Ketua Generasi Muda Moi Apresiasi Langkah Gubernur Papua Barat Daya Redam Konflik Dikota Sorong 

Written by

in

Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Ketua Umum Generasi Muda Moi Papua Barat Daya, Paulus Syufan, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah cepat Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, dalam menangani situasi konflik yang sempat terjadi di Kota Sorong. Dukungan ini mencakup seluruh wilayah di empat kabupaten dan satu kota se-Papua Barat Daya.

Paulus menegaskan, pihaknya mengapresiasi sikap Gubernur Elisa Kambu yang bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta masyarakat untuk meredam ketegangan melalui jalur damai. Upaya tersebut dinilai tepat di tengah aksi demonstrasi beberapa hari terakhir terkait pemindahan empat tahanan politik NRFPB ke Makassar.

Menurutnya, Gubernur Elisa Kambu menunjukkan kepemimpinan yang inklusif dengan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Bahkan, ia membentuk tim khusus guna menindaklanjuti dinamika di lapangan demi menjaga keamanan warga Kota Sorong dan Papua Barat Daya secara umum.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Elisa Kambu juga menyampaikan permintaan maaf sekaligus ajakan untuk saling memaafkan. Langkah ini menjadi simbol keinginan pemerintah daerah agar konflik segera berakhir melalui dialog dan semangat rekonsiliasi.

Sebagai bentuk komitmen menjaga kedamaian, Gubernur Elisa Kambu juga memberikan kebebasan bersyarat kepada para pendemo yang sebelumnya ditahan akibat aksi anarkis di Sorong. Para tahanan tersebut kini telah dipulangkan, sebagai wujud itikad baik pemerintah daerah untuk merangkul semua pihak.

Sikap tersebut disambut baik oleh Ketua Generasi Muda Moi. Paulus menilai, tindakan Gubernur merupakan bukti nyata keberpihakan pada perdamaian serta keseriusan dalam menjaga stabilitas daerah.

“Duduk bersama, berdialog, dan saling memaafkan adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah. Konflik di Sorong ini harus segera diakhiri dengan damai,” ujar Paulus

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Generasi Muda Moi terus melakukan tekanan positif dan negosiasi demi menjaga situasi kondusif. Menurutnya, pemuda lintas organisasi perlu bersatu menyuarakan perdamaian dan membantu pemerintah dalam menjaga keharmonisan daerah.

Paulus juga mengajak seluruh masyarakat untuk merasa sebagai satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama menjaga keamanan Kota Sorong dan Papua Barat Daya. “Mari kita semua jaga tanah ini tetap damai, karena kedamaian adalah untuk kebaikan kita semua,” katanya.

Dalam seruannya, Paulus turut mengimbau seluruh organisasi kepemudaan, termasuk OKP Cipayung Plus, paguyuban masyarakat, hingga ormas kepemudaan lainnya agar menjaga solidaritas generasi muda Papua Barat Daya. Ia menegaskan, masa depan Papua sangat bergantung pada persatuan dan kedamaian hari ini.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *