{"id":36752,"date":"2026-10-16T16:23:23","date_gmt":"2026-10-16T07:23:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.melanesiatimes.com\/?p=36752"},"modified":"2026-10-16T16:25:12","modified_gmt":"2026-10-16T07:25:12","slug":"produk-kampung-maybrat-bidik-pasar-internasional-kacang-sangrai-dan-keripik-keladi-tampil-di-tei-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lindonews.id\/?p=36752","title":{"rendered":"Produk Kampung Maybrat Bidik Pasar Internasional, Kacang Sangrai dan Keripik Keladi Tampil di TEI 2026"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #800000;\"><strong>Melanesiatimes.com<\/strong><\/span>, <strong>Maybrat PBD<\/strong> \u2013 Potensi ekonomi kampung di Kabupaten Maybrat mulai mendapat ruang lebih luas untuk dikenal pasar. Dua produk olahan pangan lokal, Kacang Sangrai dan Keripik Keladi, dibawa dalam ajang perdagangan internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai upaya memperkenalkan produk unggulan desa sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Jumat (16\/10\/2026).<\/p>\n<p>Keikutsertaan kedua produk tersebut menjadi bagian dari upaya Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kabupaten Maybrat dalam mendorong usaha masyarakat desa agar berkembang, memiliki nilai tambah, dan mampu bersaing di tengah peluang pasar yang semakin terbuka.<\/p>\n<p>Dua produk itu berasal dari Distrik Ayamaru Tengah, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya. Kacang Sangrai merupakan produk unggulan BUM Desa Kaka Tua Semu, sedangkan Keripik Keladi diproduksi oleh BUM Desa Mandiri Men.<\/p>\n<p>Partisipasi kedua badan usaha milik desa (BUM Desa) tersebut difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha produktif masyarakat di wilayah pelaksanaan Program TEKAD.<\/p>\n<p>Koordinator Program TEKAD Kabupaten Maybrat, Yansen Frasawi, menyampaikan bahwa keikutsertaan kedua BUM Desa tersebut merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan produk unggulan kampung kepada masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n<p>Menurut Yansen, Kacang Sangrai dan Keripik Keladi memperlihatkan bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Kesempatan mengikuti pameran internasional diharapkan dapat mendorong pelaku usaha desa semakin percaya diri dalam mengembangkan produk dan memperluas jangkauan pemasaran.<\/p>\n<p>\u201cKeikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia menjadi kesempatan bagi produk unggulan desa di Kabupaten Maybrat untuk lebih dikenal dan membuka peluang pasar yang lebih luas,\u201d ujar Yansen.<\/p>\n<p>Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk membangun hubungan bisnis, mengenalkan keunggulan produk, serta menjajaki peluang kerja sama dengan calon pembeli dan mitra usaha.<\/p>\n<p>\u201cProduk lokal memiliki potensi untuk berkembang apabila didukung peningkatan kualitas, kemasan yang menarik, serta strategi pemasaran yang tepat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, BUM Desa Mandiri Men diwakili oleh direkturnya, Sonita Naa. Kehadirannya diharapkan dapat memperluas promosi produk, membangun jejaring usaha, menjalin kemitraan dengan calon pembeli, sekaligus memperoleh informasi mengenai kebutuhan dan perkembangan pasar.<\/p>\n<p>Selain promosi, kesiapan produk menjadi faktor penting untuk memperluas pemasaran. Berdasarkan informasi Program TEKAD, kedua produk tersebut telah memiliki izin usaha dan izin edar. Kelengkapan legalitas ini menjadi modal untuk mendukung pemasaran sesuai ketentuan yang berlaku dan meningkatkan kepercayaan konsumen.<\/p>\n<figure id=\"attachment_36755\" aria-describedby=\"caption-attachment-36755\" style=\"width: 1560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-36755\" src=\"https:\/\/www.melanesiatimes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261016-WA0033.jpg\" alt=\"Produk Kampung Maybrat Bidik Pasar Internasional, Kacang Sangrai dan Keripik Keladi Tampil di TEI 2026\" width=\"1560\" height=\"1560\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-36755\" class=\"wp-caption-text\">Produk unggulan Maybrat, Kacang Sangrai dan Keripik Keladi tembus Pasar Dunia<\/figcaption><\/figure>\n<p>Trade Expo Indonesia merupakan pameran dagang internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Ajang ini menjadi sarana untuk mempromosikan produk Indonesia, mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis, serta membuka peluang perluasan pasar, termasuk perdagangan ekspor.<\/p>\n<p>Bagi Kabupaten Maybrat, partisipasi ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan Kacang Sangrai dan Keripik Keladi, tetapi juga membuka jalan bagi produk-produk desa lainnya untuk mendapatkan kesempatan serupa.<\/p>\n<p>\u201cHarapan kami, produk unggulan kampung dapat terus berkembang, memiliki daya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pendapatan masyarakat serta penguatan ekonomi desa,\u201d tutur Yansen.<\/p>\n<p>Ke depan, peningkatan kapasitas produksi, standardisasi mutu, perbaikan kemasan, promosi, dan penguatan jaringan distribusi perlu terus dilakukan agar usaha yang dibangun masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Melalui Program TEKAD, Kabupaten Maybrat terus mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal agar produk kampung tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga berpeluang menjangkau pasar regional, nasional, hingga internasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melanesiatimes.com, Maybrat PBD \u2013 Potensi ekonomi kampung di Kabupaten Maybrat mulai mendapat ruang lebih luas untuk dikenal pasar. Dua produk olahan pangan lokal, Kacang Sangrai dan Keripik Keladi, dibawa dalam ajang perdagangan internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai upaya memperkenalkan produk unggulan desa sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Jumat (16\/10\/2026). Keikutsertaan kedua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5973],"tags":[4905,6990,6993,6986,6989,6987,6988,6991,6992,6777],"class_list":["post-36752","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-daerah","tag-ekonomi","tag-kacang","tag-keladi","tag-keripik","tag-maybrat","tag-pasar","tag-produk","tag-sangrai","tag-tei","tag-tekad"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36752","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=36752"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36752\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36757,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36752\/revisions\/36757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=36752"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=36752"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lindonews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=36752"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}