Melanesiatimes.com, Ofay, Kongo Afrika – Satgas Indo RDB 39-F MONUSCO kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan dan stabilitas di Republik Demokratik Kongo melalui pelaksanaan Quick Impact Project (QIP). Kali ini, kegiatan difokuskan pada rehabilitasi bangunan Kantor Valeze Vonkutu di Desa Ofay, yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah akibat kebakaran serta gangguan struktural yang serius. Ofay Kongo (27/06/2025).
Sebanyak 21 personel gabungan dari Kompi Bantuan Ndoromo, Kompi Komanda, dan Kompi Bogoro tampil dalam pengerjaan QIP tersebut. Berbagai kegiatan dilaksanakan, antara lain pembongkaran kusen pintu dan jendela yang terbakar, pencabutan akar pohon yang merusak lantai serta dinding bangunan, serta pemasangan usuk sebagai kerangka atap. Upaya rehabilitasi ini juga mencakup pemasangan ripslang gedung dan penutup atap dengan seng.
Komandan Satgas Indo RDB 39-F MONUSCO, Kolonel Inf Imir Faishal, S.Sos., M.I.Pol., menjelaskan bahwa pelaksanaan QIP ini merupakan wujud nyata kontribusi Indonesia dalam membantu masyarakat lokal. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada rehabilitasi infrastruktur, tetapi juga bertujuan untuk mempererat hubungan baik antara pasukan perdamaian Indonesia dengan masyarakat setempat.
“Setelah bangunan selesai direnovasi, kami berharap Kantor Valeze Vonkutu dapat kembali difungsikan secara optimal untuk pelayanan masyarakat dan kegiatan administrasi desa,” ujar Kolonel Imir Faishal. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pasukan perdamaian dan masyarakat dalam membangun stabilitas di wilayah tersebut.
Keberadaan bangunan ini sangat vital bagi desa. Sebagai pusat administrasi, Kantor Valeze Vonkutu diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat setelah rehabilitasi selesai dilakukan. Dengan demikian, aktivitas pemerintahan desa pun akan berjalan lebih lancar.
Selama proses rehabilitasi ini, Satgas Indo RDB 39-F berkomitmen untuk terus melanjutkan pekerjaan hingga tuntas. Semua anggota tim turut berperan aktif dalam memastikan bahwa semua aspek pembangunan dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu.
Selain perbaikan fisik bangunan, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Melalui peningkatan infrastruktur, warga Desa Ofay dapat lebih mudah mengakses layanan pemerintah dan meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan pemerintahan.
Pentingnya proyek ini bukan hanya terletak pada rehabilitasi infrastruktur, tetapi juga sebagai simbol kerja sama yang baik antara pasukan perdamaian dan masyarakat lokal. Kegiatan ini menguatkan rasa saling percaya dan membangun ikatan yang lebih solid.
Dengan langkah konkret ini, Satgas Indo RDB 39-F menunjukkan bahwa komitmen Indonesia dalam misi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan di Republik Demokratik Kongo akan terus berlanjut. Diharapkan, melalui proyek-proyek seperti ini, stabilitas dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.
Tinggalkan Balasan