Kategori: Edukasi

Panduan – Kategori khusus memberikan informasi dan tips harian kepada anda semua.

  • Putra Maluku Tengah Tembus Kancah Global, Mohammad Rizky Sanduan Wakili Indonesia di Thailand

    Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah –  Putra asal Kabupaten Maluku Tengah, Mohammad Rizky Sanduan, kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, jum’at (24/07/2026).

    Kepastian tersebut didapat usai Rizky secara resmi terpilih sebagai wakil Indonesia pada edisi perdana ajang pencarian figur Role Model International yang akan digelar di Thailand pada akhir November hingga awal Desember 2026.

    Keikutsertaan Rizky menjadi catatan tersendiri karena ia merupakan wakil pertama Indonesia yang akan tampil pada kompetisi internasional tersebut.

    Dengan mengusung semangat “Ale Rasa, Beta Rasa”, ia bertekad memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan, keberagaman, serta budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

    Kesempatan berharga itu diraih Rizky melalui ajang Bachelors of Indonesia, setelah berhasil menyisihkan puluhan peserta dari berbagai daerah di Tanah Air.

    Dalam kompetisi tersebut, ia sukses menembus Top 2 bersama perwakilan Sulawesi Utara. Tidak hanya itu, Rizky juga berhasil meraih penghargaan Best Skin by Ekles’s Clinic, masuk Top 3 Sport Challenge, serta menyabet predikat Best Public Speaking yang penilaiannya dilakukan langsung oleh mentor internasional dari salah satu universitas ternama di Putrajaya, Malaysia.

    Di luar dunia pageant, Rizky dikenal sebagai seorang profesional di industri pertambangan. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, pengembangan generasi muda, hingga kampanye kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

    Bagi pria yang akrab disapa Iki tersebut, kesempatan mewakili Indonesia bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sebuah amanah untuk membawa wajah Indonesia yang beragam, inklusif, dan penuh empati ke panggung internasional.

    “saya percaya seorang role model bukan hanya dikenal, tetapi mampu memberi dampak positif. Saya ingin membawa wajah Indonesia yang beragam, penuh empati, dan semangat gotong royong ke panggung internasional,” ujar Rizky.

    Saat ini, Rizky tengah mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi kompetisi yang akan berlangsung di Bangkok dan Hua Hin, Thailand. Ia pun berharap mendapat doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Maluku, agar mampu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama bangsa.

    Lebih dari sekedar mengejar prestasi, Rizky berharap keikutsertaannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama dari kawasan Indonesia Timur, untuk berani bermimpi dan terus berjuang meraih cita-cita.

    “where you came from doesn’t limit where you can go. Saya ingin menunjukkan kepada teman-teman semua bahwa mimpi ditentukan oleh keberanian, kerja keras, dan ketulusan untuk memberi manfaat. Saya membawa nama Indonesia dan Maluku, serta harapan agar generasi muda dari timur Indonesia mampu berdiri sejajar di panggung dunia,” kata Rizky penuh optimis. (HUAT).

  • Mubes IKALJATIM di Sorong, Paulus Waterpauw Ajak Perkuat Persaudaraan dan Gotong Royong

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Jawa Timur (IKALJATIM) se-Tanah Papua yang digelar di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Jumat (24/7/2026).

    Giat ini menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat komitmen warga perantau asal Jawa Timur untuk berkontribusi dalam pembangunan Tanah Papua.

    Ketua Umum IKALJATIM se-Tanah Papua Yohanis Momot menegaskan, Mubes bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh anggota dalam semangat kebersamaan dan pengabdian.

    “Kita memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga persatuan, menghormati adat dan budaya lokal, serta hidup berdampingan secara harmonis dengan seluruh masyarakat di Papua,” ujar Yohanis.

    Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota IKALJATIM menjadikan organisasi sebagai wadah pengabdian yang melahirkan karya dan kepedulian sosial, bukan hanya tempat berkumpul.

    “Mari hadir dengan semangat gotong royong, memperkuat kepedulian sosial dan mendukung program-program pemerintah demi mewujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera,” katanya.

    Yohanis berharap, Mubes dapat melahirkan kepengurusan yang amanah, visioner dan mampu membawa IKALJATIM semakin solid serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

    “Jadikan perbedaan sebagai kekuatan dan musyawarah sebagai jalan terbaik dalam setiap keputusan organisasi,” pesannya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras, sehingga Mubes dapat terselenggara dengan baik di Kota Sorong.

    Sementara itu, Ketua Dewan Pembina IKALJATIM se-Tanah Papua Paulus Waterpauw menilai, pertemuan tersebut memiliki makna strategis karena anggota IKALJATIM merupakan bagian dari sumber daya manusia Papua yang memiliki pengalaman, pendidikan dan pengetahuan yang dapat didedikasikan untuk kemajuan daerah.

