Melanesiatimes.com, Sorong – Terungkap bahwa Sulaiman Merin, Sekretaris KNPI Kota Sorong, diduga menjadikan inventaris organisasi sebagai aset pribadi. Hal ini mencoreng citra KNPI yang seharusnya menjadi wadah bagi pemuda di daerah tersebut.
Pemerintah Provinsi Papua Barat sebelumnya telah memberikan sejumlah bantuan kepada KNPI Kota Sorong, termasuk pembangunan Sekretariat dan satu unit mobil. Namun, kondisi Sekretariat saat ini sangat memprihatinkan, karena bangunan tersebut kini kosong dan tidak berpenghuni.
Sekretariat yang sempat diharapkan menjadi kantor pemuda tersebut dibiarkan terbengkalai tanpa aktivitas. Hal ini menimbulkan keprihatinan di kalangan pengurus dan anggota lain yang berharap tempat tersebut bisa digunakan untuk kegiatan positif.
Lebih mengecewakan, satu unit mobil yang seharusnya menjadi aset KNPI justru dipergunakan sebagai mobil pribadi oleh Sulaiman Merin. Stiker yang mencantumkan identitas KNPI telah dicopot, sehingga mobil tersebut tampak seperti milik perorangan.
Sumber anonim dari dalam KNPI menyayangkan tindakan tersebut dan mengharapkan agar mobil segera dikembalikan. “Mobil itu bukan milik Sulaiman, tapi aset organisasi yang seharusnya digunakan untuk kepentingan pemuda,” ujar kepada media ini pada Kamis (15/05/2025).
Kondisi ini menambah deretan masalah yang tengah dihadapi KNPI Kota Sorong, di mana pengurus diharapkan lebih bertanggung jawab terhadap aset yang dipercaya kepada mereka. Anggota organisasi pun merasa kecewa dan berharap ada tindakan tegas yang diambil.
Masyarakat juga menyoroti isu ini, dan meminta agar pihak berwenang segera menyelidiki praktik penyalahgunaan wewenang di dalam organisasi kepemudaan ini. Transparansi dalam pengelolaan aset menjadi tuntutan utama dari masyarakat.
Kondisi Sekretariat yang terbengkalai dan mobil yang dipakai untuk kepentingan pribadi jelas menunjukkan adanya ketidakberesan dalam mengelola aset. Hal ini menciptakan pertanyaan mengenai komitmen pengurus dalam membangun kepemudaan di Sorong.
Sebagai organisasi pemuda, KNPI harusnya dapat memberikan contoh yang baik dan profesional. Di tengah banyaknya tantangan yang dihadapi, adanya tindakan untuk mengalihkan aset organisasi menjadi hal yang sangat disayangkan.
Harapan tetap ada agar kisruh ini segera teratasi, dan semua pihak dapat bersatu demi kepentingan pemuda di Sorong. Di akhir, diperlukan langkah konkret dari pengurus KNPI untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan menjaga integritas organisasi.
Tinggalkan Balasan