Tag: KNPI Kota Sorong

  • Musda ke-VI KNPI Kota Sorong: Pemuda Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Sorong menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI dengan mengusung tema “Menguatkan Peran Pemuda sebagai Pilar Pembangunan Kota Sorong yang Berkelanjutan”. Kegiatan ini berlangsung di M Kriad Hotel, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Kamis (12/02/2026).

    Musda DPD KNPI Kota Sorong ke-VI menjadi forum tertinggi organisasi kepemudaan di tingkat kota dalam menentukan arah kebijakan serta kepemimpinan KNPI untuk periode mendatang.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Kota Sorong, organisasi kepemudaan, serta para peserta Musda yang berasal dari berbagai elemen pemuda.

    Musda ke-VI ini dilaksanakan dalam suasana tertib dan penuh semangat kebersamaan sebagai bagian dari konsolidasi pemuda Kota Sorong.

    Ketua OKK DPD KNPI Kota Sorong, Mohammad Saman Bugis, hadir mewakili Ketua DPD KNPI Kota Sorong untuk menyampaikan sambutan pada pembukaan Musda tersebut.

    Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tema Musda ke-VI mencerminkan peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah.

    “Tema ini menegaskan bahwa pemuda bukan hanya pelengkap pembangunan, tetapi merupakan pilar utama dalam mendorong kemajuan Kota Sorong secara berkelanjutan,” kata Mohammad Saman Bugis.

    Ia menyampaikan bahwa pemuda Kota Sorong memiliki potensi besar di berbagai sektor strategis daerah.

    “Pemuda memiliki peran penting dalam menggerakkan sektor ekonomi maritim, pariwisata alam, dan ekonomi kreatif yang menjadi kekuatan Kota Sorong,” ujarnya.

    Menurutnya, Musda DPD KNPI Kota Sorong ke-VI tidak hanya berfokus pada pergantian kepengurusan organisasi.

    “Musda ini bukan hanya ajang memilih pengurus baru, tetapi menjadi momentum strategis untuk menyusun arah kebijakan dan menjembatani aspirasi pemuda dengan visi pembangunan Kota Sorong,” katanya.

    Ia juga memaparkan capaian program KNPI Kota Sorong pada periode sebelumnya.

    “Kami telah melaksanakan berbagai program, mulai dari pelatihan keterampilan, gerakan pelestarian lingkungan, hingga kegiatan olahraga dan kreativitas pemuda,” ungkapnya.

    Namun demikian, ia mengakui bahwa penguatan peran pemuda masih membutuhkan dukungan yang lebih luas.

    “Untuk mengoptimalkan peran pemuda sebagai pilar pembangunan, tentu dibutuhkan dukungan yang lebih komprehensif dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

    Dalam Musda ke-VI tersebut, Mohammad Saman Bugis juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kota Sorong.

    “Kami berharap pembangunan kantor DPD KNPI Kota Sorong dapat segera diselesaikan agar menjadi pusat aktivitas, konsolidasi, dan pengembangan program kepemudaan,” katanya.

    Selain itu, perhatian terhadap pengembangan kapasitas pemuda juga menjadi sorotan.

    “Kami berharap Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sorong terus memperkuat perhatian kepada pemuda melalui peningkatan fasilitas, pengembangan kapasitas, serta ruang aktualisasi bakat dan potensi,” ujarnya.

    Ia menegaskan kesiapan KNPI Kota Sorong untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

    “Kami sebagai pemuda siap menjadi mitra aktif pemerintah dalam mengelola potensi daerah secara bertanggung jawab,” katanya.

    Komitmen tersebut, lanjutnya, juga mencakup upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat harmoni sosial.

    “Pemuda memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus merawat persatuan dan keharmonisan masyarakat,” ujarnya.

    Melalui Musda DPD KNPI Kota Sorong ke-VI, diharapkan lahir kepemimpinan dan keputusan strategis yang mampu membawa KNPI semakin berkontribusi bagi pembangunan daerah.

    Musda ke-VI ini juga diharapkan menjadi tonggak penguatan peran pemuda sebagai agen perubahan di Kota Sorong.

    Dengan semangat kebersamaan, KNPI Kota Sorong berkomitmen menjadikan pemuda sebagai motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan.

