Kategori: Melanesia

Melanesia – Kategori ini mengulas berbagai peristiwa terbaru seperti politik, hukum, keamanan yang ada di kawasan melanesia.

  • Demonstrasi Pekerja Kebersihan, DLHK Kota Sorong Siap Evaluasi PT. Bangun Malamoi Indah

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sorong menegaskan komitmennya untuk mengawasi pengelolaan layanan persampahan yang dikerjakan oleh pihak ketiga, PT Bangun Malamoi Indah (BMI), khususnya terkait pemenuhan hak-hak pekerja.

    Kepala DLHK Kota Sorong, Corina Mansawan, mengatakan pihaknya selama ini terus melakukan koordinasi dengan PT Bangun Malamoi Indah sebagai perusahaan pengelola persampahan di Kota Sorong.

    “Kami dari dinas selalu berkoordinasi dengan pihak ketiga, PT Bangun Malamoi Indah. Sebenarnya ini merupakan manajemen dari PT Bangun Malamoi Indah yang harus meng-cover kontrak dengan karyawan,” ujar Corina usai menemui demonstran di jalan Bambu Kuning Koya Sorong pada Rabu (11/02/2026).

    Menurutnya, pengelolaan tenaga kerja sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan, termasuk kesepakatan kontrak kerja dengan para karyawan.

    Corina mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir telah dilakukan sejumlah pertemuan yang melibatkan Dinas Tenaga Kerja untuk membahas kontrak kerja yang dinilai perlu direvisi.

    “Sudah ada pertemuan-pertemuan dengan Dinas Tenaga Kerja, dan ada beberapa kontrak yang direvisi sesuai dengan apa yang disepakati,” katanya.

    Ia menekankan bahwa DLHK berharap PT Bangun Malamoi Indah menjalankan seluruh aktivitasnya dengan tetap mengacu pada aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

    “Kami memberikan pekerjaan dan secara otomatis ada hak-hak yang harus mereka ikuti,” tegas Corina.

    Ia menjelaskan, kontrak kerja yang dimiliki DLHK hanya sebatas hubungan kerja dengan perusahaan pihak ketiga, bukan langsung dengan karyawan.

    “Kontrak kerja kami sebatas dengan perusahaan, sedangkan karyawan merupakan manajemen dari pihak perusahaan, sehingga kami tidak terlalu banyak melakukan intervensi,” jelasnya.

    Namun demikian, Corina menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan hak-hak pekerja.

    “Tapi karena sudah terjadi seperti ini, jelas saya harus turun,” ujarnya.

    Ia memastikan DLHK akan terus berkolaborasi dengan PT Bangun Malamoi Indah serta Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan pengawasan dan evaluasi.

    “Kami akan sama-sama mengkolaborasi dengan PT Bangun Malamoi Indah dan Disnaker, serta tetap melakukan pengawasan,” kata Corina.

    Bahkan, ke depan DLHK berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PT Bangun Malamoi Indah dalam pengelolaan persampahan.

    “Saya akan evaluasi kembali PT Bangun Malamoi Indah untuk pekerjaan ke depan,” tambahnya.

    Sementara itu, Mediator Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong, H. Pinardi, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa pertemuan antara manajemen perusahaan, serikat buruh, dan pemerintah telah membahas tuntutan utama para pekerja.

    “Acuan pertama adalah perjanjian kerja waktu tertentu atau kontrak kerja,” ujar Pinardi.

    Ia menyampaikan bahwa tuntutan awal pekerja adalah pembayaran kompensasi untuk enam bulan pertama masa kerja.

    “Tuntutan mengenai kompensasi enam bulan pertama sudah kita diskusikan dengan pihak manajemen dan telah disetujui,” katanya.

    Pinardi menambahkan, kompensasi tersebut dijadwalkan akan diselesaikan pada hari Rabu.

    Selain kompensasi, pembahasan juga difokuskan pada kejelasan kontrak kerja yang masih memerlukan revisi.

    “Awalnya kontrak disepakati per enam bulan, kemudian pekerja meminta menjadi satu tahun. Ini perlu diskusi lanjutan antara perusahaan, serikat buruh, dan kami dari Disnaker sebagai mediator,” tutup Pinardi.

