Tag: Polda Papua Barat Daya

  • Polda PBD Naikkan Dugaan Korupsi Rp6,5 Miliar di Sekretariat DPRP Papua Barat Daya ke Tahap Penyidikan

    Melanesiatimes.com, Aimas Kabupaten Sorong PBD – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat Daya resmi meningkatkan status penanganan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa di Sekretariat DPRD Provinsi Papua Barat Daya dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Dalam perkara tersebut, penyidik memperkirakan kerugian negara sementara mencapai Rp6,5 miliar.

    Peningkatan status perkara itu disampaikan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Iwan P. Manurung, dalam konferensi pers di Mapolda Papua Barat Daya, Senin (27/7/2026).

    Kombes Pol. Iwan menjelaskan, penyelidikan telah dilakukan sejak Januari hingga Juli 2026. Selama kurang lebih enam bulan, penyidik mengumpulkan data, memeriksa puluhan saksi, serta berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna mengungkap dugaan penyimpangan anggaran tersebut.

    “Proses penyelidikan telah berjalan sejak Januari hingga Juli 2026. Kami telah memeriksa 43 orang saksi dan berkoordinasi dengan BPK. Berdasarkan hasil penyelidikan, perkara ini kami tingkatkan ke tahap penyidikan dengan estimasi sementara kerugian negara sekitar Rp6,5 miliar,” ujar Kombes Pol. Iwan.

    Ia mengatakan, objek penyidikan meliputi dugaan korupsi pengadaan komputer untuk staf DPRD, pengadaan peralatan kantor, konsumsi, serta sejumlah pengadaan barang dan jasa lainnya yang bersumber dari anggaran Sekretariat DPRD Provinsi Papua Barat Daya Tahun Anggaran 2024.

    Dalam proses penyidikan, penyidik juga mendalami dugaan bahwa anggaran pengadaan barang dan jasa tersebut dialihkan untuk membiayai kegiatan reses anggota DPR Papua Barat Daya. Dugaan tersebut masih merupakan temuan awal berdasarkan hasil penyelidikan dan akan dibuktikan lebih lanjut melalui proses penyidikan.

    “Data awal menunjukkan adanya indikasi penyerapan anggaran yang mengarah pada kegiatan reses anggota DPR Papua Barat Daya. Namun, hal itu masih kami dalami melalui proses penyidikan untuk memastikan aliran dana dan pihak-pihak yang bertanggung jawab,” kata Kombes Pol. Iwan.

    Ia menegaskan, dengan naiknya status perkara ke tahap penyidikan, penyidik memiliki kewenangan yang lebih luas untuk mendalami dokumen, melakukan penyitaan, hingga penggeledahan apabila dibutuhkan guna mengungkap fakta-fakta hukum.

    “Kami masih mendalami seluruh penggunaan anggaran tersebut. Dengan naiknya status ke penyidikan, penyidik memiliki kewenangan untuk melakukan langkah-langkah hukum, termasuk mempelajari dokumen, penyitaan, maupun penggeledahan apabila diperlukan,” jelasnya.

    Menurut Iwan, hingga saat ini penyidik telah memeriksa 43 orang saksi, termasuk sekitar 30 anggota DPR Papua Barat Daya beserta unsur pimpinan DPRP. Seluruhnya masih diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

    “Kurang lebih 30 anggota DPRD sudah kami periksa, termasuk pimpinan DPRD. Saat ini semuanya masih berstatus sebagai saksi. Mengenai penetapan tersangka, kami belum sampai pada tahap itu karena penyidik masih melengkapi alat bukti sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

    Ia menambahkan, penyidik belum dapat menyimpulkan adanya pemalsuan dokumen maupun menetapkan pihak yang bertanggung jawab sebelum seluruh alat bukti terkumpul.

    “Kami tidak ingin berspekulasi. Semua harus dibuktikan melalui proses penyidikan. Penetapan tersangka dilakukan apabila telah memenuhi minimal dua alat bukti yang sah,” ujarnya.

