Tag: Rapimpurda KNPI Kota Sorong

  • Wakil Wali Kota Sorong Dorong KNPI Hasilkan Program Realistis Jawab Tantangan Pemuda

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, A.Md, menegaskan bahwa pemuda harus ditempatkan sebagai subjek sekaligus motor penggerak pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) VI DPD KNPI Kota Sorong di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Jumat (6/2/2026).

    Menurut Anshar Karim, Rapimpurda merupakan forum strategis bagi organisasi kepemudaan untuk melakukan konsolidasi, evaluasi program, serta memperkuat peran pemuda dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menilai, forum ini harus mampu melahirkan gagasan konstruktif yang dapat diterjemahkan ke dalam kerja nyata.

    “Pemuda bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek dan motor penggerak perubahan. Saya berharap Rapimpurda ini melahirkan program kerja yang realistis serta rekomendasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan dan kebutuhan pemuda di Kota Sorong,” ujar Anshar Karim.

    Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sorong untuk terus membuka ruang kolaborasi dan kemitraan dengan KNPI serta seluruh organisasi kepemudaan. Menurutnya, sinergi yang kuat diperlukan untuk mewujudkan pemuda yang berdaya saing, kreatif, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

    “Pemerintah Kota Sorong senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan KNPI. Saya mengajak seluruh pemuda untuk menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Rapimpurda VI DPD KNPI Kota Sorong, Paulus A. Jitmau, S.T, dalam laporannya menjelaskan bahwa Rapimpurda merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di bawah Musyawarah Daerah (Musda). Forum ini berfungsi mengevaluasi program kerja, menyusun kebijakan strategis, serta mengkonsolidasikan organisasi kepemudaan di tingkat daerah.

    “Rapimpurda bertujuan menyatukan visi pemuda dalam dinamika kebangsaan serta mempersiapkan agenda organisasi, termasuk persiapan Musda,” jelas Paulus.

    Ia merinci, Rapimpurda VI memiliki lima fungsi utama, yakni sebagai forum evaluasi dan penyusunan program, konsolidasi organisasi, persiapan teknis Musda, penyaluran aspirasi kepemudaan, serta pengambilan keputusan strategis organisasi. Kegiatan ini diikuti 92 pengurus DPD KNPI Kota Sorong, 60 perwakilan OKP dan OKP Cipayung, 10 KNPI distrik se-Kota Sorong, serta lima organisasi kepemudaan dan paguyuban lainnya.

    “Pembiayaan kegiatan ini bersumber dari dukungan Pemerintah Kota Sorong, usaha panitia, serta bantuan lain yang tidak mengikat,” tambahnya.

    Dari internal KNPI, Wakil Ketua DPD KNPI Kota Sorong, M. Saman Bugis, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Sorong terhadap keberlangsungan organisasi kepemudaan. Ia menilai dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk pendanaan, tetapi juga perhatian terhadap aspirasi pemuda.

    “Dukungan pemerintah daerah membuktikan bahwa pemuda dipandang memiliki peran strategis dalam pembangunan Kota Sorong,” ujar Saman Bugis.

    Ia juga berharap perhatian terhadap pemuda terus ditingkatkan, khususnya melalui penguatan kapasitas, penyediaan fasilitas kepemudaan dan olahraga, serta percepatan penyelesaian pembangunan gedung DPD KNPI Kota Sorong.

    “Gedung KNPI sangat dibutuhkan sebagai pusat aktivitas pemuda dan wadah pengembangan potensi generasi muda,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Caretaker DPD KNPI Provinsi Papua Barat Daya, Izack F.A. Yable, S.Hut., M.Si, menekankan pentingnya konsolidasi organisasi menuju Musda serta menjaga persatuan di internal KNPI. Ia menegaskan bahwa tidak ada dualisme KNPI di Papua Barat Daya.

    “KNPI itu satu. Momentum Rapimpurda ini harus kita jaga untuk memperkuat konsolidasi dan memastikan proses menuju Musda berjalan dengan baik dan aman,” tegas Izack.

    Ia juga mendorong sinergi antara KNPI dan pemerintah daerah agar visi kepemudaan sejalan dari tingkat pusat hingga daerah.

    “Kami berharap forum ini melahirkan rekomendasi cerdas dan program kerja yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pemuda dan masyarakat di Kota Sorong,” pungkasnya.