  • Polres Malteng Siap Tertibkan Knalpot Brong Pada Kendaraan Bermotor

    Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah – Polres Maluku Tengah bersiap lakukan penertiban knalpot brong pada kendaraan bermotor. Pernyataan tersebut disampaikan langsung Kasatlantas Polres Malteng Iptu Wahyu Shofhan S.Tr.k., S.I.K., MH saat memberikan sosialisasi operasi kepolisian keselamatan salawaku 2026 pada apel pagi bersama pimpinan dan pegawai Pemda Malteng, jum’at (06/02/2026).

    Sebelumnya, diketahui bahwa kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot brong kerap kali mengganggu kenyamanan apalagi saat melintasi area pendidikan, perkantoran, tempat-tempat ibadah, pemukiman warga dan lain sebagainya.

    “berkaitan dengan gangguan suara pada kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot brong ini, kita akan berupaya lakukan pencegahan lebih lanjut,” kata Wahyu singkat.

    Kepada awak media di lokasi apel pagi, Kasatlantas Polres Malteng yang belum lama menjabat ini juga menyampaikan “tak hanya motor dengan knalpot brong saja yang akan kami lakukan penertiban, melainkan mobil angkutan umum yang menggunakan pengeras suara (memutar musik degan sangat keras) juga akan kami tertibkan,” tambahnya.

    Penertiban yang akan kami lakukan itu, lanjut ia menjelaskan “tentu tak hanya sosialisasi saja, melainkan kami juga akan lakukan tilang dengan barang bukti knalpot brong yang mereka (pengendara motor) miliki,” tegasnya.

    Patut diapresiasi langkah kepolisian dalam menertibkan motor knalpot btong dan angkutan umum yang menyalakan musik dengan sangat keras sebab hal ini sering mengganggu proses pendidikan di sekolah, pekerjaan di kantor, jam istrahat warga di lingkungan masyarakat, waktu ibadah, anak-anak mengaji, dan sebagainya.

    “tentu harapan kami semoga persoalan ini bisa selesai dan suara bising yang diakibatkan dari knalpot brong dan musik pada angkutan umum tak lagi menjadi pengganggu,” ujar Wahyu.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakyu juga menyinggung pelanggaran lalu lintas lainnya seperti pengendara yang tidak menggunakan helm, dan membawa kendaraan yang tidak dilengkapi surat-suratnya.

    “kami juga menghimbau agar pengendara tidak lupa mengenakan helm dan tertib dalam berlalu lintas,” jelas Wahyu.

    Sebab, kata ia “sesuai data yang ada, kecelakaan di Malteng juga meningkat sejak tahun 2024 hingga 2025. Tercatat sebanyak 30 kejadian di tahun 2024 menjadi 40 kejadian di tahun 2025,” ungkap Wahyu.

    “olehnya itu, tertib dalam berlalu lintas sangat penting demi keselamatan kita bersama,” imbau Wahyu sembari menutup sesi wawancara. (HUAT)

  • Jelang Lanjutan Muswil HIPMA SBT, Steering Committee Tegaskan Netralitas dan Profesionalisme

    Melanesiatimes.com Kota Sorong — Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Wilayah (Muswil) lanjutan Himpunan Pelajar Mahasiswa Seram Bagian Timur (HIPMA SBT) Papua Barat Daya, Afdal Wailisahalong, memastikan seluruh persiapan kegiatan telah rampung dan siap dilaksanakan. Sabtu (07/02/2026).

    Muswil lanjutan HIPMA SBT dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 8 Februari 2026, bertempat di Gedung Sirambe, Kilometer, Kota Sorong. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam menentukan arah dan kepemimpinan organisasi ke depan.

    Afdal menyampaikan bahwa Steering Committee telah bekerja maksimal dalam menyiapkan seluruh tahapan Muswil agar berjalan sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.

    “Kami dari Steering Committee telah merampungkan semua hal yang berkaitan dengan suksesnya kegiatan Muswil lanjutan HIPMA SBT ini,” ujar Afdal.

    Ia menegaskan bahwa panitia SC berkomitmen penuh menjaga profesionalisme dan keadilan selama proses berlangsung, tanpa berpihak kepada salah satu kandidat yang bertarung.

    “Kami pastikan kegiatan berjalan secara profesional dan adil, serta tidak memihak kepada kandidat mana pun,” tegasnya.

    Terkait beredarnya informasi yang mempertanyakan netralitas Steering Committee, Afdal menilai isu tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa.

    “Soal berita yang beredar mengenai netralitas kami, perlu digarisbawahi bahwa kami bekerja sesuai mekanisme organisasi, bukan kepentingan kelompok tertentu,” katanya.