    “Kita harus tetap guyub, menjaga persaudaraan dan memberikan teladan yang baik bagi generasi muda. Sebagai alumni Jawa Timur, kita tunjukkan bahwa kebersamaan dan gotong royong adalah kekuatan,” ujar Waterpauw.

    Ia mengingatkan agar IKALJATIM terus menjalankan tradisi anjangsana, memperbanyak kegiatan sosial, seminar, diskusi, hingga forum kelompok terarah yang melibatkan berbagai profesi, seperti tenaga kesehatan, akademisi dan tokoh masyarakat.

    Menurutnya, peran tersebut penting untuk membantu menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat, termasuk memberikan pendampingan kepada generasi muda dan keluarga.

    Paulus juga menekankan, Papua saat ini mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat, sehingga seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk merawat dan menjaga Papua melalui berbagai kegiatan positif yang membangun persatuan.

    “Papua harus dirawat dengan baik. Persaudaraan, dialog dan kegiatan sosial adalah bagian dari upaya menjaga kedamaian serta memperkuat kebersamaan,” tuturnya.

    Mubes IKALJATIM se-Tanah Papua di Kota Sorong ini, sambungnya, diharapkan menjadi tonggak penguatan organisasi sekaligus sebagai mitra pembangunan yang aktif, harmonis dan terus menebarkan semangat persaudaraan bagi kemajuan Papua.

  • Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Klademak Dua Pantai

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong PBD – Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Provinsi Papua Barat Daya menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak kebakaran di kawasan Klademak Dua Pantai, Kota Sorong, Sabtu (18/7/2026).

    Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap masyarakat yang beberapa waktu lalu kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah kebakaran.

    Penyaluran bantuan dipimpin Ketua Harian Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura, Orgenes Nauw, didampingi wakil ketua, bendahara, Yanto Ijie, serta sejumlah alumni lainnya. Bantuan diangkut menggunakan dua kendaraan, yakni satu unit truk dan satu unit mobil pikap, kemudian diserahkan langsung di lokasi kejadian.

    Dalam kesempatan itu, Yanto Ijie mengatakan, para alumni merupakan putra-putri Sorong Raya yang pernah menempuh pendidikan di Kota Studi Hollandia, Jayapura, dan kini kembali mengabdi di Provinsi Papua Barat Daya yang meliputi enam kabupaten/kota.

    “Kami adalah anak-anak Sorong Raya yang dulu menempuh pendidikan di Jayapura. Setelah menyelesaikan studi, kami kembali mengabdi di tanah kelahiran kami, yaitu Provinsi Papua Barat Daya. Kehadiran kami hari ini semata-mata untuk membawa bantuan kemanusiaan kepada bapak dan ibu yang menjadi korban kebakaran,” ujar Yanto.Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Klademak Dua Pantai

    Ia menambahkan, duka yang dialami para korban juga dirasakan oleh seluruh alumni sehingga mereka berinisiatif menggalang bantuan sebagai bentuk solidaritas.

    “Apa yang bapak dan ibu rasakan, kami juga ikut merasakan. Karena itu kami hadir untuk sedikit meringankan beban yang sedang dihadapi akibat musibah ini,” katanya.

    Diketahui, kebakaran tersebut melanda dua wilayah pemerintahan, yakni Kelurahan Malawei dan Kelurahan Klaligi, Distrik Sorong Manoi, sehingga mengakibatkan sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan pokok.

    Sementara itu, Ketua Harian Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura, Orgenes Nauw, menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni merupakan aksi kemanusiaan tanpa kepentingan apa pun.

    “Kehadiran kami di sini semata-mata sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, tidak ada kepentingan lain. Seperti pepatah Maluku, ‘Cubit di kuku rasa di daging’, artinya penderitaan yang bapak dan ibu alami juga kami rasakan,” ungkap Orgenes.

    Ia berharap bantuan yang diberikan, meski tidak seberapa, dapat membantu memenuhi kebutuhan para korban selama masa pemulihan.

    “Jangan melihat bantuan ini dari banyak atau sedikitnya, tetapi lihatlah sebagai wujud kepedulian kami kepada saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban bapak dan ibu,” tambahnya.Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Klademak Dua Pantai

    Adapun bantuan yang disalurkan meliputi peralatan dapur, kompor, beras, supermi, telur, minyak goreng, makanan bayi dan anak, kasur, bantal, serta pakaian layak pakai.

    Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Kepala Kelurahan Malawei dan Kepala Kelurahan Klaligi untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang terdampak kebakaran di kawasan Klademak Dua Pantai, Kota Sorong.

