Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Ketua Fopera (Forum Peduli Rakyat Papua Barat Daya), Yanto Ijie, baru-baru ini mengungkapkan keprihatinannya atas meningkatnya tindakan kriminal di Kota Sorong.
Dalam pernyataannya kepada media ini, Yanto menegaskan bahwa kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat, tanpa memiliki kepentingan pribadi atau menyinggung pihak mana pun. Rabu (09/07/2025).
Sebagai warga Kota Sorong, Yanto merasa penting untuk menyampaikan pendapatnya. “Kota Sorong, yang merupakan ibu kota Provinsi Papua Barat Daya, tengah menghadapi tantangan besar terkait keamanan. Kami melihat adanya peningkatan tindak kriminalitas yang sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Namun, Yanto mencatat bahwa Kota Sorong sangat gelap di malam hari. Meskipun memiliki sumber listrik tenaga gas, situasi penerangan kota belum optimal. “Ini harus menjadi perhatian pemerintah agar keamanan masyarakat dapat terjaga,” tambahnya.
Pentingnya penerangan kota di malam hari juga mendorong Yanto untuk meminta pemerintah daerah agar mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling). Ia berharap lurah, RT, dan kepala distrik dapat bekerja sama untuk meningkatkan keamanan di tiap lingkungan masyarakat. “Poskamling harus diaktifkan untuk menjaga keamanan lingkungan dan memberikan rasa aman bagi warga,” jelas Yanto.
Lebih lanjut, Yanto mengusulkan kolaborasi antara Pemerintah Kota Sorong, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, serta TNI dan Polri untuk meningkatkan patroli pengamanan di seluruh area Kota Sorong. “Patroli pengamanan yang rutin perlu dilakukan untuk memastikan ketertiban, terutama mengingat kota ini merupakan ibu kota provinsi,” ujarnya.
Yanto juga menekankan bahwa Kota Sorong adalah pintu masuk bagi penduduk, barang, dan orang di Provinsi Papua Barat Daya. Oleh karena itu, dia menilai sudah saatnya dilakukan operasi yustisi untuk menertibkan penduduk. “Tidak semua orang dapat dengan mudah masuk dan tinggal di kota ini; kita perlu menjaga ketertiban dan keamanan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Yanto meminta agar Pemerintah Kota Sorong dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya meningkatkan penerangan kota, terutama pada malam hari. “Dengan adanya fasilitas listrik tenaga gas, seharusnya bisa memaksimalkan penerangan di area publik,” paparnya.
Ia menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. “Kesadaran dan peran aktif masyarakat juga sangat penting untuk menjaga keamanan lingkungan mereka,” tandasnya.
Keberadaan poskamling dan anggota masyarakat yang aktif terlibat dalam pengawasan sangat diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif di Kota Sorong. “Kita harus saling bahu-membahu untuk menjaga keamanan kota ini,” tegas Yanto.
Dalam rangka mencapai hal tersebut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk saling mendukung dan bekerja sama. “Kami mengajak semua pihak untuk peduli dan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Yanto juga berharap ada dukungan penuh dari pemerintah dan pihak berwenang dalam menjalankan program-program keamanan tersebut. “Kami ingin melihat Kota Sorong yang aman dan nyaman bagi semua warganya,” harapnya.
Penegakan hukum yang tegas dan preventif sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman. Yanto menekankan pentingnya upaya sinergis dari berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan ini.
Ke depan, diharapkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan dapat membuahkan hasil yang positif dalam menurunkan angka kriminalitas dan menciptakan rasa aman di Kota Sorong. “Mari kita jaga Kota Sorong bersama-sama agar tetap aman, nyaman, dan sejahtera,” tutup Yanto Ijie.
Dengan upaya bersama, diharapkan Kota Sorong dapat menjadi kota yang lebih baik, sekaligus menjadi model bagi daerah lain di Papua Barat Daya.
Tinggalkan Balasan