    Ia juga mengimbau seluruh pemuda dan mahasiswa HIPMA SBT agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar atau bersifat hoaks.

    “Kami berharap seluruh pemuda dan mahasiswa tidak termakan berita hoaks yang dapat merusak suasana Muswil,” lanjut Afdal.

    Menurutnya, persoalan menang dan kalah dalam Muswil merupakan dinamika demokrasi organisasi yang akan diuji dan diputuskan secara terbuka melalui forum resmi.

    “Soal siapa yang menang dan kalah, semuanya akan diuji dalam forum Muswil besok,” ujarnya.

    Afdal pun mengingatkan kedua kandidat agar tetap menjunjung tinggi nilai profesionalisme dan kedewasaan dalam berkompetisi.

    “Kami harapkan kedua kandidat bersikap dewasa dan tidak menggunakan cara-cara yang tidak benar, seperti menyerang pribadi kandidat lain,” katanya.

    Lebih jauh, Afdal menekankan bahwa HIPMA SBT merupakan organisasi yang baru dibentuk sehingga membutuhkan kebersamaan dan kedewasaan kolektif dalam membangun dan merawatnya.

    “Organisasi ini masih baru dan perlu kita jaga bersama agar menjadi ruang silaturahmi dan kekeluargaan yang sehat,” ucapnya.

    Ia juga menyoroti isu-isu internal, termasuk persoalan minuman keras, agar tidak dibesar-besarkan dan dipertontonkan di ruang publik.

    “Soal minuman keras tidak perlu dibesar-besarkan di mata publik karena dapat mencederai nama baik masyarakat Seram Timur,” tegas Afdal.

    Menurutnya, setiap persoalan internal sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan demi menjaga persatuan dan marwah organisasi.

    “Biarkan masalah internal kita selesaikan secara internal dengan pendekatan kekeluargaan,” tambahnya.

    Afdal berharap, setelah Muswil selesai dilaksanakan, seluruh elemen HIPMA SBT tetap solid, bersatu, dan tidak terpecah oleh dinamika yang merugikan.

    “Forum ini dari kita dan untuk kita. Kita satu karena kita kuat,” pungkas Afdal.

  • Memperingati 79 Tahun: Menjemput Takdir Intelektual HMI Cabang Sorong

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Milad HMI kali ini bukan sekadar hitungan angka dalam kalender sejarah, melainkan sebuah ujian dialektika bagi HMI Cabang Sorong. Mengusung tema “Antara Tigalisme dan Masa Depan”, kita dipaksa untuk membedah anatomi konflik internal menggunakan pisau analisis intelektual, bukan sekadar sentimen emosional.

    Dualisme Dalam Kacamata Patalogi Organisasi.

    Secara teoretis, dualisme kepengurusan yang berkepanjangan dapat dipandang sebagai “Patalogi Birokrasi”. Max Weber menekankan bahwa efektivitas organisasi bergantung pada otoritas yang legal-rasional.

    Ketika faksionalisme mengaburkan otoritas ini, yang terjadi adalah dekadensi fungsi. Di Sorong, dualisme telah menciptakan “disfungsi struktural” di mana energi organisasi tidak lagi dialirkan untuk mencetak insan kamil, melainkan habis untuk merawat konflik kepentingan.

    Jika meminjam pemikiran Thomas Khun tentang pergeseran paradigma, HMI Cabang Sorong sedang mengalami krisis paradigma. Paradigma lama yang berbasis pada “politik klaim” harus segera diruntuhkan untuk memberi jalan bagi paradigma baru yang berbasis pada “politik gagasan”.

    Menjadi Intelektual Organik.

    Antonio Gramsci memperkenalkan konsep Intelektual Organik_ Sosok yang tidak hanya berteori di menara gading, tetapi menyatu dengan aspirasi rakyatnya. HMI Cabang Sorong memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi intelektual organik di tengah Provinsi Baru, Provinsi Papua Barat Daya.

    Namun, bagaimana mungkin kita bisa menjadi penyambung lidah rakyat jika narasi internal kita masih terfragmentasi? Dua bahkan Tigalisme adalah tembok yang memisahkan kader dari realitas sosial.

    Ketika faksi-faksi sibuk berdebat tentang siapa ketua yang sah, sehingga kompleksitas isu sosial seperti isu perampasan hak adat, disparitas pendidikan, kemiskinan dan kekerasan perempuan kini luput dari radar advokasi kita. Kita sedang mengalami apa yang disebut Alienasi Organisai atau terasing dari tujuan suci pendirian HMI itu sendiri.

    Dialektika Menuju Sintesa Masa Depan.

    Dalam logika Hegel, sejarah bergerak melalui tesis, antitesis, dan sintesa.

    Tesis : Kejayaan HMI di masa lalu sebagai kawah candra.

    Antitesis: Realitas dualisme bahkan Tiga, hari ini yang memecah belah kekuatan.

    Sintesa: Rekonsiliasi intelektual yang melahirkan HMI yang modern, bersatu, dan relevan.

    Masa depan HMI Cabang Sorong menuntut “Intelektual Profetik” (meminjam istilah Kuntowijoyo)—intelektual yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki etika transendental untuk melakukan perubahan (humanisasi, liberasi, dan transendensi). Rekonsiliasi bukan sekadar kompromi politik, melainkan sebuah keharusan moral untuk menyelamatkan martabat hijau-hitam.

    Melampaui Ego Struktural.

    Milad ini adalah ajakan untuk melakukan dekonstruksi terhadap ego-ego personal. Jika kita gagal melakukan unifikasi, maka kita sedang melakukan “Bunuh Diri Sejarah”.

    Masa depan HMI Cabang Sorong tidak membutuhkan dua atau tiga HMI yang lemah; ia membutuhkan satu HMI yang tangguh dan cerdas secara intelektual. Mari kita sudahi musim gugur perselisihan ini, dan mulailah merawat tunas-tunas intelektualitas yang akan berbakti bagi umat dan bangsa di Tanah Malamoi.

    Penulis : Warto Warman

    (Alumni HMI)

     

     

  • Gubernur Elisa Kambu Buka Lepas Sambut dan Kongres I Alumni Holandia Jayapura di Papua Barat Daya

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong, Papua Barat Daya – Ikatan Alumni Kota Studi Holandia Jayapura resmi dideklarasikan di Provinsi Papua Barat Daya melalui kegiatan lepas sambut dan kongres pertama yang mempertemukan para alumni dari berbagai daerah dan latar belakang profesi.

    Kegiatan ini diikuti oleh alumni yang berasal dari lima kabupaten dan satu kota di Papua Barat Daya, dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu di Gedung Lambert Jitmau Kota Sorong pada Senin (26/01/2026).

    Ketua Panitia, Yanto Ijie, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat persahabatan dan silaturahmi seluruh alumni, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun, sekaligus membangun jejaring komunikasi untuk mendukung pembangunan daerah.

    “Tujuan kegiatan ini adalah mempererat persahabatan dan silaturahmi seluruh alumni kota studi Holandia Jayapura di Papua Barat Daya. Baik yang masih aktif atau sudah pensiun, kita tetap bersatu di sini,” ujar Yanto Ijie.

    Ia menambahkan, selain lepas sambut, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kongres pertama untuk memilih ketua umum ikatan alumni serta mendeklarasikan secara resmi keberadaan organisasi alumni di Papua Barat Daya.

    “Kita kumpul di sini juga untuk membangun jejaring komunikasi bersama antara seluruh alumni dari berbagai profesi, guna mendukung pemerintah Papua Barat Daya menuju masyarakat yang sejahtera. Selain lepas sambut, kita juga melaksanakan kongres pertama untuk memilih ketua umum dan mendeklarasikan ikatan alumni Holandia Jayapura di Papua Barat Daya,” jelasnya.

    Menurut Yanto, pembahasan program kerja dan arah organisasi akan dilanjutkan dalam rapat kerja setelah struktur kepengurusan terbentuk.

    Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran alumni kota studi dalam mendukung pembangunan, khususnya terkait pembangunan kota, perubahan penggunaan tanah, serta manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Pemerintah harus jujur mengakui bahwa banyak perubahan telah terjadi di atas tanah ini. Perubahan itu dimulai dari bagaimana kita mengolahnya, dan semua itu harus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Elisa Kambu.

    Ia juga menyoroti peran strategis kota studi dan pentingnya kerja sama lintas daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, semangat alumni harus diiringi dengan kejujuran, disiplin, dan ketertiban di tengah masyarakat.

    “Tunjukkan kerja yang baik, hidup tertib, dan disiplin di tengah masyarakat. Dari situ akan lahir kepercayaan dan pengakuan, bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari kota-kota studi lainnya,” katanya.