  • Persiapan Mubes II IKALJATIM Capai 70 Persen, Tokoh Nasional dan Kepala Daerah Siap Hadir

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong PBD – Musyawarah Besar (Mubes) II Ikatan Keluarga Jawa Timur (IKALJATIM) di Tanah Papua yang akan digelar pada 24–25 Juli 2026 di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, terus dimatangkan panitia. Hingga saat ini, persiapan pelaksanaan kegiatan telah mencapai sekitar 70 persen.

    Ketua Panitia Mubes II IKALJATIM di Tanah Papua, Luksen Krenak, mengatakan berbagai kebutuhan teknis telah dipersiapkan, mulai dari lokasi kegiatan, penyusunan run down acara, hingga akomodasi bagi peserta yang datang dari berbagai wilayah di Tanah Papua.

    “Persiapan sudah mencapai sekitar 70 persen. Kami terus mematangkan seluruh kebutuhan, baik tempat pelaksanaan, penginapan peserta, maupun rangkaian acara agar Mubes berjalan lancar,” ujar Luksen.

    Ia menjelaskan, hingga saat ini sekitar 150 peserta dari luar Provinsi Papua Barat Daya telah menyatakan kesiapannya untuk menghadiri Mubes. Mereka berasal dari Merauke sebanyak 10 orang, Jayapura 21 orang, Serui 16 orang, Waropen 8 orang, Wamena 12 orang, Nabire 18 orang, Timika 7 orang, Manokwari 30 orang, Teluk Bintuni 25 orang, dan Fakfak 8 orang.

    Sementara itu, Ketua Umum IKALJATIM di Tanah Papua, Yohanis Momot, mengungkapkan sejumlah tokoh nasional dan kepala daerah dijadwalkan hadir sebagai narasumber dalam Mubes II.

    Di antaranya Ketua Pembina IKALJATIM di Tanah Papua Paulus Waterpauw, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Ketua Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, Bupati Bintuni, Yohanis Manibui, serta akademisi Universitas Papua Dr. Agus Sumule.

    “Kehadiran para narasumber ini diharapkan dapat memperkaya pembahasan dalam Mubes, terutama terkait berbagai isu strategis pembangunan di Tanah Papua,” kata Yohanis.

    Menurutnya, Mubes II tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi IKALJATIM yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua, tetapi juga menjadi ruang diskusi untuk membedah berbagai isu strategis di kawasan timur Indonesia.

    Beberapa isu yang akan dibahas antara lain pembangunan Papua, pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia, serta berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang berkembang di Tanah Papua.

    “Hasil pembahasan dalam Mubes nantinya akan dirumuskan sebagai rekomendasi dan masukan kepada pemerintah, sekaligus menjadi kontribusi IKALJATIM bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua,” pungkasnya.

  • DPRP Papua Barat Daya Turun Tangan, Sengketa PHK Eks Karyawan PT. Hendrison Inti Prasada Memanas

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Barat Daya mulai mengambil langkah untuk memfasilitasi penyelesaian sengketa hubungan industrial antara puluhan eks karyawan PT. Hendrison Inti Prasada (HIP) dengan pihak manajemen perusahaan.

    Persoalan yang telah berlangsung selama hampir dua bulan itu dibahas dalam rapat dengar pendapat yang digelar di ruang rapat DPRP Papua Barat Daya, Kota Sorong, Jumat (17/7/2026).

    Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan eks karyawan, DPRP Papua Barat Daya, serta pihak terkait. Namun, manajemen PT. Hendrison Inti Prasada tidak menghadiri undangan rapat sehingga pembahasan baru mendengarkan keterangan dari pihak pekerja.

    Ketua DPD Pelikha Papua Barat Daya, Denisius Faruan yang mendampingi para eks karyawan menjelaskan, sengketa bermula setelah sejumlah pekerja yang telah mengabdi selama bertahun-tahun mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa memperoleh hak-hak normatif sebagaimana diatur dalam ketentuan ketenagakerjaan.

    Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil mediasi yang sebelumnya difasilitasi DPRD Kabupaten Sorong dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sorong, ditemukan adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan pihak perusahaan.

    “Di dalam tahapan yang kami lalui bersama DPRD Kabupaten Sorong dan Dinas Tenaga Kerja, sudah ada petunjuk bahwa terdapat kesalahan yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan. Ada pekerja yang telah mengabdi 21 tahun, 16 tahun, lima tahun hingga tiga tahun, tetapi setelah di-PHK tidak memperoleh hak-haknya,” ujar Denisius.

