{"id":35724,"date":"2026-08-26T07:48:53","date_gmt":"2026-08-25T22:48:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.melanesiatimes.com\/?p=35724"},"modified":"2026-08-26T07:54:15","modified_gmt":"2026-08-25T22:54:15","slug":"hadapi-musim-kemarau-kepala-distrik-seremuk-imbau-warga-jangan-bakar-hutan-sembarangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lindonews.id\/?p=35724","title":{"rendered":"Hadapi Musim Kemarau, Kepala Distrik Seremuk Imbau Warga Jangan Bakar Hutan Sembarangan"},"content":{"rendered":"<p>SORONG SELATAN \u2014 Kepala Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Jhoni Kaliele, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan karena kondisi kering dapat meningkatkan risiko api meluas.<\/p>\n<p>Imbauan tersebut ditujukan kepada masyarakat di Kampung Srer, Tofot, Kamaro, Haha, Sbir, Woloin, Klaogin, dan Kakas yang berada di wilayah Distrik Seremuk.<\/p>\n<p>Jhoni mengatakan, pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar tidak terjadi kebakaran yang dapat merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKami mengimbau kepada seluruh masyarakat di Distrik Seremuk agar jangan membakar hutan sembarangan, apalagi dengan sengaja. Kita harus mengantisipasi musim kemarau karena kondisi kering bisa menyebabkan api cepat menyebar,\u201d ujar Jhoni Kaliele.<\/p>\n<p>Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa api yang berasal dari pembakaran kecil dapat dengan cepat merambat apabila berada di kawasan dengan kondisi kering.<\/p>\n<p>\u201cMasyarakat jangan menganggap remeh api. Kalau sudah masuk ke hutan dan kondisi kering, api bisa sulit dikendalikan. Karena itu, lebih baik kita mencegah daripada nanti kita kesulitan menangani kebakaran,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Jhoni juga mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar hutan maupun lahan agar memperhatikan penggunaan api. Jika penggunaan api memang diperlukan, warga diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.<\/p>\n<p>\u201cKalau ada aktivitas yang menggunakan api, masyarakat harus benar-benar memperhatikan lingkungan sekitar. Jangan meninggalkan api begitu saja. Pastikan semuanya sudah padam sebelum meninggalkan lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia berharap masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, khususnya ketika cuaca panas dan kondisi lingkungan kering.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap masyarakat bisa menjaga hutan kita bersama. Jangan sampai hutan yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat justru rusak karena kebakaran yang sebenarnya bisa kita cegah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Jhoni mengatakan, upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan masyarakat, kepala kampung, aparat kampung dan tokoh masyarakat sangat diperlukan.<\/p>\n<p>\u201cKepala kampung dan aparat kampung juga kami harapkan terus menyampaikan imbauan ini kepada masyarakat. Kita harus bergerak bersama karena hutan dan lingkungan ini merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat,\u201d ungkap Jhoni.<\/p>\n<p>Masyarakat juga diminta saling mengingatkan apabila menemukan aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.<\/p>\n<p>\u201cSaya mengajak kita semua untuk saling mengingatkan. Kalau melihat ada yang membakar sembarangan, tolong ditegur dan diingatkan dengan baik. Jangan menunggu sampai api membesar baru kita bertindak,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Jhoni, kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga mempunyai peran penting untuk menjaga lingkungan. Kalau kita semua peduli dan saling mengingatkan, saya yakin kebakaran hutan bisa kita cegah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain menghindari pembakaran, Jhoni meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau mengetahui adanya aktivitas pembakaran yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.<\/p>\n<p>\u201cKalau melihat ada api atau kebakaran, jangan dibiarkan. Segera informasikan kepada pemerintah kampung atau pihak terkait agar bisa ditangani lebih cepat sebelum api meluas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas jauh dari pusat pemerintahan agar tetap meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.<\/p>\n<p>\u201cWalaupun kampung kita berjauhan, kewaspadaan harus tetap sama. Setiap masyarakat harus menjaga wilayahnya masing-masing dan segera menyampaikan informasi kalau ada kebakaran atau titik api,\u201d tutur Jhoni.<\/p>\n<p>Jhoni berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan agar musim kemarau dapat dilalui tanpa terjadi kebakaran yang merugikan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cHarapan saya, selama musim kemarau ini tidak ada masyarakat yang melakukan pembakaran hutan sembarangan. Mari kita jaga hutan, jaga kampung dan jaga lingkungan kita bersama,\u201d tutup Jhoni Kaliele.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SORONG SELATAN \u2014 Kepala Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Jhoni Kaliele, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan karena kondisi kering dapat meningkatkan risiko api meluas. Imbauan tersebut ditujukan kepada masyarakat di Kampung Srer, Tofot, Kamaro, Haha, Sbir, Woloin, Klaogin, dan Kakas yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5973,3263],"tags":[],"class_list":["post-35724","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-daerah","category-melanesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35724","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35724"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35726,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35724\/revisions\/35726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}