  • DPD KNPI Kota Sorong Apresiasi Dukungan Pemkot, Dorong Percepatan Pembangunan Gedung Pemuda

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sorong menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Sorong atas dukungan nyata terhadap peran dan kegiatan kepemudaan di daerah tersebut.

    Hal itu disampaikan oleh Steering Committee DPD KNPI Kota Sorong, Mohammad Saman Bugis, dalam kegiatan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimpurda) yang berlangsung di gedung Lambertus Jitmau Kota Sorong pada Jum’at (06/02/2026).

    Ia menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Kota Sorong, khususnya Wali Kota Sorong, telah dirasakan secara langsung oleh pemuda.

    “Kami dari DPD KNPI Kota Sorong dengan segenap hati memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota Sorong, khususnya Bapak Wali Kota Sorong,” ujar Mohammad Saman Bugis.

    Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya berupa pendanaan kegiatan, tetapi juga mencakup fasilitasi kerja sama lintas pihak serta perhatian terhadap aspirasi pemuda. Hal ini dinilai sebagai bukti bahwa pemerintah daerah memahami peran strategis pemuda dalam pembangunan Kota Sorong.

    “Dukungan yang diberikan dalam berbagai bentuk membuktikan bahwa pemerintah daerah benar-benar memahami peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

    Selain itu, KNPI Kota Sorong juga meminta perhatian berkelanjutan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sorong terhadap pengembangan generasi muda. Ia menekankan bahwa pemuda merupakan agen perubahan yang memiliki energi dan kreativitas untuk mendorong kemajuan daerah.

    “Pemuda adalah agen perubahan yang memiliki energi dan kreativitas untuk menggerakkan kemajuan Kota Sorong,” ungkap Saman.

    Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti tema pembangunan berkelanjutan yang diangkat pada Rapimpurda tahun ini. Tema tersebut dinilai sejalan dengan potensi Kota Sorong di sektor ekonomi maritim, pariwisata alam, dan ekonomi kreatif.

    “Kami sebagai pemuda siap menjadi mitra aktif pemerintah dalam mengelola potensi tersebut secara bertanggung jawab, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat harmoni antar masyarakat,” katanya.

    Lebih lanjut, Rapimpurda disebut sebagai wadah strategis untuk menyusun program kerja yang terarah dan selaras dengan visi pembangunan Kota Sorong, sekaligus mempersiapkan Musyawarah Daerah mendatang dengan prinsip transparansi dan demokrasi.

    Ia juga berharap adanya penguatan program pengembangan kapasitas pemuda, peningkatan akses terhadap fasilitas pemuda dan olahraga, serta penyediaan ruang-ruang aktualisasi untuk menampung bakat dan potensi generasi muda.

    “Kami mengharapkan agar program pengembangan kapasitas dan fasilitas kepemudaan dapat terus diperkuat,” tambahnya.

    Secara khusus, KNPI Kota Sorong meminta perhatian Wali Kota Sorong agar pembangunan gedung DPD KNPI Kota Sorong dapat segera diselesaikan. Gedung tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas dan konsolidasi organisasi kepemudaan di Kota Sorong.

    “Gedung ini akan menjadi pusat aktivitas pemuda dan wadah untuk mengembangkan program-program yang bermanfaat bagi pemuda Kota Sorong,” tutup Mohammad Saman Bugis.

  • 71 OKP Resmi Jadi Peserta Rapim Purda KNPI Kota Sorong Termasuk 1 Organisasi Lokal

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Panitia Steering Committee (SC) Rapimpurna Daerah (Rapim Purda) KNPI Kota Sorong secara resmi menetapkan jumlah organisasi kepemudaan (OKP) dan distrik yang berhak menjadi peserta Rapim Purda setelah melalui tahapan verifikasi berkas dan pleno penetapan. Sabtu (31/01/2026).

    Ketua Steering Committee, Mohammad Saman Bugis, menjelaskan bahwa proses verifikasi telah dilakukan secara ketat sejak pendaftaran dibuka hingga batas akhir yang telah ditentukan. Verifikasi berkas dimulai sejak 29 Januari 2026 dan ditutup dengan rapat pleno pada malam hari.