    Menurutnya, selain persoalan PHK, para pekerja juga mengaku menerima upah di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP). Ketika mereka menuntut hak normatif sesuai ketentuan perundang-undangan, perusahaan justru disebut mengambil langkah PHK secara sepihak.

    “Ketika para pekerja menuntut hak normatif mereka sesuai amanat undang-undang, jawabannya justru PHK sepihak. Padahal persoalan ini sudah masuk dalam mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan perusahaan seharusnya memenuhi kewajibannya,” tegasnya.

    Ia juga menilai perusahaan sengaja mendorong penyelesaian perkara ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), sementara para pekerja sudah tidak menerima upah selama dua bulan.

    “Karyawan sudah dua bulan tidak bekerja dan tidak memperoleh penghasilan. Kemudian mereka masih harus didorong ke PHI untuk mencari kepastian hukum. Ini sangat tidak berperikemanusiaan,” katanya.

    Pihaknya meminta DPRP Papua Barat Daya memanggil manajemen perusahaan agar hadir secara langsung memberikan penjelasan, bukan hanya menyampaikan balasan surat.

    “Kami berharap perusahaan membuka ruang dialog dan mempertanggung jawabkan persoalan ini. Kalau tetap tidak hadir dan tidak ada penyelesaian, kami akan menggelar aksi besar-besaran hingga menghentikan aktivitas produksi perusahaan,” ancamnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua DPRP Papua Barat Daya, Freddy Marlisa, mengatakan DPR baru menerima penjelasan dari pihak pekerja karena perusahaan tidak memenuhi undangan rapat.

    Menurut Freddy, sebelumnya telah ada komunikasi dan mediasi yang melibatkan DPRD Kabupaten Sorong maupun Dinas Tenaga Kerja. Bahkan telah tercapai kesepakatan awal, namun hingga kini belum direalisasikan.

    “Hari ini kami baru mendengar keterangan dari pihak pekerja. Karena pihak perusahaan tidak hadir, kami akan melayangkan undangan kedua agar mereka datang memberikan penjelasan bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sorong maupun Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat Daya,” ujarnya.

    Freddy menegaskan DPRP ingin memastikan tidak ada hak-hak pekerja yang diabaikan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah adanya pekerja yang telah mengabdi hingga 20 tahun namun belum memiliki dokumen perjanjian kerja yang jelas.

    “Ada pekerja yang sudah bekerja sekitar 20 tahun, menerima upah, tetapi sampai sekarang tidak memiliki perjanjian kerja. Itu yang akan kami dalami karena kami membutuhkan dokumen dari semua pihak agar persoalan ini dapat diselesaikan secara objektif,” katanya.

    Ia menambahkan, DPRP Papua Barat Daya akan menjalankan fungsi pengawasan dan fasilitasi sesuai kewenangannya. Jika perusahaan kembali mengabaikan panggilan DPR, pihaknya akan mendorong penanganan lebih lanjut oleh instansi yang berwenang.

    “DPR bertugas menjadi corong masyarakat. Jika persoalan ini tidak juga diselesaikan, kami akan mengambil langkah lanjutan sesuai kewenangan, termasuk mendorong aparat yang berwenang untuk melakukan penanganan secara serius,” tegas Freddy.

    Freddy juga mengingatkan agar pihak perusahaan bersikap kooperatif dan menghormati proses yang sedang difasilitasi DPRP Papua Barat Daya.

    “Perusahaan harus kooperatif. Undangan DPR merupakan bagian dari upaya mencari solusi. Kami berharap mereka hadir dan memberikan penjelasan agar persoalan ini bisa diselesaikan secara terbuka dan adil bagi semua pihak,” tutupnya.

  • Ketua Foppera PBD Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan dan Tidak Mudah Terprovokasi

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong, PBD – Forum Pengawal Perjuangan Rakyat (Foppera) Provinsi Papua Barat Daya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah, sekaligus tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun isu-isu yang berpotensi menghambat kemajuan daerah.

    Ajakan tersebut disampaikan Ketua Fopera Papua Barat Daya, Yanto Ijie, saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Fopera Papua Barat Daya, Kota Sorong, Selasa malam (14/7/2026), menyikapi berbagai dinamika yang terjadi di Provinsi Papua Barat Daya dalam beberapa pekan terakhir.

    Menurut Yanto, berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Bahkan, ia menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tetap mengedepankan persatuan dan bersama-sama menjaga iklim pembangunan di provinsi yang baru berusia sekitar tiga tahun tersebut.

    “Papua Barat Daya adalah provinsi baru yang masih membutuhkan percepatan pembangunan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu memberikan dukungan kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya agar program-program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Yanto.