    Kegiatan Rapimpurda VI DPD KNPI Kota Sorong turut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong Thamrin Tajuddin, S.T., M.M, unsur Forkopimda Kota Sorong, serta sejumlah tokoh dan tamu undangan lainnya.

  • DPD KNPI Kota Sorong Apresiasi Dukungan Pemkot, Dorong Percepatan Pembangunan Gedung Pemuda

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sorong menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Sorong atas dukungan nyata terhadap peran dan kegiatan kepemudaan di daerah tersebut.

    Hal itu disampaikan oleh Steering Committee DPD KNPI Kota Sorong, Mohammad Saman Bugis, dalam kegiatan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimpurda) yang berlangsung di gedung Lambertus Jitmau Kota Sorong pada Jum’at (06/02/2026).

    Ia menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Kota Sorong, khususnya Wali Kota Sorong, telah dirasakan secara langsung oleh pemuda.

    “Kami dari DPD KNPI Kota Sorong dengan segenap hati memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota Sorong, khususnya Bapak Wali Kota Sorong,” ujar Mohammad Saman Bugis.

    Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya berupa pendanaan kegiatan, tetapi juga mencakup fasilitasi kerja sama lintas pihak serta perhatian terhadap aspirasi pemuda. Hal ini dinilai sebagai bukti bahwa pemerintah daerah memahami peran strategis pemuda dalam pembangunan Kota Sorong.

    “Dukungan yang diberikan dalam berbagai bentuk membuktikan bahwa pemerintah daerah benar-benar memahami peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

    Selain itu, KNPI Kota Sorong juga meminta perhatian berkelanjutan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sorong terhadap pengembangan generasi muda. Ia menekankan bahwa pemuda merupakan agen perubahan yang memiliki energi dan kreativitas untuk mendorong kemajuan daerah.

    “Pemuda adalah agen perubahan yang memiliki energi dan kreativitas untuk menggerakkan kemajuan Kota Sorong,” ungkap Saman.

    Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti tema pembangunan berkelanjutan yang diangkat pada Rapimpurda tahun ini. Tema tersebut dinilai sejalan dengan potensi Kota Sorong di sektor ekonomi maritim, pariwisata alam, dan ekonomi kreatif.

    “Kami sebagai pemuda siap menjadi mitra aktif pemerintah dalam mengelola potensi tersebut secara bertanggung jawab, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat harmoni antar masyarakat,” katanya.

    Lebih lanjut, Rapimpurda disebut sebagai wadah strategis untuk menyusun program kerja yang terarah dan selaras dengan visi pembangunan Kota Sorong, sekaligus mempersiapkan Musyawarah Daerah mendatang dengan prinsip transparansi dan demokrasi.

    Ia juga berharap adanya penguatan program pengembangan kapasitas pemuda, peningkatan akses terhadap fasilitas pemuda dan olahraga, serta penyediaan ruang-ruang aktualisasi untuk menampung bakat dan potensi generasi muda.

    “Kami mengharapkan agar program pengembangan kapasitas dan fasilitas kepemudaan dapat terus diperkuat,” tambahnya.

    Secara khusus, KNPI Kota Sorong meminta perhatian Wali Kota Sorong agar pembangunan gedung DPD KNPI Kota Sorong dapat segera diselesaikan. Gedung tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas dan konsolidasi organisasi kepemudaan di Kota Sorong.

    “Gedung ini akan menjadi pusat aktivitas pemuda dan wadah untuk mengembangkan program-program yang bermanfaat bagi pemuda Kota Sorong,” tutup Mohammad Saman Bugis.

  • 71 OKP Resmi Jadi Peserta Rapim Purda KNPI Kota Sorong Termasuk 1 Organisasi Lokal

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Panitia Steering Committee (SC) Rapimpurna Daerah (Rapim Purda) KNPI Kota Sorong secara resmi menetapkan jumlah organisasi kepemudaan (OKP) dan distrik yang berhak menjadi peserta Rapim Purda setelah melalui tahapan verifikasi berkas dan pleno penetapan. Sabtu (31/01/2026).

    Ketua Steering Committee, Mohammad Saman Bugis, menjelaskan bahwa proses verifikasi telah dilakukan secara ketat sejak pendaftaran dibuka hingga batas akhir yang telah ditentukan. Verifikasi berkas dimulai sejak 29 Januari 2026 dan ditutup dengan rapat pleno pada malam hari.

