Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Kegiatan panen padi yang dipenuhi rasa syukur dan kebahagiaan. Kelompok Tani Tinar Buko, yang terdiri dari para petani lokal, merayakan hasil panen padi varietas Galur 54 yang sangat memuaskan. Sabtu (11/07/20225).
Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sorong, Bapak Ajang Maruapey, yang memberikan pendampingan dalam proses budidaya.
Ketua Kelompok Tani Tinar Buko, Pak De Triono, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. “Saya sangat senang hari ini. Alhamdulillah, hasil panen kali ini sangat memuaskan, khususnya bagi keluarga besar Pak Agus Rustam. Ini adalah panen ketiga kami dengan Galur 54, dan hasilnya luar biasa.” Imbuh Triono
Pak De juga menekankan pentingnya peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) untuk membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota. “Mari kita tetap semangat dan berkomitmen untuk bertani. Kita mendukung program ketahanan pangan nasional. Semoga kekuatan dan keberkahan selalu menyertai kita,” tambahnya.
Agus Rustam, pemilik lahan sawah, merasa optimis atas panen kali ini. “Kami melihat peningkatan hasil bulir padi yang dipanen dibandingkan musim tanam sebelumnya. Dari lahan seluas setengah hektar, saya mampu memperoleh hasil yang maksimal.”
Meskipun demikian, Agus menyampaikan harapannya akan dukungan dari pihak terkait, terutama Dinas Pertanian. “Kami berharap dapat disediakan pupuk yang lebih mudah didapat dan bantuan alat panen seperti mesin pemotong.”
Ia juga berharap Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dapat lebih sering hadir untuk memberikan bimbingan. “Kehadiran mereka masih jarang, biasanya hanya saat panen, dan itu tidak ideal bagi kami,” katanya.
Ajang Maruapey, Dosen Faperta Unamin, menjelaskan bahwa dari lahan seluas 0,5 hektar yang dipanen, hasil ubinan mencapai 3 kg, setara dengan 4,8 ton per hektar. “Ini adalah peningkatan dari panen sebelumnya yang hanya 4,5 ton per hektar, menunjukkan potensi pertanian di Kabupaten Sorong,” jelasnya.
Varietas padi Galur 54 yang diterapkan menunjukkan hasil yang mengesankan dengan teknik budidaya yang tepat. “Bulir padi yang dihasilkan berkualitas tinggi dan lebih tahan terhadap perubahan iklim, yang dapat memenuhi kebutuhan beras masyarakat di wilayah ini,” tambahnya.
Ajang Maruapey terus mendorong pemerintah daerah untuk memberikan bantuan lebih spesifik kepada Kelompok Tani Tinar Buko. “Bantuan ini dapat mencakup benih unggul, mesin tanam, dan alat panen untuk membantu usaha tani tetap berjalan,” ujarnya.
Keberhasilan panen ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lain di Sorong. “Kami berharap para petani dapat terus berinovasi dan membantu menciptakan kemandirian pangan di daerah,” ungkapnya.
Ajang juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, petani, dan dinas terkait untuk mendukung program pemerintah, terutama di sektor pertanian. “Kolaborasi ini diperlukan untuk mencapai tujuan swasembada pangan nasional,” tandasnya.
Ajang mengajak generasi muda, khususnya Orang Asli Papua (OAP), untuk terlibat dalam kegiatan pertanian. “Saya mengajak mereka untuk bekerja sama dengan petani transmigrasi dalam menanam padi,” katanya.
Kegiatan panen ini diakhiri dengan rasa syukur dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Para petani merayakan hasil kerja keras mereka dengan kebahagiaan dan optimisme.
Melalui panen ini, kelompok Tani Tinar Buko tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menunjukkan pentingnya pertanian dalam mendukung ketahanan pangan. “Mari kita terus berjuang demi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat dan negara,” pungkas De Triono.
Dengan dukungan semua pihak, diharapkan keberhasilan ini akan terus berlanjut, menciptakan generasi petani yang tangguh dan mandiri di Kabupaten Sorong.
Tinggalkan Balasan