    Ia menegaskan, Fopera mendukung berbagai program strategis nasional yang dinilai berpihak kepada masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta program ketahanan pangan seperti cetak sawah yang secara langsung menyentuh kehidupan para petani.

    “Kami berharap seluruh program pemerintah benar-benar berpihak kepada masyarakat, khususnya masyarakat adat. Hak-hak masyarakat adat juga harus diperhatikan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.

    Yanto juga mengajak masyarakat untuk mendukung visi Gubernur Papua Barat Daya dalam mewujudkan daerah tersebut sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Menurutnya, cita-cita tersebut hanya dapat terwujud apabila pemerintah dan masyarakat berjalan beriringan.

    “Kita harus memberikan dukungan penuh kepada Bapak Gubernur Papua Barat Daya. Jika seluruh elemen masyarakat bersatu mendukung pembangunan, saya yakin Papua Barat Daya akan berkembang dan mampu sejajar dengan daerah-daerah maju lainnya di Indonesia,” ungkapnya.

    Di akhir pernyataannya, Yanto mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menerima informasi yang beredar di ruang publik. Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu maupun ajakan yang belum tentu benar dan berpotensi menghambat pembangunan daerah.

    “Jangan mudah terprovokasi atau terhasut oleh informasi maupun isu-isu yang menyesatkan. Mari kita bersama-sama menjaga situasi yang kondusif agar pembangunan di Papua Barat Daya dapat berjalan dengan baik demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” pungkasnya.

  • Sekjen LPTQ Nasional Apresiasi MTQ Papua Barat Daya, Al-Qur’an dan Budaya Lokal Berjalan Beriringan

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI sekaligus Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., mengapresiasi penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya yang dinilai berhasil memadukan syiar Islam dengan kekayaan budaya lokal masyarakat Papua.

    Apresiasi tersebut disampaikan Muchlis saat memberikan sambutan pada pembukaan MTQ Ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya di Arena Utama MAN Kota Sorong, Rabu malam (1/7/2026). Menurutnya, penyelenggaraan MTQ di Papua Barat Daya menghadirkan pesan penting bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat berkembang selaras dengan tradisi dan kearifan lokal yang telah hidup di tengah masyarakat.

    “Papua Barat Daya memiliki alam yang indah, masyarakat yang majemuk, tradisi yang kaya, serta nilai-nilai persaudaraan yang hidup di tengah masyarakat. Semua itu adalah anugerah Allah yang harus kita jaga bersama. Al-Qur’an hadir untuk menerangi, menguatkan, dan menyempurnakan nilai-nilai luhur yang telah tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Muchlis.

    Ia menilai kolaborasi antara seni budaya Papua dengan nilai-nilai Al-Qur’an menjadi gambaran nyata bahwa Islam dapat tumbuh dan berkembang tanpa menghilangkan identitas budaya masyarakat setempat, sebagaimana pendekatan dakwah yang pernah dilakukan para Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Pulau Jawa.

    Muchlis secara khusus memberikan apresiasi terhadap penampilan Sanggar Nani Billy pada seremoni pembukaan MTQ yang menampilkan tarian dan seni budaya Papua. Menurutnya, pertunjukan tersebut menggambarkan perjalanan masyarakat asli Papua dalam mengenal Islam dan Al-Qur’an, namun tetap mempertahankan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

    “Ini adalah contoh yang sangat baik bagaimana syiar Islam dikemas melalui pendekatan budaya. Nilai-nilai Al-Qur’an dapat hidup di tengah masyarakat tanpa menghilangkan jati diri budaya Papua,” katanya.

    Lebih lanjut, Muchlis menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca atau menghafal Al-Qur’an, tetapi juga merupakan sarana syiar Islam yang memiliki dimensi keagamaan, sosial, budaya, hingga ekonomi.

    “MTQ adalah syiar, bukan sekadar lomba. MTQ telah menjadi pesta rakyat keagamaan yang di dalamnya terdapat dimensi keagamaan, sosial, ekonomi, dan budaya,” tegasnya.

    Selain mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya atas dukungannya terhadap penyelenggaraan MTQ, Muchlis berharap komitmen pemerintah daerah terhadap Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dapat terus diperkuat dan tidak berhenti pada pelaksanaan MTQ semata.

    Menurutnya, LPTQ memiliki peran strategis dalam membina kemampuan baca tulis Al-Qur’an, mencetak qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta membangun pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda secara berkelanjutan.

    “Kami berharap komitmen pemerintah daerah terus diperkuat, tidak hanya untuk pelaksanaan MTQ, tetapi juga untuk mendukung program pembinaan LPTQ secara berkelanjutan. Investasi terbaik adalah membangun manusia yang jujur, berkarakter, dan berakhlakul karimah melalui pendidikan Al-Qur’an,” ujarnya.