    “Kemarin kami SC sudah rapat, melakukan penelitian dan verifikasi berkas sejak tanggal 29. Tadi malam kami pleno sekitar pukul 21.00 WIT dan telah mengesahkan peserta Rapim Purda,” ujar Mohammad Saman Bugis.

    Berdasarkan hasil pleno tersebut, SC menetapkan sebanyak 70 OKP tingkat daerah yang dinyatakan lolos sebagai peserta, ditambah 10 distrik serta 5 OKP lokal. Namun, dari 5 OKP lokal tersebut, satu OKP dinyatakan sebagai peserta penuh.

    “Dari hasil verifikasi, peserta penuh berjumlah 71 OKP, ditambah 10 distrik. Untuk OKP lokal ada lima, dan satu di antaranya masuk kategori peserta penuh, sehingga semua menjadi 81 Peserta dalam Rapim Purda KNPI Kota Sorong ” jelasnya.

    Peserta yang memiliki hak suara pada Rapim Purda dan MUSDA KNPI Kota Sorong berjumlah 81 peserta penuh dan 4 peserta peninjau.

    Mohammad Saman Bugis menyebutkan sejumlah OKP lokal yang telah ditetapkan sebagai peserta penuh, di antaranya Ikatan Pemuda Sulawesi Utara (IPSU), Ikatan Pemuda Tanimbar, Ikatan Pemuda Tidore, Ikatan Pemuda Mahasiswa Pelajar Kei (IPMPK) serta satu organisasi lokal lainnya Pemuda Malamoi.

    Ia juga menegaskan bahwa salah satu OKP yang sebelumnya berstatus lokal dapat ditetapkan sebagai peserta penuh karena telah memenuhi persyaratan organisasi, termasuk telah mengikuti Musyawarah Nasional sebanyak tiga kali.

    “IPMPK itu kami tetapkan sebagai peserta penuh karena sudah tiga kali mengikuti Munas dan memenuhi seluruh persyaratan organisasi,” katanya.

    Lebih lanjut, SC memastikan bahwa seluruh OKP yang telah mendaftar dan diverifikasi dinyatakan lolos. Dengan ditutupnya tahapan verifikasi, pendaftaran peserta Rapim Purda juga dinyatakan resmi ditutup.

    “Semua yang mendaftar sudah kami verifikasi dan semuanya lolos. Artinya tadi malam kami sudah kunci. Tidak ada lagi OKP yang bisa mendaftar karena pendaftaran sudah kami perpanjang dua kali,” tegasnya.

    Rapim Purda KNPI Kota Sorong sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada 6 Februari 2026. Setelah Rapim Purda selesai, panitia akan membuka pendaftaran bakal calon ketua KNPI.

    “Setelah Rapim selesai, kami buka pendaftaran kandidat. Satu minggu setelah itu, kami akan melaksanakan Musda,” jelas Mohammad Saman Bugis.

    Ia berharap seluruh tahapan Rapim Purda hingga Musyawarah Daerah (Musda) dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan kepemimpinan KNPI yang mampu merangkul seluruh elemen pemuda di Kota Sorong.

    “Harapan saya, Rapim Purda sampai Musda nanti bisa menghasilkan Ketua KNPI yang mampu mengayomi dan menghimpun seluruh pemuda serta OKP di Kota Sorong,” harapnya.

    Selain itu, ia juga mengajak OKP yang telah memiliki legitimasi hukum agar tetap aktif dan berpartisipasi pada agenda kepemudaan di masa mendatang.

    “OKP yang sudah punya legitimasi hukum saya harap tetap aktif. Untuk pendaftaran tahun ini memang sudah kami tutup, tapi ke depan kami harapkan bisa ikut berpartisipasi,” tutupnya.

  • Dispora Kota Sorong Segera Verifikasi OKP, KNPI Tegaskan Syarat Wajib Jelang RAPIMPURDA dan MUSDA VI

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Sorong akan segera melakukan pendataan dan verifikasi seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di wilayah Kota Sorong. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program pembinaan organisasi kepemudaan sekaligus untuk memastikan keberadaan OKP yang aktif dan legal.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sorong, Ramses Malibela, mengatakan bahwa pendataan ulang menjadi kebutuhan penting karena telah dialokasikan anggaran pembinaan OKP dalam APBD 2025.

