{"id":36582,"date":"2026-10-07T17:53:44","date_gmt":"2026-10-07T08:53:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.melanesiatimes.com\/?p=36582"},"modified":"2026-10-07T17:53:44","modified_gmt":"2026-10-07T08:53:44","slug":"karhutla-tiga-bulan-bpbd-raja-ampat-keluarkan-imbauan-masker-di-waisai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lindonews.id\/?p=36582","title":{"rendered":"Karhutla Tiga Bulan, BPBD Raja Ampat Keluarkan Imbauan Masker di Waisai"},"content":{"rendered":"<p><strong>RAJA AMPAT,<\/strong> <span style=\"color: #800000;\"><strong>MELANESIATIMES.COM<\/strong><\/span> \u2014 Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Raja Ampat telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Kondisi kabut asap yang menyelimuti Waisai membuat Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mengambil langkah pencegahan dengan mengimbau masyarakat, termasuk pelajar, menggunakan masker saat beraktivitas.<\/p>\n<p>\u200eKepala BPBD Kabupaten Raja Ampat, Guntur Tamima, mengatakan kondisi Raja Ampat cukup kompleks karena wilayah tersebut tidak hanya menjadi salah satu daerah yang menghasilkan asap dari karhutla, tetapi juga menerima kiriman asap dari sejumlah wilayah lain.<\/p>\n<p>\u200e\u201cJujur kita juga salah satu penghasil asap saat ini di Pegunungan Barat Daya. Akan tetapi Kabupaten Raja Ampat ini juga salah satu daerah yang mendapatkan kiriman asap dari daerah lain, seperti Maluku, Maluku Utara, dan juga pada umumnya Papua Barat dan Papua,\u201d ujar Guntur.<\/p>\n<p>\u200eMenurutnya, kebijakan penggunaan masker tersebut dilakukan berdasarkan analisis perkembangan situasi serta informasi dari BMKG. BPBD juga telah berkoordinasi dengan Bupati Raja Ampat sebagai pimpinan daerah untuk mengeluarkan surat edaran terkait penggunaan masker.<\/p>\n<p>\u200eImbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada masyarakat umum di Kota Waisai, tetapi juga lingkungan pendidikan mulai dari TK, PAUD, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Raja Ampat.<\/p>\n<p>\u200eGuntur menjelaskan, salah satu pertimbangan utama adalah kondisi jarak pandang di Kota Waisai yang dalam pembaruan informasi terakhir BMKG berada di kisaran 1 kilometer.<\/p>\n<p>\u200e\u201cKondisi situasi dan jarak pandang yang ada di Kota Waisai ini kurang lebih 1 km, dan itu update terakhir yang kami terima oleh BMKG,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u200eSelain penggunaan masker, Satgas Karhutla Raja Ampat juga menyiapkan langkah lanjutan apabila kondisi kualitas udara dan kabut asap semakin memburuk.<\/p>\n<p>\u200eGuntur mengatakan pihaknya akan melakukan pemantauan dalam dua pekan ke depan sekaligus berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan.<\/p>\n<p>\u200eApabila situasi dinilai semakin tidak memungkinkan bagi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak sekolah, BPBD bersama Satgas akan berkoordinasi dengan Forkopimda Raja Ampat untuk mempertimbangkan penerapan pembelajaran dari rumah.<\/p>\n<p>\u200e\u201cUntuk mengamankan anak-anak kita, adik-adik kita yang bersekolah, kami dari Satgas akan berkoordinasi dengan pimpinan Forkopimda untuk menetapkan proses pembelajaran belajar dari rumah,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>\u200eMenurut Guntur, opsi tersebut akan ditempuh apabila kondisi sudah tidak memungkinkan bagi peserta didik untuk melakukan aktivitas di luar ruangan.<\/p>\n<p>\u200eLangkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla di Raja Ampat kini tidak hanya berkaitan dengan pemadaman titik api, tetapi juga mulai menyentuh aspek perlindungan kesehatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas pendidikan di tengah paparan kabut asap.<\/p>\n<p>\u200eBPBD Raja Ampat sendiri masih melakukan pemantauan perkembangan situasi karhutla dan kondisi udara dengan mengacu pada informasi serta peringatan dini dari BMKG.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RAJA AMPAT, MELANESIATIMES.COM \u2014 Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Raja Ampat telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Kondisi kabut asap yang menyelimuti Waisai membuat Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mengambil langkah pencegahan dengan mengimbau masyarakat, termasuk pelajar, menggunakan masker saat beraktivitas. \u200eKepala BPBD Kabupaten Raja Ampat, Guntur Tamima, mengatakan kondisi Raja Ampat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-36582","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36582","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=36582"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36582\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36584,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36582\/revisions\/36584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=36582"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=36582"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=36582"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}