    Muchlis juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat Daya beserta seluruh jajaran pemerintah daerah atas dukungan terhadap penyelenggaraan MTQ Ke-II. Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara pemerintah daerah dan LPTQ dapat terus ditingkatkan sehingga pembinaan Al-Qur’an di Papua Barat Daya semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi Qurani yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Papua.

  • Gubernur Elisa Kambu Resmi Buka MTQ Ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya, Syiar Al-Qur’an dan Penguatan Ekonomi Umat

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya resmi dibuka oleh Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu  D.Sos sebagai momentum memperkuat syiar Islam, membangun generasi Qurani, serta mendorong pengembangan ekonomi umat di Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (1/7/2026).

    Kegiatan yang berlangsung pada 1–4 Juli 2026 tersebut mengusung tema “Melalui MTQ, Kita Kembangkan Ekonomi Umat Menuju Provinsi Papua Barat Daya yang Berdaya Saing” dan dipusatkan di Arena Utama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sorong, Gedung ACC Al-Akbar, serta Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya.

    Ketua Panitia MTQ Ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya, Abdul Mutalib Salim, menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini mengusung tema “Melalui MTQ, Kita Kembangkan Ekonomi Umat Menuju Provinsi Papua Barat Daya yang Berdaya Saing”.

    Menurutnya, tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan beragama, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun ekonomi umat yang berorientasi pada kejujuran, kerja keras, profesionalisme, serta keberkahan.

    “Melalui MTQ ini kami ingin membangun kesadaran bahwa Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dihafal, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun ekonomi umat yang kuat, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Abdul Mutalib.

    Ia menambahkan, panitia juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), produk halal, serta produk unggulan lokal untuk terlibat selama penyelenggaraan MTQ berlangsung.

    “Kami berharap MTQ Ke-II Papua Barat Daya tidak hanya sukses sebagai ajang syiar Islam dan pembinaan prestasi, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat serta menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah di Papua Barat Daya,” katanya.

    Ketua Panitia juga mengatakan penyelenggaraan MTQ bertujuan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperkuat pembinaan generasi Qurani, sekaligus menyiapkan kafilah terbaik yang akan mewakili Papua Barat Daya pada MTQ Nasional Ke-31 di Provinsi Jawa Tengah tahun 2026.

    “MTQ ini menjadi wadah untuk memperkuat pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di Papua Barat Daya,” ujarnya.

    Sebanyak 202 peserta dari enam kabupaten/kota mengikuti MTQ Ke-II Papua Barat Daya, didampingi 60 ofisial, 41 dewan hakim, 10 panitera, dan 75 panitia, dengan total keseluruhan peserta dan pendukung mencapai 388 orang.

    Berbagai cabang diperlombakan sesuai ketentuan LPTQ Nasional, di antaranya Tilawah Al-Qur’an, Hifzhil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Kaligrafi Al-Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

    Pada kesempatan tersebut, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu juga melantik para Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran Ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya. Prosesi pelantikan ditandai dengan penyematan atribut secara simbolis kepada tiga perwakilan Dewan Hakim serta penyerahan piala bergilir kepada panitia untuk diperebutkan oleh para peserta selama pelaksanaan MTQ berlangsung.

    Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI sekaligus Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., menilai Papua Barat Daya memiliki kekayaan alam, budaya, serta nilai-nilai persaudaraan yang menjadi modal besar dalam membangun peradaban berbasis nilai keagamaan.

    “Papua Barat Daya memiliki alam yang indah, masyarakat yang majemuk, tradisi yang kaya, serta nilai-nilai persaudaraan yang hidup di tengah masyarakat. Semua itu adalah anugerah Allah yang harus kita jaga bersama. Al-Qur’an hadir untuk menerangi, menguatkan, dan menyempurnakan nilai-nilai luhur yang telah tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Muchlis.

    Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi telah berkembang menjadi perhelatan keagamaan terbesar yang memiliki dimensi sosial, budaya, dan ekonomi.

    “MTQ adalah syiar, bukan sekadar lomba. MTQ telah menjadi pesta rakyat keagamaan yang di dalamnya terdapat dimensi keagamaan, sosial, ekonomi, dan budaya. Karena itu, keberadaan LPTQ sangat penting untuk terus melakukan pembinaan sepanjang tahun dalam rangka membumikan Al-Qur’an,” katanya.

    Muchlis juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam mendukung penyelenggaraan MTQ dan pembinaan Al-Qur’an. Menurutnya, investasi terbaik bukan hanya pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia.