    “Di APBD 2025 ada mata anggaran pembinaan organisasi kepemudaan dan pelatihan, sehingga kami membutuhkan daftar OKP yang benar-benar eksis di Kota Sorong,” kata Ramses Malibela beberapa waktu lalu.

    Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pemuda Dispora Kota Sorong, Rudolf Jetul. Ia menjelaskan bahwa verifikasi OKP akan dilakukan mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, dan akan melibatkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

    “Jadi silakan tiap OKP memasukkan salinan SK, surat keterangan tempat sekretariat, fotokopi KTP ketua, sekretaris, dan bendahara untuk kami verifikasi bersama dengan Kesbangpol,” ujar Rudolf.

    Rudolf menegaskan, OKP yang tidak mengikuti proses verifikasi akan dianggap tidak aktif dan tidak diakui keberadaannya di Kota Sorong.

    “Tanpa melakukan verifikasi, kami akan menganulir dan menganggap OKP itu tidak ada di Kota Sorong. Jadi kami mohon kepada rekan-rekan pengurus OKP untuk memasukkan data untuk kami verifikasi,” tegasnya.

    Kebijakan Dispora dan Kesbangpol ini mendapat dukungan dari Ketua OKK DPD KNPI Kota Sorong, M. Saman Bugis. Menurutnya, penertiban melalui verifikasi merupakan langkah penting untuk menata kembali organisasi kepemudaan agar berjalan sesuai aturan.

    “Sudah saatnya ada penertiban OKP lewat verifikasi yang dilakukan dinas terkait sesuai aturan yang berlaku. Apalagi dari pengalaman, OKP baru banyak bermunculan jelang Musda KNPI. Dan tentu kami mendukung jika semua melakukan verifikasi,” pungkas Saman Bugis.

    Sejalan dengan itu, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Sorong juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (RAPIMPURDA) dan Musyawarah Daerah (MUSDA) VI. Rapat pleno pengurus dalam rangka persiapan kegiatan tersebut telah berlangsung di salah satu hotel di Kota Sorong dan dihadiri langsung oleh Ketua OKK DPD KNPI Kota Sorong M. Saman Bugis serta Sekretaris Sulaiman Merin.

    Rencananya, RAPIMPURDA DPD KNPI Kota Sorong akan digelar pada awal atau pertengahan Desember 2025. Forum ini memiliki kewenangan menyiapkan rancangan materi MUSDA serta menetapkan peserta MUSDA VI KNPI Kota Sorong.

    Sekretaris DPD KNPI Kota Sorong, Sulaiman Merin, menegaskan bahwa seluruh tahapan menuju RAPIMPURDA dan MUSDA harus berjalan sesuai prosedur organisasi. Salah satu tahapan penting yang sedang berjalan adalah proses verifikasi OKP.

    “Seluruh tahapan pelaksanaan RAPIMPURDA hingga MUSDA VI harus berjalan sesuai prosedur. Salah satu syarat mutlak menjadi peserta penuh MUSDA adalah lolos verifikasi OKP,” kata Sulaiman Merin, Sabtu (07/11/2025).

    Sekretaris Bidang OKK DPD KNPI Kota Sorong, Jhon H. Malibela, menambahkan bahwa verifikasi merupakan bagian krusial dalam menjaga kualitas demokrasi di tubuh KNPI.

    “Proses verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa nantinya peserta MUSDA benar-benar memiliki legalitas yang sah dan memenuhi syarat administrasi, dengan menyertakan akta pendirian OKP terbaru, terdaftar di Kesbangpol, serta melampirkan SK OKP terbaru,” jelasnya.

    Ia juga menegaskan bahwa pendataan ulang akan mempermudah KNPI dalam mengidentifikasi OKP yang aktif sekaligus mencegah munculnya organisasi fiktif.

    “Kegiatan penerapan sistem pendataan ulang bertujuan agar ke depannya DPD KNPI Kota Sorong mudah mengidentifikasi seluruh keberadaan OKP, terlebih untuk dapat mendeteksi OKP bodong,” tegas Jhon.

    Menurutnya, RAPIMPURDA dan MUSDA VI KNPI Kota Sorong akan menjadi ruang konsolidasi dan dinamika bagi seluruh organisasi kepemudaan.

