Melanesiatime.com, Waisai – Dalam rangka menyongsong Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang Ke-80 Persatuan Penyelam Professional Raja Ampat (PADRA) kibarkan Sang Saka Merah Putih di bawah laut Kampung Saonek, Distrik Waigeo Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Sabtu, (16/8/25).
Kegiatan tersebut diikuti 43 peserta diantaranya perwakilan KODIM 1805 Raja Ampat, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, BLUD UPTD Raja Ampat dan turut serta 3 Warga Negara Asing (WNA) asal Tanzania, Afrika bagian timur.
Pengibaran bendera di bawah laut dipimpin langsung oleh Ketua PADRA, Frengky Wader dan disponsori oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Raja, BLUD UPTD Raja Ampat, BPJS Ketenagakerjaan, Telkomsel, Arta Samudra, Dayan Homestay, Distrik Waigeo Selatan dan beberapa Asosiasi Dive Center lainnya.

Frengky Wader saat diwawancarai pihaknya menerangkan bahwa pengibaran bendera merah putih di bawah laut merupakan rutinitas PADRA setiap momentum Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
“Kegiatan ini setiap tahun kami lakukan dan merupakan rutinitas PADRA semenjak 2016, selain itu kegiatan ini juga sebagai bentuk kecintaan terhadap para pahlawan yang telah gugur mempertahan kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Pengibaran bendera dilakukan pada kedalaman laut kurang lebih sembilan meter persegi (9 m2), meski kondisi arus berada diantara air pasang dan surut namun tim mampu melewati tantangan dan prosesi pengibaran merah putih di bawah laut Kampung Saonek berlangsung Khidmat.
“Kalau kendala saat menyelam memang ada sedikit tantangan karna timing pas masuk ke laut, arusnya tidak pasti di slek yang pasang full antara pasang ke surut, itu yang menjadi tantangan tapi teman-teman semua biasa melawati hal-hal semacam ini dan upacara bawah lautnya berlangsung Khidmat,” tutup Frengky Wader Ketua Persatuan Penyelam Professional Raja Ampat (PADRA).
Tinggalkan Balasan