    “Kemarin kami SC sudah rapat, melakukan penelitian dan verifikasi berkas sejak tanggal 29. Tadi malam kami pleno sekitar pukul 21.00 WIT dan telah mengesahkan peserta Rapim Purda,” ujar Mohammad Saman Bugis.

    Berdasarkan hasil pleno tersebut, SC menetapkan sebanyak 70 OKP tingkat daerah yang dinyatakan lolos sebagai peserta, ditambah 10 distrik serta 5 OKP lokal. Namun, dari 5 OKP lokal tersebut, satu OKP dinyatakan sebagai peserta penuh.

    “Dari hasil verifikasi, peserta penuh berjumlah 71 OKP, ditambah 10 distrik. Untuk OKP lokal ada lima, dan satu di antaranya masuk kategori peserta penuh, sehingga semua menjadi 81 Peserta dalam Rapim Purda KNPI Kota Sorong ” jelasnya.

    Peserta yang memiliki hak suara pada Rapim Purda dan MUSDA KNPI Kota Sorong berjumlah 81 peserta penuh dan 4 peserta peninjau.

    Mohammad Saman Bugis menyebutkan sejumlah OKP lokal yang telah ditetapkan sebagai peserta penuh, di antaranya Ikatan Pemuda Sulawesi Utara (IPSU), Ikatan Pemuda Tanimbar, Ikatan Pemuda Tidore, Ikatan Pemuda Mahasiswa Pelajar Kei (IPMPK) serta satu organisasi lokal lainnya Pemuda Malamoi.

    Ia juga menegaskan bahwa salah satu OKP yang sebelumnya berstatus lokal dapat ditetapkan sebagai peserta penuh karena telah memenuhi persyaratan organisasi, termasuk telah mengikuti Musyawarah Nasional sebanyak tiga kali.

    “IPMPK itu kami tetapkan sebagai peserta penuh karena sudah tiga kali mengikuti Munas dan memenuhi seluruh persyaratan organisasi,” katanya.

    Lebih lanjut, SC memastikan bahwa seluruh OKP yang telah mendaftar dan diverifikasi dinyatakan lolos. Dengan ditutupnya tahapan verifikasi, pendaftaran peserta Rapim Purda juga dinyatakan resmi ditutup.

    “Semua yang mendaftar sudah kami verifikasi dan semuanya lolos. Artinya tadi malam kami sudah kunci. Tidak ada lagi OKP yang bisa mendaftar karena pendaftaran sudah kami perpanjang dua kali,” tegasnya.

    Rapim Purda KNPI Kota Sorong sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada 6 Februari 2026. Setelah Rapim Purda selesai, panitia akan membuka pendaftaran bakal calon ketua KNPI.

    “Setelah Rapim selesai, kami buka pendaftaran kandidat. Satu minggu setelah itu, kami akan melaksanakan Musda,” jelas Mohammad Saman Bugis.

    Ia berharap seluruh tahapan Rapim Purda hingga Musyawarah Daerah (Musda) dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan kepemimpinan KNPI yang mampu merangkul seluruh elemen pemuda di Kota Sorong.

    “Harapan saya, Rapim Purda sampai Musda nanti bisa menghasilkan Ketua KNPI yang mampu mengayomi dan menghimpun seluruh pemuda serta OKP di Kota Sorong,” harapnya.

    Selain itu, ia juga mengajak OKP yang telah memiliki legitimasi hukum agar tetap aktif dan berpartisipasi pada agenda kepemudaan di masa mendatang.

    “OKP yang sudah punya legitimasi hukum saya harap tetap aktif. Untuk pendaftaran tahun ini memang sudah kami tutup, tapi ke depan kami harapkan bisa ikut berpartisipasi,” tutupnya.

  • Dispora Kota Sorong Segera Verifikasi OKP, KNPI Tegaskan Syarat Wajib Jelang RAPIMPURDA dan MUSDA VI

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Sorong akan segera melakukan pendataan dan verifikasi seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di wilayah Kota Sorong. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program pembinaan organisasi kepemudaan sekaligus untuk memastikan keberadaan OKP yang aktif dan legal.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sorong, Ramses Malibela, mengatakan bahwa pendataan ulang menjadi kebutuhan penting karena telah dialokasikan anggaran pembinaan OKP dalam APBD 2025.