    “RAPIMPURDA dan MUSDA DPD KNPI Kota Sorong Ke-VI akan menjadi tempat berdinamika bagi seluruh anak-anak muda Cipayung dan OKP lainnya,” pungkasnya.

  • Pendaftaran Rapimpurda KNPI Kota Sorong Resmi Dibuka, OKP-OKPI Diminta Segera Ambil Formulir

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Steering Committee (SC) bersama Panitia Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) DPD KNPI Kota Sorong resmi membuka tahapan pendaftaran dan verifikasi organisasi kepemudaan (OKP) dan OKPI. Seluruh OKP-OKPI diimbau segera mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat Sementara Panitia DPD KNPI Kota Sorong yang berlokasi di Kantor KONI, Jalan Jenderal Sudirman (GOR), Kota Sorong.

    Pernyataan ini disampaikan langsung saat jumpa pers di kantor KONI Kota Sorong Papua Barat Daya pada Selasa (20/01/2026).

    Ketua Steering Committee, Mohammad Saman Bugis, mengatakan panitia telah menyiapkan seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran, verifikasi OKP-OKPI, pelaksanaan Rapimpurda, hingga Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD KNPI Kota Sorong.

    “Saya selaku SC menghimbau kepada teman-teman OKP dan OKPI terkait tahapan pendaftaran dan verifikasi. Dari sekarang kami SC dan panitia sudah menyiapkan tahapan itu dan diharapkan teman-teman OKP-OKPI secepatnya mengambil formulir, karena pendaftaran sudah kami buka di sekretariat panitia,” ujar Mohammad Saman Bugis.

    Ia menjelaskan, formulir pendaftaran dapat diambil langsung di sekretariat panitia, sekaligus melihat persyaratan yang telah ditempel di papan pengumuman.

    “Silakan teman-teman OKP dan OKPI datang mengambil formulir, membaca dan melihat persyaratannya yang sudah kami siapkan. Ini penting sebagai syarat pendaftaran untuk menjadi peserta Rapimda,” jelasnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Rapimpurda KNPI Kota Sorong Paulus Jitmau menambahkan bahwa pendaftaran dibuka mulai 20 Januari hingga 25 Januari 2026. Setelah itu, panitia memberikan waktu perbaikan berkas pada 26 Januari dan pengumuman hasil verifikasi dijadwalkan pada 27 Januari 2026.

    “Kami buka pendaftaran dari tanggal 20 sampai 25 Januari, kemudian tanggal 26 perbaikan berkas dan tanggal 27 pengumuman hasil verifikasi,” ungkapnya.

    Ia menegaskan bahwa OKP-OKPI yang terdaftar dan mengikuti Rapimpurda secara otomatis akan menjadi peserta Musda KNPI Kota Sorong.

    “Peserta yang mengikuti Rapimpurda otomatis masuk sebagai peserta Musda KNPI Kota Sorong. OKP-OKPI yang tidak terdaftar di Rapimpurda berarti tidak masuk sebagai peserta Musda,” tegas Paulus

    Terkait jadwal Musda, panitia menyampaikan bahwa penetapan waktu akan dilakukan setelah Rapimpurda, dengan rentang waktu yang tidak terlalu lama.

    “Setelah Rapimpurda baru kita tentukan tanggal Musda. Tidak terlalu lama, paling satu bulan setelah Rapimpurda kita sudah harus melaksanakan Musda,” katanya.

    Panitia juga mengingatkan seluruh OKP-OKPI untuk menyiapkan dokumen resmi saat pendaftaran, guna menghindari persoalan administrasi.

    “Teman-teman yang datang wajib membawa SK, fotokopi SK kepengurusan aktif, dan dilampirkan dengan SK Kemenkumham. Karena pengalaman sebelumnya sering ada yang membawa SK ganda, maka yang menentukan adalah SK Kemenkumham,” jelas Jitmau

    Panitia berharap seluruh OKP-OKPI dapat proaktif mendatangi sekretariat untuk mengambil formulir, mendaftar, dan mengikuti seluruh tahapan secara tertib.

    “Himbauan kami, teman-teman OKP-OKPI segera datang ke sekretariat panitia untuk mengambil formulir, mengisi, dan mendaftar sebagai calon peserta Rapimpurda, karena dari Rapimpurda itulah nanti otomatis masuk sebagai peserta Musda,” tutupnya.

  • Sekretaris OKK KNPI Kota Sorong Mengutuk Keras Tindakan Pembunahan Terhadap Akitivis Perempuan

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Insiden penikaman yang terjadi pada Minggu pagi di depan Gereja Katolik Santos, SP1, Kabupaten Sorong, menuai kecaman keras dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari John Malibela, aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), alumni GMNI, sekaligus Sekretaris OKK DPD KNPI Kota Sorong.

    Dalam pernyataannya, John Malibela mengutuk keras tindakan pelaku yang dinilainya tidak berperikemanusiaan, apalagi peristiwa tersebut terjadi di depan rumah ibadah dan pada hari Minggu.

    “Saya, sebagai aktivis dan juga senior Cipayung, mengutuk keras tindakan penikaman yang terjadi di depan Gereja Katolik Santos SP1 Kabupaten Sorong terhadap seorang aktivis Cipayung PMKRI. Perbuatan ini sangat tidak manusiawi dan melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan,” tegas John Malibela pada Melanesiatimes.com di kantor Wali Kota Sorong pada Senin (19/01/2026).

    Ia mengungkapkan bahwa korban penikaman merupakan kader salah satu organisasi Cipayung yang dikenal aktif dan memiliki masa depan cerah.

    “Korban adalah adik kita, kader Cipayung, seorang aktivis perempuan yang punya potensi dan masa depan yang sangat baik. Peristiwa ini sangat kami sesalkan,” ujarnya.

    Menurut John, tindakan kekerasan tersebut mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi, terlebih dilakukan pada hari yang dianggap sakral oleh umat Kristiani.

    “Ini bukan hanya tindakan kriminal, tetapi juga mencederai nilai kesucian hari Minggu. Hari di mana umat diajarkan tentang kasih dan takut akan Tuhan, tetapi justru dinodai oleh tindakan keji,” katanya.

    Ia pun mendesak pihak kepolisian, khususnya Polres Kabupaten Sorong, agar segera bertindak cepat, menangkap pelaku, dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

    “Saya meminta kepada Polres Sorong untuk segera menyikapi kasus ini, menangkap pelaku, dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelaku harus dihukum setimpal dengan perbuatannya,” tegas John.

    Selain itu, John juga mengajak masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

    “Saya mengimbau seluruh masyarakat Sorong, khususnya di Kabupaten Sorong, agar tidak terpancing emosi. Mari kita tempuh cara-cara yang sehat dan santun. Kita percayakan sepenuhnya proses ini kepada pihak kepolisian,” tutupnya.

    Peristiwa penikaman tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian. Masyarakat berharap pelaku segera ditangkap agar memberikan rasa aman dan keadilan bagi korban serta keluarga.

  • Plt Ketua KNPI Sorong Ajak Pemuda Jaga Persatuan dan Kedamaian di Tengah Keberagaman

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pengurus Cabang Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPC KNPI) Kota Sorong, Mohammad Saman Bugis, yang biasa disapa MSB, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan kedamaian di tengah keberagaman masyarakat Kota Sorong.

    Hal itu disampaikannya usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Sorong, Selasa (28/10/2025).

    Menurut MSB, momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi seluruh anak bangsa bahwa semangat nasionalisme bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

    “Hari ini, tugas kita adalah menjaga semangat itu agar tidak luntur di tengah tantangan zaman yang terus berubah,” ujar Saman.

    Ia menambahkan, pemuda Kota Sorong memiliki peran strategis karena wilayah ini merupakan miniatur Indonesia di Tanah Papua, tempat berbagai suku, bahasa, dan agama hidup berdampingan dengan damai.

    Oleh sebab itu, lanjutnya, semangat persatuan harus menjadi pondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat rasa kebersamaan.

    “Persatuan adalah kunci kedamaian. Ketika pemuda mampu menahan ego, menumbuhkan empati, dan menjunjung tinggi nilai toleransi, maka Kota Sorong akan menjadi daerah yang aman, produktif, dan berdaya saing,” tegasnya.

    Politisi Partai NasDem itu juga menilai bahwa generasi muda masa kini perlu tampil adaptif dan kreatif di era digital. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sosial dan menebarkan semangat kolaborasi.

    “Pemuda hari ini harus berani menjadi pembawa perubahan. Jangan hanya aktif di media sosial, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan karya, ide, dan solusi,” tutur MSB.

    “Jadilah generasi yang berpikir terbuka, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan,” tambahnya.

    Sebagai anggota DPR Kota Sorong, Saman turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sorong dan seluruh perangkat daerah atas dukungan terhadap kegiatan kepemudaan, termasuk pelaksanaan upacara Sumpah Pemuda yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

    “Kami dari KNPI Kota Sorong berterima kasih kepada Pemerintah Kota Sorong atas komitmennya memberi ruang bagi pemuda untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Kolaborasi seperti ini harus terus dijaga agar generasi muda semakin berdaya,” ungkapnya.

    Di akhir pernyataannya, MSB mengajak seluruh pemuda Kota Sorong untuk terus menanamkan semangat persatuan sebagai tonggak perdamaian dan kemajuan bersama.

    “Mari kita rawat semangat Sumpah Pemuda dengan mempererat solidaritas, menghormati perbedaan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota ini,” imbuhnya.

    “Dari Sorong, kita tunjukkan bahwa pemuda mampu menjadi penjaga kedamaian sekaligus motor pembangunan bangsa.” tutupnya.

  • Sulaiman Merin Dituding Gunakan Aset KNPI sebagai Mobil Pribadi

    Melanesiatimes.com, Sorong – Terungkap bahwa Sulaiman Merin, Sekretaris KNPI Kota Sorong, diduga menjadikan inventaris organisasi sebagai aset pribadi. Hal ini mencoreng citra KNPI yang seharusnya menjadi wadah bagi pemuda di daerah tersebut.

    Pemerintah Provinsi Papua Barat sebelumnya telah memberikan sejumlah bantuan kepada KNPI Kota Sorong, termasuk pembangunan Sekretariat dan satu unit mobil. Namun, kondisi Sekretariat saat ini sangat memprihatinkan, karena bangunan tersebut kini kosong dan tidak berpenghuni.

    Sekretariat yang sempat diharapkan menjadi kantor pemuda tersebut dibiarkan terbengkalai tanpa aktivitas. Hal ini menimbulkan keprihatinan di kalangan pengurus dan anggota lain yang berharap tempat tersebut bisa digunakan untuk kegiatan positif.

    Lebih mengecewakan, satu unit mobil yang seharusnya menjadi aset KNPI justru dipergunakan sebagai mobil pribadi oleh Sulaiman Merin. Stiker yang mencantumkan identitas KNPI telah dicopot, sehingga mobil tersebut tampak seperti milik perorangan.

    Sumber anonim dari dalam KNPI menyayangkan tindakan tersebut dan mengharapkan agar mobil segera dikembalikan. “Mobil itu bukan milik Sulaiman, tapi aset organisasi yang seharusnya digunakan untuk kepentingan pemuda,” ujar kepada media ini pada Kamis (15/05/2025).

    Kondisi ini menambah deretan masalah yang tengah dihadapi KNPI Kota Sorong, di mana pengurus diharapkan lebih bertanggung jawab terhadap aset yang dipercaya kepada mereka. Anggota organisasi pun merasa kecewa dan berharap ada tindakan tegas yang diambil.

    Masyarakat juga menyoroti isu ini, dan meminta agar pihak berwenang segera menyelidiki praktik penyalahgunaan wewenang di dalam organisasi kepemudaan ini. Transparansi dalam pengelolaan aset menjadi tuntutan utama dari masyarakat.

    Kondisi Sekretariat yang terbengkalai dan mobil yang dipakai untuk kepentingan pribadi jelas menunjukkan adanya ketidakberesan dalam mengelola aset. Hal ini menciptakan pertanyaan mengenai komitmen pengurus dalam membangun kepemudaan di Sorong.

    Sebagai organisasi pemuda, KNPI harusnya dapat memberikan contoh yang baik dan profesional. Di tengah banyaknya tantangan yang dihadapi, adanya tindakan untuk mengalihkan aset organisasi menjadi hal yang sangat disayangkan.

    Harapan tetap ada agar kisruh ini segera teratasi, dan semua pihak dapat bersatu demi kepentingan pemuda di Sorong. Di akhir, diperlukan langkah konkret dari pengurus KNPI untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan menjaga integritas organisasi.