{"id":26658,"date":"2025-07-11T11:20:32","date_gmt":"2025-07-11T04:20:32","guid":{"rendered":"https:\/\/melanesiatimes.com\/?p=26658"},"modified":"2025-08-19T14:39:24","modified_gmt":"2025-08-19T07:39:24","slug":"komisi-ii-dprk-kota-sorong-sidak-mendadak-pasar-sentral-remu-terkait-kenaikan-harga-bahan-pokok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lindonews.id\/?p=26658","title":{"rendered":"Komisi II DPRK Kota Sorong Sidak Mendadak Pasar Sentral Remu Terkait Kenaikan Harga Bahan Pokok"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #800000\"><strong>Melanesiatimes.com<\/strong><\/span>,\u00a0<strong>Sorong, Papua Barat Daya<\/strong> \u2014 Anggota DPRK Kota Sorong menggelar inspeksi mendadak di Pasar Sentral Remu guna menanggapi lonjakan harga bahan pokok yang sangat signifikan. Kenaikan harga yang tajam ini telah memicu keluhan dari masyarakat, dan sidak ini bertujuan untuk mengecek kondisi langsung di lapangan.<\/p>\n<p>Dipimpin oleh Ketua Komisi II, Muhammad Rum Rumonim, sidak ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRK Syarir Nurdin serta dua anggota lainnya, Muda Situmorang dan Yongki Soisa, yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi II, sidak ini berlangsung pada Jumat (11\/07\/2025).<\/p>\n<p>Mereka berkomitmen untuk mendengarkan keluhan masyarakat dan mencari solusi atas masalah yang dihadapi.<\/p>\n<p>&#8220;Rakyat mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok yang sangat mendasar. Kami turun langsung untuk mencermati situasi ini,&#8221; ujar Rumonim saat berada di pasar. Sidak ini menjadi penting untuk memberikan perlindungan dan kepastian kepada warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.<\/p>\n<p>Selama sidak, anggota DPRK menemukan bahwa mayoritas komoditas bahan pokok mengalami kenaikan harga yang signifikan. Contohnya, harga rica atau cabe yang sebelumnya stabil di Rp60.000, kini telah melonjak hingga Rp210.000. Tak hanya cabe, harga tomat yang normalnya antara Rp25.000 hingga Rp30.000 sekarang mencapai Rp60.000. Sedangkan Beras naik Rp.5000 per karung untuk semua jenis beras premium, kecuali beras merek perahu atau karung kuning.<\/p>\n<p>Salah satu pedagang menjelaskan bahwa lonjakan harga ini disebabkan oleh dua faktor utama, yakni gagal panen dan masalah transportasi barang. &#8220;Banyak sayuran yang kami beli dari luar Kota Sorong, seperti Manokwari, Seram, dan Makassar, yang turut mempengaruhi harga,&#8221; terang pedagang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_26671\" aria-describedby=\"caption-attachment-26671\" style=\"width: 1600px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/melanesiatimes.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250711-WA0026.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-26671\" src=\"https:\/\/melanesiatimes.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250711-WA0026.jpg\" alt=\"Anggota DPRK Kota Sorong Lakukan Sidak Mendadak Terkait Kenaikan Harga Bahan Pokok\" width=\"1600\" height=\"900\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-26671\" class=\"wp-caption-text\">Foto bersama anggota DPRK Kota Sorong dengan pihak manajemen Bone Indah<\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk beras, informasi yang diperoleh menyatakan bahwa komoditas ini juga diambil dari Makassar. Salah satu distributor besar di Kota Sorong, Bone Indah, mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras disebabkan oleh harga dari Makassar, sehingga harga di wilayah Sorong hanya mengikuti fluktuasi yang ada di sana.<\/p>\n<p>Bone Indah juga berfungsi sebagai suplier utama yang memiliki gudang untuk menampung beras langsung dari petani. Saat sidak berlangsung, mereka menunjukkan bahwa stok beras di gudang cukup banyak, bahkan bisa mencukupi kebutuhan selama dua bulan ke depan.<\/p>\n<p>Selain itu pihak manajemen Bone indah pun mengklaim bahwa kenaikan harga mereka merupakan harga yang terendah dibanding toko-toko yang lain.<\/p>\n<p>Tidak hanya menemukan lonjakan harga, sidak ini juga mengungkapkan keluhan dari pedagang terkait standar harga yang tidak merata. Hal ini membuat mereka meminta agar dibentuk satu asosiasi yang dapat menetapkan harga secara adil, agar semua pedagang dapat mengikuti standar harga yang telah disepakati.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan sampai ada harga semau pedagang. Kita harus meratakan harga agar semua pedagang di sini bisa mendapatkan kesempatan yang sama,&#8221; tambah salah satu pedagang dengan harapan adanya regulasi yang lebih baik.<\/p>\n<p>Menanggapi temuan di lapangan, DPRK berencana untuk memanggil pihak terkait, seperti dinas perdagangan, Bulog, serta para suplier beras, dalam waktu dekat. Tujuannya adalah untuk mendiskusikan dan mencari solusi atas permasalahan harga sembako yang naik secara drastis ini.<\/p>\n<p>Muhammad Rumonim menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas perdagangan untuk mengatasi persoalan harga. &#8220;Kami akan berupaya campur tangan untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,&#8221; ujar Rumonim.<\/p>\n<p>Sidak ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen DPRK dalam menjalankan fungsi pengawasan serta perlindungan terhadap masyarakat. Anggota DPRK bertekad untuk terus memantau perkembangan harga dan memastikan stabilitas harga bahan pokok.<\/p>\n<p>Dengan tindakan ini, diharapkan kejadian lonjakan harga bahan pokok tidak terulang dan masyarakat Kota Sorong dapat hidup dengan lebih tenang dan sejahtera. Ke depan, dukungan semua pihak sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pasar yang adil dan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melanesiatimes.com,\u00a0Sorong, Papua Barat Daya \u2014 Anggota DPRK Kota Sorong menggelar inspeksi mendadak di Pasar Sentral Remu guna menanggapi lonjakan harga bahan pokok yang sangat signifikan. Kenaikan harga yang tajam ini telah memicu keluhan dari masyarakat, dan sidak ini bertujuan untuk mengecek kondisi langsung di lapangan. Dipimpin oleh Ketua Komisi II, Muhammad Rum Rumonim, sidak ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3263],"tags":[5605],"class_list":["post-26658","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-melanesia","tag-dprk_kota_sorong"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26658","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26658"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26658\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26675,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26658\/revisions\/26675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26658"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26658"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26658"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}