    Sementara itu, penyidik Ditreskrimsus Polda Papua Barat Daya memaparkan bahwa pagu anggaran pengadaan barang dan jasa di Sekretariat DPRD Provinsi Papua Barat Daya mencapai sekitar Rp8 miliar. Dari jumlah tersebut, anggaran yang telah dicairkan sebesar Rp6.541.792.880 atau sekitar 81,15 persen.

    Dana tersebut dicairkan melalui empat perusahaan, yakni sekitar Rp2.366.480.000 melalui CV.PBP, Rp2.023.141.200 melalui CV.HF, sekitar Rp1,939 miliar melalui CV.A, serta Rp213.079.680 melalui CV.SMP. Setelah dipotong pajak, nilai bersih dana yang dicairkan tercatat sekitar Rp6.093.478.796.

    Penyidik menduga dana yang dicairkan melalui empat perusahaan tersebut tidak digunakan sesuai peruntukannya. Modus yang terungkap sementara adalah pekerjaan fiktif, sehingga anggaran yang seharusnya digunakan untuk pengadaan barang dan jasa diduga dialihkan ke kegiatan lain, termasuk dugaan pembiayaan kegiatan reses anggota DPR Papua Barat Daya.

    “Indikasi awal yang kami temukan adalah adanya pekerjaan fiktif sehingga anggaran diduga dialihkan untuk kegiatan lain yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Salah satu yang sedang kami dalami adalah dugaan pengalihan untuk kegiatan reses. Seluruhnya masih akan dibuktikan dalam proses penyidikan,” ungkap penyidik.

    Polda Papua Barat Daya menegaskan proses penyidikan akan terus dikembangkan untuk menelusuri aliran dana, mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan seluruh dugaan penyimpangan anggaran diproses sesuai ketentuan hukum. Hingga kini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dan penyidik menegaskan seluruh pihak yang diperiksa masih berstatus sebagai saksi sembari menunggu kelengkapan alat bukti.

  • Kapolda Papua Barat Daya: AI Harus Jadi Motor Kemajuan, Bukan Ancaman bagi Masyarakat

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong PBD – Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., menghadiri pembukaan AI Ignition Road to Sorong, sebuah kegiatan edukasi dan pelatihan Artificial Intelligence (AI) yang digelar di Gedung Drs. Ec. Lambert Jitmau, Kota Sorong, Sabtu (25/7/2026).

    Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan literasi digital dan penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi. Berbagai unsur hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum yang mengikuti Leader’s Roundtable Talkshow dan AI Training.

    Turut hadir Anggota Komite I DPD RI, Paul Finsen Mayor, S.I.P., CM.NNLP., serta Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP Otsus Papua), Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP., CM.NNLP.

    Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga sangat bergantung pada terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

    “Sebesar apa pun dukungan anggaran pembangunan, apabila kondisi daerah tidak aman, maka pembangunan tidak akan berjalan optimal. Karena itu, Polri hadir untuk memastikan keamanan tetap terjaga sehingga seluruh program pembangunan dapat terlaksana dengan baik,” ujar Kapolda.

    Ia menilai perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence, membuka peluang besar bagi kemajuan berbagai sektor. Namun, di balik manfaat tersebut, AI juga memiliki potensi risiko apabila digunakan tanpa pemahaman etika dan tanggung jawab.

    “AI ibarat pisau. Di satu sisi dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, tetapi di sisi lain juga dapat disalahgunakan apabila tidak digunakan secara bijak. Karena itu, pemahaman dan literasi digital menjadi sangat penting,” katanya.

    Kapolda juga mengapresiasi terselenggaranya AI Ignition Road to Sorong sebagai bukti bahwa Papua Barat Daya mampu mengikuti perkembangan teknologi global. Menurutnya, semangat #SaPapuaSaJugaBisa harus menjadi motivasi bagi generasi muda Papua untuk terus berinovasi, beradaptasi, dan meningkatkan daya saing di era digital.

    Selain itu, Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan daerah.

