah pusat, langkah-langkah dan persiapan harus sudah di lakukan sebagai upaya dan semangat dalam mendorong percepatan pemekaran Raja Ampat Selatan.

    Menurut para tokoh dan beberapa pakar, Kondisi geograsif di wilayah ini cukup menantang dan tingkat kesulitan akses cukup tinggi, maka daerah ini pantas di mekarkan agar bisa maju, berkembang dan dapat bersaing dengan Kabupaten lain di Provinsi Papua Barat Daya.

    Ronal Salomena Drimlol yang juga turut hadir dalam audiensi tersebut menyampaikan bahwa masyarakat Misool Raya menyambut positif wacana pemekaran ini.

    Dia bilang dukungannya karena percaya bahwa pemekaran dapat membawa kesejahteraan dan membuka lapangan kerja, pembentukan DOB Raja Ampat Selatan adalah mimpi yang harus diperjuangkan agar menjadi kenyataan bersama.

    “Kami harap pemekaran ini bukan hanya wacana, tetapi benar-benar diwujudkan,” ujar Ronal.

    Tujuan Pemekaran DOB Raja Ampat Selatan untuk memperpendek rentan kendali, kesengajaan sosial, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan pelayanan pubik, melestarikan tradisi dan budaya daerah serta untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan (Good Government).

    Untuk diketahui, Sebelumnya Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengusulkan 6 DOB Provinsi termuda ini sebagai upaya strategis dalam rangka percepatan pembangunan sekaligus pemerataan layanan publik di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.

    Sebagai Informasi tambahan, berdasarkan kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPR RI dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda) edisi Kamis, 24 April 2025, hanya 2 nama DOB di Provinsi Papua Barat Daya yang layak dimekarkan yakni Kabupaten Imekko dan Kabupaten Raja Ampat Selatan. (Red/Ino)