    “Di APBD 2025 ada mata anggaran pembinaan organisasi kepemudaan dan pelatihan, sehingga kami membutuhkan daftar OKP yang benar-benar eksis di Kota Sorong,” kata Ramses Malibela beberapa waktu lalu.

    Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pemuda Dispora Kota Sorong, Rudolf Jetul. Ia menjelaskan bahwa verifikasi OKP akan dilakukan mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, dan akan melibatkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

    “Jadi silakan tiap OKP memasukkan salinan SK, surat keterangan tempat sekretariat, fotokopi KTP ketua, sekretaris, dan bendahara untuk kami verifikasi bersama dengan Kesbangpol,” ujar Rudolf.

    Rudolf menegaskan, OKP yang tidak mengikuti proses verifikasi akan dianggap tidak aktif dan tidak diakui keberadaannya di Kota Sorong.

    “Tanpa melakukan verifikasi, kami akan menganulir dan menganggap OKP itu tidak ada di Kota Sorong. Jadi kami mohon kepada rekan-rekan pengurus OKP untuk memasukkan data untuk kami verifikasi,” tegasnya.

    Kebijakan Dispora dan Kesbangpol ini mendapat dukungan dari Ketua OKK DPD KNPI Kota Sorong, M. Saman Bugis. Menurutnya, penertiban melalui verifikasi merupakan langkah penting untuk menata kembali organisasi kepemudaan agar berjalan sesuai aturan.

    “Sudah saatnya ada penertiban OKP lewat verifikasi yang dilakukan dinas terkait sesuai aturan yang berlaku. Apalagi dari pengalaman, OKP baru banyak bermunculan jelang Musda KNPI. Dan tentu kami mendukung jika semua melakukan verifikasi,” pungkas Saman Bugis.

    Sejalan dengan itu, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Sorong juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (RAPIMPURDA) dan Musyawarah Daerah (MUSDA) VI. Rapat pleno pengurus dalam rangka persiapan kegiatan tersebut telah berlangsung di salah satu hotel di Kota Sorong dan dihadiri langsung oleh Ketua OKK DPD KNPI Kota Sorong M. Saman Bugis serta Sekretaris Sulaiman Merin.

    Rencananya, RAPIMPURDA DPD KNPI Kota Sorong akan digelar pada awal atau pertengahan Desember 2025. Forum ini memiliki kewenangan menyiapkan rancangan materi MUSDA serta menetapkan peserta MUSDA VI KNPI Kota Sorong.

    Sekretaris DPD KNPI Kota Sorong, Sulaiman Merin, menegaskan bahwa seluruh tahapan menuju RAPIMPURDA dan MUSDA harus berjalan sesuai prosedur organisasi. Salah satu tahapan penting yang sedang berjalan adalah proses verifikasi OKP.

    “Seluruh tahapan pelaksanaan RAPIMPURDA hingga MUSDA VI harus berjalan sesuai prosedur. Salah satu syarat mutlak menjadi peserta penuh MUSDA adalah lolos verifikasi OKP,” kata Sulaiman Merin, Sabtu (07/11/2025).

    Sekretaris Bidang OKK DPD KNPI Kota Sorong, Jhon H. Malibela, menambahkan bahwa verifikasi merupakan bagian krusial dalam menjaga kualitas demokrasi di tubuh KNPI.

    “Proses verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa nantinya peserta MUSDA benar-benar memiliki legalitas yang sah dan memenuhi syarat administrasi, dengan menyertakan akta pendirian OKP terbaru, terdaftar di Kesbangpol, serta melampirkan SK OKP terbaru,” jelasnya.

    Ia juga menegaskan bahwa pendataan ulang akan mempermudah KNPI dalam mengidentifikasi OKP yang aktif sekaligus mencegah munculnya organisasi fiktif.

    “Kegiatan penerapan sistem pendataan ulang bertujuan agar ke depannya DPD KNPI Kota Sorong mudah mengidentifikasi seluruh keberadaan OKP, terlebih untuk dapat mendeteksi OKP bodong,” tegas Jhon.

    Menurutnya, RAPIMPURDA dan MUSDA VI KNPI Kota Sorong akan menjadi ruang konsolidasi dan dinamika bagi seluruh organisasi kepemudaan.

    “RAPIMPURDA dan MUSDA DPD KNPI Kota Sorong Ke-VI akan menjadi tempat berdinamika bagi seluruh anak-anak muda Cipayung dan OKP lainnya,” pungkasnya.