Melanesiatimes.com, Kab. Sorong Selatan – Kepala Kampung Sawiat, Martinus Krenat, mengeluarkan seruan mendesak kepada aparat kepolisian untuk segera menangkap Adris Thesia, sosok yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Trivona Sagisolo. Seruan ini disampaikan pada Kamis (12/6/2024).
Martinus dengan tegas meminta kepada pihak kepolisian agar pelaku segera ditangkap. “Pelaku tidak boleh dibiarkan berkeliaran. Ini kejahatan berat, pembunuhan terhadap perempuan muda yang punya masa depan,” ujarnya dengan penuh emosional, menegaskan duka yang menyelimuti kampungnya.
Trivona dikenal sebagai anak muda dengan potensi besar dan kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi seluruh komunitas. Martinus menyatakan, “Kepergian Trivona adalah kehilangan bukan hanya bagi keluarga, tetapi untuk seluruh masyarakat kampung. Kami sangat berduka,” tandasnya.
Kepala Kampung menambahkan bahwa meski pihak keluarga sedang memproses kasus ini melalui mekanisme adat, penegakan hukum negara juga harus dilakukan. “Proses hukum negara tidak boleh terhenti. Pelaku harus diadili dan mendapat hukuman yang setimpal,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Martinus juga meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum dan mendukung penegakan keadilan bagi almarhumah Trivona. “Kami minta aparat bertindak cepat dan adil. Ini adalah kehilangan besar bagi kami. Jangan biarkan pelaku kejahatan ini bebas,” imbuhnya
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa Trivona ditemukan dengan luka parah di Kampung Wernas pada Rabu malam, 11 Juni 2024. Korban, yang sedang beraktivitas di sekitar aliran sungai, diserang oleh Adris Thesia yang menebas tangan korban hingga putus. Pelaku melarikan diri setelah kejadian, menjadikannya buronan pihak berwajib.
Hasil pemeriksaan medis mengungkapkan bahwa Trivona sedang mengandung tiga bulan dan baru diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2024 untuk tenaga kesehatan. Informasi ini menambah kesedihan yang mendalam bagi masyarakat, mengingat masa depan yang cerah yang seharusnya dimiliki oleh Trivona.
Peristiwa tragis ini memicu reaksi emosional di kalangan warga, dengan aksi protes dari keluarga korban terjadi di depan Kompleks Wermit. Tindakan tersebut mengakibatkan kerusakan pada beberapa rumah yang diduga terkait dengan keluarga pelaku, memperburuk situasi di wilayah tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Sorong Selatan, AKBP Gleen Rooi Molle, melalui pesan WhatsApp, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih berupaya menangkap pelaku. “Kami masih dalam pengejaran. Kami upayakan secepatnya,” bebernya
Hingga saat ini, kepolisian masih menyelidiki motif kejadian dan berupaya mengungkap latar belakang serta kemungkinan unsur perencanaan dalam insiden ini. Situasi di Kampung Wernas dan sekitarnya dilaporkan belum sepenuhnya kondusif, dengan warga diimbau untuk tetap tinggal di dalam rumah saat prosesi pengantaran jenazah berlangsung.
Jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan juga dilaporkan mengalami pemalangan sebagai respons terhadap kejadian ini. Aparat keamanan melakukan pengamanan ketat dan meminta masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi.
Dengan segala kompleksitas yang ada, masyarakat Kampung Sawiat berharap agar keadilan ditegakkan dan pelaku pembunuhan Trivona hadir di depan hukum. Mereka menanti langkah cepat dari pihak berwenang untuk memastikan bahwa kasus ini tidak hanya terhenti di seputar proses adat, tetapi juga diiringi dengan penegakan hukum yang adil dan sesuai prosedur. (Eskop Wisabla)
Tinggalkan Balasan