    “Menjadi pendengar yang baik merupakan bagian dari pelayanan Polri. Kami akan terus membangun komunikasi dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan agar keamanan tetap terjaga dan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegasnya.

    Melalui AI Ignition Road to Sorong, diharapkan lahir generasi Papua yang tidak hanya mampu memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendorong inovasi dan pembangunan, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap etika, keamanan digital, serta tanggung jawab dalam penggunaannya.

    Kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Papua Barat Daya yang aman, inovatif, dan siap menghadapi era transformasi digital.

  • Polda PBD Rangkul Tokoh Pemuda Malamoi, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kamtibmas

    Melanesiatimes.com, Aimas Kabupaten Sorong PBD – Dalam upaya memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polda Papua Barat Daya menggelar silaturahmi bersama tokoh pemuda Moi di wilayah Aimas, Kabupaten Sorong, pada Senin (20/7/2026).

    Silaturahmi ini menjadi momen penting dalam membangun komunikasi yang harmonis antara aparat kepolisian dan generasi muda sebagai mitra strategis dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

    Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh pemuda Moi, diantaranya Titus Paa, Yehezkiel Kalasuat, Nimrot Yeum, serta sekitar 10 pemuda Moi lainnya dari Kabupaten Sorong.

    Dalam kesempatan tersebut, Titus Paa dan Yehezkiel Kalasuat menyampaikan apresiasi atas peran aktif kepolisian yang selama ini dinilai konsisten menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Sorong. Mereka juga mendorong agar sinergi tidak hanya melibatkan kepolisian, tetapi diperkuat dengan peran Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat.

    “Kami berharap adanya kolaborasi yang lebih intens antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten Sorong tetap terjaga dengan baik,”Ujar Titut Paa dalam keterangan persnya.

    Lebih lanjut, para tokoh pemuda menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi lintas sektor sebagai fondasi utama dalam menjaga keamanan daerah. Mereka juga mengusulkan agar forum dialog rutin dapat digelar secara berkelanjutan guna membahas berbagai isu strategis, mulai dari politik, pemerintahan, ekonomi, hingga sosial budaya.

    Selain itu, upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP) dari Suku Moi, juga dinilai penting. Salah satu gagasan yang diusulkan adalah melalui kegiatan positif seperti pemutaran film dokumenter yang sarat nilai edukatif dan budaya.

    Tokoh pemuda Moi menyatakan komitmen dan kesiapan mereka untuk terus bersinergi dengan Polda Papua Barat Daya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sorong.

    Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi berkelanjutan antara aparat keamanan dan masyarakat, guna mewujudkan Kabupaten Sorong yang aman, damai, dan sejahtera. (***)

  • Pangdam XVIII/Kasuari Perkuat Sinergi dengan Kapolda dan Pemprov PBD Lewat Silaturahmi di Sorong

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru menggelar silaturahmi bersama Kapolda Papua Barat Daya dan sejumlah pejabat daerah di Rumah Makan Mamberamo Seafood, Kota Sorong, Selasa (14/7/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu menjadi momentum memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan di Papua Barat Daya.

    Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam XVIII/Kasuari sebagai bagian dari komitmen membangun koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua Barat Daya.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., anggota BP3OKP Papua Barat Daya, Danrem 181/PVT Kolonel Inf. Slamet Riadi, S.I.P., Asisten I Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat Daya.

    Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas pentingnya memperkuat hubungan kelembagaan dan meningkatkan koordinasi antarlembaga guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik di Papua Barat Daya.

    Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, mengatakan bahwa silaturahmi ini merupakan wujud komitmen bersama dalam menjaga komunikasi yang harmonis antarinstansi.

    “Silaturahmi ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di Papua Barat Daya,” ujar Kompol Jenny.

    Ia menambahkan, kolaborasi yang baik antarinstansi menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah.

    “Dengan komunikasi yang intensif dan kerja sama yang solid, diharapkan seluruh unsur dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga situasi yang aman dan kondusif,” tambahnya.

    Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban hingga selesai, mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat stabilitas dan kebersamaan di Provinsi Papua Barat Daya.

  • Sertijab Kapolda Papua Barat Daya, Tongkat Estafet Kepemimpinan Resmi Berganti

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Polda Papua Barat Daya menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah Pejabat Utama yang dirangkaikan dengan kegiatan ramah tamah di Mapolda Papua Barat Daya, Rabu (8/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat soliditas dan sinergitas di lingkungan Polda Papua Barat Daya.

    Sertijab tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Kapolri Nomor KEP/924/VI/2026 dan KEP/925/VI/2026 tanggal 24 Juni 2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

    Dalam mutasi tersebut, Brigjen Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.E., yang sebelumnya menjabat Wakapolda Papua Barat Daya, mendapat amanah baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri. Posisi Wakapolda Papua Barat Daya kini diemban oleh Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K., yang sebelumnya menjabat Irwasda Polda Papua Barat Daya.

    Selain itu, Kombes Pol. Muhammad Saleh, S.I.K., M.M., yang sebelumnya menjabat Karorena Polda Papua Barat Daya, mendapat penugasan baru sebagai Karorena Polda Aceh. Jabatan Karorena Polda Papua Barat Daya selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol. Sachroni Anwar, S.H., S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Kabagdalprogar Rorena Polda Jawa Timur.

    Pada jajaran Direktorat Lalu Lintas, Kombes Pol. Dax Emmanuelle Samson Manuputty, S.I.K., yang sebelumnya menjabat Dirlantas Polda Papua Barat Daya, mendapat jabatan baru sebagai Penata Kebijakan Kapolri Madya Tingkat III Korlantas Polri.

    Sementara itu, tongkat kepemimpinan Direktorat Lalu Lintas kini diemban oleh Kombes Pol. Sigit Hari Wibowo, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Auditor Kepolisian Madya Tingkat III Itwasda Polda Nusa Tenggara Barat.

    Usai pelaksanaan upacara sertijab, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momentum tersebut menjadi ajang perpisahan kepada para pejabat lama sekaligus penyambutan bagi pejabat baru yang akan melanjutkan tugas dan pengabdian di Polda Papua Barat Daya.

    Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, mengatakan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang bertujuan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas serta penyegaran organisasi.

    “Serah terima jabatan ini merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi agar pelaksanaan tugas kepolisian semakin optimal,” ujar Kompol Jenny.

    Ia menambahkan, pergantian pejabat diharapkan mampu memperkuat koordinasi, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

    “Dengan hadirnya pejabat baru, kami berharap semangat baru dalam pelaksanaan tugas dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum kepada masyarakat di wilayah Papua Barat Daya,” katanya.

    Menurutnya, Polda Papua Barat Daya berkomitmen terus memperkuat soliditas internal dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan Polri yang Presisi, profesional, modern, dan terpercaya.

    “Mutasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat organisasi serta meningkatkan kinerja seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup Kompol Jenny.

  • Gala Dinner Perdana Kapolda PBD, Audie Sonny Latuheru Tegaskan Semangat “Sa Papua Sa Juga Bisa”

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong, PBD – Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., menggelar Gala Dinner Perkenalan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta berbagai elemen di Papua Barat Daya. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Aston Sorong, Selasa (7/7/2026) malam.

    Giat ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

    Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Daya, unsur Forkopimda Provinsi Papua Barat Daya, Wakapolda Papua Barat Daya, Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat Daya, para Pejabat Utama Polda Papua Barat Daya, Forkopimda Kota dan Kabupaten Sorong, serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan berbagai elemen masyarakat.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan Wakil Gubernur Papua Barat Daya, pemutaran video selayang pandang, sambutan Kapolda Papua Barat Daya bersama Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat Daya, kemudian ditutup dengan ramah tamah dalam suasana hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan.

    Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru mengungkapkan bahwa dirinya memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Tanah Papua. Ia menceritakan bahwa ibunya berasal dari Merauke sehingga sejak kecil telah ditanamkan rasa bangga sebagai anak Papua.