    Gubernur Elisa Kambu turut menyinggung dinamika pembangunan, termasuk perobohan dan pemakaran yang pernah terjadi, sebagai realitas sosial yang harus disikapi dengan bijak dan dicari akar permasalahannya.

    “Kita punya keinginan bersama untuk menemukan penyebab dari berbagai kejadian yang terjadi. Dari situ, gagasan-gagasan besar harus lahir untuk membangun masyarakat yang lebih baik,” ucapnya.

    Ia menilai kongres dan deklarasi ikatan alumni sebagai momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan Papua Barat Daya.

    “Kesempatan ini adalah anugerah. Mari kita manfaatkan sisa-sisa sumber daya dan warisan masyarakat untuk kemajuan komunitas. Kongres ini adalah wujud komitmen kita untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan berkontribusi bagi daerah,” tegas Elisa Kambu.

    Selain agenda utama deklarasi dan kongres, panitia juga mengumumkan pemenang desain logo alumni, yakni Melkianus Rumbekwan dari Raja Ampat. Dalam kesempatan yang sama, Mars Alumni Holandia juga diperkenalkan sebagai identitas pemersatu organisasi.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal konsolidasi alumni Kota Studi Holandia Jayapura di Papua Barat Daya, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

  • Dari Moswaren untuk Tanah Papua: Mubes I Moswaren Raya Perkuat Persatuan dan Arah Perjuangan

    Melanesiatimes.com, Sorong Selatan – Ikatan Keluarga Besar Moswaren Raya se-Tanah Papua menggelar Musyawarah Besar (Mubes) I yang berlangsung di Kantor Kampung Moswaren, Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, pada Jumat (23/1/2026).

    Kegiatan ini mengusung tema “Solid Bergerak Menuju Kejayaan Moswaren Raya”, dengan subtema “Menyatukan Keluarga Besar Moswaren se-Tanah Papua dalam Satu Gerak Organisasi yang Kuat dan Bermartabat.”

    Mubes I ini menjadi momen penting bagi masyarakat Moswaren Raya untuk mempererat tali persaudaraan, menyatukan visi dan misi, serta merumuskan arah perjuangan organisasi Ikatan Keluarga Besar Moswaren Raya di seluruh Tanah Papua.

    Intelektual Moswaren Raya, Yanto Yatam, A.Md.Sos, dalam arahannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas kasih dan rahmat-Nya, Musyawarah Besar pertama Ikatan Keluarga Besar Moswaren Raya se-Tanah Papua dapat dilaksanakan pada hari ini, tanggal 23 sampai 25 Januari 2026,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, musyawarah besar ini diselenggarakan sebagai wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus menyatukan pandangan seluruh masyarakat Moswaren Raya. “Mubes ini menjadi ruang untuk menyatukan visi dan misi, serta membahas arah perjuangan dan organisasi Ikatan Keluarga Besar Moswaren Raya di seluruh Tanah Papua,” kata Yanto.

    Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan ini juga berlandaskan pada Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 Ayat 3 tentang kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, serta Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. “Ini adalah hak konstitusional masyarakat untuk membentuk organisasi sebagai sarana memperjuangkan kepentingan bersama,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Yanto menuturkan bahwa mubes bertujuan untuk menyatukan seluruh masyarakat Moswaren Raya se-Tanah Papua, sekaligus membentuk dan menetapkan struktur organisasi. Selain itu, forum ini juga menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta menetapkan program kerja organisasi ke depan.

    “Semua ini penting agar organisasi berjalan terarah, kuat, dan bermartabat,” ujarnya.

    Musyawarah besar ini diikuti oleh perwakilan masyarakat Moswaren Raya, intelektual, pemuda, serta para tokoh dari tujuh kampung di Distrik Moswaren, bersama sejumlah tamu undangan lainnya.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan seminar pada 23 Januari 2026, dilanjutkan pembahasan AD/ART serta pemilihan badan pengurus pada 24 Januari 2026. Mubes kemudian ditutup dengan ibadah oikumenis dan pelantikan badan pengurus terpilih pada 25 Januari 2026.

    Yanto juga menegaskan bahwa kegiatan ini murni lahir dari kebutuhan masyarakat. “Mubes ini tidak ada muatan lain atau dorongan dari pihak manapun. Ini adalah kebutuhan masyarakat Moswaren Raya, sehingga wadah ini harus ada untuk merangkul dan mendeteksi seluruh kepentingan masyarakat dari berbagai sektor,” tegasnya.

