Melanesiatimes.com, Ternate Maluku Utara – TNI Angkatan Laut (AL) kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia, khususnya di wilayah perairan timur. Dua kapal perang, KRI Kapak-625 dan KRI Hampala-880, bersama dengan Pesawat Udara CN235-220 MPA/P-8306 melaksanakan tugas pengawasan dan pengamanan (Waspam) terhadap kapal perang Angkatan Laut Spanyol, ESPS Méndez Núñez (F-104). Kapal ini sedang melintas di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III-C dari Darwin, Australia menuju Guam pada 13 hingga 14 Juli 2025.
Tugas pengawasan ini merupakan bagian dari Operasi Cendrawasih Jaya-25 Tahap 3 yang digelar oleh Komando Armada III. Operasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap aktivitas lintas laut di perairan yurisdiksi Indonesia berjalan sesuai dengan ketentuan hukum internasional dan dalam koridor kedaulatan negara.
ESPS Méndez Núñez, yang merupakan fregat kelas Álvaro de Bazán, tidak hanya melakukan lintas ALKI, tetapi juga melaksanakan transit dan lego jangkar di perairan Ternate. Kehadiran kapal ini menjadi simbolis sekaligus mengingatkan pada sejarah kedatangan bangsa Spanyol di Ternate pada tahun 1512, dalam upaya pencarian rempah-rempah.
Sebagai upaya untuk mempererat kerja sama bilateral dan meningkatkan interoperabilitas antarangkatan laut, KRI Kapak-625, KRI Hampala-880, dan Pesawat CN235 turut melaksanakan serangkaian latihan bersama dengan ESPS Méndez Núñez. Latihan tersebut antara lain Screen Exercise, Merchant Traffic Monitoring Exercise, dan Passing Exercise, guna mengasah profesionalisme dan kesiapsiagaan tempur prajurit dalam skenario kerja sama multinasional.
Seluruh rangkaian tugas dan latihan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat diplomasi maritim. Koarmada III menekankan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan tetap mengutamakan keamanan personel dan material, serta menjunjung tinggi prinsip perdamaian dalam setiap interaksi dengan unsur asing.
Kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya peran TNI AL dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan timur yang memiliki keragaman budaya dan sumber daya alam yang kaya.
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat diplomasi pertahanan antarnegara melalui interaksi yang konstruktif dan kolaboratif. Dengan adanya latihan bersama, diharapkan pertukaran pengalaman dan pengetahuan dapat memberikan manfaat bagi kedua angkatan laut.
Melalui kegiatan ini, TNI AL berharap dapat memperkokoh hubungan bilateral dengan Angkatan Laut Spanyol, sekaligus meningkatkan respons positif terhadap tantangan keamanan maritim saat ini. Upaya tersebut sejalan dengan visi TNI AL untuk menghadirkan kekuatan yang profesional, modern, dan berorientasi pada misi perdamaian.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) menekankan pentingnya kerja sama dalam menjaga kedaulatan dan keamanan maritim. Keberhasilan pelaksanaan operasi ini menunjukkan bahwa TNI AL siap menghadapi berbagai potensi ancaman terhadap kedaulatan negara.
Tinggalkan Balasan