    “Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya atas komitmennya mendukung penyelenggaraan MTQ serta pembinaan Al-Qur’an. Kita semua yakin bahwa investasi terbaik adalah membangun manusia yang jujur, berkarakter, mencintai keadilan, dan memiliki akhlakul karimah yang berawal dari pendidikan Al-Qur’an,” tuturnya.

    Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai sarana ibadah dan penguatan nilai-nilai persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat Daya.

    “Kita datang bukan semata-mata untuk menjadi juara. Kita datang untuk memuliakan Tuhan, memanjatkan doa, dan menghadirkan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan kita. Soal juara adalah bonus, tetapi yang utama adalah keikhlasan dalam beribadah,” ujar Elisa Kambu.

    Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap MTQ Ke-II dapat menjadi momentum memperkuat karakter masyarakat yang religius, moderat, dan berakhlak mulia, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul menuju Papua Barat Daya yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.

    Elisa Kambu menegaskan bahwa MTQ merupakan wadah untuk memperkuat kehidupan beragama sekaligus menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat Daya yang terdiri atas berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa.

    “Papua Barat Daya adalah rumah kita bersama. Keberagaman yang kita miliki merupakan anugerah yang harus terus kita rawat dalam semangat saling menghormati, saling menghargai, dan bergotong royong membangun daerah ini,” kata Elisa.

    Menurutnya, penyelenggaraan MTQ tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

    “Kita hadir di tempat ini bukan semata-mata karena ingin menjadi juara, tetapi untuk memanjatkan doa, menghadirkan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan kita, serta menjadikan MTQ sebagai sarana ibadah. Jika niat kita baik untuk memuliakan Tuhan, maka keberhasilan akan mengikuti sebagai bonus,” ujarnya.

    Elisa berharap MTQ Ke-II Papua Barat Daya mampu melahirkan generasi muda yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki semangat persaudaraan dan persatuan.

    “Melalui MTQ ini kita ingin membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi dan pembangunan, tetapi juga kokoh dalam karakter, menjunjung tinggi kedamaian, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

  • MTQ Ke-II Papua Barat Daya Catat Sejarah, Pertama Kali Terapkan Sistem e-MTQ

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong -Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya mencatat sejarah baru dengan diterapkannya sistem digital e-MTQ. Inovasi ini menjadi langkah awal transformasi penyelenggaraan MTQ dari sistem manual menuju digitalisasi yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Selasa (30/6/2026).

    Sekretaris Panitia MTQ Tingkat Provinsi Papua Barat Daya, Iksan Fakaubun, mengatakan bahwa MTQ tahun ini merupakan yang pertama di Papua Barat Daya menggunakan aplikasi e-MTQ sebagai instrumen untuk menjaga kualitas pelaksanaan lomba.

    “Ini pertama kalinya MTQ Provinsi Papua Barat Daya menggunakan e-MTQ sebagai alat untuk menjaga kualitas penyelenggaraan MTQ. Beberapa bulan lalu, tepatnya pada Desember, kami telah melaksanakan pelatihan bagi admin-admin daerah, dan pada MTQ kali ini kami juga menghadirkan admin pusat atau admin nasional untuk mendampingi panitia daerah,” ujarnya.

    Menurut Iksan, penerapan sistem digital tersebut mendapat dukungan langsung dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Bahkan, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI dijadwalkan hadir pada 1 Juli untuk memberikan materi dalam kegiatan orientasi calon dewan hakim MTQ Ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya.

    “Kami berharap pelaksanaan MTQ ke depan dapat terus bertransformasi dari sistem manual menuju digitalisasi penuh,” katanya.

    Pendaftaran peserta MTQ tahun ini juga dilakukan secara daring dan terintegrasi dengan sistem kependudukan nasional. Dengan sistem tersebut, data peserta akan diverifikasi secara otomatis berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

    “Jika ada peserta yang mendaftar dari luar daerah dan NIK-nya tidak tercatat sebagai warga Papua Barat Daya, maka secara otomatis akan tertolak oleh sistem. Jadi seluruh peserta yang mengikuti MTQ ini benar-benar merupakan putra-putri Papua Barat Daya,” jelas Iksan.

    Dari proses seleksi yang dilakukan melalui sistem e-MTQ, tercatat sebanyak 202 peserta dinyatakan lolos dan akan mewakili lima kabupaten serta satu kota di Provinsi Papua Barat Daya. Sejumlah pendaftar lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat karena data kependudukan mereka tidak terverifikasi oleh sistem.

    Sementara itu, Wakil Sekretaris Panitia menambahkan bahwa digitalisasi juga diterapkan dalam proses penilaian dewan hakim. Seluruh mekanisme penilaian dilakukan melalui aplikasi yang terhubung dengan layar monitor sehingga proses penjurian menjadi lebih efektif dan transparan.

    Saat ini penerapan digitalisasi MTQ baru mencapai sekitar 60 persen. Namun, panitia optimistis pada pelaksanaan MTQ Ke-III mendatang seluruh tahapan dapat dilakukan secara digital.

    Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah sistem pengundian maqra atau bacaan peserta secara daring. Pengundian dilakukan melalui aplikasi pada malam sebelum pelaksanaan lomba sehingga peserta tidak perlu lagi datang ke sekretariat untuk mengambil bacaan secara manual.

    “Maqra yang akan dibaca peserta dapat diakses langsung melalui aplikasi menggunakan telepon genggam masing-masing. Admin kabupaten dan kota yang telah dilatih akan mengelola seluruh proses tersebut, sehingga lebih praktis dan efisien dibandingkan sistem sebelumnya,” ungkapnya.

    Penerapan e-MTQ diharapkan menjadi tonggak modernisasi penyelenggaraan MTQ di Papua Barat Daya sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam menghadirkan kompetisi keagamaan yang profesional, transparan, dan berbasis teknologi.

  • Mahasiswa Faperta UNAMIN Sorong Gelar Aksi Pemupukan Cabai dan Bawang Daun Bersama Poktan Margotani

    Melanesiatimes.com, Kabupaten Sorong  – Wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali ditunjukkan mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN). Sebanyak 11 mahasiswa Program Studi Agroteknologi turun langsung ke lahan pertanian untuk melaksanakan aksi pemupukan tanaman cabai dan bawang daun bersama Kelompok Tani (Poktan) Margotani, pada Sabtu (13/6/2026).

    Kegiatan yang didampingi dosen pembimbing, Dr. Ajang Maruapey, S.P., M.P., yang akrab disapa Dr. Amar, berlangsung di lahan milik salah satu anggota Poktan Margotani, Prayono atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Yono.

    Pemupukan dilakukan pada tanaman cabai dan bawang daun yang telah berusia satu bulan setelah tanam, fase penting dalam mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman.

    Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan hangat dari para petani. Mbah Yono mengaku sangat terbantu dengan keterlibatan mahasiswa dalam proses perawatan tanaman.

    “Hadirnya kelompok adik-adik mahasiswa dari UNAMIN sangat membantu meringankan beban kerja saya dan istri saya,” ujar Mbah Yono.

    Selain membantu petani, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Salah satu peserta, Dian Fatma Sari, mengatakan pengalaman di lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata mengenai dunia pertanian.

    “Melalui kegiatan ini kami bisa melihat langsung kondisi pertanian di lapangan, memahami tantangan petani, sekaligus menerapkan ilmu yang telah dipelajari,” katanya.

    Menurut Dian, sektor pertanian memiliki prospek yang besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia pun mengajak generasi muda agar tidak ragu memilih Program Studi Agroteknologi sebagai pilihan pendidikan tinggi.

    Sementara itu, Dr. Amar menjelaskan bahwa pendampingan lapangan memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter. Mahasiswa dapat menguji berbagai teori yang telah dipelajari, mulai dari ilmu tanah, agronomi, perlindungan tanaman, hingga teknik pemupukan.

    “Mahasiswa belajar mengenali gejala kekurangan unsur hara, serangan hama dan penyakit tanaman seperti kutu kebul, thrips, antraknosa, serta layu bakteri. Mereka juga dilatih memahami manajemen usahatani melalui perhitungan dosis pupuk, kebutuhan air, dan efisiensi biaya produksi,” jelasnya.

    Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya mengasah kemampuan teknis (hard skills), tetapi juga memperkuat kemampuan komunikasi, kerja sama, dan empati mahasiswa terhadap kehidupan petani.

    “Mahasiswa dituntut mampu menyampaikan informasi ilmiah dengan bahasa yang mudah dipahami petani serta membangun kepedulian terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Dr. Amar menilai pengalaman lapangan seperti ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menentukan topik penelitian yang berbasis pada persoalan nyata di masyarakat. Selain itu, jejaring yang terbangun dengan petani dan penyuluh pertanian akan menjadi modal berharga dalam dunia kerja.

    “Esensi pendampingan ini adalah membentuk calon sarjana pertanian yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga adaptif, cekatan, dan memiliki kepekaan sosial untuk menghadirkan solusi nyata bagi petani,” tegasnya.

    Melalui keterlibatan langsung dalam proses perawatan tanaman cabai dan bawang daun bersama Poktan Margotani, mahasiswa Faperta UNAMIN Sorong diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya menjadi pemikir, tetapi juga penggerak pembangunan pertanian yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan.