Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dalam sebuah peresmian yang menggembirakan, Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan Insan Cita (SMK YPIC) akhirnya resmi berdiri di Kabupaten Sorong. Acara ini berlangsung di Pasar Mariyai, SP 2, Jalan Flamboyan, tepatnya di Kantor YPIC, pada Minggu sore, (06/07/2025.
Keberadaan yayasan ini didasari oleh Surat Keputusan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dengan nomor: AHU.002381.AH.04 Tahun 2023. Peresmian SMK YPIC ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh para undangan dan pengurus yayasan, menandakan dimulainya operasional sekolah yang diharapkan mampu mencetak generasi untuk masa depan.
Ketua Yayasan SMK YPIC Tanah Papua, Hasan Makassar, menyampaikan bahwa pendirian yayasan ini merupakan inisiatif dari para presidium yang tinggal di Kabupaten Sorong. Ia berharap yayasan ini bisa berkembang secara nasional dan menjadi jembatan dalam membangun generasi Tanah Papua.
“Dengan izin Allah, semua proses berjalan lancar. Kami berkomitmen untuk mendirikan sekolah-sekolah lain di wilayah Papua,” ujarnya penuh harapan.
Sambutan ikonik lainnya disampaikan oleh Syamsudin Seknun selaku Kordinator Presidium Majelis Wilayah Papua Barat. Dalam sambutannya, ia mengakui bahwa sempat ada keraguan mengenai kelangsungan yayasan ini. Namun, berkat keyakinan dan semangat kolektif, yayasan ini dapat berdiri dengan teguh.
“Kami selama ini sering membantu yayasan lain. Saatnya kita membesarkan yayasan sendiri. Aset ini milik kita secara nasional. Jangan ada narasi yang memisahkan Papua Barat dan Papua Barat Daya. Kita lahir dari rumah yang sama,” tegasnya.
Syamsudin juga mengajak seluruh elemen keluarga besar HMI dan KAHMI di Papua Barat dan Papua Barat Daya untuk bersinergi membesarkan SMK YPIC sebagai bagian dari investasi pendidikan dan ladang amal jariyah di masa depan.

Dalam acara tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustafa, turut memberikan sambutan. Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pengurus yayasan dan keluarga besar KAHMI di Papua.
“Saya memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada semua yang telah berkontribusi dalam pembangunan yayasan ini, khususnya dalam mendirikan sekolah kejuruan yang sangat dibutuhkan di wilayah ini,” ujarnya.
Saan Mustafa yang juga merupakan pentolan HMI yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, menekankan pentingnya pendidikan kejuruan sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial di Papua Barat Daya, terutama di Kabupaten Sorong. “Ini adalah langkah besar, dan kita harus bertekad untuk tidak hanya membangun SMK, tetapi juga TK, SD, SMP, SMA, hingga universitas,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan alumni HMI dan KAHMI sangat besar, di mana banyak di antara mereka telah menjadi profesor, ahli hukum, dan politisi. Namun, untuk mewujudkan cita-cita pendidikan, komitmen dan keberpihakan nyata dari semua pihak sangat diperlukan.
“Dengan segala keterbatasan kita, jika kita punya komitmen dan kemauan, maka segalanya bisa diwujudkan. Pendidikan adalah ladang ibadah dan amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya,” tutup Saan Mustafa dengan semangat.
Dengan resmi berdirinya SMK YPIC, harapan bagi pendidikan yang lebih baik di Tanah Papua semakin jelas. Masyarakat setempat berharap sekolah ini bisa menjadi pionir dalam menghasilkan generasi muda yang berkualitas dan siap bersaing di dunia global.
Tinggalkan Balasan