    Ia menambahkan, pembangunan daerah hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur dilibatkan. “Untuk membangun suatu daerah, perlu keterlibatan semua sektor, baik masyarakat pada umumnya, intelektual, pemuda, pelajar, maupun para pemangku kepentingan, khususnya di Kabupaten Sorong Selatan dan lebih khusus lagi di Moswaren Raya,” tutup Yanto.

  • Ibadah Syukur HUT ke-89 Pekabaran Injil Digelar di Tiga Lokasi Napak Tilas Bumi A3

    Melanesiatimes.com, Kabupaten Maybrat – Dalam rangka memperingati Hari Pekabaran Injil (PI) di Bumi A3 yang pertama kali terjadi pada 17 Januari 1937, umat Kristen di wilayah Ayamaru, Aifat dan Aitinyo (A3), Kabupaten Maybrat, menggelar ibadah syukur serentak di tiga lokasi berbeda, Sabtu (17/1/2026).

    Tiga lokasi tersebut merupakan titik napak tilas perjalanan tiga rasul penginjil yang menjadi bagian penting dari sejarah masuknya Injil di wilayah tersebut.

    Berdasarkan catatan sejarah, ketiga penginjil memulai perjalanan dari Kampung Baru Kais, kemudian sempat beristirahat di Dusun Hore-Hore. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke Dusun Ikowok sebelum akhirnya tiba di Aitinyo, Johromo, yang pada masa pemerintahan Belanda merupakan pos pemerintahan yang dipimpin oleh Bestur Manuputi.

    Momentum bersejarah itu kini dikenang melalui pelaksanaan ibadah syukur di masing-masing lokasi secara bersamaan. Peringatan HUT PI ke-89 ini tidak hanya menjadi perayaan rohani, tetapi juga ruang refleksi bersama bagi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan gereja di tanah Maybrat.

    Ir. Dance Nauw, SP, M.Si, salah satu anak guru Injil dan generasi pertama, menegaskan bahwa peringatan Pekabaran Injil harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial.

    “Sebagai anak guru Injil dan generasi pertama, saya melihat peringatan ini bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi memperkuat identitas iman dan jati diri orang A3,” ujar Ir. Dance Nauw.

    Ia menambahkan bahwa sejarah Pekabaran Injil perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda secara benar dan bertanggung jawab.

    “Sejarah ini adalah fondasi peradaban orang A3. Kalau kita tidak rawat dengan baik, generasi berikut bisa kehilangan arah dan makna dari Pekabaran Injil itu sendiri,” katanya.

    Menurut Ir. Dance, peringatan HUT PI juga harus menjadi momentum untuk membangun kesatuan pandangan tentang sejarah masuknya Injil di Bumi A3.

    “Saya berharap ada keseriusan semua pihak, baik gereja, pemerintah, maupun para intelektual, untuk duduk bersama, mengkaji secara ilmiah, lalu menyepakati sejarah Pekabaran Injil sebagai warisan bersama,” tuturnya.

    Selain itu Nehaf Sau Bonot Saw sebagai toko masyarakat juga menekankan pentingnya menjadikan peringatan ini sebagai dasar untuk membangun kesepahaman bersama terkait pusat peradaban Bumi A3. Ia mendorong adanya kajian sejarah yang lebih mendalam dan terstruktur.

    “Kiranya momentum perayaan HUT Pekabaran Injil ke-89 ini menjadi perenungan dan bahan refleksi bersama bagi pemerintah, gereja, para tokoh intelektual, akademisi, serta generasi Maybrat untuk bersinergi membentuk satu tim independen,” ujar Nehaf.

    Ia menjelaskan, tim tersebut diharapkan bertugas melakukan kajian historis, rekonsiliasi, serta seminar bersama agar diperoleh pengakuan dari semua pihak terkait titik atau pusat peradaban orang A3.

    “Supaya ke depan tidak lagi ada perbedaan pemahaman dari setiap kelompok yang sampai hari ini masih mempertahankan masing-masing tempat atau pusat perayaan ibadah syukur HUT Pekabaran Injil,” lanjutnya.

    Menurut Nehaf, pekerjaan ini merupakan “pekerjaan rumah” besar bagi generasi Maybrat, pemerintah, dan gereja untuk bersama-sama menggumuli dan meluruskan peristiwa historis Pekabaran Injil di Bumi A3, agar dapat diwariskan secara utuh dan benar kepada generasi mendatang.