    “Mama saya orang Merauke dan sejak kecil saya sudah didoktrin bahwa kita ini orang Papua. Jadi ke mana pun saya pergi, di kepala saya selalu tertanam bahwa saya ini orang Papua. Bahkan saat bertugas di Jakarta, identitas Papua itulah yang selalu saya bawa,” ujar Kapolda.

    Kapolda juga mengisahkan bagaimana kecintaannya terhadap Papua diwujudkan dalam berbagai kesempatan. Salah satunya dengan mengenakan mahkota khas Papua saat mengikuti kegiatan terjun payung sebagai simbol kebanggaan terhadap jati diri dan budaya Papua.

    “Saya selalu ingin menunjukkan bahwa menjadi orang Papua adalah sebuah kebanggaan. Identitas itu harus terus kita jaga dan kita tunjukkan di mana pun kita berada,” katanya.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut memperkenalkan slogan “Sa Papua Sa Juga Bisa!” yang digagasnya sebagai motivasi untuk membangkitkan rasa percaya diri masyarakat Papua agar terus berkarya, berprestasi, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah maupun bangsa.

    “Sa Papua Sa Juga Bisa bukan sekadar slogan, tetapi semangat untuk membangun kepercayaan diri masyarakat Papua agar mampu bersaing, berprestasi, dan memberikan yang terbaik bagi daerah serta Indonesia,” tegasnya.

    Menutup sambutannya, Kapolda mengajak seluruh unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat sinergitas dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.

    Gala Dinner Perkenalan tersebut menjadi momentum strategis dalam membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara Polda Papua Barat Daya dengan seluruh pemangku kepentingan.

    Melalui sinergitas yang semakin erat, diharapkan pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal, sehingga mendukung terwujudnya Papua Barat Daya yang aman, damai, maju, dan sejahtera.

    Sementara itu, Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan Kapolda Papua Barat Daya yang baru sekaligus mempererat hubungan dengan seluruh unsur Forkopimda dan komponen masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat Daya.

  • Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru Tiba di Sorong, Disambut Forkopimda dan Jajaran Polda

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Kapolda Papua Barat Daya yang baru, Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat Daya, Ny. Loury Audie Latuheru, tiba di Kota Sorong dan disambut hangat oleh jajaran Polda Papua Barat Daya serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Barat Daya di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Senin (6/7/2026).

    Prosesi penyambutan yang berlangsung sejak pukul 06.00 WIT dipimpin oleh Brigjen Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.E. Hadir pula para Pejabat Utama Polda Papua Barat Daya, pengurus Bhayangkari Daerah Papua Barat Daya, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah yang turut menyambut kedatangan Kapolda beserta Ketua Bhayangkari di Bumi Kasuari.

    Usai prosesi penyambutan di Bandara DEO Sorong, rombongan Kapolda Papua Barat Daya melanjutkan perjalanan menuju Hotel Aston Sorong. Selama perjalanan, personel Polda Papua Barat Daya melakukan pengamanan dan pengawalan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

    Kedatangan Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru menjadi momentum awal kepemimpinannya di Polda Papua Barat Daya. Kehadiran Kapolda baru tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Provinsi Papua Barat Daya.

    Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan penyambutan berlangsung dengan baik dan penuh kehangatan.

    “Seluruh rangkaian kegiatan penjemputan Kapolda Papua Barat Daya, mulai dari Bandara DEO Sorong hingga Hotel Aston Sorong, berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Ini merupakan bentuk soliditas jajaran Polda Papua Barat Daya dalam menyambut serta mendukung kepemimpinan Kapolda yang baru,” ujarnya.

    Ia menambahkan, momen penyambutan tersebut mencerminkan komitmen Polda Papua Barat Daya dalam mendukung terwujudnya Polri yang Presisi, profesional, modern, dan terpercaya demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(***)

  • HUT Bhayangkara ke-80, Pemerintah dan Polri Papua Barat Daya Perkuat Kolaborasi Jaga Kamtibmas

    Melanesiatimes.com Aimas Kabupaten Sorong, PBD – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Papua Barat Daya.

    Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, saat memberikan keterangan pada momentum peringatan Hari HUT Bhayangkara ke-80 di Alun-alun Aimas Kabupaten Sorong pada Selasa (1/7/2026).

    Menurut Elisa Kambu, sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian merupakan sebuah kewajiban yang harus terus dipelihara, mengingat Polri memiliki peran strategis hingga ke tingkat kampung melalui jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas.

    “Kolaborasi dengan kepolisian itu sudah wajib. Polisi hadir sampai di kampung-kampung, sehingga koordinasi harus terus dilakukan. Pemerintah daerah tetap memberikan dukungan, baik dukungan moril maupun operasional, karena polisi tidak bisa berjalan sendiri,” ujar Elisa Kambu.

    Ia menambahkan, bentuk dukungan pemerintah daerah juga diwujudkan melalui penyediaan lahan untuk pembangunan fasilitas kepolisian, termasuk keberadaan Markas Polda Papua Barat Daya.

    “Kita punya kewajiban menyediakan tanah. Itu juga bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah. Begitu pula para bupati di kabupaten masing-masing. Selama ini hal itu sudah berjalan dengan baik,” katanya.

    Elisa Kambu menegaskan, tidak ada orientasi khusus dalam kerja sama tersebut selain memastikan seluruh elemen menjalankan tugas sesuai kewenangannya demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

    “Keamanan dan ketenteraman adalah tanggung jawab bersama, namun yang berada di garis terdepan adalah kepolisian. Karena itu semua pihak tetap harus memberikan dukungan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Wakapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Semmy Ronny Thabaa, SE, mengatakan pihaknya terus melakukan langkah antisipatif dalam menghadapi dinamika keamanan di sejumlah daerah yang dinilai rawan, seperti Kabupaten Maybrat dan Tambrauw.

    Menurutnya, penambahan personel akan dilakukan apabila terjadi peningkatan eskalasi situasi keamanan yang membutuhkan penguatan pengamanan.

    “Penambahan pasukan merupakan salah satu cara bertindak apabila eskalasi meningkat dan kondisi menuntut adanya tambahan personel. Namun selama upaya persuasif, deteksi dini, dan peringatan dini masih dapat mengendalikan situasi, maka tidak diperlukan penambahan personel,” jelas Brigjen Semmy.

    Ia menegaskan bahwa Polri mengedepankan pendekatan preventif melalui kegiatan rutin kepolisian yang dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan situasi di lapangan.

    Selain itu, Polri juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, aparat kampung, hingga unsur TNI guna menjaga stabilitas keamanan.

    “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Polri harus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah daerah, perangkat kampung, tokoh masyarakat, hingga TNI, untuk terus merawat situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” katanya.

    Pada momentum Hari HUT Bhayangkara ke-80, Brigjen Semmy berharap tema “80 Tahun Polri Mengabdi untuk Masyarakat” dapat diwujudkan melalui pelayanan yang nyata kepada masyarakat.

    “Tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Jadi bukan hanya slogan semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.

  • Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa Resmi Sandang Pangkat Brigadir Jenderal Polisi

    Melanesiatimes.com, Aimas Kabupaten Sorong – Polda Papua Barat Daya mengikuti upacara laporan kenaikan pangkat Perwira Tinggi Polri yang digelar secara virtual dan terhubung langsung dengan Mabes Polri, Selasa (30/6/2026).

    Dalam upacara tersebut, resmi menerima kenaikan pangkat dari Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) atau pangkat bintang satu.

    Sebelumnya, Brigjen Pol. Semmy Ronny Thabaa menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya. Saat ini, ia telah dimutasikan dan mengemban tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri.

    Prosesi kenaikan pangkat berlangsung khidmat dari Mapolda Papua Barat Daya dan dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Barat Daya, Pengurus Bhayangkari Daerah Papua Barat Daya, serta personel yang turut memberikan penghormatan dan ucapan selamat atas pencapaian tersebut.

    Kenaikan pangkat ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus kepercayaan dari pimpinan Polri atas dedikasi, integritas, serta pengabdian Brigjen Pol. Semmy Ronny Thabaa selama menjalankan berbagai penugasan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Meski dilaksanakan secara virtual, rangkaian upacara tetap berlangsung penuh khidmat dan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari para Pejabat Utama Polda Papua Barat Daya serta Pengurus Bhayangkari sebagai bentuk apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang diraih.

    Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, , menyampaikan bahwa kenaikan pangkat tersebut menjadi momentum penting untuk memotivasi seluruh personel agar terus meningkatkan profesionalisme, loyalitas, dan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Momentum ini juga diharapkan semakin memperkuat komitmen Polri dalam mewujudkan institusi yang Presisi, modern, dan terpercaya.(***)

  • Mangkir Dinas 10 Hari, Personel Ditreskrimum Polda Papua Barat Daya Jalani Sidang Disiplin

    Melanesiatimes.com, Aimas Kabupaten Sorong – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Papua Barat Daya menggelar sidang disiplin terhadap seorang personel yang diduga melakukan pelanggaran disiplin berupa tidak melaksanakan tugas kedinasan selama 10 hari berturut-turut. Sidang tersebut dilaksanakan di Aula Polda Papua Barat Daya, Kota Sorong, Senin (22/6/2026).

    Personel yang menjalani sidang disiplin adalah Bripda Stevan Yehezkiel Silaban, anggota Ba Ditreskrimum Polda Papua Barat Daya. Ia diduga tidak melaksanakan tugas dinas selama 10 hari berturut-turut, terhitung sejak 15 April hingga 28 April 2026.

    Sidang disiplin berlangsung mulai pukul 16.19 WIT hingga 16.56 WIT sebagai bagian dari proses penegakan disiplin internal di lingkungan Polri. Persidangan dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Papua Barat Daya, AKBP Mathias Yosias Krey, S.Pd., didampingi Ps. Kassubbid Provos AKP Brury, S.H., serta Ps. Kasubbid Paminal AKP Arifal Utama, S.T.K., S.H., S.I.K., M.H.

    Sementara itu, penuntut dalam persidangan adalah Ipda Toni Surya Syaputra, S.H., selaku Ps. Kasubbag Renmin Bid Propam Polda Papua Barat Daya.

    Dalam persidangan, penuntut membacakan dasar tuntutan yang mengacu pada Laporan Polisi Nomor: LP-A/08/V/2026/Provos tanggal 4 Mei 2026 dan Surat Perintah Pemeriksaan Nomor: Sprin/48/V/HUK.12.10./2026 tanggal 4 Mei 2026 atas nama Bripda Stevan Yehezkiel Silaban.

    Terduga pelanggar dipersangkakan melanggar Pasal 4 huruf m Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri yang mengatur kewajiban anggota Polri dalam melaksanakan tugas kedinasan.

    Setelah melalui rangkaian pemeriksaan dan pembahasan, sidang sempat diskors selama lima menit untuk memberikan kesempatan kepada majelis melakukan musyawarah. Sidang kemudian kembali dibuka pada pukul 16.55 WIT dengan agenda pembacaan putusan.

    Dalam putusannya, pimpinan sidang menjatuhkan sanksi disiplin berupa teguran tertulis kepada Bripda Stevan Yehezkiel Silaban sesuai ketentuan yang berlaku.

    Sidang disiplin resmi ditutup pada pukul 16.56 WIT. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

    Bid Propam Polda Papua Barat Daya menegaskan bahwa pelaksanaan sidang disiplin ini merupakan wujud komitmen institusi dalam menegakkan disiplin, profesionalisme, dan integritas anggota Polri.

    Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Polri yang Presisi, berintegritas, serta semakin dipercaya oleh masyarakat.