Melanesiatimes.com, Sorong Selatan, – Kisruh yang melanda perusahaan kelapa sawit di Sorong Selatan telah memicu reaksi dari ratusan bahkan ribuan pekerja. Mereka kini menuntut kejelasan dan keadilan atas kondisi kerja dan hak-hak mereka yang dianggap terabaikan. Rabu (13/08/2025).
Denis Faruan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pejuang Lintas Khatulistiwa, menyampaikan, “Setelah diberikan kuasa, kami telah melakukan bipartit dengan manajemen perusahaan namun belum ada win solution.” Hal ini menunjukkan bahwa meskipun telah ada upaya dialog, belum ada kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.
Lebih lanjut, Denis menambahkan, “Usaha kami tidak berhenti di situ, kami juga melakukan tripartit dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat Daya, tetapi sayangnya belum ada titik temu.” Ini menegaskan bahwa perjuangan para buruh untuk mendapatkan hak mereka belum mencapai hasil yang memuaskan.
Para buruh merasa kehilangan harapan dan mendesak agar pemerintah segera turun tangan dalam menyelesaikan permasalahan ini.
Sebagai langkah nyata, DPD Pelikha berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi para buruh. Mereka mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung perjuangan ini, agar hak-hak pekerja kelapa sawit di Sorong Selatan bisa terpenuhi dan dilindungi.
Buruh kelapa sawit, yang selama ini menjadi tulang punggung industri, diharapkan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah dan perusahaan. Hal ini penting untuk menjaga kesejahteraan dan keberlanjutan industri kelapa sawit di daerah tersebut.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, DPD Pelikha berharap ada respon positif dari manajemen perusahaan dan juga pemerintah. Ini adalah momentum penting untuk menguatkan posisi buruh dalam struktur yang lebih adil.
Situasi ini mencerminkan betapa pentingnya dialog konstruktif antara pekerja, manajemen perusahaan, dan pemerintah. Hanya dengan kerjasama yang baik, permasalahan yang ada bisa diselesaikan secara tuntas.
DPD Pelikha berencana mengadakan forum terbuka untuk mengedukasi buruh terkait hak-hak mereka dan pentingnya bersolidaritas dalam perjuangan. Semoga, dengan berbagai langkah ini, masa depan buruh kelapa sawit di Sorong Selatan bisa lebih cerah dan sejahtera.
Tinggalkan Balasan