  • Ronal Karsau Ajak Generasi Aitinyo Maknai 89 Tahun Pendaratan Injil di Johromo

    Melanesiatimes.com, Kabupaten Maybrat – Masyarakat Aitinyo Raya akan menggelar ibadah syukur dalam rangka memperingati 89 tahun pendaratan Injil di Johromo, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya. Pernyataan ini disampaikan via WhatsApp pada Jumat (16/01/2026).

    Kegiatan rohani tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026, sebagai bentuk ungkapan syukur atas masuknya Injil di wilayah tersebut.

    Peringatan ini merujuk pada peristiwa bersejarah masuknya Injil Tuhan Yesus Kristus di Johromo pada 17 Januari 1937. Injil pertama kali dibawa oleh para misionaris asal Maluku, yakni John Fransz bersama istrinya Andriana Ruth Watimena, Yakobus Solisa, serta Abraham Mafa Monsafe.

    Intelektual muda Sorong Selatan, Ronal Karsau, SE, mengatakan momentum peringatan ini menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat Aitinyo, khususnya generasi muda dan kalangan intelektual, untuk memaknai kembali arti penting masuknya Injil di tanah Aitinyo.

    “Dalam momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat Aitinyo, baik intelektual, pemuda, maupun anak-anak Aitinyo, untuk memaknai peristiwa penting ini dan ikut berpartisipasi merayakan HUT pendaratan Injil di wilayah Aitinyo, khususnya di Johromo,” ujar Ronal Karsau.

    Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan denominasi gereja yang ada di wilayah Aitinyo agar terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan ibadah syukur tersebut.

    “Dengan penuh rasa syukur dan sukacita, saya menghimbau kepada bapak, ibu, pemuda, intelektual, masyarakat, serta seluruh denominasi gereja di wilayah Aitinyo untuk berpartisipasi dalam kegiatan syukuran peringatan masuknya Injil pada 17 Januari 2026 di Johromo, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat,” katanya.

    Menurut Ronal, peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen reflektif untuk mengenang keberanian dan pengorbanan para penginjil yang membuka jalan bagi pekabaran Injil di Aitinyo.

    “Kegiatan syukuran ini merupakan momen penting untuk mengenang kembali tonggak awal masuknya Injil di wilayah Aitinyo yang dibawakan oleh para penginjil dengan penuh keberanian dan pengorbanan,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, melalui perayaan ini masyarakat diharapkan semakin menghayati nilai-nilai kekristenan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Kita diingatkan akan berkat Tuhan yang melimpah serta panggilan untuk terus menghidupi dan mempraktikkan nilai-nilai kasih, kedamaian, dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjut Ronal.

    Ronal mengajak seluruh masyarakat Aitinyo untuk meninggalkan perbedaan dan kepentingan pribadi, serta mengutamakan persatuan dalam pekerjaan Tuhan.

    “Saya menghimbau kepada seluruh orang Aitinyo agar meninggalkan perbedaan, ego sektoral, dan kepentingan pribadi, serta mari kita utamakan pekerjaan Tuhan, karena Tuhan Yesus Kristus sumber segala berkat yang memberkati kita semua,” tutupnya.

  • 89 Tahun Injil Masuk Aitinyo, Masyarakat Gelar Ibadah Syukur di Johromo

    Melanesiatimes.com, Maybrat – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-89 Pendaratan Injil di Johromo, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, seluruh masyarakat Aitinyo Raya akan menggelar ibadah syukur pada Sabtu 17 Januari 2026.

    Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Johromo sebagai lokasi bersejarah masuknya Injil pertama kali di wilayah Aitinyo Kabupaten Maybrat Papua Barat Daya.

    Peristiwa pendaratan Injil di Johromo terjadi pada 17 Januari 1937, dibawakan oleh para misionaris asal Maluku, yakni Jhon Fransz bersama istrinya Andriana Ruth Watimena, serta Yakobus Solisa dan Abraham Mafa Monsafe.

    Kedatangan para penginjil ini menjadi tonggak awal perkembangan iman Kristen di wilayah Aitinyo Kabupaten Sorong Papua Barat Daya.

    Pelaksana Tugas Kepala (Plt) Distrik Aitinyo, Dance Antoh, SE, mengatakan peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momen penting untuk mengenang sejarah iman sekaligus mempererat persatuan masyarakat Maybrat.

    “Dengan momentum ini saya mengajak seluruh masyarakat Aitinyo, baik kaum intelektual, pemuda, maupun anak-anak, untuk memaknai peristiwa penting ini dengan berpartisipasi dan ikut merayakan HUT pendaratan Injil di wilayah Aitinyo, khususnya di Johromo,” ujarnya Dance kepada Media Melanesiatimes.com pada Jumat (16/01/2026).

    Ia menjelaskan, kegiatan ibadah syukur ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat dan semua denominasi gereja yang ada di wilayah Aitinyo. “Dengan penuh rasa syukur dan sukacita, saya menghimbau kepada bapak, ibu, pemuda, kaum intelektual, serta seluruh denominasi gereja di wilayah Aitinyo agar dapat berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan syukuran peringatan pendaratan Injil pada 17 Januari 2026 di Johromo,” kata Dance Antoh.

    Menurutnya, peringatan HUT Pendaratan Injil menjadi momen reflektif untuk mengenang pengorbanan para penginjil yang membawa kabar keselamatan ke Aitinyo. “Kegiatan syukuran ini merupakan momen penting untuk mengenang kembali tonggak awal masuknya Injil di wilayah Aitinyo yang dibawakan oleh para penginjil dengan penuh keberanian dan pengorbanan,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perayaan ini juga mengingatkan masyarakat akan tanggung jawab moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

    “Melalui perayaan ini, kita diingatkan akan berkat Tuhan yang melimpah serta panggilan untuk terus menghidupi dan mempraktikkan nilai-nilai kasih, kedamaian, dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

    Dance Antoh mengajak seluruh masyarakat Aitinyo untuk menjaga persatuan dan menanggalkan perbedaan.

    “Saya menghimbau kepada seluruh orang Aitinyo agar meninggalkan perbedaan, ego sektoral, dan kepentingan pribadi. Mari kita utamakan pekerjaan Tuhan, karena Tuhan Yesus Kristus adalah sumber segala berkat yang memberkati kita semua,” tutupnya.

  • Kemenag RI Gelar HAB ke – 80 se -Papua Barat Daya, Wagub Ahmad Nausrau Tegaskan Kerukunan Umat

    Sorong — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 se-Papua Barat Daya pada Senin (5/1/2026). Upacara ini berlangsung di Alun-alun Aimas, Jalan Sorong–Aimas, Malawili, Kecamatan Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

    Upacara HAB ke-80 ini diikuti oleh seluruh jajaran Kementerian Agama dari enam wilayah di Papua Barat Daya, yakni Kementerian Agama Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Maybrat, dan Kabupaten Raja Ampat.

     

    Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama mengusung tema nasional “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.

    Dalam amanatnya, Menteri Agama menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan merupakan energi kebangsaan yang melahirkan sinergi produktif di tengah keberagaman identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial masyarakat Indonesia.

    “Kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” demikian amanat Menteri Agama yang dibacakan oleh Inspektur Upacara.

    Menteri Agama juga menekankan bahwa kehadiran Kementerian Agama sejak awal berdirinya merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Selama delapan dekade, Kemenag terus berperan strategis menjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan serta membina kehidupan keagamaan yang damai, adil, rukun, dan sejahtera.

    Pada peringatan HAB ke-80 ini, Kementerian Agama kembali meneguhkan komitmen “Kemenag Berdampak”, yakni menghadirkan kebijakan dan layanan keagamaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat. Transformasi digital layanan keagamaan, penguatan ekonomi umat melalui pesantren dan dana sosial keagamaan, serta peningkatan mutu pendidikan madrasah dan perguruan tinggi keagamaan menjadi capaian penting yang terus dikembangkan.

    Selain itu, Menteri Agama juga menyoroti tantangan zaman modern, khususnya perkembangan teknologi dan Artificial Intelligence (AI). ASN Kementerian Agama didorong untuk aktif mengisi ruang digital dengan konten keagamaan yang moderat, otoritatif, sejuk, dan mencerahkan agar teknologi menjadi sarana pemersatu, bukan sumber perpecahan.

    “ASN Kementerian Agama harus lincah, adaptif, terbuka terhadap inovasi, serta responsif dalam melayani umat dengan empati dan integritas,” tegas Menteri Agama.

    Melalui peringatan HAB ke-80 ini, seluruh jajaran Kementerian Agama se-Papua Barat Daya diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas wilayah dan lintas umat beragama demi terwujudnya Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat.

    “Selamat Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama. Teruslah mengabdi dan menjadi cahaya pencerah bagi bangsa,” pungkas amanat Menteri Agama RI yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya.